10 Agustus 2011

Tidak Berani Mengambil Risiko?

Tidak Berani Mengambil Risiko?
Oleh : Betti Alisjahbana
Ketika kecil dulu saya cukup rajin berenang. Salah satu yang dilatih oleh guru renang saya adalah melompat dari papan lompatan yang tinggi. Masih teringat betul betapa setiap akan melompat perut saya terasa sakit karena takut, tetapi ketika berhasil melewati ketakutan itu dan melompat, ada rasa senang dan puas yang luar biasa.

Orang-orang sukses yang saya kenal, mengakui bahwa mereka beberapa kali mengambil risiko dalam karirnya. Banyak orang merasa tidak nyaman mengambil risiko. Hal ini bisa menjadi penghambat kemajuan karir. Kemampuan mengambil risiko yang tepat ternyata bisa dipelajari. Latihan bisa membantu mengatasi ketakutan untuk mengambil risiko yang diperhitungkan.

Dalam seminar-seminar sering saya tanyakan, apa yang membuat mereka urung melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya. Jawabannya, ketakutan bahwa mereka tidak bisa melakukannya, takut gagal, merasa terlalu tua, merasa tidak cukup pandai dan berbakat. Umumnya perasaan bahwa mereka takut mengambil langkah pertama. Langkah pertama ini biasanya memang letak risiko terbesar. Yang perlu dilakukan adalah mengatasi ketakutan dan rasa tidak percaya diri. Sekali kita berhasil mencapai sesuatu yang sebelumnya dirasa tidak mungkin, kekuatan yang Anda peroleh sungguh luar biasa.

Memperbesar Batas Kemampuan

Konsep kegiatan Outward Bound adalah mendorong Anda untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi seperti ini. Tidak berarti Anda akan menikmati kegiatan Outward Bound, tapi membuktikan bahwa Anda bisa mencapai lebih dari apa yang sebelumnya Anda pikir merupakan batas kemampuan Anda. Fasilitator program outward bound minta anda mendaki gunung, menyusuri jurang atau mengayun antar dua pohon tinggi. Sesudah itu kemampuan Anda meningkat, dan Anda menjadi orang yang berbeda. Begitu pula dalam dunia kerja.

Jadi bila suatu saat ada kesempatan untuk mengerjakan suatu proyek baru atau mendapat tanggung jawab yang lebih besar dimana Anda belum menguasai bidangnya, pertimbangkan betul-betul untuk mengambilnya. Betul pada awalnya ada kurva belajar dimana kinerja Anda belum baik, tapi ilmu dan pengalaman Anda akan berkembang dan Anda akan tertantang untuk melakukan suatu yang lebih besar lagi. Untuk naik ke posisi yang tinggi memang dibutuhkan pengalaman yang cukup luas. Jadi jangan ragu-ragu, ambil lah tantangan itu. Bila Anda meragukan kemampuan diri sendiri, dan itu sering terjadi, bicaralah pada mentor Anda atau para pendukung Anda untuk memperkuat rasa percaya diri Anda. Untuk memompa semangat dan keberanian, biasanya saya merubah cara berpikir dari bagaimana bila gagal, menjadi apa yang akan saya dapatkan bila saya berhasil. Sesudah motivasi timbul, dan semangat menggebu, barulah mulai dipikirkan bagaimana menekan risiko kegagalan.

Banyak orang tidak tau apa yang diinginkannya dan menyerahkan nasibnya pada perusahaan. Mereka menunggu sampai diminta untuk menangani proyek atau penugasan tertentu. Mereka menganggap bahwa bila mereka memenuhi kualifikasi maka kesempatan akan datang sendiri. Seringkali asumsi ini tidak terjadi. Anda perlu tau apa yang Anda inginkan dan mengupayakannya. Jangan takut untuk bertanya atau minta diberi kesempatan. Orang lain tidak selalu tau apa yang Anda inginkan.

Oleh : Betti Alisjahbana

Ketika kecil dulu saya cukup rajin berenang. Salah satu yang dilatih oleh guru renang saya adalah melompat dari papan lompatan yang tinggi. Masih teringat betul betapa setiap akan melompat perut saya terasa sakit karena takut, tetapi ketika berhasil melewati ketakutan itu dan melompat, ada rasa senang dan puas yang luar biasa.

Orang-orang sukses yang saya kenal, mengakui bahwa mereka beberapa kali mengambil risiko dalam karirnya. Banyak orang merasa tidak nyaman mengambil risiko. Hal ini bisa menjadi penghambat kemajuan karir. Kemampuan mengambil risiko yang tepat ternyata bisa dipelajari. Latihan bisa membantu mengatasi ketakutan untuk mengambil risiko yang diperhitungkan.

Dalam seminar-seminar sering saya tanyakan, apa yang membuat mereka urung melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya. Jawabannya, ketakutan bahwa mereka tidak bisa melakukannya, takut gagal, merasa terlalu tua, merasa tidak cukup pandai dan berbakat. Umumnya perasaan bahwa mereka takut mengambil langkah pertama. Langkah pertama ini biasanya memang letak risiko terbesar. Yang perlu dilakukan adalah mengatasi ketakutan dan rasa tidak percaya diri. Sekali kita berhasil mencapai sesuatu yang sebelumnya dirasa tidak mungkin, kekuatan yang Anda peroleh sungguh luar biasa.

Memperbesar Batas Kemampuan

Konsep kegiatan Outward Bound adalah mendorong Anda untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi seperti ini. Tidak berarti Anda akan menikmati kegiatan Outward Bound, tapi membuktikan bahwa Anda bisa mencapai lebih dari apa yang sebelumnya Anda pikir merupakan batas kemampuan Anda. Fasilitator program outward bound minta anda mendaki gunung, menyusuri jurang atau mengayun antar dua pohon tinggi. Sesudah itu kemampuan Anda meningkat, dan Anda menjadi orang yang berbeda. Begitu pula dalam dunia kerja.

Jadi bila suatu saat ada kesempatan untuk mengerjakan suatu proyek baru atau mendapat tanggung jawab yang lebih besar dimana Anda belum menguasai bidangnya, pertimbangkan betul-betul untuk mengambilnya. Betul pada awalnya ada kurva belajar dimana kinerja Anda belum baik, tapi ilmu dan pengalaman Anda akan berkembang dan Anda akan tertantang untuk melakukan suatu yang lebih besar lagi. Untuk naik ke posisi yang tinggi memang dibutuhkan pengalaman yang cukup luas. Jadi jangan ragu-ragu, ambil lah tantangan itu. Bila Anda meragukan kemampuan diri sendiri, dan itu sering terjadi, bicaralah pada mentor Anda atau para pendukung Anda untuk memperkuat rasa percaya diri Anda. Untuk memompa semangat dan keberanian, biasanya saya merubah cara berpikir dari bagaimana bila gagal, menjadi apa yang akan saya dapatkan bila saya berhasil. Sesudah motivasi timbul, dan semangat menggebu, barulah mulai dipikirkan bagaimana menekan risiko kegagalan.

Banyak orang tidak tau apa yang diinginkannya dan menyerahkan nasibnya pada perusahaan. Mereka menunggu sampai diminta untuk menangani proyek atau penugasan tertentu. Mereka menganggap bahwa bila mereka memenuhi kualifikasi maka kesempatan akan datang sendiri. Seringkali asumsi ini tidak terjadi. Anda perlu tau apa yang Anda inginkan dan mengupayakannya. Jangan takut untuk bertanya atau minta diberi kesempatan. Orang lain tidak selalu tau apa yang Anda inginkan.

Mengatasi Rasa Tidak Aman

Sebagai manusia kadang-kadang punya rasa tidak aman, iri, kuatir, tidak senang melihat orang lain sukses. Biasanya memang ada perasaan tertekan ketika kita melihat orang lain mendapatkan apa yang diinginkannya sementara diri sendiri yang sudah bekerja sangat keras kurang berhasil. Rasa tidak aman ini perlu diatasi.

Untuk mengatasinya perlu dianalisa apa penyebab rasa tidak aman ini . Apakah rasa tidak aman ini diakibatkan oleh perasaan bahwa Anda tidak memiliki kredensial dan latar belakang sebaik kolega yang lain? Atau Anda tidak mempunyai gelar yang dimiliki oleh orang lain? Atau Anda datang dari kelas sosial ekonomi yang lebih rendah? Atau pengalaman internasional Anda tidak sebaik yang lain? Atau orang lain tampil lebih profesional?

Rasa tidak aman ini bisa datang karena berbagai alasan. Setelah Anda mengidentifikasi penyebabnya, mulai lah melakukan brainstorming , untuk mencari cara mengatasinya. Brainstorming ini akan lebih baik bila dilakukan bersama orang lain yang bisa dipercaya. Bisa jadi cara mengatasinya dengan mempelajari ketrampilan tertentu agar melebihi kawan-kawan Anda. Atau kalau kurang pengalaman yang menjadi masalah Anda dan Anda tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai, mulai lah dengan magang. Atau bila kemampuan berbicara di depan publik yang menjadi masalah, ikuti kelas untuk mempelajarinya.

Yang terpenting adalah menyadari bahwa untuk merasa aman, Anda perlu melatih ketrampilan-ketrampilan yang tidak Anda kuasai sampai Anda mahir. Ingat, bahwa pondasi keberhasilan seseorang adalah 4P : Performance, Perserverance, Practice dan Patience. Sekali Anda merasa aman dan percaya diri, Anda akan kagum akan apa yang Anda bisa capai.

Tinggalkan Lingkungan yang Tidak Mendukung

Adalah tugas kita untuk mengatasi lingkungan yang sulit. Akan tetapi ada kalanya Anda sampai pada satu titik dimana Anda tidak mungkin berhasil. Apakah Anda akan terus bekerja dalam lingkungan seperti ini? Apakah situasi ini akan pernah berubah? Anda akan jauh lebih produktif bekerja dalam lingkungan yang mendukung. Jadi bila Anda betul-betul tidak melihat ada alternatif dan situasinya tidak akan membaik, mulailah untuk membuat strategi keluar yang baik.

Banyak orang akan bilang bahwa dalam situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini mereka tidak mampu untuk meningkalkan pekerjaan yang dimilikinya betapapun kondisinya. Menurut saya ini lebih dikarenakan banyak orang menganggap pengembangan karir akan terjadi dengan sendirinya. Bila Anda sudah mulai membuat strategi karir, maka Anda bisa mempersiapkan pilihan pekerjaan dan tahapan karir. Bagaimanapun situasi bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sangat berguna bila Anda siap. Mulailah membangun jejaring, bangun kenalan-kenalan baru, terutama tokoh-tokoh kunci di departemen lain, organisasi lain atau di asosiasi. Mulailah tingkatkan visibilitas Anda. Carilah beberapa sponsor. Mulailah pelajari siapa yang punya wewenang dan siapa pengambil keputusan. Dapatkan pelatihan dan ketrampilan yang dibutuhkan. Cari kesempatan untuk mendapatkan penugasan yang akan memperkaya pengalaman Anda.

Keberanian untuk mengambil risiko seringkali membuka kesempatan-kesempatan baru. Anda akan lebih kuat , lebih percaya diri dan lebih mumpuni. Dan sebagai akibatnya Anda akan merasa lebih baik.

Selamat mengambil risiko, kejarlah apa yang Anda inginkan.

Salam hangat penuh semangat

Betti Alisjahbana

Tanya jawab topik ini bisa dilihat di www.qbheadlines.com, rubrik Career.SUMBER :BETTI ALISJAHBANA
SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar