09 Juli 2011

Technopreneurship

Kompetensi Technopreneurship
Guru yang memiliki jiwa Technopreneurship (teknologi dan jiwa kewirausahaan) adalah mereka yang selalu melakukan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi dan kewirausahaan. Kompetensi TIK saat ini sudah bukan menjadi kewajiban, melainkan kebutuhan. Penguasaan TIK akan sangat membantu proses pembelajaran dan pengembangan karir ke depan.

Dasar kewirausahaan Guru masa depan:
* Visi, Misi & Manajemen Diri
Guru, dalam pemahaman lebih personal, harus pula memiliki visi misi yang jelas serta manajemen diri yang terukur dan terstruktur.
Sebagai contoh, seorang Guru yang memiliki visi misi menjadi penulis, maka dia akan berupaya mengikuti kegiatan workshop menulis.

* Membangun Brand
Brand atau merek adalah kesan yang kuat dalam pikiran orang lain pada produk, jasa ataupun individu (Eleri Sampson, Build Your Personal Brand). Sebagai Guru pun harus dapat membangun ‘merek’ yang istimewa di hadapan murid, orang tua sesama profesi Guru ataupun pihak atasan.

Dalam konsep Marketing Strategy (Strategi Pemasaran) perusahaan, dikenal istilah STP (Segmentation, Targeting & Positioning). Konsep ini dapat pula diimplementasikan untuk mengembangkan karir dan masa depan Guru, dengan pemahaman sebagai berikut:

Segmentation, seorang Guru sejak awal sudah harus menentukan kompetensi apa yang akan menjadi prioritas, menentukan pihak-pihak yang akan berhubungan dengan diri, serta prioritas kegiatan yang akan diikuti sehingga mendukung proyeksi masa depan.

Targeting, setiap Guru harus memiliki tujuan/goal dan tahapan-tahapan target yang jelas.

Positioning, seorang Guru sejak awal dapat memahami posisi saat ini, dan harus melakukan apa memposisikan diri ke depan; sebagai peneliti, penulis buku/artikel, atau pemimpin bagi diri, kelas, kelompok, sekolah, group sekolah, dan sete rusnya.

Guru yang berkemampuan “TECHNOPRENEURSHIP” (Teknologi dan Jiwa Kewirausahaan), tak akan pernah ketinggalan jaman, karena semua informasi dapat diakses dan dianalisa terlebih dahulu sebelum karyanya diterbitkan.

Pertanyaan selanjutnya? Sudahkah Guru memiliki kemampuan daya analisa yang memajukan kemanusiaan tertinggi sebagai manusia? Di tengah kemajuan teknologi, kemajuan diri sebagai manusia tetaplah menjadi yang utama.

Bukan karena tidak ada rintangan kita menjadi optimis tapi karena kita optimis rintangan menjadi tidak ada

Bukan karena semua baik kita tersenyum tapi karena kita tersenyum semuanya menjadi baik.

Memang hidup kita penuh berkah….(M Arif Romadoni)
MENJADI PENGUSAHA
GURU KREATIF
GURU INOVATIF
GURU INSPIRATIF
GURU ABAD 21

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar