30 Agustus 2011

Ketetapan Muhammadiyah Mengenai 1 Syawwal

Tentu merupakan suatu keprihatinan bahwa umat Islam sampai saat ini belum dapat menyatukan sistem penanggalannya sehingga selebrasi momen-momen keagamaan penting seperti puasa Ramadan, Idulfitri atau Iduladha belum selalu dapat disatukan. Mamang harus diakui pula bahwa penyatuan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena aspek-aspek syariah dan astronomis harus dikaji secara seksama.

Berikut makalah penjelasan mengenai penyatuan Sistem Penanggalan Islam yang sampai saat ini masih belum bisa diterapkan, apa kendala dan peluang diberlakukannya Sistem Penanggalan Islam yang bersifat Universal?, berikut makalah mengenai Menyatukan Sistem Penanggalan Islam oleh ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar
MENYATUKAN SISTEM PENANGGALAN ISLAM

Terkait Adanya pertanyaan di kalangan beberapa orang anggota masyarakat tentang lebaran besok Selasa di mana puasanya dengan demikian hanya 29 hari, apakah itu sah? Jawabannya adalah bahwa Nabi saw dalam beberapa hadisnya menyatakan bahwa umur bulan itu 29 hari atau terkadang 30 hari. Jadi orang yang berpuasa 29 hari dan berlebaran besok adalah sah karena sudah berpuasa selama satu bulan. Secara astronomis, pada hari ini, Senin 29 Agustus 2011, Bulan di langit telah berkonjungsi (ijtimak), yaitu telah mengitari bumi satu putaran penuh, pada pukul 10:05 tadi pagi. Dengan demikian bulan Ramadan telah berusia satu bulan. Dalam hadis-hadis Nabi saw, antara lain bersumber dari Abu Hurairah dan Aisyah, dinyatakan bahwa Nabi saw lebih banyak puasa Ramadan 29 hari daripada puasa 30 hari. Menurut penyelidikan Ibnu Hajar, dari 9 kali Ramadan yang dialami Nabi saw, hanya dua kali saja beliau puasa Ramadan 30 hari. Selebihnya, yakni tujuh kali, beliau puasa Ramadan 29 hari.

Mengenai dasar penetapan Idulfitri jatuh Selasa 30 Agustus 2011 adalah hisab hakiki wujudul hilal dengan kriteria (1) Bulan di langit untuk bulan Ramadan telah genap memutari Bumi satu putaran pada jam 10:05 Senin hari ini, (2) genapnya satu putaran itu tercapai sebelum Matahari hari ini terbenam, dan (3) saat Matahari hari ini nanti sore terbenam, Bulan positif di atas ufuk. Jadi dengan demikian, kriteria memasuki bulan baru telah terpenuhi. Kriteria ini tidak berdasarkan konsep penampakan. Kriteria ini adalah kriteria memasuki bulan baru tanpa dikaitkan dengan terlihatnya hilal, melainkan berdasarkan hisab terhadap posisi geometris benda langit tertentu. Kriteria ini menetapkan masuknya bulan baru dengan terpenuhinya parameter astronomis tertentu, yaitu tiga parameter yang disebutkan tadi.

Mengapa menggunakan hisab, alasannya adalah:

Hisab lebih memberikan kepastian dan bisa menghitung tanggal jauh hari ke depan,
Hisab mempunyai peluang dapat menyatukan penanggalan, yang tidak mungkin dilakukan dengan rukyat. Dalam Konferensi Pakar II yang diselenggarakan oleh ISESCO tahun 2008 telah ditegaskan bahwa mustahil menyatukan sistem penanggalan umat Islam kecuali dengan menggunakan hisab.
Di pihak lain, rukyat mempunyai beberapa problem:

Tidak dapat memastikan tanggal ke depan karena tanggal baru bisa diketahui melalui rukyat pada h-1 (sehari sebelum bulan baru),
Rukyat tidak dapat menyatukan tanggal termasuk menyatukan hari puasa Arafah, dan justeru sebaliknya rukyat mengharuskan tanggal di muka bumi ini berbeda karena garis kurve rukyat di atas muka bumi akan selalu membelah muka bumi antara yang dapat merukyat dan yang tidak dapat merukyat,
Faktor yang mempengaruhi rukyat terlalu banyak, yaitu (1) faktor geometris (posisi Bulan, Matahari dan Bumi), (2) faktor atmosferik, yaitu keadaan cuaca dan atmosfir, (3) faktor fisiologis, yaitu kemampuan mata manusia untuk menangkap pantulan sinar dari permukaan bulan, (4) faktor psikologis, yaitu keinginan kuat untuk dapat melihat hilal sering mendorong terjadinya halusinasi sehingga sering terjadi klaim bahwa hilal telah terlihat padahal menurut kriteria ilmiah, bahkan dengan teropong canggih, hilal masih mustahil terlihat.
Memang perlu dilakukan upaya untuk menyatukan sistem penanggalan umat Islam agar tidak lagi terjadi perbedaan-perbedaan yang memilukan ini. Untuk itu kita harus berani beralih dari rukyat (termasuk rukyat yang dihisab) kepada hisab. Di zaman Nabi saw rukyat memang tidak menimbulkan masalah karena umat Islam hanya menghuni Jazirah Arab saja dan belum ada orang Islam di luar jazirah Arab tersebut. Sehingga bila bulan terlihat atau tidak terlihat di jazirah Arab itu, tidak ada masalah dengan umat Islam di daerah lain lantaran di daerah itu belum ada umat Islam. Berbeda halnya dengan zaman sekarang, di mana umat Islam telah menghuni seluruh penjuru bumi yang bulat ini. Apabila di suatu tempat hilal terlihat, maka mungkin sekali tidak terlihat di daerah lain. Karena tampakan hilal di atas muka bumi terbatas dan tidak meliputi seluruh muka bumi. Rukyat akan menimbulkan problem bila terjadi pada bulan Zulhijah tahun tertentu. Di Mekah terlihat, di Indonesia tidak terlihat, sehingga timbul masalah puasa Arafah.

Jadi oleh karena itu penyatuan itu perlu, dan penyatuan itu harus bersifat lintas negara karena adanya problem puasa Arafah. Artinya siapapun yang mencoba mengusulkan suatu sistem kalender pemersatu, maka kalender itu harus mampu menyatukan jatuhnya hari Arafah antara Mekah dan kawasan lain dunia agar puasa Arafah dapat dijatuhkan pada hari yang sama. Ini adalah tantangan para astronom Indonesia. Kita menyayangkan belum banyak yang mencoba memberikan perhatian terhadap penyatuan secara lintas negara ini. Perdebatan yang terjadi baru hanya soal kriteria awal bulan, yang itu hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan masalah penyatuan kalender.

Sementara kita masih belum mampu menyatuakan penanggalan hijriah, maka bilamana terjadi perbedaan kita hendaknya mempunyai toleransi yang besar satu terhadap yang lain dan saling menghormati. Sembari kita terus berusaha mengupayakan penyatuan itu.


Dalam materi yang diberikan wakil ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Oman Faturrahman, beberapa negara yang menetapkan 1 Syawal 1432 H pada tanggal 30 Agustus 2011 telah dapat diprediksi sebelumnya.

Dalam perhitungan hisab wujudul hilal yang dianut Muhammadiyah, Negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Australia, Arab Saudi, Mesir, sebenarnya hilal telah wujud pada tanggal 29 Agustus 2011, untuk itu apabila menggunakan metode yang tidak jauh dari metode wujudul hilal, maka 1 syawal dipastikam esoknya 30 Agustus 2011. Hanya untuk kasus Arab Saudi ada sedikit perbedaan, pada garis yang membatasi wujudnya hilal, membelah antara kota mekah dan madinah, “Untuk Mekah menurut garis tersebut Hilal sudah wujud, dan sebaliknya untuk kota Madinah Hilal malah belum wujud, dan hal tersebut memang dikarenakan garis bulan tersebut memang tidak berbentuk lurus vertical,” jelasnya.

Berikut beberapa negara yang telah menetapkan 1 Syawal 1432 H pada tanggal 30 Agustus 2011; Arab Saudi, Malaysia, Thailand, Jepang, New York, California, Hawaii, London, Belanda, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Australia, Yordania, Rusia, Turki, Irlandia, Hong Kong


Terkait Adanya pertanyaan di kalangan beberapa orang anggota masyarakat tentang lebaran besok Selasa di mana puasanya dengan demikian hanya 29 hari, apakah itu sah? Jawabannya adalah bahwa Nabi saw dalam beberapa hadisnya menyatakan bahwa umur bulan itu 29 hari atau terkadang 30 hari. Jadi orang yang berpuasa 29 hari dan berlebaran besok adalah sah karena sudah berpuasa selama satu bulan. Secara astronomis, pada hari ini, Senin 29 Agustus 2011, Bulan di langit telah berkonjungsi (ijtimak), yaitu telah mengitari bumi satu putaran penuh, pada pukul 10:05 tadi pagi. Dengan demikian bulan Ramadan telah berusia satu bulan. Dalam hadis-hadis Nabi saw, antara lain bersumber dari Abu Hurairah dan Aisyah, dinyatakan bahwa Nabi saw lebih banyak puasa Ramadan 29 hari daripada puasa 30 hari. Menurut penyelidikan Ibnu Hajar, dari 9 kali Ramadan yang dialami Nabi saw, hanya dua kali saja beliau puasa Ramadan 30 hari. Selebihnya, yakni tujuh kali, beliau puasa Ramadan 29 hari.

Mengenai dasar penetapan Idulfitri jatuh Selasa 30 Agustus 2011 adalah hisab hakiki wujudul hilal dengan kriteria (1) Bulan di langit untuk bulan Ramadan telah genap memutari Bumi satu putaran pada jam 10:05 Senin hari ini, (2) genapnya satu putaran itu tercapai sebelum Matahari hari ini terbenam, dan (3) saat Matahari hari ini nanti sore terbenam, Bulan positif di atas ufuk. Jadi dengan demikian, kriteria memasuki bulan baru telah terpenuhi. Kriteria ini tidak berdasarkan konsep penampakan. Kriteria ini adalah kriteria memasuki bulan baru tanpa dikaitkan dengan terlihatnya hilal, melainkan berdasarkan hisab terhadap posisi geometris benda langit tertentu. Kriteria ini menetapkan masuknya bulan baru dengan terpenuhinya parameter astronomis tertentu, yaitu tiga parameter yang disebutkan tadi.

Mengapa menggunakan hisab, alasannya adalah:

Hisab lebih memberikan kepastian dan bisa menghitung tanggal jauh hari ke depan,
Hisab mempunyai peluang dapat menyatukan penanggalan, yang tidak mungkin dilakukan dengan rukyat. Dalam Konferensi Pakar II yang diselenggarakan oleh ISESCO tahun 2008 telah ditegaskan bahwa mustahil menyatukan sistem penanggalan umat Islam kecuali dengan menggunakan hisab.
Di pihak lain, rukyat mempunyai beberapa problem:

Tidak dapat memastikan tanggal ke depan karena tanggal baru bisa diketahui melalui rukyat pada h-1 (sehari sebelum bulan baru),
Rukyat tidak dapat menyatukan tanggal termasuk menyatukan hari puasa Arafah, dan justeru sebaliknya rukyat mengharuskan tanggal di muka bumi ini berbeda karena garis kurve rukyat di atas muka bumi akan selalu membelah muka bumi antara yang dapat merukyat dan yang tidak dapat merukyat,
Faktor yang mempengaruhi rukyat terlalu banyak, yaitu (1) faktor geometris (posisi Bulan, Matahari dan Bumi), (2) faktor atmosferik, yaitu keadaan cuaca dan atmosfir, (3) faktor fisiologis, yaitu kemampuan mata manusia untuk menangkap pantulan sinar dari permukaan bulan, (4) faktor psikologis, yaitu keinginan kuat untuk dapat melihat hilal sering mendorong terjadinya halusinasi sehingga sering terjadi klaim bahwa hilal telah terlihat padahal menurut kriteria ilmiah, bahkan dengan teropong canggih, hilal masih mustahil terlihat.
Memang perlu dilakukan upaya untuk menyatukan sistem penanggalan umat Islam agar tidak lagi terjadi perbedaan-perbedaan yang memilukan ini. Untuk itu kita harus berani beralih dari rukyat (termasuk rukyat yang dihisab) kepada hisab. Di zaman Nabi saw rukyat memang tidak menimbulkan masalah karena umat Islam hanya menghuni Jazirah Arab saja dan belum ada orang Islam di luar jazirah Arab tersebut. Sehingga bila bulan terlihat atau tidak terlihat di jazirah Arab itu, tidak ada masalah dengan umat Islam di daerah lain lantaran di daerah itu belum ada umat Islam. Berbeda halnya dengan zaman sekarang, di mana umat Islam telah menghuni seluruh penjuru bumi yang bulat ini. Apabila di suatu tempat hilal terlihat, maka mungkin sekali tidak terlihat di daerah lain. Karena tampakan hilal di atas muka bumi terbatas dan tidak meliputi seluruh muka bumi. Rukyat akan menimbulkan problem bila terjadi pada bulan Zulhijah tahun tertentu. Di Mekah terlihat, di Indonesia tidak terlihat, sehingga timbul masalah puasa Arafah.

Jadi oleh karena itu penyatuan itu perlu, dan penyatuan itu harus bersifat lintas negara karena adanya problem puasa Arafah. Artinya siapapun yang mencoba mengusulkan suatu sistem kalender pemersatu, maka kalender itu harus mampu menyatukan jatuhnya hari Arafah antara Mekah dan kawasan lain dunia agar puasa Arafah dapat dijatuhkan pada hari yang sama. Ini adalah tantangan para astronom Indonesia. Kita menyayangkan belum banyak yang mencoba memberikan perhatian terhadap penyatuan secara lintas negara ini. Perdebatan yang terjadi baru hanya soal kriteria awal bulan, yang itu hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan masalah penyatuan kalender.

Sementara kita masih belum mampu menyatuakan penanggalan hijriah, maka bilamana terjadi perbedaan kita hendaknya mempunyai toleransi yang besar satu terhadap yang lain dan saling menghormati. Sembari kita terus berusaha mengupayakan penyatuan itu.
SUMBER: MUHAMMADIYAH
SMA MUHAMMADIYAH

10 Agustus 2011

Mencapai Kebebasan Finansial

Mencapai Kebebasan Finansial
Oleh: Betti Alisjahbana
Kebebasan Finansial (Financial freedom) didefinisikan sebagai gaya hidup yang terencana dengan baik dimana Anda tidak perlu bekerja untuk mendapatkan pendapatan guna membiayai pengeluaran- pengeluaran Anda. Biasanya kebebasan finansial ini bisa dicapai dengan 2 kemungkinan :

Anda punya pendapatan pasif dari investasi Anda.
Anda punya banyak Aset yang bisa dicairkan secara teratur.
Saya anjurkan Anda punya target kapan Anda akan mencapai kebebasan finansial, sehingga Anda lebih bebas memilih apa yang ingin Anda lakukan dengan hidup Anda.

Berpikir Seperti Orang Kaya

Anda akan menjadi apa yang seringkali Anda Pikirkan. Orang-orang kaya mempunyai kebiasaan selalu berpikir tentang kebebasan finansial. Sejak muda atau pada suatu saat dalam hidupnya, mereka menjadi sangat fokus pada pencapaian suatu tujuan keuangan. Mereka kemudian membangun disiplin untuk melakukan pengorbanan-pengorbanan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan itu. Mereka mengatur ulang seluruh kehidupan finansialnya : pendapatan, asuransi, investasi dan pengeluaran-pengeluaran sehingga terkoordinasi dan membuat mereka dapat mencapai target finansialnya.

Banyak orang yang mepunyai kebiasaan menikmati semua uang yang dimilikinya termasuk yang bisa dipinjamnya, dari kartu kredit maupun dari teman, dengan membelanjakannya.

Pada suatu saat Anda perlu memilih arah. Arah pertama adalah menghasilkan uang, menyisihkan uang untuk investasi, membangun kekayaan. Arah ke dua adalah menghasilkan uang, memboroskan dan terperangkap dalam hutang. Terlepas dari arah manapun yang telah Anda pilih selama ini, Anda bebas untuk memilih arah mana yang akan Anda ambil sekarang dan selanjutnya.

Membangun Mindset Jutawan Dolar

Jim Rohn pernah menulis:
“ Becoming a millionaire is not that difficult, but it is not the most important thing. The most important part of becoming a millionaire is the person that you have to become to accumulate a million dollars in the first place.”

Anda harus membangun karakter, kepribadian dan kebiasaan yang sangat berbeda apabila Anda ingin mencapai tujuan finansial Anda dan tetap mempertahankan uang Anda. Apabila Anda sudah bisa menjadi jenis orang yang bisa menghasilkan dan mengumpulkan 1 juta dolar, maka anda akan bisa menghasil kan juta dolar yang ke dua dan ketiga juga. Bahkan bila sesuatu yang kurang menguntungkan terjadi dan Anda kehilangan semua uang Anda, Anda bisa mengumpulkannya lagi dalam waktu yang tidak lama, karena Anda sudah menjadi orang yang bisa menjadi jutawan dolar.

Kebiasaan Jutawan Dolar

Kebiasaan seorang jutawan dolar yang dibangun sendiri bukan dari korupsi adalah sangat hati-hati dengan uang. Mereka tidak beli barang baru bila bisa beli barang bekas. Misalnya saja, kebanyakan Jutawan Dolar tidak beli mobil baru. Mereka menunggu sampai mobil berkualitas bagus berumur 2 tahun, sebelum mereka membelinya. Sesudah 2 tahun banyak mobil harganya tinggal 50% sementara kondisinya masih bagus.

Jutawan Dolar membangun kebiasaan untuk menyisihkan uang dan berinvestasi. Manusia adalah mahluk kebiasaan yang sangat cepat beradaptasi pada situasi ekternal. Bila Anda langsung menyisihkan 10% dari penghasilan Anda dan mendisiplinkan diri untuk hidup dengan 90% sisanya, dalam waktu dekat Anda akan menyesuaikan gaya hidup Anda sedikit ke bawah sehingga Anda merasa nyaman hidup dengan jumlah yang lebih sedikit itu. Dalam waktu dekat, hidup pada tingkat ini menjadi kebiasaan dan Anda tidak memikirkanya lagi. Apabila Anda merasa sulit untuk langsung memotong 10 %, Anda bisa memulainya dengan bertahap mulai dari 1 %, lalu bulan berikutnya 2 % terus ditambah secara bertahap sampai 10 %, lalu 15%, lalu 20 %.

Kelihatan Kaya atau Kaya?
Ada orang yang kelihatannya kaya dan ada yang memang kaya. Mereka yang kelihatan kaya membelanjakan uangnya untuk barang-barang mahal tapi uang simpanannya sedikit. Orang kaya yang sebenarnya membangun kebiasaan “menjadi kaya secara bertahap”.

Teori Parkinson mengatakan, “ Pengeluaran meningkat sesuai dengan penghasilan.” Artinya sejalan dengan meningkatnya penghasilan, maka pengeluaran Anda pun akan meningkat. Ini akan berlangsung, terlepas dari berapa besarnya pun penghasilan Anda. Dengan berjalannya waktu, Anda akan membangun kebiasaan untuk membelanjakan berapapun penghasilan Anda."

Ketika kita meminta seseorang untuk menyisihkan sebagian dari penghasilannya, kebanyakan berpendapat bahwa itu ide yang baik, akan tetapi banyak dari mereka sulit melakukannya, karena itu artinya, mereka harus menurunkan standard hidupnya. Pendekatan yang bisa Anda coba adalah berjanji untuk menyisihkan 50 % dari setiap kenaikan pendapatan yang akan Anda dapatkan sejak hari ini. Jadi kalau bulan depan pendapatan Anda naik 15 %, maka 7,5 % diantaranya anda langsung sisihkan. Buatlah rekening bank terpisah, sehingga uang yang akan investasikan ini tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Ini lebih mudah dilakukan karena yang akan anda sisihkan adalah penghasilan yang belum Anda dapatkan, artinya Anda tidak perlu menurunkan standard hidup Anda untuk melakukannya. Dengan cara ini, apabila Anda melakukannya dengan disiplin maka lama-kelamaan Anda akan bisa menyisihkan 15 % lalu 20 % lalu 30 % dari pendapatan Anda.

Gembira Dengan Tumbuhnya Aset Anda

Kebanyakan orang mengasosiasikan membelanjakan uang dengan kebahagiaan dan menabung dengan penderitaan. Anda harus merubah pola pikir ini. Tugas Anda adalah untuk mulai mengasosiasikan menyisihkan uang untuk investasi dan melihat uang Anda tumbuh sebagai kebahagiaan. Semakin Anda merasa bahagia dengan melihat simpanan Anda tumbuh, Anda akan semakin termotivasi untuk mengurangi pengeluaran dan menambah simpanan.

Kebanyakan orang yang sukses secara finansial, terbiasa untuk merasa gembira dan puas menyisihkan uang, berinvestasi dan menumbuhkan uangnya. Sebaliknya kegagalan financial datangnya dari kebiasaan untuk merasakan sebagian besar kebahagiaan dari kegiatan membelanjakan uang.

Mengejar Kebahagiaan

Semua orang ingin bahagia. Mencapai kebebasan financial sebagai akibat dari keberhasilan membangun kebiasaan jutawan dolar adalah tujuan yang baik, tapi bukan yang paling penting. Yang lebih penting adalah didalam prosesnya Anda akan menjadi orang yang punya keberanian, karakter, berpikir lebih da;lam dan ulet. Sebagai akibat dari menjadi orang yang mencapai kebebasan finansial, anda akan merasakan indahnya bebas memilih apa yang ingin Anda lakukan dengan hidup Anda, Anda akan merasa betul-betul bahagia dan puas dengan diri Anda dan dengan semua bagian dari hidup Anda. Ini adalah tujuan yang paling berharga.

Daftar Pustaka : Million Dollar Habits, Brian Tracy.SUMBER:betti-alisjahbana
SMA MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA

Investasi pada Diri Sendiri

Investasi pada Diri Sendiri
Oleh: Betti Alisjahana
Ketika kita melakukan investasi, secara sadar kita mengalokasikan sumber daya yang terbatas yang ada dalam kontrol kita seperti waktu, uang, dan tenaga. Kita melakukan investasi sekarang dengan harapan yang jelas bahwa suatu saat investasi ini akan memberikan hasil positif yang diharapkan.


Beberapa investasi memberikan hasil sesuai dengan harapan, ada juga yang mengecewakan hasilnya. Ada yang hasilnya bisa segera didapat, ada juga yang makan waktu cukup lama sebelum kita bisa melihat hasilnya. Beberapa investasi kita lakukan dengan pertimbangan hati-hati, sementara beberapa yang lain kita putuskan tanpa pikir panjang.


Dalam pengamatan saya, hasil investasi terbesar dan terpenting didapatkan ketika melakukan investasi pada diri sendiri. Apakah investasi pada diri sendiri itu? Mengapa begitu penting? Hasil investasi apa yang bisa didapat?


Dimulai dengan Melakukan Perubahan yang Dibutuhkan


Investasi pada diri sendiri adalah secara sadar mengontrol hidup dengan mengalokasikan waktu, tenaga dan uang untuk pertumbuhan dan perkembangan diri. Mengembangkan diri dari dalam keluar dengan penekanan pada ketrampilan hidup yang mempengaruhi semangat, sikap, kebiasaan dan tingkah laku yang pada akhirnya membentuk karakter dan menentukan nasib kita.


Fokus investasi pada diri sendiri ada pada keinginan untuk melakukan perubahan pada diri sendiri sebelum bisa mencapai hasil yang diinginkan. Sering kali orang ingin mendapat kan hasil yang lebih baik tanpa mau mulai dengan melakukan perubahan pada diri sendiri.

Bagaimana kita akan bisa mendapatkan posisi yang lebih tinggi dengan tanggung jawab lebih besar bila kita tidak menjadi orang yang bertanggung jawab? Bagaimana kekayaan kita akan tumbuh pesat kalau kita tidah membangun kebiasaan untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk investasi? Bagaimana kita bisa mempunyai arah yang jelas dalam hidup ini kalau kita tidak terlebih dulu memahami nilai-nilai yang kita anut dan apa yang kita anggap penting?


Bukan Hanya Belajar Ketrampilan Baru

Investasi pada diri sendiri bukan sekedar belajar ketrampilan baru tapi juga menerapkan dan menjalan kan ketrampilan baru tersebut. Itu artinya mengalokasikan waktu, tenaga dan uang demi suatu perubahan dan seringkali itu artinya berkorban sekarang demi hasil yang lebih baik kemudian.


Membeli pakaian yang lebih baik untuk menunjang penampilan, mengambil strata pendidikan yang lebih tinggi atau sertifikasi untuk mendapatkan pekerjaan tertentu, mempelajari ketrampilan komputer atau bergabung dalam asosiasi profesi adalah bentuk-bentuk investasi pada diri sendiri yang kasat mata dan mudah dipahami. Tetapi selain itu ada juga ketrampilan yang lebih sulit diukur seperti kemampuan untuk bisa menghadapi perubahan, mengatasi stress, menjadi lebih disiplin dan sebagainya.

Tidak jarang kita melihat orang yang berkemampuan tinggi akhirnya gagal dalam pekerjaannya karena tidak bisa menghadapi perubahan. Juga mereka yang sangat ingin membangun hubungan serius namun tidak tau harus mulai dari mana.


Menguasai Ketrampilan Hidup


Investasi pada diri sendiri juga berarti membangun ketrampilan hidup seperti :

Membangun percaya diri dan harga diri.
Berpikir positif
Membangun hubungan yang sehat
Mengatur waktu
Mengatasi stres
Membangun kehidupan yang seimbang
Melatih keberanian
Berkomunikasi dengan efektif
Memahami dan menghayati nilai-nilai
Membuat target dan perencanaan
Bekerjasama di dalam tim
Membangun kemampuan untuk menjual dan meyakinkan orang

Ketrampilan-ketrampilan di atas sangat penting untuk berhasil dalam karir dan hidup, bahkan lebih besar pengaruhnya pada keberhasilan seseorang dibanding ketrampilan teknis.

Butuh Keyakinan untuk Berinvestasi pada Diri Sendiri

Tentunya butuh keyakinan bahwa investasi pada diri sendiri akan memberikan hasil sebelum Anda mau mengalokasikan waktu, uang dan tenaga untuk melakukan investasi yang dibutuhkan. Saya sangat merasakan manfaat investasi pada diri sendiri. Andai saya bisa menggambarkan betapa besar kebahagiaan dan manfaat yang saya dapatkan dari investasi pada diri sendiri ini.

Beberapa manfaat investasi pada diri sendiri diantaranya rasa percaya diri yang lebih tinggi dan membantu menemukan potensi-potensi dan bakat-bakat yang sebelumnya tersembunyi sehingga dapat mewujudkan mimpi. Rasa percaya diri ini juga membantu menimbulkan perasaan aman sehingga dapat menghadapi berbagai tantangan betapapun beratnya.

Butuh keberanian untuk melakukan interospeksi dan melihat perbaikan-perbaikan apa yang perlu dilakukan. Biasanya tidak mudah untuk menerima kritik baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. Akan tetapi bila kita tidak menyadari dan mengakui bahwa ada area-area tertentu dalam diri kita yang perlu perbaikan dan ada ketrampilan-ketrampilan penting yang belum kita kuasai, maka sedikitpun kita tidak akan berubah.

Jadi, ketika Anda merencanakan portofolio investasi Anda, yakinkan bahwa Anda mengalokasikan sebagian dari waktu, tenaga dan uang anda untuk melakukan investasi pada diri sendiri. Dari semua keputusan untuk berinvestasi yang bisa Anda buat, investasi pada diri sendiri akan menghasilkan hasil terbesar dan terpenting yang bisa Anda harapkan.

Anda tidak perlu kaya untuk menjadi seorang investor, tapi anda perlu melakukan investasi untuk bisa menjadi kaya, berhasil dan bahagia.

Selamat berinvestasi pada diri sendiri.

Salam hangat penuh semangat.SUMBER:betti-alisjahbana
SMA MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA

Investasi Pendidikan, Bagaimana Sebaiknya?

Investasi Pendidikan, Bagaimana Sebaiknya?
Oleh: Betti Alisjahbana
Banyak pembaca yang mengajukan pertanyaan seputar cara terbaik dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. Tepatkah investasi pendidikan dalam bentuk logam mulia? Apakah sebaiknya masing-masing anak dibuat satu rekening? Apakah tepat menginvestasikan dana pendidikan anak dalam bentuk saham? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak memang salah satu tanggung jawab terpenting dari orang tua dan biayanya semakin lama semakin mahal, karenanya merencanakannya sejak dini sangat dianjurkan.

Artikel ini saya tulis untuk membahas berbagai alternatif investasi untuk mempersiapkan dana pendidikan. Pembahasan mencakup perkiraan hasil investasi, jangka waktu yang disarankan dan faktor positif dan negatifnya. Harapan saya, pembahasan masing-masing alternatif ini bisa membantu Anda untuk memilih investasi yang paling tepat untuk persiapan dana pendidikan anak-anak Anda.

Di dalam menulis artikel ini, saya asumsikan Anda sudah melakukan analisa umur masing-masing anak Anda, kapan dana pendidikan akan dibutuhkan untuk masing-masing Anak dan dalam jumlah berapa. Melalui analisa ini Anda akan mendapatkan informasi tentang jangka waktu investasi, berapa uang yang perlu Anda sisihkan tiap bulan dan target hasil investasi pertahun yang perlu Anda dapatkan agar pada waktu dibutuhkan, hasil investasi Anda akan cukup untuk mendanai pendidikan anak-anak Anda. Informasi lain yang juga penting adalah apakah Anda satu-satunya sumber penghasilan dalam keluarga, atau ada anggota keluarga yang lain yang juga menghasilkan uang , sehingga resiko kehilangan penghasilan yang perlu diperhitungkan menjadi lebih kecil.

Tabungan dan Deposito

Tabungan dan deposito paling sering dipilih oleh para orang tua karena paling mudah dimengerti, dan tidak ada resiko berkurangnya nilai pokok investasi. Namun demikian tabungan dan deposito memberikan hasil investasi pertahun yang sangat rendah, yaitu antara 4.5 % - 9 %. Angka ini pun masih harus dipotong pajak. Hasil investasi pertahun dari tabungan dan deposito ada dibawah nilai inflasi yang saat ini ada di tingkat 11 %, sehingga meskipun nilai pokok investasi tidak berkurang, namun nilai riil ( daya beli) dari dana yang diinvestasikan terus menurun dengan berjalannya waktu.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah resiko kehilangan penghasilan, misalnya karena sumber penghasil uang dalam keluarga meninggal atau di PHK. Itu sebabnya asuransi menjadi komponen yang penting dalam mempersiapkan dana pendidikan bagi anak. Besarnya nilai pertanggungan akan lebih besar apalagi bila Anda adalah satu-satunya penghasil uang dalam keluarga.

Emas

Investasi dalam bentuk emas memiliki beberapa keuntungan. Emas adalah bentuk mata uang yang berlaku universal dimanapun dan nilainya meningkat sejalan dengan meningkatnya inflasi. Semakin tinggi inflasi, maka semakin tinggi pula harga emas. Emas mudah di perjual belikan dan adalah bentuk investasi yang resikonya paling rendah. Namun demikian, dalam keadaan normal dimana tingkat inflasi rendah, rupiah kuat terhadap dolar dan tidak ada kerusuhan, emas memberikan hasil investasi yang rendah, karenanya emas lebih cocok sebagai jaring pengaman. Anda perlu mengkombinasikannya dengan investasi lain agar bisa memberikan hasil investasi yang lebih tinggi sehingga cukup untuk membiayai pendidikan anak-anak Anda kelak.

Asuransi Pendidikan

Pada asuransi pendidikan, Anda membayar premi dengan jumlah tertentu (bisa setiap bulan, tiga bulan, enam atau 12 bulan), dan ketika anak Anda masuk ke jenjang-jenjang pendidikan tertentu (biasanya dimulai dari SD, lalu SMP, SMU dan Perguruan Tinggi), Anda akan mendapatkan jumlah dana pendidikan yang besarnya bervariasi.

Kelebihan asuransi pendidikan, bila Anda meninggal dunia, maka jumlah dana pendidikan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi tetap akan diberikan, walaupun Anda tidak lagi membayar premi. Kelemahannya, hasil investasinya rendah, biasanya lebih kecil atau sama dengan tabungan di bank.

Properti
Apabila dana Anda cukup banyak, menginvestasikan dana pendidikan anak anda dalam bentuk properti merupakan alternatif yang menarik. Properti memberikan hasil investasi yang cukup tinggi yang dihasilkan dari kenaikan nilai tanah/bangunan dan hasil sewa yang diperoleh dari properti tersebut. Dalam ilustrasi yang saya berikan pada artikel saya terdahulu berjudul “Investasi Properti Semakin Memikat”, yang bisa di baca di http://www.qbheadlines.com/investment.php?cat=9&id=53 saya mendapatkan hasil investasi pertahun sebesar 27.7 % dari investasi apartemen saya.

Namun demikian, properti merupakan investasi jangka panjang dan makan waktu untuk menjual properti, karenanya untuk dana pendidikan, investasi properti akan cocok apabila uang pendidikannya anda butuhkan masih lama, paling tidak sepuluh tahun lagi.

Reksa Dana

Reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek seperti deposito, SBI, Obligasi dan saham oleh manajer investasi.

Secara umum terdapat 4 jenis reksa dana yang masing-masing mempunyai karakteristik tingkat resiko, tingkat hasil investasi dan jangka waktu investasi tersendiri. Dibawah ini saya berikan ilustrasi portfolio saya yang menggambarkan karakteristik tersebut. Investasi untuk pendidikan anak, masuk dalam kategori investasi menengah dan jangka panjang, karenanya reksadana pendapatan tetap, campuran dan saham bisa menjadi pilihan. Artikel saya berjudul Memilih Reksa Dana Yang Tepat Untuk Anda di http://www.qbheadlines.com/investment.php?cat=9&id=95 dapat menjadi panduan untuk memilih reksa dana.





* catatan : Obligasi ORI 002 adalah produk obligasi retail pemerintah, bukan reksa dana

Properti, Reksa Dana Campuran dan Reksa Dana Saham merupakan produk investasi jangka panjang yang memberikan potensi tingkat hasil investasi yang tinggi dengan resiko sedang dan tinggi. Investasi jenis ini cocok untuk persiapan dana pendidikan anak-anak Anda, dengan catatan dana tidak akan dibutuhkan dalam waktu dekat. Juga jenis investasi ini tidak mengandung unsur asuransi, karenanya saya sarankan Anda mengambil paket asuransi jiwa secara terpisah.

Semoga pembahasan berbagai alternatif investasi di atas beserta kelebihan dan kekurangannya bisa membantu Anda didalam menentukan jenis investasi yang paling tepat bagi Anda didalam mempersiapkan dana pendidikan masing-masing anak Anda sesuai dengan jangka waktu dan jumlah dana yang di butuhkan.

Selamat mempersiapkan dana pendidikan Anak.SUMBER BETTI ALISJAHBANA
SMA MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA

Tidak Berani Mengambil Risiko?

Tidak Berani Mengambil Risiko?
Oleh : Betti Alisjahbana
Ketika kecil dulu saya cukup rajin berenang. Salah satu yang dilatih oleh guru renang saya adalah melompat dari papan lompatan yang tinggi. Masih teringat betul betapa setiap akan melompat perut saya terasa sakit karena takut, tetapi ketika berhasil melewati ketakutan itu dan melompat, ada rasa senang dan puas yang luar biasa.

Orang-orang sukses yang saya kenal, mengakui bahwa mereka beberapa kali mengambil risiko dalam karirnya. Banyak orang merasa tidak nyaman mengambil risiko. Hal ini bisa menjadi penghambat kemajuan karir. Kemampuan mengambil risiko yang tepat ternyata bisa dipelajari. Latihan bisa membantu mengatasi ketakutan untuk mengambil risiko yang diperhitungkan.

Dalam seminar-seminar sering saya tanyakan, apa yang membuat mereka urung melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya. Jawabannya, ketakutan bahwa mereka tidak bisa melakukannya, takut gagal, merasa terlalu tua, merasa tidak cukup pandai dan berbakat. Umumnya perasaan bahwa mereka takut mengambil langkah pertama. Langkah pertama ini biasanya memang letak risiko terbesar. Yang perlu dilakukan adalah mengatasi ketakutan dan rasa tidak percaya diri. Sekali kita berhasil mencapai sesuatu yang sebelumnya dirasa tidak mungkin, kekuatan yang Anda peroleh sungguh luar biasa.

Memperbesar Batas Kemampuan

Konsep kegiatan Outward Bound adalah mendorong Anda untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi seperti ini. Tidak berarti Anda akan menikmati kegiatan Outward Bound, tapi membuktikan bahwa Anda bisa mencapai lebih dari apa yang sebelumnya Anda pikir merupakan batas kemampuan Anda. Fasilitator program outward bound minta anda mendaki gunung, menyusuri jurang atau mengayun antar dua pohon tinggi. Sesudah itu kemampuan Anda meningkat, dan Anda menjadi orang yang berbeda. Begitu pula dalam dunia kerja.

Jadi bila suatu saat ada kesempatan untuk mengerjakan suatu proyek baru atau mendapat tanggung jawab yang lebih besar dimana Anda belum menguasai bidangnya, pertimbangkan betul-betul untuk mengambilnya. Betul pada awalnya ada kurva belajar dimana kinerja Anda belum baik, tapi ilmu dan pengalaman Anda akan berkembang dan Anda akan tertantang untuk melakukan suatu yang lebih besar lagi. Untuk naik ke posisi yang tinggi memang dibutuhkan pengalaman yang cukup luas. Jadi jangan ragu-ragu, ambil lah tantangan itu. Bila Anda meragukan kemampuan diri sendiri, dan itu sering terjadi, bicaralah pada mentor Anda atau para pendukung Anda untuk memperkuat rasa percaya diri Anda. Untuk memompa semangat dan keberanian, biasanya saya merubah cara berpikir dari bagaimana bila gagal, menjadi apa yang akan saya dapatkan bila saya berhasil. Sesudah motivasi timbul, dan semangat menggebu, barulah mulai dipikirkan bagaimana menekan risiko kegagalan.

Banyak orang tidak tau apa yang diinginkannya dan menyerahkan nasibnya pada perusahaan. Mereka menunggu sampai diminta untuk menangani proyek atau penugasan tertentu. Mereka menganggap bahwa bila mereka memenuhi kualifikasi maka kesempatan akan datang sendiri. Seringkali asumsi ini tidak terjadi. Anda perlu tau apa yang Anda inginkan dan mengupayakannya. Jangan takut untuk bertanya atau minta diberi kesempatan. Orang lain tidak selalu tau apa yang Anda inginkan.

Oleh : Betti Alisjahbana

Ketika kecil dulu saya cukup rajin berenang. Salah satu yang dilatih oleh guru renang saya adalah melompat dari papan lompatan yang tinggi. Masih teringat betul betapa setiap akan melompat perut saya terasa sakit karena takut, tetapi ketika berhasil melewati ketakutan itu dan melompat, ada rasa senang dan puas yang luar biasa.

Orang-orang sukses yang saya kenal, mengakui bahwa mereka beberapa kali mengambil risiko dalam karirnya. Banyak orang merasa tidak nyaman mengambil risiko. Hal ini bisa menjadi penghambat kemajuan karir. Kemampuan mengambil risiko yang tepat ternyata bisa dipelajari. Latihan bisa membantu mengatasi ketakutan untuk mengambil risiko yang diperhitungkan.

Dalam seminar-seminar sering saya tanyakan, apa yang membuat mereka urung melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya. Jawabannya, ketakutan bahwa mereka tidak bisa melakukannya, takut gagal, merasa terlalu tua, merasa tidak cukup pandai dan berbakat. Umumnya perasaan bahwa mereka takut mengambil langkah pertama. Langkah pertama ini biasanya memang letak risiko terbesar. Yang perlu dilakukan adalah mengatasi ketakutan dan rasa tidak percaya diri. Sekali kita berhasil mencapai sesuatu yang sebelumnya dirasa tidak mungkin, kekuatan yang Anda peroleh sungguh luar biasa.

Memperbesar Batas Kemampuan

Konsep kegiatan Outward Bound adalah mendorong Anda untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi seperti ini. Tidak berarti Anda akan menikmati kegiatan Outward Bound, tapi membuktikan bahwa Anda bisa mencapai lebih dari apa yang sebelumnya Anda pikir merupakan batas kemampuan Anda. Fasilitator program outward bound minta anda mendaki gunung, menyusuri jurang atau mengayun antar dua pohon tinggi. Sesudah itu kemampuan Anda meningkat, dan Anda menjadi orang yang berbeda. Begitu pula dalam dunia kerja.

Jadi bila suatu saat ada kesempatan untuk mengerjakan suatu proyek baru atau mendapat tanggung jawab yang lebih besar dimana Anda belum menguasai bidangnya, pertimbangkan betul-betul untuk mengambilnya. Betul pada awalnya ada kurva belajar dimana kinerja Anda belum baik, tapi ilmu dan pengalaman Anda akan berkembang dan Anda akan tertantang untuk melakukan suatu yang lebih besar lagi. Untuk naik ke posisi yang tinggi memang dibutuhkan pengalaman yang cukup luas. Jadi jangan ragu-ragu, ambil lah tantangan itu. Bila Anda meragukan kemampuan diri sendiri, dan itu sering terjadi, bicaralah pada mentor Anda atau para pendukung Anda untuk memperkuat rasa percaya diri Anda. Untuk memompa semangat dan keberanian, biasanya saya merubah cara berpikir dari bagaimana bila gagal, menjadi apa yang akan saya dapatkan bila saya berhasil. Sesudah motivasi timbul, dan semangat menggebu, barulah mulai dipikirkan bagaimana menekan risiko kegagalan.

Banyak orang tidak tau apa yang diinginkannya dan menyerahkan nasibnya pada perusahaan. Mereka menunggu sampai diminta untuk menangani proyek atau penugasan tertentu. Mereka menganggap bahwa bila mereka memenuhi kualifikasi maka kesempatan akan datang sendiri. Seringkali asumsi ini tidak terjadi. Anda perlu tau apa yang Anda inginkan dan mengupayakannya. Jangan takut untuk bertanya atau minta diberi kesempatan. Orang lain tidak selalu tau apa yang Anda inginkan.

Mengatasi Rasa Tidak Aman

Sebagai manusia kadang-kadang punya rasa tidak aman, iri, kuatir, tidak senang melihat orang lain sukses. Biasanya memang ada perasaan tertekan ketika kita melihat orang lain mendapatkan apa yang diinginkannya sementara diri sendiri yang sudah bekerja sangat keras kurang berhasil. Rasa tidak aman ini perlu diatasi.

Untuk mengatasinya perlu dianalisa apa penyebab rasa tidak aman ini . Apakah rasa tidak aman ini diakibatkan oleh perasaan bahwa Anda tidak memiliki kredensial dan latar belakang sebaik kolega yang lain? Atau Anda tidak mempunyai gelar yang dimiliki oleh orang lain? Atau Anda datang dari kelas sosial ekonomi yang lebih rendah? Atau pengalaman internasional Anda tidak sebaik yang lain? Atau orang lain tampil lebih profesional?

Rasa tidak aman ini bisa datang karena berbagai alasan. Setelah Anda mengidentifikasi penyebabnya, mulai lah melakukan brainstorming , untuk mencari cara mengatasinya. Brainstorming ini akan lebih baik bila dilakukan bersama orang lain yang bisa dipercaya. Bisa jadi cara mengatasinya dengan mempelajari ketrampilan tertentu agar melebihi kawan-kawan Anda. Atau kalau kurang pengalaman yang menjadi masalah Anda dan Anda tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai, mulai lah dengan magang. Atau bila kemampuan berbicara di depan publik yang menjadi masalah, ikuti kelas untuk mempelajarinya.

Yang terpenting adalah menyadari bahwa untuk merasa aman, Anda perlu melatih ketrampilan-ketrampilan yang tidak Anda kuasai sampai Anda mahir. Ingat, bahwa pondasi keberhasilan seseorang adalah 4P : Performance, Perserverance, Practice dan Patience. Sekali Anda merasa aman dan percaya diri, Anda akan kagum akan apa yang Anda bisa capai.

Tinggalkan Lingkungan yang Tidak Mendukung

Adalah tugas kita untuk mengatasi lingkungan yang sulit. Akan tetapi ada kalanya Anda sampai pada satu titik dimana Anda tidak mungkin berhasil. Apakah Anda akan terus bekerja dalam lingkungan seperti ini? Apakah situasi ini akan pernah berubah? Anda akan jauh lebih produktif bekerja dalam lingkungan yang mendukung. Jadi bila Anda betul-betul tidak melihat ada alternatif dan situasinya tidak akan membaik, mulailah untuk membuat strategi keluar yang baik.

Banyak orang akan bilang bahwa dalam situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini mereka tidak mampu untuk meningkalkan pekerjaan yang dimilikinya betapapun kondisinya. Menurut saya ini lebih dikarenakan banyak orang menganggap pengembangan karir akan terjadi dengan sendirinya. Bila Anda sudah mulai membuat strategi karir, maka Anda bisa mempersiapkan pilihan pekerjaan dan tahapan karir. Bagaimanapun situasi bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sangat berguna bila Anda siap. Mulailah membangun jejaring, bangun kenalan-kenalan baru, terutama tokoh-tokoh kunci di departemen lain, organisasi lain atau di asosiasi. Mulailah tingkatkan visibilitas Anda. Carilah beberapa sponsor. Mulailah pelajari siapa yang punya wewenang dan siapa pengambil keputusan. Dapatkan pelatihan dan ketrampilan yang dibutuhkan. Cari kesempatan untuk mendapatkan penugasan yang akan memperkaya pengalaman Anda.

Keberanian untuk mengambil risiko seringkali membuka kesempatan-kesempatan baru. Anda akan lebih kuat , lebih percaya diri dan lebih mumpuni. Dan sebagai akibatnya Anda akan merasa lebih baik.

Selamat mengambil risiko, kejarlah apa yang Anda inginkan.

Salam hangat penuh semangat

Betti Alisjahbana

Tanya jawab topik ini bisa dilihat di www.qbheadlines.com, rubrik Career.SUMBER :BETTI ALISJAHBANA
SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA

10 Tips dalam Investasi

10 Tips dalam Investasi
Oleh: Betti Alisjahbana
Dalam berinvestasi, Anda tidak akan pernah 100% benar, tapi Anda bisa meningkatkan potensi hasil dan menekan risikonya. Dibawah ini adalah 10 tips yang akan sangat menolong Anda dalam berinvestasi :

Tentukan Apa Tujuan Anda

Pertanyaan yang sangat mendasar disini adalah apa yang Anda inginkan dari uang Anda. Hasil investasinya untuk siapa? Apakah Anda siap untuk rugi? Bila Anda memang senang ambil risiko dan mampu menanggungnya akui saja, tapi beri batas pada investasi-investasi yang sifatnya spekulatif.

Lindungi Apa yang Anda Miliki

Anda akan lebih menyesal kehilangan apa yang Anda miliki ketimbang kehilangan kesempatan dalam suatu investasi.

Asuransi jiwa biasanya tidak mahal. Membeli proteksi terhadap kehilangan pekerjaan lebih mahal tapi bisa berguna bila Anda adalah satu-satunya pencari uang dalam keluarga. Periksa dulu apa yang sudah tercakup dalam asuransi yang sudah ada, misalnya dari perusahaan tempat Anda bekerja, sebelum menambahkan sendiri.

Lunasi Pinjaman Rumah
Kebanyakan orang punya cicilan rumah. Melunasi pinjaman rumah secepat mungkin adalah penggunaan uang lebih yang paling tidak berisiko karena Anda akan menghemat biaya bunga. Berilah prioritas yang tinggi pada pelunasan cicilan rumah. Juga penting di camkan, jangan mengambil pinjaman yang lebih besar untuk membiayai suatu investasi.

Tegar Menerima Kerugian

Tidak semua investasi akan berhasil. Titik. Beberapa akan gagal memberikan hasil sebesar yang Anda yang harapkan dan beberapa akan rugi.

Sebagai seorang investor Anda harus tegar. Anda harus menerima bahwa akan ada hari, minggu dan bulan atau bahkan tahun dimana Anda rugi. Jangan lupa bahwa kerugian hanyalah kerugian (dan keuntungan hanyalah keuntungan) bila anda sudah menguangkan investasi Anda.

Juga jangan terlalu resah bila berita utama di surat kabar memberitakan harga saham yang anjlok. Pasar biasanya turun sekaligus besar dan naik secara bertahap. Kualitas adalah yang terpenting. Bila investasi Anda memiliki potensi, pegang terus, tapi kalau tidak berpotensi, lepaskan.

Bersabarlah

Waktu dan kesabaran akan menyelamatkan masa-masa sulit investasi Anda. Tidak ada gunanya panik, tapi Anda bisa mengambil keuntungan bila orang lain terburu-buru menjual. Ketika Anda bisa tahan pada saat semua disekeliling Anda panik, Anda akan mendapat hasil lebih baik. Juga jangan tergoda untuk panik membeli.

Kerjakan Persiapan yang dibutuhkan

Apakah Anda siap untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan untuk suatu investasi? Pekerjaan ini meliputi memilih, memonitor dan membayar pajak. Bila Anda tidak ingin mengeluarkan tenaga terlalu banyak, serahkan investasi Anda pada pengelola investasi profesional atau beli reksa dana.

Potensi Keuntungan yang akan Anda Perloleh Harus Sepadan dengan Risikonya

Tidak ada salahnya bila Anda ingin mengambil risiko lebih besar dan berspekulasi, asal Anda sadar risikonya dan Anda berani menerima kerugian. Jangan lupa, risiko besar itu sama artinya dengan kecilnya kemungkinan menang. Pelajari berapa besar kemungkinan Anda untuk menang dan berapa besar risiko yang Anda ambil. Keduanya harus seimbang. Jadi kalau risikonya bisa sampai kehilangan semua investasi Anda, maka potensinya pun harus bisa dua atau tiga kali lipat dari uang yang diinvestasikan.

Tau Kapan Harus Menjual

Tau kapan harus menjual adalah hal yang sulit. Jadi buatlah suatu aturan, misalnya saja menjual bila investasi Anda sudah untung atau rugi dalam jumlah prosentasi tertentu. Atau setelah perioda waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Atau di uangkan berdasarkan suatu kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya, misalnya: pensiun, anak masuk perguruan tinggi, pembangunan rumah, dan lain-lain.

Anda harus selalu cerdik dalam berinvestasi untuk mendapatkan hasil diatas tingkat suku bunga.

Baca Tulisan-tulisan Kecil pada Lembar Prospektus

Bungkus rokok paling tidak sepertiganya berisi peringatan soal bahayanya terhadap kesehatan. Tapi dalam investasi tidak ada aturan untuk membuat peringatan ditulis cukup jelas. Anda harus mencari dan membacanya dengan teliti agar tidak ada penyesalan kemudian. Bacalah semua materi, lalu tanyakan apa skenario terburuk yang bisa terjadi dan coba minta penjual untuk memberikan pada Anda dalam bentuk tertulis. Hal ini untuk meyakinkan bahwa mereka tidak menyembunyikan sesuatu.

Bangun Tanpa Berdebar-debar

Bangun Tanpa Berdebar-debar

Strategi investasi dan portofolio Anda harus membuat Anda bisa tidur tanpa kesulitan dan bangun pagi tanpa rasa berdebar-debar.

Kita pernah mengalami beberapa lompatan pasar saham yang luar biasa yang diakhiri dengan anjloknya pasar saham, seperti ketika meletusnya gelembungan saham-saham teknologi di tahun 2000 yang telah menyebabkan beberapa saham kehilangan 99% dari nilainya. Investasi yang baik mensyaratkan kita tidak kehilangan akal sehat. Hati-hati bila mendapat tawaran investasi yang terlalu fantastis.

Semoga Anda semakin ahli dalam berivestasi.

Salam hangat penuh semangat.

Tanya jawab topik ini bisa dilihat di www.qbheadlines.com, rubrik Investment.SUMBER : BETTI ALISJAHBANA
SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA

Entrepreneurship, Sangat Penting bagi Indonesia

Entrepreneurship, Sangat Penting bagi Indonesia
Oleh:Betti Alisjahbana
Pada tanggal 25 September 2008, atas undangan Menristek, saya mendapat kesempatan emas untuk bertemu dan berdialog dengan Bapak Dr (HC) Ir. Ciputra yang pada saat itu mengunjungi Bapak Kusmayanto Kadiman. Saya belajar banyak dari diskusi selama dua jam yang saya lanjutkan dengan membaca buku yang saya peroleh dari beliau berjudul The Ciputra's Way, Praktik Terbaik Menjadi Entrepreneur Sejati. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi apa yang saya pelajari dari beliau.
Ciputra, Inovator yang Mampu Mengubah Barang Rongsokan Menjadi Emas
Ir. Ciputra, atau biasa dipanggil Pak Ci, adalah seorang entrepreneur yang sangat sukses. Ia adalah tokoh di belakang pendirian tiga group bisnis bidang properti terkemuka di Indonesia; group Jaya, group Metropolitan dan group Ciputra. Bersama ketiga kelompok bisnis di atas, Pak Ci terlibat dalam pembangunan lebih dari 20 pengembangan skala kota, 10 pusat belanja, 10 hotel berbintang, 5 padang golf dan pusat rekreasi terbesar di Indonesia (Ancol). Pak Ci adalah seorang yang sangat inovatif. Ia mampu mengubah sebuah padang ilalang menjadi kota baru, mengubah tempat pembuangan sampah menjadi resor yang indah dan kawasan kumuh menjadi wilayah pencakar langit tempat ribuan orang bekerja dan beraktifitas. Pak Ci pun aktif mengembangkan bisnisnya di manca negara di antaranya di Singapura, Vietnam dan India dan sedang mempersiapkan untuk masuk ke China dan Timur Tengah.
Sebagian buah keberhasilan bisnisnya ia bagikan pada masyarakat dalam bentuk sumbangan dan dukungan untuk kegiatan pendidikan, seni dan olah raga. Pak Ci terlibat di lebih 10 lembaga pendidikan, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Dalam bidang olah raga Ia memimpin yayasan Jaya Raya yang menghasilkan juara-juara dunia di bidang bulu tangkis termasuk peraih medali emas dalam Olimpiade.
Melalui profesinya ribuan orang mendapat kesempatan kerja dan ratusan ribu anggota keluarga mendapatkan nafkah dan masa depannya. Di usia 75 tahun ia masih aktif mengembangkan bisnisnya dan dengan penuh semangat mendorong tumbuhnya entrepreneur-entrepreneur tangguh Indonesia, baik melalui Universtias Ciputra, The School of Entrepreneurs maupun melalui pendekatan-pendekatan ke berbagai pihak agar dibentuk Entrepreneurship Center di kampus-kampus terkemuka, dan pengintegrasian pembelajaran entrepreneurship dalam kurikulum nasional mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi.
Meskipun prestasinya sungguh luar biasa, Pak Ci tetap tampil sederhana dan rendah hati. Ia sangat menghargai orang-orang yang ditemuinya, suka memberikan pujian dan memberikan semangat. Bertemu dengannya saya jadi ingat ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.
Indonesia Butuh 4 juta Entrepreneur Baru
Menurut David McClelland, untuk menjadi makmur suatu negara butuh entrepreneur paling tidak 2 % dari warganya. Pada tahun 2007 di Indonesia diperkirakan ada 400.000 entrepreneur atau 0.18 % , seharusnya kita punya 4.4 juta entrepreneur. Sebagai bahan perbandingan, Singapura di tahun 2005 punya 7.2 % entrepreneur dan Amerika Serikat di tahun 2007 punya 11.5 %.
Mengapa entrepreneurship sangat dibutuhkan di Indonesia? Tanpa entrepreneurship penganguran terdidik akan semakin banyak jumlahnya. Berdasarkan data Februari 2007 ada 740.206 penganggur lulusan perguruan tinggi. Dalam waktu enam bulan ( Agustus 2006 – Februari 2007) jumlah penganggur lulusan perguruan tinggi naik sebesar 66.578 atau 9.88 %. Tanpa entrepreneurship sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah di Indonesia tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat, negarapun tidak akan mendapatkan kutipan pajak, retribusi dan fasilitas publik swadaya.
Orientasi pendidikan kita saat ini umumnya memang membangun manusia pencari kerja dan bukan membangun manusia pencipta kerja, itu sebabnya generasi muda kita umumnya tidak memiliki kecakapan untuk menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri. Pertanyaan yang mungkin timbul adalah apakah entrepreneur-entrepreneur baru bisa dibentuk melalui pendidikan? Untuk menjawab pertanyaan ini, Peter Drucker berkata :”The entrepreneurial mystique? It's not magic, it's not mysterious, and it has nothing to do with the genes. It's a discipline. And, like any discipline, it can be learned.”
Untuk menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru, mengatasi kemiskinan dan pengangguran, sekaligus membangun kesejahteraan dalam satu generasi, Ciputra mengajukan strategi jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek Ciputra mengusulkan dibangunnya entrepreneurship center di kampus-kampus terkemuka. Center ini berfungsi melakukan pendidikan dan pelatihan entrepreneurship, pengkajian kurikulum entrepreneurship, inkubator, konsultasi dan dukungan jaringan finansial dan mentoring bagi para entrepreneur baru. Dalam jangka panjang Ciputra mengusulkan pengintegrasian pembelajaran entrepreneurship dalam kurikulum nasional mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi. Ia pun mengusulkan Kerja Sama Gerakan Nasional Budaya Wirausaha antara pihak pemerintah, akademisi, kalangan bisnis dan tokoh sosial, agar budaya entrepreneurship bisa terbangun di Indonesia.
Bakat Entrepreneur Bisa Dikembangkan oleh Siapa Saja
Bagi Ciputra, ada tiga ciri utama seorang entrepreneur. Pertama seorang entrepreneur mampu melihat peluang bisnis yang tidak dilihat atau diperhitungkan orang lain. Ia melihat kemungkinan dan memiliki visi untuk menciptakan sesuatu yang baru yang memicu semangatnya untuk bertindak. Kedua seorang entrepreneur adalah orang yang bertindak untuk melakukan inovasi, mengubah keadaan yang tidak/kurang menyenangkan menjadi keadaan seperti yang ia inginkan. Tindakannya lah yang membuat seorang entrepreneur menjadi inovator. Ketiga, seorang entrepreneur adalah seorang pengambil risiko, baik risiko yang bersifat financial (baca : rugi), maupun risiko yang bersifat mental (baca : dianggap gagal). Dengan 3 ciri tersebut, seorang entrepreneur sejati seperti seorang “perintis kawasan baru” atau “pendaki gunung” yang selalu mencari puncak-puncak baru untuk ditaklukan.
Dalam pandangan Ciputra, orang yang memiliki atau mengelola sebuah bisnis, belum tentu seorang entrepreneur. Orang bisa memiliki sebuah bisnis dengan meniru bisnis yang sudah berhasil, seperti banyak dilakukan dalam sistem waralaba. Pebisnis model ini tidak memulai dengan visi , tidak melakukan tindakan-tindakan yang inovatif dan juga tidak mengambil risiko yang besar. Mereka itu bisa disebut pebisnis atau pengusaha, tapi bukan entrepreneur seperti yang dimaksud oleh Ciputra.
Berikut ini adalah nasihat dari Ciputra bagi para entrepreneur muda :
Jangan tinggalkan pendidikan formal, tetapi justru gunakan pendidikan formal untuk mempelajari lebih banyak hal demi mewujudkan impian sebagai entrepreneur.
Tidak ada kata terlalu cepat atau terlalu lambat untuk menjadi entrepreneur. Yang penting pelajari segala hal untuk mewujudkan impian itu.
Pilih bidang usaha yang sesuai dengan minat, pendidikan dan bakat-bakat terbaik kita. Bidang usaha yang menumbuhkan mimpi-mimpi yang memasok energi dan membuat kita tetap bersemangat untuk berusaha, terutama jika sejumlah tangtangan menghambat langkah ke depan.
Mimpikanlah apa yang Anda inginkan dan inginkanlah apa yang Anda impikan. Bangunlah keyakinan bahwa itu bisa diperoleh melalui kerja keras yang terfokus. Ceritakan pada diri sendiri dan teman-teman dekat apa yang Anda impikan dan kerjakan. Bertindaklah mulai saat ini untuk mewujudkannya.
Ide bisnis dapat datang dengan berbagai cara pada waktu dan tempat yang tidak terduga. Supaya tidak mudah hilang, biasakanlah untuk mencatat ide-ide tersebut.
Seorang calon entrepreneur harus membiasakan diri untuk tertarik pada pada praktik-praktik bisnis terbaik, dilingkungan terdekatnya ataupun dimana saja. Praktik-praktik terbaik itu bukan saja untuk dipelajari tapi lebih dari itu untuk ditiru dan dijalankan sesuai dengan konteks bisnis yang ada.
Meniru adalah proses inovatif jika yang kita lakukan adalah meniru praktik-praktif bisnis terbaik, mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik dan lebih bernilai sesuai dengan konteks usaha kita sendiri.
Sepuluh Prinsip Bisnis Ciputra dalam Memulai Bisnis Baru
Banyak orang sadar akan pentingnya entrepreneurship dan ingin mulai menjadi entrepreneur, akan tetapi mereka masih bingung mulai nya dari mana. Di dalam memulai bisnis baru Ciputra memiliki sepuluh prinsip bisnis, yaitu :

Mulailah dari apa yang ada pada diri kita, mulailah dari apa yang bisa kita lakukan. Coba sadari pengetahuan apa yang kita miliki, atau keahlian apa yang bisa dijadikan pijakan awal, dan adakah kawan-kawan yang bisa diajak ikut berbisnis? Mulailah dari langkah-langkah kecil, sampil merajut visi dan mimpi besar berikutnya.
Carilah mitra bisnis yang melengkapi keunggulan Anda. Pola kemitraan akan memperkecil risiko masing-masing pihak dan memperbesar kemungkinan berhasilnya, karena dapat mempermudah dan mempercepat proses bisnis itu sendiri.
Mencari mitra bisnis seperti mencari istri. Tak perlu tergesa-gesa, namun gunakan semua jalur yang mungkin untuk memperoleh informasi seluas-luasnya. Jika masih ragu bersabarlah, jika Anda yang perlu rendah hatilah. Tetaplah memperjelas kriteria dari mitra bisnis yang kita cari.
Yakinkanlah mitra bisnis Anda dengan memberikan manfaat nyata, bukan janji-janji. Dan selalulah menjaga komitmen untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak agar reputasi terjaga dan hubungan bisa terjaga langgeng.
Cermatlah membaca pasar. Jadilah yang terdepan dalam mengantisipasi siklus. Masukilah pasar yang belum matang.
Ketepatan mengatakan “no” sama pentingnya dengan ketepatan mengatakan “yes”. Jangan takut menunda menggarap sebuah bisnis baru jika Anda yakin keputusan itu mendatangkan hasil yang lebih baik di masa depan.
Ada kalanya seorang entrepreneur harus menggunakan intuisinya dalam mengambil keputusan. Intuisi dapat dilatih dan dipelajari berdasarkan pengalaman. Semakin sering seorang entrepreneur dihadapkan pada keharusan mengambil keputusan pada saat sulit, semakin tajam intuisinya.
Seorang entrepreneur adalah juga seorang pemasar yang tangguh. Ia tak kenal lelah menceritakan dan meyakinkan sebanyak mungkin orang pada saat kapanpun tentang betapa bernilainya bisnis baru yang ia garap.
Seorang entrepreneur yang sukses, membangun dan bekerja lewat organisasinya. Dalam tahap apapun bisnis Anda, usahakan membangun organisasi.
Jangan memikirkan kemungkinan gagal. Pusatkan perhatian pada upaya mencapai hasil terbaik. Dan bila belum juga berhasil, upayakan lagi sampai berhasil.
Prestasi, nasihat dan prinsip-prinsip Ciputra telah menjadi inspirasi dan membangun motivasi yang lebih besar lagi bagi saya untuk merealisasikan mimpi-mimpi saya membangun bisnis yang inovatif, menciptakan lapangan kerja baru dan turut mensejahterakan bangsa. Semoga Anda pun merasakan hal yang sama. Mari kita kobarkan semangat entrepreneurship yang benihnya mungkin saja sudah tertanam namun terpendam dan belum tumbuh, tersembunyi terlalu lama di dalam hidup kita.
Selamat membangun bisnis.
Salam hangat penuh semangat.
Daftar Pustaka :
Andrias Harefa & Eben Ezer Siadari, The Ciputra's Way Praktik Terbaik Menjadi Entrepreneur Sejati, Elex Media Komputindo, Cetakan ke-2, 2008.SUMBER : BETTI ALISJAHBANA
SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA

Langkah Pertama dalam Membangun Bisnis

Langkah Pertama dalam Membangun Bisnis
Oleh: Betti Alisjahbana
Artikel yang saya tulis berjudul “Entrepreneurship, Sangat Penting Bagi Indonesia” mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Berbagai komentar yang masuk menunjukkan semua pihak menyadari pentingnya entrepreneurship di Indonesia, tetapi ternyata membangun bisnis tidak mudah. Banyak pihak mengalami beberapa kegagalan dahulu sebelum berhasil, beberapa malah memutuskan kembali menjadi pegawai karena ditengah kegagalan merintis bisnis desakan kebutuhan keluarga tidak bisa ditunda.
Tiba-tiba saya teringat pada Ryan P. Allis, pemuda yang mendirikan perusahaan pertamanya, Virante, pada usia 16 tahun. Virante bergerak di bidang Web Marketing Consulting. Kini di usia 24 tahun, Ryan adalah CEO dan Co-Founder iContact, e-mail Marketing dan Blogging Software, Chairman Virante dan penulis buku Zero to One Million, How I built a Company to $ 1 Millon in Sales and How You Can, Too. Ia adalah salah satu pembicara di Konferensi Internet Marketing yang saya hadiri di awal tahun ini. Selain berhasil membangun dan mengembangkan bisnis dalam usia yang sangat muda, Ryan juga mempunyai tujuan hidup yang sangat mulia :

“ I wish to spend my life working through entrepreneurship, social entrepreneurship, investing, philanthropy, public policy, and politics to end poverty in developing nations and at home, ensure environmental sustainability, help people understand that we are one humanity and that our commonalities are much greater than our differences, and help expand access to opportunity, healthcare, and education across the world for every human of every nation.”
Buku Zero to One Million memberikan petunjuk lengkap, langkah demi langkah memulai dan membangun bisnis. Sepuluh langkah yang di bahas di buku itu adalah : 1. Memahami Sistem Bisnis, 2. Menemukan Motivasi Anda dalam Berbisnis, 3. Mengevaluasi Ide Anda, 4. Menuliskan Rencana Bisnis, 5. Menggalang Dana, 6. Membuat Produk, 7. Membangun Strategi Pemasaran dan Penjualan, 8. Membangun Strategi Marketing Online, 9. Membangun Tim, 10. Membangun Sistem yang Kokoh dan Bisa Berkembang.
Dalam pandangan saya buku ini sangat praktis dan bermaanfaat sebagai panduan dalam membangun bisnis.
Bagaimana Mengevaluasi Ide Bisnis Anda ?
Sebelum memulai suatu bisnis, Anda harus memutuskan apa yang akan Anda jual dan bagaimana Anda akan menghasilkan keuntungan. Ide bisnis biasanya telah berkembang di kepala entrepreneur selama beberapa waktu. Pilih bidang usaha yang sesuai dengan minat, pendidikan dan bakat-bakat terbaik Anda. Bidang usaha yang menumbuhkan mimpi-mimpi yang memasok energi dan membuat Anda tetap bersemangat untuk berusaha, terutama jika sejumlah tantangan menghambat langkah ke depan.
Setelah Anda punya ide bisnis, pertanyaan berikutnya adalah apakah ide bisnis Anda ini bisa direalisasikan, dalam arti : ada pasar yang membutuhkannya dan siap membeli dan bisnis ini bisa memberikan keuntungan atas investasi (ROI) yang cukup besar. Untuk mengevaluasi ide bisnis, Anda bisa mencoba menggunakan model MAR (Market, Advantages, Return) yang dikembangkan oleh Ryan sebagai berikut :
Market
Apakah ada kebutuhan yang cukup besar atas barang/jasa yang akan Anda sediakan ini ? Yakinkah Anda bahwa kebutuhan ini ada di tempat dimana Anda akan menjualnya?
Bagaimana struktur pasarnya ? Apakah pasarnya sangat kompetitif atau pasarnya di monopoli oleh perusahaan tertentu atau beberapa perusahaan tertentu ? Pengetahuan tentang struktur pasar ini sangat diperlukan untuk membangun strategi Anda untuk masuk ke pasar ini.
Bagaimana Anda akan memberi harga pada produk/jasa Anda? Apakah anda bisa punya margin keuntungan yang cukup tinggi? Apakah kebutuhan akan produk/jasa Anda ini cukup tinggi sehingga bisa menerima harga yang Anda rencanakan?
Berapa besar pasarnya? Apakah cukup besar untuk Anda masuk? Apakah pasarnya sedang tumbuh atau menyusut? Carilah pasar yang akan tumbuh.
Apakah pasar siap untuk produk Anda? Anda bisa saja punya produk yang bagus, akan tetapi bila konsumernya tidak siap atau infrastrukturnya belum tersedia, Anda tidak bisa merealisasikan ide cemerlang Anda menjadi bisnis yang sukses saat ini.
Advantages
Berapa biaya untuk memproduksi barang/jasa Anda? Bila Anda bisa menemukan cara untuk memproduksi lebih murah dari pesaing, Anda bisa diuntungkan.
Berapa biaya untuk memulai bisnis ini? Apakah ada pesaing besar di segmen ini ? Apakah ada regulasi, paten atau modal yang sangat besar yang dibutuhkan sehingga bisa menjadi ganjalan?
Apakah Anda mempunyai HKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) yang bisa menguntungkan Anda?
Siapa yang akan ada dalam tim Anda ? Berapa banyak orang yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini, apa peran mereka? Bila Anda bisa meyakinkan orang yang sangat berpengalaman duduk sebagai komisaris, atau dalam manajemen puncak, maka Anda akan mempunyai kelebihan. Ingat, ide bisnis Anda nyata hanya bila tim Anda bisa merealisasikannya.
Bagaimana Anda akan menjual barang/jasa ini? Apakah Anda akan menjual langsung ke konsumer lewat internet? Atau ke distributor? Atau ke retailer Apabila Anda bisa membangun cara menjual yang unik, ini bisa menjadi kelebihan Anda.
Return
Berapa proyeksi keuntungan kotor dan bersih?
Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai alur tunai Anda positif ? Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai Anda bisa mencapai breakeven ? Angka-angka ini sangat penting untuk diketahui dan merupaka bagian yang penting dalam rencana bisnis Anda.
Berapa banyak investasi yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini ? Besarnya jumlah dana yang dibutuhkan akan menentukan dari mana Anda perlu menggalang dana. Usahakan agar Anda bisa memulai bisnis Anda dengan biaya sekecil mungkin. Bila memungkinkan mulai lah dengan dana pribadi Anda. Bila Anda suda bisa menghasilkan pendapatan, Anda akan lebih mudah menggalang dana tanpa perlu melepaskan terlalu banyak kepemilikan.
Bagaimana Strategi Exit Anda? Apakah nantinya Anda merencanakan untuk menjual perusahaan Anda atau akan masuk ke bursa saham? Bagaimana investor Anda akan mendapatkan uangnya kembali? Apakah dari penjualan saham? Atau dari dividen yang dibayarkan setiap kuartal?
Bagaimana ROI (Return On Investment) yang Anda proyeksikan? Apakah angka ini akan cukup menarik bagi Investor Anda? Berapa lama perioda pengembaliannya?
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda akan punya gambaran apakah ide bisnis Anda bisa dilaksanakan, artinya ada kebutuhan di pasar, pasarnya siap dan bisnis ini bisa memberikan pengembalian investasi yang bagus. Bila ya, saya ucapkan selamat. Silahkan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Bila tidak, saya sarankan Anda untuk mencari ide bisnis lagi. Berikut ini adalah beberapa tips yang Anda bisa pakai untuk mendapatkan ide bisnis :
Perhatikan produk-produk yang Anda pakai setiap hari. Coba pikirkan bagaimana produk itu bisa diperbaiki? Kebutuhan apa, atau masalah apa yang Anda hadapi yang bisa di jawab dengan produk atau jasa yang saat ini belum ada ?
Hadirilah acara-acara networking, seminar, konferensi. Di sana mungkin Anda akan bertemu dengan orang yang mempunyai produk yang bagus atau ide yang bagus yang sedang mencari mitra. Bacalah majalah atau publikasi lain yang membahas industri yang Anda minati.
Dapatkan pekerjaan di Industri yang Anda minati. Bekerjalah di sana untuk mendapatkan pengalaman dan membangun jejaring. Sering kali orang mendapatkan ide bisnis dari bisnis-bisnis yang tidak ditindaklanjuti oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
Carilah mitra kerja yang mempunyai ide bisnis yang bisa Anda perkuat.
Dunia ini penuh dengan kesempatan. Dibutuhkan orang-orang penuh energi dan cerdik untuk menemukannya. Dengan sikap mental yang positif, keinginan untuk sukses, pola pikir yang kukuh, antusiasme yang tinggi dan tidak cepat menyerah Anda akan menemukan, menciptakan dan mendapatkan manfaat dari kemungkinan-kemungkinan dan kesempatan-kesempatan yang Anda impikan.
Selamat mencari ide bisnis. Pada artikel mendatang saya akan membahas sumber-sumber pendanaan dan tips dalam membuat rencana bisnis.SUMBER : BETTI ALISJAHBANA

Membuat Rencana Bisnis

Membuat Rencana Bisnis
Oleh: Betti Alisjahbana
Ketika memulai bisnis secara informal, umumnya pengusaha pemula tidak secara lengkap menuliskan rencana bisnisnya. Umumnya mereka hanya punya rencana operasi, rencana pemasaran dan prediksi penjualan. Anda memang sebetulnya hanya perlu menuliskan rencana bisnis secara lengkap bila membutuhkan modal dari pihak lain. Tetapi membuat rencana bisnis dengan baik akan membantu merencanakan bisnis Anda secara sitematik, termasuk memikirkan bisnis Anda masak-masak, mempelajari dan mencari data-data yang dibutuhkan dan menguji ide Anda secara kritis. Hal ini akan makan waktu, tetapi akan membantu menghindari kesalahan di kemudian hari.
Rencana bisnis Anda bukan merupakan dokumen yang statis, melainkan dokumen yang hidup, dinamis yang bisa berubah sejalan dengan tumbuhnya bisnis Anda. Di dalam rencana bisnis, elemen-elemen dasar berikut ini harus ada di dalamnya :

*Executive Summary
Merupakan gambaran umum yang mencakup semua elemen dalam rencana bisnis. Menyoroti apa sebenarnya yang akan Anda jual, apa yang membedakan Anda dari para pesaing. mengapa Anda dan tim akan sukses, berapa dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis, berapa besar pengembalian (Return on Investment) yang bisa diharapkan berdasarkan proyeksi yang Anda buat.


*Pelaku Bisnis
Di bagian ini jelaskan siapa Anda dan siapa yang akan membantu Anda membangun bisnis ini. Apa latar belakang dan pengalaman mereka? Siapa lagi yang akan diterjunkan ketika Anda mendapatkan dana yang dibutuhkan. Alasan kenapa tim anda tepat untuk bisnis ini. Sertakan struktur organisasi yang Anda rencanakan.


*Produk dan Jasa
Apa yang Anda Jual? Apa yang membedakannya dengan para pesaingnya? Teknologi atau IP apa bila ada yang Anda miliki? Bagaimana bekerjanya produk/jasa yang Anda akan tawarkan?


*Pasar
Berapa besar pasar produk/jasa Anda? Apakah pasar ini tumbuh? Berapa besar pangsa pasar yang akan Anda ambil? Siapa pesaing Anda? Apa kekuatan dan kelemahan mereka?


*Rencana Pemasaran dan Penjualan
Bagaimana Anda akan memposisikan produk Anda di pasar. Bagaimana strategi distribusinya? Siapa target pelanggan Anda? Bagaimana strategi anda untuk menjual dan membuat perusahaan Anda di kenal?


*Tantangan dan Risiko
Masalah-masalah apa yang akan menghadang Anda? Tantangan apa yang akan Anda hadapi dan bagaimana Anda akan mengatasinya? Apakah ada peraturan pemerintah yang akan mempengaruhi bisnis Anda?


*Penggunaan Modal
Berapa banyak modal yang Anda cari? Bagaimana modal itu akan digunakan? Untuk pengembangan produk? Untuk membeli perangkat keras? Untuk mendapatkan pelanggan? Membangun tim pemasaran? Di bagian ini Anda perlu menjelaskan bagaimana uang investor akan digunakan.

Pro Forma Proyeksi Keuangan

Buat proyeksi laba rugi bulanan pada tahun pertama dan kedua. Untuk tahun ke tiga sampai ke lima. proyeksi laba rugi ini cukup dibuat kuartalan. Berikut ini adalah cara membuatnya :

* Buat daftar kategori pengeluaran.
* Lalu isi semua pengeluaran aktual sampai saat ini dan proyeksi pengeluaran setiap bulan sampai tahun kedua, pada tahun ketiga sampai kelima cukup kuartalan saja.
* Proyeksikan pendapatan untuk masing-masing kategori pendapatan.
* Lakukan pengurangan : Pendapatan – Pengeluaran. Pengurangan ini akan menghasilkan kerugian atau keuntungan bulanan.
* Carilah titik dimana hasil pengurangan ini berubah dari negatif ke positif. Pada titik ini Anda mulai mendapatkan alur tunai (cash flow) yang positif. Pada ilustrasi di tabel 2, arus tunai positif mulai terjadi di bulan ke sepuluh (Bulan April).
* Di bawah baris keuntungan, buatlah baris keuntungan kumulatif, yang merupakan akumulasi keuntungan/kerugian dari waktu-waktu sebelumnya. Cari angka kumulatif kerugian terbesar. Angka ini adalah modal minimum yang dibutuhkan untuk memulai bisnis Anda berdasarkan proyeksi keuangan Anda. Pada ilustrasi di Tabel 2, bisa dilihat bahwa modal minimum yang di butuhkan adalah Rp. 448.150.000. Untuk amannya, kalikan dua angka ini sebagai target modal Anda.
* Cari titik dimana kumulatif keuntungan ini beralih dari negatif ke positif. Titik ini adalah titik break even Anda.

Bila rencana bisnis Anda telah siap, saya anjurkan Anda mendiskusikannya dengan entrepreneur yang lebih berpengalaman untuk mendapatkan masukan-masukan. Gunakan masukan-masukan untuk memperbaiki rencana bisnis Anda. Dengan ini Anda sudah siap untuk mulai menggalang dana.

Salam hangat penuh semangat.SUMBER : BETTI ALISJAHBANA

Sumber Pembiayaan dalam Memulai Bisnis

Sumber Pembiayaan dalam Memulai Bisnis
Setelah Anda selesai membuat rencana bisnis dan telah mendapat masukan dari entrepreneur yang lebih berpengalaman, kini Anda siap meneruskan langkah Anda memulai bisnis. Dari pro forma laporan keuangan seperti saya ilustrasikan pada artikel sebelumnya, Anda bisa melihat jumlah modal yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis Anda. Bergantung pada cakupan bisnis dan situasi tabungan, Anda mungkin mampu membiayai bisnis Anda dari uang sendiri. Bila tidak, tentunya Anda perlu mencarinya dari pihak lain.

Secara umum ada dua categori modal untuk memulai bisnis :
Melalui pinjaman yang harus dikembalikan berikut bunganya pada waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Melalui penyertaan saham dimana uang nya tidak perlu dikembalikan, tapi penanam modal mendapatkan porsi saham perusahaan Anda dan berhak mendapatkan porsi keuntungan (dividen).

Berikut ini adalah beberapa alternatif sumber pendanaan melalui pinjaman :

Teman dan Kerabat
Bila Anda mencari modal dalam jumlah tidak terlalu besar, kemungkinan Anda bisa pinjam teman atau kerabat.

Leasing
Membeli perlengkapan kantor dengan cara leasing mengurangi beban pembiayaan Anda diawal memulai usaha, sehingga secara tidak langsung merupakan jenis sumber pembiayaan juga. Perlengkapan kantor yang bisa dibeli secara leasing biasanya : Komputer, Mesin Fax, Mesin Foto Copy, Mobil dll.

Pinjaman Bank
Untuk kebutuhan dana yang lebih besar Anda bisa meminjam ke Bank. Bila Anda mempunyai aset yang bagus sebagai jaminannya, serta proposal penggunaan yang yang baik, biasanya Anda bisa mendapatkan pinjaman tersebut.

Pinjaman Dengan Jaminan Pemerintah
Belum lama ini, sebagai upaya mendukung tumbuh kembangnya UMKM di Indonesia, Pemerintah meluncurkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat). Pinjaman ini dijamin oleh pemerintah melalui asuransi Askrindo dan Jamkrundo, oleh karenanya debitor UMKM tidak perlu lagi memberikan jaminan untuk memperoleh KUR. Namun demikian ada sebagian Bank yang masih meminta jaminan. Saat ini KUR disalurkan melalui bank yang ditunjuk yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT BRI Tbk, PT BNI Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero), dan Bank Syariah Mandiri. Jumlah masing-masing pinjaman KUR bisa sampai Rp. 500 Juta. Sementara untuk Usaha Mikro, maksimum pinjamannya adalah Rp. 5 juta.

Pola Bagi Hasil
Adalah jenis pembiayaan dimana terlebih dahulu disepakati suatu prosentasi keuntungan setiap bulan, atau setiap periode tertentu, akan diberikan oleh Perusahaan kepada penyedia modal. Salah satu institusi keuangan yang menyediakan fasilitas ini adalah Bahana Artha Ventura.

Obligasi Konversi
Dengan Obligasi Konversi, Perusahaan Anda menerbitkan surat Obligasi kepada Modal Ventura dengan perjanjian akan dapat dikonversikan/ditukar menjadi saham pada waktu yang akan ditetapkan. Salah satu institusi keuangan yang menyediakan fasilitas ini adalah Bahana Artha Ventura.


Sumber Pembiayaan Modal Melalui Penyertaan Saham diantaranya adalah :

Mitra Usaha
Mempunyai mitra usaha yang tepat adalah salah satu kunci keberhasilan suatu bisnis baru. Mitra ini bisa melengkapi ide, ketrampilan dan pengalaman Anda, sekaligus juga bisa menjadi sumber pendanaan awal. Pembagian kepemilikan saham penting dibicarakan di depan, untuk menghindari masalah di kemudian hari. Pada umumnya pembagian kepemilikan saham ini ditentukan oleh besarnya kontribusi masing-masing pihak didalam menentukan keberhasilan usaha tersebut. Kontribusi ini bisa dalam bentuk modal, ide, keahlian dll.

Angel Investor
Angel investor adalah sumber pendanaan yang sangat baik pada awal berdirinya perusahaan. Ketika Bank melihat bisnis Anda terlalu beresiko sementara Modal Ventura merasa potensi keuntungan Perusahaan Anda tidak cukup besar, maka Angel investor menjadi jawabannya. Angel Investor biasanya bersedia berinvestasi dalam bentuk penyertaan saham untuk jangka yang lebih panjang misalnya lima tahun atau lebih. Selain menanamkan modal, Angel Investor ini juga memberikan bimbingan intensif bagi pengusaha pemula didalam menjalankan bisnis. Dari segi jumlah pendanaan Angel Investor biasanya lebih kecil jumlahnya dibanding Moval Ventura. Suntikan Dana Angel Investor ini biasanya berkisar antara Rp. 200 juta sampai Rp. 2 Miliar.

Modal Ventura
Modal Ventura umumnya mempunyai kriteria yang lebih ketat dalam penyertaan modalnya. Umumnya mereka berspesialisasi pada suatu jenis industri tertentu yang pertumbuhannya sangat tinggi karena pada umumnya mereka menginginkan investasinya bisa kembali dalam waktu tiga sampai lima tahun. Umumnya mereka tidak ingin berinvestasi pada bisnis yang masih sangat baru. Jumlah investasinya biasanya masing-masing diatas Rp. 5 Miliar. Modal Ventura seringkali ingin mengawasi penggunaan modal dengan sangat ketat dan mengambil posisi aktif di dalam perusahaan misalnya duduk dalam jajaran direksi atau komisaris.

Pembiayaan bagi perusahaan baru memang bagaikan susu ibu bagi bayi yang baru lahir. Akses kepada pembiayaan menentukan apakah perusahaan bisa berhasil atau mati dalam usia dini. Oleh karenanya masalah pembiayaan ini perlu di rencanakan sejak awal, demikian juga kepandaian untuk mengelolanya agar tidak digunakan untuk hal-hal yang sebenarnya bukan hal yang prinsip yang dibutuhkan perusahaan pada awal berdirinya. Memperkerjakan terlalu banyak pegawai terlalu awal, mengeluarkan uang terlalu banyak untuk kantor, mebel dan perlengkapannya, promosi biaya tinggi yang tidak memberikan hasil memadai adalah beberapa contoh kesalahan penggunaan modal awal yang menyebabkan perusahaan kehabisan modal sebelum menghasilkan alur tunai (cash flow) positif.

Semoga Anda berhasil menggalang dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha Anda dan mengelolanya dengan baik sehingga perusahaan Anda berhasil tumbuh dengan sehat.
SUMBER : BETTI ALISJAHBANA

Merangsang Kreativitas dan Inovasi

Tahun 2009 telah dicanangkan sebagai Tahun Indonesia Kreatif. Industri kreatif diharapkan akan tumbuh dan berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian Indonesia. Kreatifitas tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang bergerak di industri kreatif, melainkan oleh semua, baik organisasi maupun perorangan. Ditengah persaingan yang semakin ketat dan tantangan krisis ekonomi kini, kreatifitas menjadi semakin dibutuhkan untuk sukses dan berprestasi cemerlang.

Kreatifitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk berimaginasi dan menghasilkan ide-ide baru dengan mengkombinasikan, mengubah atau menerapkan ide-ide yang sudah ada dengan cara yang belum dipikirkan sebelumnya. Ide-ide kreatif yang kemudian diproses melalui beberapa tahapan sehingga menghasilkan produk atau jasa atau model bisnis disebut inovasi.

Faktor-faktor yang mempegaruhi kreativitas

Klukken, Parsons, dan Columbus [1] menginterview delapan insinyur yang dikenal sangat kreatif. Dari interview itu disimpulkan, ada empat hal yang menurut para insinyur itu mempengaruhi kreatifitas mereka :
1.Motivasi personal. Para insinyur ini mencari kesempatan untuk kreatif dan berusaha untuk mencari solusi yang baru dan berbeda, termasuk pada problem-problem yang tampak biasa.
2.Lingkungan. Para insinyur ini berkibar dalam lingkungan yang memberikan kebebasan untuk bereksperimen dan boleh gagal dalam upaya untuk mengejar ide-ide baru.
3.Keahlian dan keterbukaan. Mereka ahli di bidangnya namun tetap terbuka pada informasi dan ide-ide baru. Mereka bisa menerima pendekatan-pendekatan baru, terutama dari sumber yang diluar bidang keahliannya.
4.Proses. Para insinyur ini sangat menikmati pengalaman subjektif yang di dapat dari berbagai tantangan dan proses melahirkan inovasi. Mereka sangat terlibat dengan masalah yang ingin dipecahkannya.

Hal-hal yang menghambat kreatifitas

Semua orang punya bakat kreatif, namun demikian tidak semua orang kreatif. Mengapa demikian ? Ada hal-hal yang menghambat kreatifitas. Banyak orang menghindari dan menyangkal masalah sampai terlambat. Padahal masalah adalah peluang untuk lahirnya kreatifitas.

Merasa tidak mungkin adalah penghambat kreativitas lainnya. Ketika kita merasa bahwa sesuatu tidak mungkin dilakukan, sebetulnya kita telah kalah sebelum perang. Mirip dengan ini adalah merasa tidak mampu. Beberapa orang berpikir bahwa suatu masalah hanya bisa di pecahkan oleh ahlinya yang bukan dirinya. Mereka merasa tidak cukup cerdas dan berpengalaman. Padahal, pikiran yang optimis , sikap positif disertai dengan ketrampilam memecahkan masalah sangat besar pengaruhnya dalam kreatifitas.

Merasa tidak kreatif. Semua orang mempunyai bakat kreatif. Amati saja anak-anak ketika mereka bermain dan berkhayal, sungguh kreatif. Masalahnya sistem pendidikan saat ini telah menghambat kreatifitas. Karenanya, yang perlu dilakukan adalah membuat kreatifitas ini muncul lagi ke permukaan.

Dalam usaha kita untuk selalu tampil dewasa dan canggih, seringkali kita memupus sikap kreatif dan ceria yang menandai masa kecil kita. Padahal ketika kita bisa memecahkan suatu masalah penting, siapa yang peduli kalau kita kekanak-kanakan. Bukankah bermain itu menyenangkan ?
Tidak berani tampil beda karena kuatir pada penilaian orang lain adalah penghambat kreativitas yang lain. Seakan-akan ada tekanan sosial yang memaksa kita patuh, menjadi orang biasa dan tidak kreatif.


Sepuluh tips perangsang kreativitas

Semua orang bisa kreatif. Berikut ini adalah sepuluh tips yang bisa dilakukan untuk merangsang kreativitas :
1.Tenggelamkan diri kita dalam suatu domain atau problem. Pelajari sedalam mungkin, jadilah ahlinya. Hal ini tentu membutuhkan waktu, usaha dan komitmen.
2.Jadilah orang yang subur dengan ide. Biarkan ide mengalir tanpa evaluasi dan kritik, termasuk ide-ide yang tidak biasa, tidak masuk akal dan menggelikan. Jangan risaukan ide yang tolol sekalipun. Bila kita tertawa pada ide kita, itu artinya kita ada di jalur yang benar.
3.Gunakan alat untuk menggambarkan ide-ide dan pemikiran kita. Catat ide-ide, tuliskan semuanya langsung ketika ide itu timbul, jangan sampai lupa. Jangan andalkan ingatan kita, bisa-bisa ide brilyan kita lewat begitu saja. Selain ditulis, buatlah sketsa, gambar dan diagram. Buat modelnya dengan memanfaatkan komputer dan buat prototipenya. Visualisasi sangat efektif untuk mewakili informasi. Gambar, model dan prototipe mengantar kita pada pemahaman dan penghayatan yang lebih mendalam. Banyak karya inovatif dilahirkan dengan membuat visualisasi yang baik.
4.Lemparkan ide-ide pada orang lain. Bangun kemampuan mengkomunikasikan ide kita dengan efektif. Kita harus bisa meyakinkan orang lain bahwa ide kita patut di tindak lanjuti.
5.Hindari pengambilan keputusan yang terlalu awal. Jangan puas dengan solusi yang biasa. Bila kita tahu satu cara untuk memecahkan masalah, cari cara yang lain. Hindari tekanan untuk mencapai solusi cepat. Jangan berhenti pada ide baik yang pertama. Setiap desain dapat diperbaiki. Ketika kita punya ide yang bagus, cari ide yang lebih bagus lagi.
6.Jangan takut untuk berbeda. Hindari tekanan kelompok. Jadilah pemikir yang bebas. Evaluasi informasi dengan kritis. Pertanyakan asumsi-asumsi. Jangan terjebak pada tradisi dan kebiasaan. Ambil resiko.
7.Terbukalah pada ide-ide baru. Coba perpektif yang bervariasi, peran yang berbeda atau sudut pandang yang berbeda. Pemahaman dan sudut pandang yang berbeda bisa juga datang dari orang dengan disiplin ilmu yang lain. Individu yang kreatif seringkali bisa memberikan kontribusi pada beberapa bidang.
8.Praktekkan dan pecahkan masalah. Desain sesuatu. Bangun pengalaman yang kuat. Lakukan secara teratur. Jadikan berpikir kreatif kebiasaan dan bagian dari keseharian. Sisihkan waktu setiap hari untuk menjadi kreatif. Hadapi halaman buku kosong dan isilah dengan ide-ide.
9.Tindak lanjuti ide-ide hingga tuntas. Selesaikan proyek yang sudah dimulai. Tidak seorang pun akan tahu seberapa kreatif kita kalau kita tidak merealisasikannya dan membawanya ke masyarakat.
10.Ambil kesempatan untuk bersantai, jalan-jalan atau berenang. Manjakan diri kita dengan sesuatu yang lain. Saat-saat seperti ini akan memberikan kesempatan untuk berpikir, dan seringkali, membawa hal-hal baru untuk dipikirkan. Pemahaman yang dalam kadang-kadang datang tanpa diduga pada saat sedang santai, jauh dari lingkungan pekerjaan.

Mencapai sukses membutuhkan ketrampilan analitis, kreatifitas dan ketrampilan praktis. Selama ini pendidikan lebih memberikan fokus pada ketrampilan analitis, karenanya sering kali bakat kreativitas yang kita miliki terpendam. Yang kita butuhkan adalah membuat bakat-bakat kreatif yang terpendam muncul kepermukaan. Selamat memunculkan bakat-bakat kreatif.

Salam hangat penuh semangat

Daftar Rujukan :
[1] Klukken, P.G., Parsons, J.R., and P.J. Columbus. “The Creative Experience in Engineering Practice: Implications for Engineering Education.” Journal of Engineering Education, April 1997, Vol. 86, No. 2, 133-138.

[2]Everyday Creativity: Principles for Innovative Design, Dr. Larry G. Richards
[3] Sumber Gambar : http://www.liverpoolscottish.org.uk/dare%20to%20be%20different1.jpg
SUMBER : BETTI ALISJAHBANA