01 Juli 2009

PLANET JOVIAN

Planet dibagi menjadi dua golongan berdasarkan sifat fisisnya, lho.
Pertama adalah kelompok Planet Terestrial; yaitu planet yang memiliki sifat "kebumian" baik ukuran, massa, massa jenis, maupun komposisi kimianya (mereka semua memiliki permukaan padat).
Contohnya adalah; Merkurius, Venus, Bumi dan Mars
Nah yang kedua adalah kelompok Planet Jovian; yaitu planet yang tidak memiliki sifat "kebumian" , planet-planet ini tersusun atas kumpulan gas.
Mereka adalah planet gas besar tanpa permukaan padat yang bisa di pijak. Planet-planet ini memiliki tekanan yang besar sehingga bisa menghancurkan segala sesuatu yang masuk ke dalam atmosfernya.
Planet Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus merupakan planet Jovian.
Raksasa gas adalah planet besar yang tidak terdiri dari bebatuan atau benda padat lainnya. Raksasa gas mungkin memilik inti batu atau besi; dalam kenyataan, diharapkan gas raksasa mungkin memiliki inti tersebut supaya dapat terbentuk; tetapi mayoritas inti masanya dalam bentuk gas (atau gas yang terkompresi dalam bentuk cair). Tidak seperti planet batuan, raksasa gas tidak memiliki permukaan yang didefinisikan dengan jelas. Istilah seperti diameter, area permukaan, isi, suhu permukaan dan kepadatan permukaan mungkin menuju ke lapisan terluar yang tampak dari luar, misal dari Bumi.
Ada empat raksasa gas dalam tata surya kita: Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Mereka juga dikenal sebagai planet Jovian.
Uranus dan Neptunus sering dikatakan oleh ilmuwan di zaman dahulu sebagai sub-kelas terpisah dari planet raksasa, raksasa es atau planet Uranian dikarenakan struktur mereka yang terbentuk dari es dan batu dan gas, yang berbeda dari raksasa gas "tradisional" seperti Jupiter dan Saturnus. Ini dikarenakan proporsi dalam hidrogen dan helium lebih rendah dari planet terakhir yang disebut, mungkin karena jarak mereka yang sangat jauh dari Matahari.

Planet adalah suatu benda gelap yang mengorbit sebuah bintang(Matahari).
Pengelompokan planet:

Berdasarkan dijadikannya Bumi sebagai pembatas;
Planet Inferor,yaitu planet yang orbitnya di dalam orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet inferior adalah Merkurius dan Venus.
Planet Superior,yaitu planet yang orbitnya berada di luar orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet superior adalah Mars, Yupiter, Saturnus ,Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Berdasarkan dijadikannya lintasan asteroid sebagai pembatas;
Planet Dalam,yaitu planet yang orbinya di sebelah dalam lintasan asteroid.Yang tergolong planet dalam adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Luar,yaitu planet yang orbitnya di sebelah luar lintasan asteroid.Anggota planet luar adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Berdaarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya;
Planet Terestrial/Kebumian,yaitu planet yang ukuran dan komposisi penyusunnya (batuan) mirip dengan Bumi.Yang termask planet terrestrial adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Jovian/Raksasa,yaitu planet yang sangat besar dan komposisi penyusunnya mirip Yupiter(terdiri dari sebagian besar es dan gas hydrogen).Yang tergolong dalam planet Jovian adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Hukum Gerakan Planet:
Hukum I Kepler:”Orbit(lintasan dalam mengitari Matahari) planet berbentuk elips dengan Matahari berada pada salah satu titik apinya.
Hukum II Kepler:”Garis hubung planet-Matahari akan menyapu daerah yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama.
Hukum III Kepler:”Jarak rata-rata planet ke Matahari pangkat tiga dibagi periode sideris kuadrat merupakan bilangan konstan” atau “Pangkat dua kala revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga jarak planet ke Matahari.

Penggolongan Planet

Planet adalah benda langit yang gelap, merupakan bagian dari keluarga Matahari, planet bergerak dengan arah yang sama, tetapi jarak dan lintasannya berbeda.
Ada tiga kelompok Planet dari delapan,yaitu :

Pengelompokan planet dengan lintasan asteroid sebagai pembatasnya (Plenet Dalam dan Planet Luar)
Pengelompokan planet berdasarkan Bumi sebagai pembatasnya (Imperior dan Superior Planet)
Pengelompokan planet berdasarkan ukuran dan komposisi penyusunnya


Planet dalam, yang Planet Dalam merupakan planet-planet yang lintasannya terletak di antara Bumi dan Matahari atau planet-planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih pendek dari jarak rata-rata Bumi ke Matahari. meliputi : Mercurius dan Venus

Plane luar, Planet Dalam merupakan planet-planet yang lintasannya terletak di luar lintasan Bumi dan Matahari meliputi : Mars; Jupiter; Saturnus, Uranus dan Neptunus.
Planet terbagi lagi sesuai dengan materil dan komposisinya, yaitu :

Planet Jovian
Planet Jovian Planet adalah planet-planet raksasa yang komposisi materi penyusunnya bukan berupa batu atau material yang padat , melainkan gas. Planet yang termasuk Jovian planet adalah Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
Teresterial Planet
Teresterial Planet atau telluric planet adalah planet-planet yang komposisi materi penyusunnya berupa batuan silikat. Planet-planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
Tentang pembagian planet adalah yang disebut dengan imferior dan superior planet.

Planet inferior (inferior planets),yaitu planet-planet yang lintasannya di antara Bumi dan Matahari,terdiri atas Merkurius dan Venus.
Planet Superior (superior planets), yaitu planet-planet yang lintasannya di luar Bumi,terdiri atas Jupiter,Saturnus,Uranus,dan Neptunus.
Perlu anda ketahui planet-planet tersebut di atas mulai terbentuk sekitar 4,6 miliyar tahun. Materi yang terdekat ke Matahari membentuk empat planet berbatu, yaitu Mercurius, Venus, Bumi, dan Mars. Dibagian cakram luar yang bersuhu lebih dingin terbentuk benda-benda angkasa berbatu pejal. Benda-benda ini menarik sejumlah besar gas kea rah mereka, inilah planet tersbut planet yang diliputi gas, yaitu : Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Terbentuknya Pluto dari materi lain dan sekarang dengan hasil penelitian terbaru Pluto tidak termasuk planet ke Sembilan karena ukurannya kecil bahkan ukurannya lebih besar dari asteroid.
Definisi Tata Surya
Anda masih bertanya-tanya tentang apa yang ada di alam raya. Di alam raya ini ribuan bahkan jutaan, milyar bintang. Matahari merupakan salah satu dari milyaran bintang yang disebut Keluarga Matahari artinya Matahari sebagai pusat sistem Tata Surya dan Matahari di kelilingi planet-planet. Anda ingin tahu informasinya tentang planet yang bercincin indah, komet berekor, dan hujan meteor?

Definisi Tata Surya
Tata Surya (Solar System), istilah lain kerajaan Matahari (The kingdom of the sun) sebutan lain Keluarga Matahari (The sun and its family), adalah suatu sistem yang teridiri dari Matahari sebagai pusat Tata Surya itu dan di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang beralih), satelit, dan asteroid Matahari adalah bintang yang terdekat dengan bumi, dan merupakan bola gas panas terutama terdiri dari hidrogen. Volumenya sangat besar ±1300.000 buah planet seukuran Bumi; 109 buah bola Bumi dapat menutupi permukaan luarnya. Suhu dalam inti matahari ±15 juta derajat selsius, disinilah berlangsung reaksi nuklir yang mengubah hidrogen menjadi helium.

Susunan Tata Surya
Susunan Tata Surya adalah Matahari dan keluarga benda antariksa yang mengelilinginya.
Tata Surya yang terdiri dari matahari sebagai objek terbesar, berikutnya Yupiter, sebagai planet terbesar, dan diikuti planet-planet lainya Matahari merupakan pusat (raja) sebagai pusat dari tata surya yang dikelilingi oleh planet tersusun sebagai berikut :

Mercurius
Venus
Bumi
Mars
Jupiter
Saturnus
Uranus dan
Neptunus
Tidak saja di kelilingi delapan planet ini tetapi juga komet dan asteroid dan benda langit lainnya.

Mercurius
Mercurius adalah planet dalam yang terkecil dan termasuk paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke Matahari 58 juta Km, dan memiliki garis tengah 4.880 Km.
Mercurius tidak mengnadung atmosfer, suhu disekitar planet berkisar antara -200 C _ +400 C. Grafitasi mercurius kurang lebih hanya sepertiga kali grafitasi bumi.

Venus
Planet Venus merupakan planet terdekat dengan Bumi yang memiliki garis tengah 12.104 km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 dan tekanan udaranya 20 atmosfer ( 20 kali tekanan udara di bumi ), permukaan Venus ditutupi awan tebal sehingga mencapai 48 km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa terdapat formasi batuan muda dan pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang meliputi CO2,N dan O2 .

Bumi
Bumi merupakan planet urutan ketiga, dan satu-satunya planet yang dihuni oleh mahluk hiup dan terdiri komposisi sebagai berikut :Lapisan biosfer,teridri dari unsure nikel dan ferum, dan tebalnya ±3.470 Km.

lapisan antara ± tebalnya 1.700 Km dan terdiri dari batuan meteorit.
Lapisa litosfer, yang terdiri dari lapisan Si al karena terdiri dari SiO2 dan Al2 dan O3 dan bagian Si ma terdiri dari Si O2 dan Mg0 serta Al 2 O3, Tebal antara Sial dan Sima tidak teratur, dipegunungan letaknya sangat dalam sedangkan di laut bagian Si al langsung berhubungan dengan Si ma.
Planet bumi merupakan planet yang istimewa, karena bumi bukan hanya tempa hidup dan kehidupan manusia semata tetapi juga mahluk hidup lainya berkembang biak dengan baik
Planet Bumi memilki satelit yaitu Bulan.

Mars
Mars adalah termasuk planet lua dilihat dari lintasannya antara Bumi dan mMatahari, juga termasuk planet yang terdekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 km, beredar mengelilingi Matahari dalam waktu 687 hari, waktu rotasinya 24 jam 37 menit 21 detik. Sperti planet lain Mars memiliki dua satelit, yaitu 1. Deimos berdimensi 10x12x16km dan periode orbitnya 30,3 hari. Deiomos terbit dan terbenam seperti Bulan di Bumi.

Yupiter
Yupiter adalah merupakan planet terbesar dengan diameternya 130.000 km. Jarak rata-rata ke matahari 5,2 SA atau ±778 juta km, dan struktur yupiter hamper sama dengan struktur Matahari, yang kebanyakan terdiri dari hydrogen serta campurannya adalah NH3, amoniak, helium, dan metan.

Saturnus
Planet Saturnus planet besar kedua setelah Yupiter, jarak rata-rata ke Matahari ±1.426 juta km, kala revolusi planet ini 29,5 tahun dan waktu yang diperlukan untuk berputar pada sumbunya 10 jam. Saturnus memiliki 17 satelit yang paling menonjol adalah Titan, Tethys, Rea, Dione, dan tiga cincin yang indah, ketiga cincinnya adalah terurai sebagai berikut:

Cincin A merupakan cincin luar garis tengahnya 260.000 km
Cincin B merupakan cincin tengah garis tengahnya rata-rata 152.000 km
merupakan cincin dalam garis tengahnya 160.000 km

Uranus
Planet Uranus jarak rata dengan Matahari ±2.869 juta km, beredar mengelilingi Matahari dalam waktu 84 tahun dengan kecepatan rotasinya 11 jam. Planet ini berdiameter 49.700 km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen dan metan. Planet ini mempunyai 5 satelit yaitu, Miranda,Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Keistimewaan planet ini letak sumbu rotasinya sebidang dengan bidang revolusi Pada Uranus matahari bergesar dari Utara ke kutub Selatan dalm periode revolusinya.

Neptunus
Planet Neptunus adalah merupakan planet yang terjauh dengan Matahari, jaraknya 4.495 jutakm dengan Matahari,dan beredar mengelilingi Matahari dalam waktu 165 hari waktu rotasinya 15 jam. Satelit yang dimiliki Neptunus ada dua yaitu Triton yang berdiameter 4.000 km, mempunyai atmosfer, dan bentuknya mirip Pluto, sedangkan Nereid diameternya 2000 km, letaknya lebih jauh dari Bumi bila dibandingkan dengan Triton.

Sistem Matahari
Matahari adalah pusat dari Tata Surya. Matahari adalah sebuah bintang yang tidak berbeda dengan lain.

Matahari adalah suatu bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber energinya ke segala arah
Matahari merupakan pusat Tata Surya terdiri dari Matahari, dan planet-planet (salah satu adalah Bumi), dan semua benda lain yang berjalan mengedari Matahari
Bagi kita matahari itu super besar, tetapi ternyata di jagat raya Matahari termasuk bintang yang berukuran kecil
Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, sehingga jika Matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong,
Matahari dapat menampung lebih 1 juta bumi
Selain itu matahari dengan energinya dan memungkingkan adanya kehidupan di muka bumi
Energi Matahari
Energi yang dipancarkan matahari setiap detiknya disebut LUMINOSITAS MATAHARI dan sampai sekarang masih menjadi perdebatan, maka muncul berbagai teori tentang sumber energi dan cahaya matahari, antara lain :

Teori Meteor (JR Majer)
Matahari memiliki massa yang cukup besar yang mampu menarik meteor- meteor dalam jumlah yang besar. Meteor-meteor tersebut berjatuhan di permukaan matahari. umbukan- tumbukan tersebut menghasilkan panas.

Teori Kontraksi (H. Helmholz)
Energi dan cahaya Matahari terpnacar karena bola matahari mengalami pengerutan (kontraksi)

Teori Radioaktif
Energi dan cahaya Matahari terjadi karena adanya proses radioaktif di bola Matahari

Teori Reaksi Inti (Dr Bethe)
Dalam keadaan panas dan tekanan yang sangat tinggi, atom di Matahari kehilangan elektron sehingga terjadi atom telanjang (inti) yang bergerak bebas (energi) dan cahaya

Komet Dan Asteroid
Asteroid merupakan materi batuan yang kedudukannya terletak diantara Mars dan Yupiter. Materi dari Astroid tersebut sebagian gagal menjadi planet karena adanya gaya gravitasi Yupiter yang sangat kuat dan berlangsung secara terus menghancurkan sebagian materinya. Akibatnya hamparan materi itu menjadi sabuk asteroid, yang sekarang menjadi bongkahan cincin raksasa dan serpihan batuan.

Asteroid juga merupakan benda angkasa yang ukurannya kecil jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri merupakan batu-batuan yang juga bergerak mengelilingi Matahari, ukurannya sangat kecil atau istilah yang lainnya disebut sebagai bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240km.

Asteroid menempati sabuk utama yang berada diantara orbit Mars dan Jupiter. Asteroid pertama kali ditemukan 1 januari 1801. Di antara pecahannya batuan terbesar dinamakan Ceres yang bergaris tengah 480 mil,mengelilingi Matahari dalam waktu 4,5 tahun.
Komet merupakakumpulan bongkahan batuannyang diselubungi kabut gas, ketika mendekati Matahari Komet mengeluarkan gas yang bercahaya pada bagian kepala, dan semburan cahaya pada ekornya. Diameter komet termasuk selubung gas ±100.000 km.
Komet semakin dekat dengan Matahari, makin besar tekanan cahaya Matahari yang diterimanya dan semakin panjang ekornya.

Ekor komet terdiri CO,CH dan gas labil CH2 dan H2O
Komet dalam bahasa Yunani artinya bintang berekor dan komet ini adalah benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang sangat kecil yaitu debu, temperatur dengan gas yang sangat tipis, sehingga gaya gravitasinya sangatlemah.
Ada dua jenis komet yaitu :

1. Komet berekor
Komet berekor yaitu komet yang linasannya berbentuk elips, komet ini bila lintasnya dekat dengan Matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi di daerah dingin untuk membentuk ekor
2. Komet tak berekor
Komet tak berekor, yaitu komet yang lintasannya sangat pendek sehingga tidak memiliki kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin, pada mendekati Matahari komet ini membentuk koma dan ekor

Meteor dan Meteorid
Anda pernah mendengar informasi batu meteor jatuh ke Bumi dan bagaimana prosesnya, ….
Yuk kita perhatikan uraian meteor berikut ini.

Meteor adalah bongkahan batuan kecil dan debu yang berterbangan di angkasa, benda ini banyak terdapat dieskitar tatasurya, karena bergerak terus dalam antariksa, diperkirakan setiap tahunya lebih dari 2.00.000 ton batuan menghujani atmosfer.

Ketika berada diangkasa benda-benda meteor disebut meteorid, tetapi ketika masuk dan bergesekan dengan atmosfer hingga menimbulkan api, disebut meteor. Yang sering kita lihat pada malam hari berupa lintasan cahaya, itulah meteor yang terdeka. Terlihat dengan mata kita sedikit tetapi ketika kita melihat dengan menggunakan teropong jumlahnya cukup banyak, bahkan milyaran meteor jatuh ke Bumi setiap harinya.

Meteor disebut juga bintang beralih adalah benda kosmis yang ukuranya amat kecil yang bias disebut debu, pasir, atau kersik langit yang mengelilingi Matahari, dan benda ini bila tertarik ke Bumi akan menekan udara sehingga udara menjadi panas dan meteor pun terbakar.
Pembakaran meteor umumnya tidak lama karena materi kosmis tersebut tidak besar, oleh sebab itu cahaya meteor cepat padam

Meteorid adalah merupakan meteor yang ukuranya sangat besar sehingga tidak terbakar habis ketika memasuki atmosfer Bumi.
Batu meteor (meterorid) dibedakan menjadi :

Meteorid batu, yaitu batu meteor yang banyak mengandung kalsium dan magnesium.
Meteor besi-nikel, yaitu batu meteor yang mengandung besi 90 %, dan nikel 80%
Toktit, yaitu batu meteor yang mengandung asam kiesel 80 %.
Hujan Meteor.
Meteor yang jatuh ke Bumi dalam jumlah yang banyak, itu terlihat di malam-malam tertentu ketika langit dalam keadaan cerah, peristiwa semacam ini disebut dengan hujan meteor, ketika kita lihat seolah-olah meteor itu berasal dari satu titik, yang dinamakan radian, sebenarnya meteor itu bukan berasal dari sebuah titik







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar