02 Agustus 2011

Belajar Entrepreneurship dari Muhammad bin Abdullah (Rasulullah SAW)

Muhammad bin Abdullah (Rasulullah SAW), manusia biasa yang menjadi Luar Biasa karena keindahan akhlak dan tajamnya untuk bertindak dengan benar. Beliau bukan hanya memberi keteladan dalam mengasah ruhaniyah semata, tetapi juga segala bidang, termasuk bidang entrepreneurship. Beliau adalah pengusaha tangguh yang berjaya ketika terjadi krisis multi dimensi di masanya. Untuk menjadi pengusaha suksesmulia, mungkin perlu meneladaninya.

Dari beberapa literatur yang didapat, betapa jiwa entrepreneurship Rasulullah di bidang wirausaha begitu mendominasi, sehingga beliau berkembang menjadi seorang pemimpin yang memiliki jiwa entrepreneur, dan keterampilan manajemen yang baik untuk mengelola sebuah dakwah, sebuah sistem yang bertata nilai kemuliaan Al Islam.
Pada waktu Rasulullah masih kecil, beliau sudah mempunyai sebuah proyek untuk menjaga kehormatan harga dirinya agar tidak menjadi beban bagi kehidupan ekonomi pamannya, Abu Thalib, yang memang tidak tergolong kaya. Beliau mendapat upah dari menggembalakan beberapa ekor kambing miliki orang lain, yang secara otomatis mengurangi biaya hidup yang harus ditanggung oleh pamannya ini. Pada usia 12 tahunan, sebuah usia yang relatif muda, beliau melakukan perjalanan dagang ke Syiria bersama Abu Thalib. Beliau tumbuh dewasa di bawah asuhan pamannya ini dan belajar mengenai bisnis perdagangan darinya. Bahkan ketika menjelang dewasa dan menyadari bahwa pamannya bukanlah orang berada serta memiliki keluarga besar yang harus diberi nafkah, Rasulullah mulai berdagang sendiri di kota Mekkah. Bisnisnya diawali dengan sebuah perdagangan taraf kecil dan pribadi, yaitu dengan membeli barang dari satu pasar dan menjualnya kepada orang lain.
Aktivitas bisnis lainnya dengan sejumlah orang di kota Mekkah pun dilakukan. Dengan demikian ternyata Rasulullah telah melakukan aktivitas bisnis jauh sebelum beliau bermitra dengan Khadijah. Dan inilah yang membuahkan pengalaman yang tak ternilai harganya dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan pada diri Rasulullah. Ciri yang sangat khas dari aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Rasulullah waktu itu adalah beliau sangat terkenal karena kejujurannya dan sangat amanah dalam memegang janji. Sehingga tidak ada satupun orang yang berinteraksi dengan beliau kecuali mndapat kepuasan yang luar biasa. Dan ini merupakan sebuah nuansa dengan pesona tersendiri bagi warga Jazirah Arab. apalagi kemuliaan akhlaknya seakan menebarkan pesona indah kepribadiannya. Pun ketika beliau tidak memiliki uang untuk berbisnis sendiri, ternyata beliau banyak menerima modal dari orang-orang kaya Mekkah yang tidak sanggup menjalankan sendiri dana mereka, dan menyambut baik seseorang yang jujur untuk menjalankan bisnis dengan uang yang mereka miliki berdasarkan kerjasama. Tiada lain karena sejak kecil Rasulullah telah dikenal oleh penduduk Mekkah sangat rajin dan penuh percaya diri. Dikenal pula oleh kejujuran dan integritasnya dibidang apapun yang dilakukannya. Tak berlebihan bila penduduk Mekkah memanggilnya dengan sebutan Shiddiq (jujur) dan Amin (terpercaya). Salah seorang pemiliki modal itu adalah Khadijah, yang kelak menjadi istri beliau, yang menawarkan suatu kemitraan berdasarkan sistem bagi hasil (profit sharing). Dan, subhanallaah, kecakapan Rasulullah dalam berbisnis telah mendatangkan keuntungan, dan tidak satupun jenis bisnis yang ditanganinya mendapat kerugian. Selama bermita dengan Khadijah inilah Rasulullah telah melakukan perjalanan dagang ke pusat bisnis di Habasyah (Ethiopia) dan Yaman. Beliau pun empat kali memimpin ekspedisi perdagangan untuk Khadijah ke Syria dan Jorash.
Diantara hal yang terus menerus harus kita teladani dari Rasulullah dalam interaksi bisnisnya adalah beliau sangat menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliannya dalam proses interaksi bisnisnya ini. Bisnis bagi Rasulullah SAW tidak hanya sebatas perputaran uang dan barang, tapi ada yang lebih tinggi dari semua itu, yaitu mejaga kehormatan diri. Sehingga keuntungan apapun dari setiap transaksi yang beliau dapatkan, maka kemuliaannya justru semakin menjulang tinggi. Semakin dihormati, semakin disegani dan ini menjadi aset tak ternilai harganya yang mendatangkan kepercayaan dari para pemilik modal. Dengan kata lain, modal terbesar dari seorang yang menjadi pengusaha sukses, pemimpin sukses, atau ilmuwan sukses dalam disiplin ilmu apapun, ternyata jiwa entrepreneur ini harus dikembangkan sejak awal.
Pembangunan harga diri, pembangunan etos kerja, pembangunan karir kehormatan sebagai seorang jujur yang terbukti teruji dan sangat amanah terhadap janji-janji, jikalau hal ini ditanamkan, dilatih sejak awal maka akan membuahkan kepribadian yang sangat bermutu tinggi dan ini menjadi bekal kesuksesan bekerja dimanapun atau kesuksesan mengemban amanah jenis apapun. Dan yang paling perlu digaris bawahi, Rasulullah SAW mengadakan transaksi bisnis sama sekali tidak untuk memupuk kekayaan pribadi, tetapi justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnisnya dengan etika yang tinggi dan hasil yang didapat justru untuk didistribusikan ke sebanyak umat. Sehingga kesuksesannya mampu membawa banyak dampak positif, yaitu kesuksesan dan kesejahteraan bagi umat yang lainnya. Dan inilah yang menyebabkan kepribadian junjungan kita, Rasullah SAW begitu monumenatal, baik dalam mencari nafkah maupun dalam menafkahkan karunia rizki yang diperolehnya. Semoga kita semua mampu merenungi kejujuran diri, amanah, dan kegigihan dalam menjaga kehormatan harga diri kita selaku umat Islam.

Entrepreneurship, merupakan "kata kunci/keyword" yang sebenarnya dan hanya sedikit orang yang dapat mengetahui, mengerti dan memahaminya. Namun saat ini, istilah Entrepreunership menjadi suatu trend dan sangat populer. Berbagai instansi/kelembagaan di Dunia banyak yang berusaha melekatkan "Entrepreunership" menjadi pemahaman umum. Kegiatan bertemakan "Entrepreunership" ini telah menjamur dimana-mana, bahkan masuk ke dalam kegiatan pendidikan (baik sekolah maupun perguruan tinggi).

"Sebenarnya apa sih ENTREPRENEURSHIP itu?"

Dari pengalaman saya mengikuti berbagai pelatihan tentang Entrepreunership, istilah Entrepreunership memiliki definisi/arti yang beragam. Dalam bahasa sederhana, saya mendefinisikan Entrepreunership adalah bagian dari seni menyambung hidup dalam kemandirian, sedangkan dalam istilah bahasa Indonesia sering disebut Kewirausahaan. Pelaku Entrepreunership, sering disebut sebagai Entrepreneur (Wirausahawan).

Entrepreunership saat ini menjadi suatu paradigma dalam memasuki era baru, yaitu era kemandirian. Dewasa ini, pertumbuhan Entrepreunership sangat pesat baik di tingkat Global maupun di tingkat Lokal. Hal tersebut tentu berdampak baik pada penyediaan lapangan pekerjaan yang dapat mengurangi pengangguran.

Secara personal, Entrepreunership menjadi suatu hal yang menyenangkan dimana seseorang dapat bekerja dengan mencintai pekerjaan (tanpa paksaan dan penuh kebebasan). Sehingga energi yang ia curahkan dapat disesuaikan dengan target yang diinginkan.

"Bagaimana Seseorang dapat menjadi seorang ENTREPRENEUR?"

Siapa pun dapat menjadi Entrepreuner, dan banyak cara (tips dan trik) untuk menjadi seorang Entrepreuner sejati. Ada beberapa tips menarik untuk menjadi Entrepreuner, yang saya dapatkan dari mas Hendy Setiono (Presiden Direktur PT. Baba Rafi Indonesia/Kebab Turki) ketika mengikuti kegiatan National Entrepreneur Forum di FE - UI, yaitu dengan metode LATEM (kebalikan dari METAL) dan PISS.

L – Lihat peluang yang ada (Jeli)
A – Amati caranya dan lakukan (Cermat dan Cekatan)
T – Tirukan cara yang mungkin dapat diadopsi
E – Evaluasi peluang itu (Cerdas)
M – Modifikasi cara yang telah dipilih itu (Kreatif)

P - Positive Thinking, sehingga tindakan menjadi positif untuk mencapai target positif (goal)
I - Ikhtiar /berusaha/effort dangan penuh keyakinan dan kesabaran
S - Sedekah / The Power of Giving
S - Sukses . Hasil yang didapatkan (Victory/kemenangan)

Tips tersebut hanya dapat dilakukan oleh manusia yang luar biasa (berbeda dari manusia pada umumnya) atau mungkin manusia pilihan (yang memilih wirausaha menjadi pilihan hidupnya).

"Apakah anda seorang calon atau wirausahawan sejati???"

Jawabannya adalah, anda yang menentukan. Karena wirausaha, sejatinya bukanlah bakat atau warisan tetapi sesuatu hal yang dapat kita pelajari...

Exercise:
Sedikit test jika memang anda seorang calon atau wirausahawan sejati, kita flashback kembali beberapa menit yang lalu dimana anda membaca artikel ini. Apakah anda merasa nyaman dan biasa membaca artikel ini? Jika YA, kemungkinan besar anda adalah orang pada umumnya kurang jeli dan cermat dalam melihat peluang. Jika TIDAK dan merasa ada yang unik, kemungkinan besar anda adalah orang yang berbeda dan jeli serta cermat.SUMBER: ENTREPRENEUR

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar