17 Agustus 2010

FADHILAH SURAT YASIN

Muqaddimah

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam
Jum’at (hari Jum’at menjelang khatib naik mimbar, tambahan-peny), ketika
mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan
pada acara-acara lain yang mereka anggap penting.

Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan
kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin
saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah
atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar,
atau menurut keterangan dari guru mereka.

Al-Qur’an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat
dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat
Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat
Islam senantiasa membaca Al-Qur’an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan
Al-Qur’an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari
sekali atau khatam setiap bulan sekali. [Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan
lainnya]

Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan
ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau
mengharamkan membaca surat Yasin.

Sebagaimana surat-surat Al-Qur’an yang lain, surat Yasin juga harus kita
baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka
yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum’at, setiap memulai
atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.

Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi
malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur’an serta
mengamalkannya.

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN.

Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di
atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya.
Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang
hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya
Adalah Lemah.

Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak
boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab
ancamannya adalah Neraka. [Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan
lainnya]

Hadits Dha’if dan Maudhu’

Adapun hadits-hadits yang semuanya dha’if (lemah) dan atau maudhu’ (palsu)
yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai
berikut :

[1]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka
ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat
Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni
dosanya”. [Ibnul Jauzi Al-Maudhu'at 1/247]

Keterangan : Hadits ini Palsu
Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak
ada asalnya. Imam Daruquthni berkata : Muhammad bin Zakaria yang ada dalam
sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. [Periksa : Al-Maudhu'at,
Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I'tidal III/549, Lisanul Mizan V/168,
Al-Fawaidul Majmua'ah hal. 268 No. 944]

[2]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena
mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir
dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata
Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya
(tidak kuat). [Periksa : Mizanul I'tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I :
464-465]

[3]. “Artinya : Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap
malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid”.

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi
dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh
oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. [Periksa : Tuhfatudz Dzakirin,
hal. 340, Mizanul I'tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45].

[4]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi
hari) maka akan diluluskan semua hajatnya”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi
Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H. [Periksa :
Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I'tidal
III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22]

[5]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia
membaca Al-Qur’an dua kali”. [Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman].

Keterangan : Hadits ini Palsu.
[Lihat Dha'if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani]

[6]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia
membaca Al-Qur’an sepuluh kali”. [Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul
Iman]

Keterangan : Hadits ini Palsu.
[Lihat Dha'if Jami'ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani]

[7]. “Artinya : Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati
(inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah
akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an
sepuluh kali”.

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 3048) dan Ad-Darimi 2:456. Di
dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata : Aku
mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman.
Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa : Silsilah Hadits
Dha’if No. 169, hal. 202-203) Imam Waqi’ berkata : Ia adalah tukang dusta.
Kata Imam Nasa’i : Muqatil bin Sulaiman sering dusta. [Periksa : Mizanul
I'tidal IV:173]

[8]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan
dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya
di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai
pagi”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam
sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar : Ia banyak
memursalkan hadits dan banyak keliru. [Periksa : Taqrib I:355, Mizanul
I'tidal II:283]

[9]. “Artinya : Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara
kamu”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet.
India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara
perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian
pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak
jelas).

[10]. “Artinya : Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di
sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian
itu) atasnya”.

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188.
Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan
Nasa’i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim
berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, ia sering
memalsukan hadits. [Periksa : Mizanul I'tidal IV : 90-91]

Penjelasan.

Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq
(yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu
(hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim
Al-Jauziyah berkata : Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca
surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU
ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu
telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits
palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari
Al-Qur’an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga
kitab-kitab selain Al-Qur’an. [Periksa : Al-Manarul Munffish Shahih
Wadh-Dha'if, hal. 113-115]

Khatimah

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan
surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits
tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini
dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran
atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada
hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin,
tetapi tidak menyebut soal pahala.
Wallahu A’lam


Hadith-Hadith Dha’if Tentang Fadhilat Surah Yasin
Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surah Yasin, baik pada malam Jum’at ketika memulakan atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian serta pada acara-acara lain yang mereka anggap penting.

Surah Yasin sering dijadikan bacaan di pelbagai pertemuan dan kesempatan, seolah-olah Al-Qur’an itu hanyalah berisi surah Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang kerana tergiur oleh fadhilat atau keutamaan surah Yasin daripada hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan daripada guru mereka.

Al-Qur’an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surah daripada Al-Fatihah sehingga An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam sentiasa membaca Al-Qur’an.

Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat daripada tulisan ini, adalah dengan membahaskan masalah ini bukan bererti penulis melarang atau mengharamkan membaca surah Yasin.

Sebagaimana surah-surah Al-Qur’an yang lain, surah Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilat dan keutamaan surah Yasin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan daripada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah Yasin setiap malam Jum’at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian serta lain-lain.

Mudah-mudahan keterangan ini tidak akan membuat pembaca patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur’an serta mengamalkannya.

Hadith-hadith dha’if tentang fadhilat surah Yasin

Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin kerana sebagaimana dikemukakan di atas- fadhilat dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah beberapa kajian dan penelitian terhadap hadith-hadith yang menerangkan fadhilat surat Yasin, didapati semuanya adalah lemah.

Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya).

Hadith dha’if dan maudhu’

Adapun hadith-hadith yang semuanya dha’if (lemah) dan atau maudhu’ (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surah Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :

1. “Artinya : Siapa yang membaca surah Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surah Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya”.(Ibnul Jauzi, Al-Maudhu’at, 1/247).

Keterangan : Hadith ini palsu.
Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata : Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. (Periksa : Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944).

2. “Artinya : Siapa yang membaca surah Yasin pada malam hari kerana mencari keredhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya”.

Keterangan : Hadith ini lemah.Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadith. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Periksa : Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465).

3. “Artinya : Siapa yang terus menerus membaca surah Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid”.

Keterangan : Hadith ini palsu.
Hadith ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadith. (Periksa : Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).

4. “Artinya : Siapa yang membaca surah Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya”.

Keterangan : Hadith ini lemah.
Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi Rabah, pembawa hadith ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kerana ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.
(Periksa : Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I’tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22).

5. “Artinya : Siapa yang membaca surah Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an dua kali”. (Hadith Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Keterangan : Hadith ini palsu.
(Lihat Dha’if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani).

6. “Artinya : Siapa yang membaca surah Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali”. (Hadith Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Keterangan : Hadith ini palsu.
(Lihat Dha’if Jami’ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani).

7. “Artinya : Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surah Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali”.

Keterangan : Hadith ini palsu.
Hadith ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 3048) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata : Aku mendapati hadith ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadith batil, tidak ada asalnya. (Periksa : Silsilah Hadith Dha’if No. 169, hal. 202-203) Imam Waqi’ berkata : Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa’i : Muqatil bin Sulaiman sering dusta.
(Periksa : Mizanul I’tidal IV:173).

8. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai petang. Dan siapa yang membacanya di awal malam (petang hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi”.

Keterangan : Hadith ini lemah.
Hadith ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadith ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar : Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. (Periksa : Taqrib I:355, Mizanul I’tidal II:283).

9. “Artinya : Bacakanlah surah Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu”.

Keterangan : Hadith ini lemah.
Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadith ini lemah kerana Abu Utsman, di antara perawi hadith ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadith ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).

10. “Artinya : Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang nazak) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya”.

Keterangan : Hadith ini palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadith ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa’i berkata, ia tidak boleh dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadith. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadits. (Periksa : Mizanul I’tidal IV : 90-91).

Penjelasan

Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadith-hadith tentang fadhilat surah-surah tertentu).

Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata : Semua hadith yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu, semua hadith tentang itu adalah palsu. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadith-hadith itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadith-hadith palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surah-surah tertentu daripada Al-Qur’an) dan menjauhkan mereka daripada isi Al-Qur’an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur’an. (Periksa : Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha’if, hal. 113-115).

Penutup

Dengan demikian jelaslah bahwa hadith-hadith tentang fadhilat dan keutamaan surah Yasin, semuanya lemah dan palsu.

Oleh kerana itu, hadith-hadith tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surah ini dan surah-surah yang lain, dan tidak boleh pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surah ini.

Memang ada hadith-hadith shahih tentang keutamaan surah Al-Qur’an selain surah Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala.

Wallahu A’lam.

PERTANYAAN :

Lihat saja, umat Islam ini dimana-mana baca surat Yaasiin terus. Ada o-rang sakit baca surat Yaasiin. Ada orang meninggal baca surat Yaasiin. Di kuburan baca surat Yaasiin. Ada syuku-ran baca surat Yaasiin.

Di banyak tempat ada majelis ya-sinan. Di RW saya saja ada lima majelis yasinan. Tidak di masjid atau mushola, justru di rumah-rumah bergiliran. Memang majelis yasinan kaum ibu. Tak jarang juga dihadiri bapak-bapak.

Sampai-sampai kita diskusikan apa kemunduran umat Islam ini karena baca surat Yaasiin melulu. Seakan-akan Islam itu hanyalah baca Yaasiin.Sampai-sampai saya itu kefikiran ada apa deng-an surat Yaasiin ini?.

Yang herannya, ada beberapa te-man saya tidak bisa baca Al Qur’an, surat Yaasiin hapal di luar kepala (mak-sudnya hapal di dalam kepala). Ya itulah lazimnya disebut masyarakat kalau ada hapalan yang ngelotok biasanya disebut hapal luar kepala. Kalo difikir lebih dalam, mana ada sih hapalan di luar kepala. Menghapalnya pakai apa gitu?. Kalau menghapalnya pakai ingatan, “pakai otak” ya namanya hapalan dalam kepala. Belum lagi kalau kendurian, atau baca do’a (yang sering disebut istighosah), se-lalu saja ada bacaan surat Yaasiin.

Serunya ada ustadz yang mengatakan surat Yaasiin itu hanyalah untuk di-bacakan ketika seseorang sakit keras menjelang ajalnya. Waktu sakratul maut saja. Kalau sudah meninggal dunia tidak perlu dibacakan surat Yaasiin lagi. Lalu kalau demiktan, saat kita menunggu jena-zah semalaman sebelum dikuburkan apa yang dibaca?. Ustadz itu diam saja. Mana yang lebih baik menunggu jenazah deng-an ngomong ngalor ngidul, ataukah deng-an khusuk membaca surat Yaasiin?.

Belum lama ini, ketika ada seorang tua meninggal dunia di RT saya anaknya mengumpulkan yang bisa baca Al Qur’an, kemudian baca Al Qur’an semalaman. Sampai subuh dapat 8 juz. Hanya saja dimulai dengan membaca yasinan sama-sama. Ditutup juga dengan baca yasinan sama-sama.

Wah, gumam saya, ini pengalaman baru rek!. Seumur-umur baru kali ini nungguin jenazah baca Al Qur’an, tidak sekadar baca surat Yaasiin. Apakah hal itu boleh?.
Baca surat Yaasiin itu kesan saya enakdan sahdu. Kalau udah baca surat Yaasiin rasanya dekat ama Allah SWT. Rasanya selalu mau jadi orang bener gitu. Tidak mau jadi orang yang seleweng-seleweng. Sayangnya di dalam hidup sehari-hari kita sering menghadapi kenya-taan bahwa hidup itu perlu seleweng-seleweng, atau terpaksa seleweng-seleweng. Kalau tidak seleweng-seleweng, ya ketinggalan kereta rek!. Abis yang lainnya seleweng-seleweng semua.

Mangkanya difikiran saya, perlu kejelasan ada apa sih dengan surat Yaasiin itu?. Kenapa harus dibaca terus menerus untuk berbagai kondisi dan situasi. Apa itu memang ada perintah agamanya?.

JAWABAN :

Membaca surat Yaasiin diberba-gai tempat dan kesempatan dan dalam berbagai keadaan itu bersangkutan dengan dua hal, yaitu do’a dan dzikir (zikir).

Do’a adalah : “memohon sesuatu kepada Allah SWT”. Seperti berdo’a agar terhindar dari bencana dan malapetaka. Do’a agar selamat dalam perjalanan pulang perginya (seharus-nya pergi pulangnya). Do’a agar sukses dalam karir. Doa agar mendapat rezeki yang banyak dan halal. Dan berbagai bentuk permohonan lagi, seperti do’a minta dimatikan dalam keadaan iman dan husnul khotimah. Doa agar mendapat isteri yang sholeha, atau suami yang soleh.

Berdo’a itu salah satu bentuk ibadah dalam agama Islam. Firman-Nya : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKu…“. (Surat 2/AI Baqarah, ayat 186).

Dalam ayat yang lain, Allah SWT berfirman: “…Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina“. (Surat 40/AI Mu’min, ayat 60).

Dzikir adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ucapan, dengan gerakan tubuh dan dengan kekhusukan hati sebagaimana yang diajarkan oleh agama. Dzikir itu ada berbagai macam bentuknya, seperti membaca Al Qur’an seluruhnya (30 juz). Membaca surat-surat tertentu dan ayat-ayat tertentu dari Al Qur’an. Membaca tahlil (laa ilaa ha illaallah), takbir (Allahu Akbar), tasbih (subhaanallah) dan tahmid (alhamdulillah). Juga membaca istighfar (memohon ampun) “astagh firullah” (astar firullah).
Kemudian disusun sejumlah dzikir dan sejumlah do’a dalam suatu kesatuan. Itulah yang disebut “aurad“. merajinkan membaca aurad tersebut disebut mengerjakan “wirid“. Itulah yang dikenal masyarakat sebagai “wiridan” atau “tahlilan“.

Jadi dimaksudkan dengan wiridan dan tahlilan itu adalah bersatunya dzikir dan do’a. Adapun susunan wiridan dan tahlilan itu ada berbagai macam susunannya. Ada yang pendek yang kira-kira hanya memerlukan waktu satu jam. Ada juga yang setengah panjang, yang memerlukan waktu dua jam. Dan ada pula yang panjang, memerlukan waktu sampai lima jam. Yang dikenal masyarakat adalah yang pendek, yang biasanya selesai diamalkan dalam tempo satu jam.

Menyelenggarakan do’a dan dzikir itu adalah baik sekali dalam “menghidupkan agama” dan “menghidupkan iman” dalam diri setiap orang. Ada baiknya pula bila dalam setiap wiridan dan tahlilan itu ada ustadz yang menerangkan tentang ushuludin (pokok-pokok agama) dan pengertian yang hakiki tentang do’a dan dzikir.

Membaca surat Yaasiin adalah berdasarkan petunjuk Rasulullah SAW, bagitu juga membaca surat-surat tertentu lainnya seperti membaca surat Kahfi, surat Al Fatihah, surat Al Ikhlas, surat Al Falaq, surat An Naas dan surat-surat lainnya. Juga membaca ayat-ayat tertentu seperti ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al Baqarah dan ayat-ayat lainya.

Adapun surat Yaasiin memang ada hadis Rasulullah SAW yang disuruh dibacakan ketika seseorang sedang sakratul maut (menjelang meninggal dunia), tapi juga untuk dijadikan amalan/wiridan pada waktu-waltu tertentu, misalnya pada malam Jum’at. Tidak terlarang dibaca pada saat yang lain, misalnya ketika menjaga (menunggu) jenazah. Juga boleh baca Al Qur’an seluruhnya.

Salah satu fenomena yang terjadi di tengah umat saat ini adalah tradisi membaca surat Yasiin untuk keperluan tertentu seperti tahlil-an dan tujuan-tujuan tertentu lainnya karena keyakinan tentang fadhilah yang terdapat di dalamnya dibandingkan surat-surat al-Qur'an lainnya. Padahal sebenarnya seorang muslim dianjurkan membaca al-Qur-an setiap hari dan mengkhatamkan-nya (dari surat al-Fatihah sampai an-Naas, 30 juz) pada setiap pekan, atau setiap 20 hari, atau setiap bulan sekali.Dan satu huruf dari al-Qur-an yang dibaca men-dapat 10 (sepuluh) ganjaran. Semua hadits yang mengatakan bahwa barangsiapa yang membaca surat Yaasiin akan diberikan ganjaran begini dan begitu... Semua hadits tentang hal itu adalah PALSU. Hadits-hadits tentang fadhilah surat Yaasiin adalah LEMAH dan PALSU, tidak dapat dipakai sebagai hujjah. Bacaan surat Yaasiin bukan untuk orang mati. Bacaan al-Qur-an adalah untuk orang hidup, lihat surat Yaasiin ayat 70. Membacakan surat Yaasiin ketika orang naza' (sakaratul maut) dan membaca al-Qur-an di kuburan adalah BID'AH. Menurut Imam asy-Syafi'i, pahala bacaan al-Qur-an tidak akan sampai kepada si mayit (orang yang sudah mati).


Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum'at (hari Jum'at menjelang khatib naik mimbar, tambahan-peny), ketika mengawali atau menutup majlis ta'lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting.

Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur'an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.

Al-Qur'an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Al-Qur'an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur'an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya).

Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca surat Yasin. Sebagaimana surat-surat Al-Qur'an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum'at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.

Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur'an serta mengamalkannya.

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN
Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena sebagaimana dikemukakan diatas fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah.

Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya).

HADITS DHA'IF (Lemah) dan MAUDHU' (Palsu)
Adapun hadits-hadits yang semuanya dha'if (lemah) dan atau maudhu' (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :

1. " Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum'at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya".(Ibnul Jauzi, Al-Maudhu'at, 1/247).

Keterangan :
Hadits ini Palsu.
Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya.
Imam Daruquthni berkata : Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. (Periksa : Al-Maudhu'at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I'tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua'ah hal. 268 No. 944).

2. " Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya".

Keterangan :
Hadits ini Lemah.
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu'jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma'in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Periksa : Mizanul I'tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465).


3. " Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid".

Keterangan :
Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu'jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa'id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (Periksa :Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I'tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).

4. " Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya".

Keterangan :
Hadits ini Lemah.
diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja'. Atha' bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.(Periksa : Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I'tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22).

5. "Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an dua kali". (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman).

Keterangan :
Hadits ini Palsu.
(Lihat Dha'if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani).

6. "Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an sepuluh kali". (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman).

Keterangan :
Hadits ini Palsu.
(Lihat Dha'if Jami'ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani).

7. "Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur'an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur'an sepuluh kali".

Keterangan :
Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 3048) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman.
Ayah Ibnu Abi Hatim berkata : Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa : Silsilah HaditsDha'if No. 169, hal. 202-203)

Imam Waqi' berkata : Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa'i : Muqatil bin Sulaiman sering dusta.(Periksa : Mizanul I'tidal IV:173).

8. "Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi".

Keterangan :
Hadits ini Lemah.
Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar : Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. (Periksa :Taqrib I:355, Mizanul I'tidal II:283).

9. "Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu".

Keterangan :
Hadits ini Lemah.
Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).

10. " Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza') melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya".

Keterangan :
Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa'i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu 'Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadits. (Periksa : Mizanul I'tidal IV : 90-91).

Penjelasan
Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu).

Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata : Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri.

Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur'an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur'an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur'an. (Periksa : Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha'if,hal. 113-115).

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini.

Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur'an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala.

Wallahu A'lam bish shawab

Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Jinn. Dinamai Ya Sin karena dimulai dengan huruf Ya Sin. Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang terdapat pada ayat permulaan surah ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah bersumpah dengan Al-Quran bahwa Muhammad SAW benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul.
Pokok-pokok isi

1. Keimanan: Bukti-bukti adanya hari berbangkit; Al Quran bukanlah syair; ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah; syurga dan sifat-sifat-Nya yang disediakan bagi orang-orang mukmin; mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya; anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.
2. Kisah: Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.s dengan penduduk Anthakiyah.
3. Dan lain-lain: Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik; Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan; semua bintang- bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah; ajal dan hari kiamat datangnya secara tiba- tiba; Allah menghibur hati Rasulullah SAW terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.
Tradisi

Surah ini mempunyai kedudukan tersendiri dalam tradisi kehidupan sebagian umat Islam. Meskipun keabsahan tradisi tersebut diperdebatkan, surah Ya Sin sering dibaca pada waktu-waktu tertentu seperti ketika seseorang sedang menghadapi sakratul maut, malam Jumat, malam Nisfu Sya'ban, tahlil, dan lain sebagainya.
Tradisi

Surah ini mempunyai kedudukan tersendiri dalam tradisi kehidupan sebagian umat Islam. Meskipun keabsahan tradisi tersebut diperdebatkan, surah Ya Sin sering dibaca pada waktu-waktu tertentu seperti ketika seseorang sedang menghadapi sakratul maut, malam Jumat, malam Nisfu Sya'ban, tahlil, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar