19 Maret 2013

Mineral : a).paramagnetik b).diamagnetik c).feromagnetik

Kemagnetan merupakan salah satu sifat fisik mineral, selain kekerasan, sifat dalam, warna, ketembusan cahaya, de el el. Berdasarkan gimana reaksi suatu mineral kalau dipapar medan magnet, mineral terbagi atas 3 jenis:


Ferromagnetik
Mineral-mineral ferromagnetik bukan cuma sangat “bersemangat” kalau medan magnet dari luar datang.. saking ngefansnya sama si medan magnet nih, mineral-mineral ferromagnetik bahkan punya sifat kemagnetan yang permanen!
Contoh:
Magnetit (Fe3O4)
pyrrhotit (Fe1-xS)
Maghemite (Fe2O3, γ-Fe2O3)
Isovite ((Cr,Fe)23C6)
Chromferide (Fe3Cr1-x)
Symthite ((Fe,Ni)9S11 atau ((Fe,Ni)13S16)
Wilhelmramsayite (Cu3FeS3•2(H2O)
Batiferrite (Ba[Ti2Fe10]O19)


Paramagnetik
Beda dengan mineral-mineral paramagnetik yang “cinta mati” sama medan magnet, “cinta” mineral-mineral paramagnetik sementara aja! Mineral-mineral ini bersifat magnet cuma ketika ada medan magnet disekitarnya. Begitu medan magnet dari luar pergi, hilang deh sifat kemagnetannya.
Contoh: Hematit (Fe2O3)
Franklinite ((Zn,Fe2+)(Fe3+)2O4 )
Pirit (FeS2)
Kalkopirit (CuFeS2)
Olivin ((Mg,Fe)2SiO4)
Ilmenit (FeTiO3)
Piroksen ((Mg,Fe)SiO3)
Hornblende ((Ca,Na)2–3(Mg,Fe,Al)5(Al,Si)8O22(OH,F)2
Mineral mika (Biotit, Muskovit, Flogofit)


Diamagnetik
Digoda medan magnet? Cuek aja, lagi! Itulah mineral-mineral diamagnetik. Dalam bahasa sehari-hari, kita sering bilang benda-benda seperti air, udara, plastik, kertas sebagai benda “tanpa magnet”. Sebenarnya, benda-benda diamagnetik sedikit menolak medan magnet. Yang termasuk mineral-mineral diamagnetik adalah mineral-mineral non-logam, seperti
Sulfur (S)
Kuarsa (SiO2)
Halite (NaCl)
Calcite (CaCO3)
Ortoklas (KAlSi3O8)
Plagioklas ((Na,Ca)(Si,Al)4O8)
Talk(Mg3Si4O10(OH)2)
Gipsum (CaSO4·2H2O)
Intan (C)

1 komentar: