05 Juni 2011

Being A Young Entrepreneur, Why Not?


Being A Young Entrepreneur, Why Not?tujuan memunculkan ketertarikan anak muda Indonesia terhadap wirausaha dan menumbuhkan motivasi berwirausaha dalam diri anak muda, serta membuka mata anak muda akan pentingnya memulai usaha di usia dini, maka diselenggarakanlah seminar dengan tema “Being A Young Enterpreneur, Why Not?”.

Materi yang dibahas terbatas pada pemberian motivasi mengapa menjadi wirausaha itu penting, bagaimana menjadi wirausaha di usia muda dan pengalaman dari wirausaha – wirausaha yang sudah lebih dulu terjun ke dunia kewirausahaan, serta sedikit gambaran mengenai kewirausahaan di negara lain (Jepang dan Cina).

Tema "Being A Young Entrepreneur, Why Not?" merupakan tema yang diusung seminar yang diadakan di Aula Student Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Selasa, 8 Februari 2011 lalu. Seminar ini diselenggarakan oleh AIESEC Universitas Indonesia.

AIESEC merupakan organisasi anak muda, global, terbesar di dunia yang berada di 110 negara, bergerak dalam pengembangan kepemimpinan melalui kegiatan exchange program. AIESEC merupakan wadah yang memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menggali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka sehingga dapat memberikan pengaruh positif di masyarakat.

Salah satu kegiatan AIESEC adalah PBoX (Project Based on eXchange) dimana proyek ini diselenggarakan dengan tujuan memberi pengaruh positif pada masyarakat dan mendidik masyarakat, terutama anak muda mengenai isu-isu penting, salah satunya yakni isu entrepreneur. PBoX ini melibatkan partisipan exchange AIESEC yang berasal dari negara lain, sehingga membuat proyek ini berbeda dan unik.

Entrepreneur : Enlighten Young Generation of Future Entrepreneur yang diselenggarakan oleh AIESEC Universitas Indonesia bekerja sama dengan NGO Enterprise Asia ini terdiri atas 3 event yaitu opening, learning, dan closing.

Seminar “Being A Young Entrepreneur, Why Not?” yang baru saja terselenggara ini merupakan opening event dari PBoX Entrepreneur. Pembicara dalam seminar antara lain, Sonny B. Sofjan (Pendiri PILLAR Business Accelerator), Hendy Setiono (Pemilik ‘Baba Rafi’/Pemenang Asia Pacific Entrepreneur Award) dan AIESEC ‘s Exchange Participants (Seiji, dari Jepang dan Carol, dari Cina)

Diharapkan setelah mengikuti seminar ini, selanjutnya peserta akan termotivasi untuk menjadi wirausaha. Dan, apabila peserta ingin melanjutkan mendapatkan ilmu, berdiskusi, serta sharing ide-ide wirausaha dengan para wirausahawan yang telah sukses, mereka dapat mengikuti rangkaian selanjutnya dari PBoX Entrepreneur ini, yaitu Entrepreneurship Clinic: Find Your Own Business.

Dalam Clinic ini peserta akan melakukan focus group discussion (FGD) dalam kelompok kecil (5-8 orang) dimana para peserta bebas berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para mentor, yang merupakan wirausaha-wirausaha yang telah sukses di bidangnya. Clinic ini akan dilakukan satu hari saja untuk setiap kelompok, dengan tanggal yang akan ditentukan sesuai ketersediaan jadwal dari anggota kelompok dan mentornya itu sendiri, dalam kurun waktu antara tanggal 20 Februari 2011 – 5 Maret 2011.

Setelah itu dilanjutkan dengan mengikuti closing event dari PBoX Entrepreneur ini yaitu Youth Entrepreneurs Conference yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 - 6 Maret 2011. Pada konferensi ini, peserta akan mendapatkan ilmu mengenai kewirausahaan dari yang tingkat dasar (basic) hingga tingkat mahir (advance). Mulai dari bagaimana melahirkan rancangan ide bisnis wirausaha yang berprospek, mencari modal/sumber dana, hingga mempertahankan bisnis, dan sebagainya, semuanya dikemas secara lengkap dan menarik dalam conference ini.

Materi-materi dalam conference ini pun akan disampaikan oleh wirausaha-wirausaha handal yang telah terbukti sukses di bidangnya. Oleh karena itu dapat dikatakan PBoX Entrepreneur ini merupakan One Stop Entrepreneur Service dimana seseorang bisa mendapatkan segalanya—mulai dari motivasi hingga ilmu bermanfaat—tentang entrepreneurship.

Kembalikan Semangat Kerja Anda!
UNTUK bisa mencapai kesuksesan, seseorang dituntut bekerja tekun dan profesional. Bahkan untuk menunjukkan dedikasinya terhadap perusahaan, tak jarang banyak orang yang bekerja tanpa menghiraukan waktu. Namun terkadang, jenuh menghampiri mereka. Keinginan cepat pulang dan lepas dari tanggung jawab kerja sering pula menimpa mereka. Lalu bagaimana menjaga dan mengembalikan semangat kerja seseorang? Berikut ini tips yang dapat Anda lakukan..

Istimewa1.Dapatkan gairah kerja dengan secangkir kopi

Anda tidak harus minum lima cangkir setiap hari. Yang Anda perlukan adalah bekerja dengan didampingi minuman favorit Anda. Saat ini kopi memang menjadi pilihan bagi penggila kerja. Hal tersebut karena kopi juga dapat menghindarkan kantuk saat bekerja. Namun bagi yang tidak suka kopi, kehadiran secangkir teh juga diperlukan untuk mendongkrak semangat kerja Anda.

2.Berjalan kaki saat mencari makan siang

Pergi dengan berjalan kaki saat waktu istirahat makan siang dapat menjadi cara untuk me-refresh penat yang ada di kepala Anda. Selain itu, udara yang segar dan pemandangan berbeda akan membuat Anda segar kembali untuk bekerja.

3.Berteman dengan rekan kerja

Hubungan personal sangat penting untuk menjaga keharmonisan ruang kerja Anda. Bayangkan jika Anda harus melihat 'musuh' Anda saat bekerja. Karena itu, membina hubungan dengan rekan kerja Anda mutlak diperlukan untuk menjaga kesegaran Anda saat bekerja. Selain itu, Anda terkadang juga butuh seseorang untuk bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai tugas Anda.

Foto: Istimewa4.Pajang foto keluarga atau gambar hewan kesayangan

Terkadang dalam waktu tertentu atau saat Anda tertekan dengan pekerjaan, kehadiran foto orang yang paling Anda cintai atau gambar hewan kesayangan sangat diperlukan. Selain akan memberikan kenyamanan pada tempat kerja Anda, juga dapat menghilangkan tekanan kerja Anda karena kenangan pada foto atau gambar kesayangan Anda.

Foto: Istimewa5.Ciptakan lingkungan kerja yang bersih

Menjaga kondisi tempat kerja Anda agar selalu bersih merupakan hal wajib untuk menjaga kestabilan kerja Anda. Tempat kerja yang kotor tentu membuat Anda cepat lelah dan tidak betah berlama-lama.

6.Jangan mengenakan pakaian yang menyiksa

Ketidaknyamanan dalam berpakaian, misalnya karena dasi yang terlalu mencekik atau rok yang terlalu tinggi dapat membuat suasana kerja tidak kondusif. Anda cepat bosan karena terpikir ingin segera pulang dan melepas baju yang membuat Anda tersiksa.

7.Posisikan diri senyaman mungkin

Terkadang lingkungan kerja Anda yang bising mempengaruhi mood dan kinerja Anda. Untuk menyingkirkan kebisingan, tidak salah jika Anda mengenakan earphone Anda untuk mendengarkan musik kesayangan Anda.

8.Bawa makanan kecil

Lapar menjadi salah satu pembunuh bagi kreativitas dan konsentrasi seseorang. Jadi, usahakan Anda selalu membawa makanan kecil di tempat kerja. Nah, bagi Anda yang harus dihadapkan pada rutinitas kerja sepanjang waktu, tentu tips di atas patut dicoba. Selamat mencoba!


Kesalahan-Kesalahan Yang Menghalangi Jalan menuju Kekayaan

saya ingin berbagi sedikit mengenai kesalahan-
kesalahan finansial yang sering dilakukan sehingga
menghalangi jalan menuju kaya.

Pensiun sejahtera tentunya menjadi keinginan setiap orang.
Sayangnya, dalam kenyataannya hanya sebagian kecil orang
yang berhasil mencapai kondisi ini. Sisanya? Kebanyakan
orang terpaksa terus bekerja hingga tua, atau hidup
bergantung pada keluarga.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena
sepanjang hidupnya, kebanyakan orang cenderung melakukan
kesalahan-kesalahan finansial. Banyak yang menganggap
kesalahan ini tidak penting, sehingga menutup matanya
dan membiarkan dirinya tetap salah secara terus-menerus.
Akibatnya akan fatal bagi keuangan di masa tuanya.

Apa saja kesalahan finansial yang sering dilakukan orang?

1. Tidak menentukan tujuan
Bila Anda tidak tahu mau kemana, bagaimana Anda bisa sampai?
Untuk membangun kekayaan, pertama Anda harus memiliki tujuan.
Terlebih dahulu Anda harus menetapkan jumlah uang yang Anda
inginkan, setelah itu baru Anda bisa membuat rencana keuangan.

2. Tidak mengatur pengeluaran kecil
Anda mungkin tahu berapa pengeluaran umum Anda, tetapi apakah
Anda menyadari berapa total uang yang Anda keluarkan untuk
hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil,
terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah
dijumlahkan akan bernilai besar.

3. Menyerahkan seluruh pengaturan keuangan pada orang lain
Anda perlu ikut serta dalam membuat rencana keuangan. Dengan
adanya partisipasi ini, maka Anda akan lebih memahami kondisi
finansial Anda sekarang. Dan Anda mengurangi ketergantungan
terhadap orang yang mengatur keuangan Anda.

4. Mengambil cicilan rumah 30 tahun
Tiga puluh tahun adalah jangka waktu yang terlalu panjang
untuk sebuah kredit. Anda akan berakhir dengan membayar
harga 2 hingga 3 kali harga yang seharusnya bila Anda
bersikeras mencicil tagihan hingga 30 tahun. Ambillah
jangka waktu yang lebih pendek, misalnya 15 tahun. Hal
ini akan menghemat banyak uang Anda.

5. Terlalu banyak hutang
Ingatlah bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus
Anda bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan
secara terus-menerus akan mengikis keuangan Anda. Apabila
Anda ingin sehat secara finansial, Anda harus membayar semua
hutang Anda secepat mungkin.

6. Tidak cukup persiapan pensiun atau terlambat memulai
Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin
cepat Anda memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu
Anda tabung setiap bulannya.

7. Menggunakan tabungan hari tua Anda sebelum waktunya
Ingat, apapun yang terjadi, jangan pernah menggunakan uang
pensiun Anda. Kalau tidak, akibatnya akan fatal. Bisa-bisa
Anda pensiun tanpa dana sama sekali.

pembaca, selalulah waspada pada kesalahan-kesalahan
finansial. Jangan sampai kesalahan-kesalahan seperti itu
Apakah Anda Terlalu Banyak Utang?

Hari ini saya ingin berbagi sedikit mengenai utang. Sebenarnya
tidak semua utang itu buruk, hanya saja dalam kenyataannya
kebanyakan orang tidak tahu cara mengelola utang sehingga pada
akhirnya utang akan menghancurkan kehidupan finansial mereka.

Penggunaan utang untuk keperluan konsumsi adalah kebiasaan buruk.
Terlalu banyak utang negatif ini akan menyebabkan semakin besarnya
beban bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya. Pada akhirnya,
orang tersebut akan menjadi budak utang karena harus bekerja hanya
untuk membayar bunga kredit.

Tentunya saya tidak ingin hal ini terjadi pada pembaca
Oleh karena itu untuk berjaga-jaga, dibawah ini saya cantumkan
beberapa petanda kalau-kalau saja pembaca sudah terkena
masalah utang:
1. Punya kartu kredit hingga 2-3 buah, atau bahkan lebih
2. Menggunakan kartu kredit hingga ke pembelian barang-barang
kebutuhan sehari-hari seperti makanan.
3. Setelah membayar tagihan, kembali berbelanja lebih banyak
dari tagihan sebelumnya.
4. Kartu kredit sudah hampir mencapai limit, atau bahkan ditolak
karena sudah overlimit.
5. Tidak tahu jumlah utang secara pasti.
6. Hanya bisa mencicil pembayaran minimum dari utang.
7. Tidak memiliki tabungan.
8. Ditelpon oleh penagih utang.
9. Berbohong pada pasangan/keluarga tentang pengeluaran yang
sesungguhnya.

Semakin banyak poin diatas yang sesuai dengan kondisi
pembaca, semakin besar peluang Anda terlibat
masalah utang. Waspadai selalu jebakan-jebakan utang, agar
kehidupan finansial pembaca tidak diperbudak oleh
utang.



Apa Saja Investasi ala Orang Indonesia?

berikut adalah artikel
menarik yang kami kutip dari DetikFinance.Com:

Bagaimana strategi investasi di tengah kondisi krisis terkini?
Investor Indonesia, layaknya investor Asia lainnya, ternyata masih
cukup konservatif. Mereka umumnya tak mau mengambil investasi yang
terlalu berisiko.

Apa saja pilihan investasi orang Indonesia? Menurut survei dari ING
Securities Indonesia, investor Indonesia selama triwulan III-2009
ternyata masih memilik investasi dalam bentuk uang tunai (95%) dan
emas (76%).

Sementara untuk periode triwulan IV-2008, hanya sedikit yang ingin
berinvestasi dalam saham lokal. Bagaimana sisanya?
* Sebanyak 37% investor Indonesia mengatakan berminat untuk
investasi pada uang tunai pada triwulan IV-2008
* 14% berminat untuk investasi sektor properti
* 29% berniat investasi emas
* 10% akan berinvestasi pada dana pensiun.


"Kami menganjurkan investor untuk tetap mempertahankan rencana
investasi jangka panjang mereka ditengah gelombang pasar yang kita
saksikan sekarang ini," kata Alan Harden, CEO ING Investment
Management Asia/Pasifik dalam siaran persnya, Rabu (15/10/2008).

Ia mengaku tetap optimistis dengan kondisi ekonomi dan keuangan Asia,
dan dalam jangka panjang pasar-pasar di Asia masih akan memiliki
kinerja yang lebih baik ketimbang AS ataupun Eropa.

Indeks Sentimen Investor

Sementara survei triwulanan ING menunjukkan, indeks sentimen investor
di Asia turun hingga 39% ke posisi 86 di triwulan III-2008,
dibandingkan posisi 141 di triwulan III-2008. Secara quarter to
quarter, indeks ini juga turun 21%.

Untuk investor Indonesia, indeks juga menunjukkan penurunan hingga
7,5% dalam 12 bulan terakhir. Padahal pada triwulan III-2008,
indeks sentimen investor Indonesia sempat naik 15% menjadi 123
pada triwulan III-2008.

Selain itu, mayoritas investor Indonesia juga masih khawatir
terhadap inflasi, meski cukup banyak yang berpendapat angkanya akan
turun pada triwulan IV-2008.

Data juga menunjukkan bahwa masalah kelangkaan likuiditas dan
perlambatan ekonomi AS mulai mempengaruhi sentimen investor.
* Sebanyak 54% keputusan investasi investor Indonesia mulai
terpengaruh oleh ketatnya likuiditas pada triwulan III.
* 51% keputusan investasi lumayan terpengaruh oleh situasi
ekonomi AS pada triwulan III.

"Sampai batasan tertentu, ekonomi domestik telah melindungi Indonesia
dari dampak langsung kondisi global dan ekonomi domestik tertopang
oleh kuatnya harga-harga komoditas sepanjang tahun ini," ujar Robert
Scholten, Presdir ING Securities Indonesia.

Namun menurutnya, semakin bergejolaknya situasi dai AS, Eropa serta
penurunan drastis di beberapa pasar Asia, menyebabkan sentimen
investor lokal mulai menurun. Hal itu terlihat dari bergejolaknya
pasar Indonesia 2 pekan belakangan ini sebagai reaksi pasar global.

"Memasuki triwulan terakhir 2008, kami melihat sentimen investor
Indonesia akan terus menurun, seperti negara-negara Asia lainnya,
investor Indonesia akan lebih memilik berinvestasi pada uang tunai,
simpanan dan emas meskipun adanya potensi peningkatan di pasar
saham," urai Scholten.


Hargai Waktu Anda, Karena “Life is so Short


Ini merupakan renungan anonim yang maknanya sangat dalam dari email seorang teman. Sebuah renungan tentang KESUKSESAN yang saya anjurkan Anda untuk membaca dan merenungkannya sekilas ditengah-tengah kesibukan Anda. Saya percaya ini akan membantu Anda untuk menemukan makna hidup yang selama ini Anda cari-cari…

Sukses itu sederhana,
sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya,
sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata kiyosaki/tung desem waringin/the secret,
sukses itu tidak perlu dikejar,
SUKSES adalah ANDA!
karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri….

Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum,
itu adalah sukses pertama Anda!

Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat,
itulah kesuksesan Anda kedua…

Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1,
di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP ,
itulah sukses Anda ketiga…

Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas,
di saat 46 juta orang menjadi pengangguran,
itulah kesuksesan Anda keempat…

Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari,
di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya
itulah kesuksesan Anda yang kelima…

Sukses terjadi setiap hari,
Namun Anda tidak pernah menyadarinya. ..

Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click!
yg dibintangi Adam Sandler,
“Family comes first”, begitu kata2 terakhir kepada anaknya sebelum dia meninggal…
Saking sibuknya Si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan,
ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak & istrinya,
bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri,
keluarga nya pun berantakan,
istrinya yang cantik menceraikannya,
anaknya jadi ngga kenal siapa ayahnya…

Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris
supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller
dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit
dan sukar didapatkan.. .
Sukses tidak melulu soal harta,rumah mewah,mobil sport,jam Rolex,pensiun muda,menjadi pengusaha,punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump & resort mewah di Karibia…

Tapi buat saya pribadi yang bisa hidup dengan sangat berkecukupan,
saya rasa sukses memiliki arti yang berbeda…
Sukses adalah mencintai & bangga terhadap diri Anda sendiri,
mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja….

Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan,
sukses yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda,
pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya,
sedangkan pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya,
setelah itu Anda sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.

Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Tuhan,
hidup baik, tidak menipu, apalagi menjadi pribadi yang jujur, ikhlas & selalu rendah hati,
Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan,
tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit,
sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan,keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.

Pernahkah Anda menyadari?
Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang
Uang hanyalah alat tukar,
Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.
Ya, Anda mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun
atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun.
Itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda,
Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi
untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll….

Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda,
tapi diri Anda sendiri,
Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang bodoh…
Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda…

Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar
bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100 juta!!!

Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods & Michael Jordan sebesar 200 juta dollar,
hanya untuk memakai produk Nike.
Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya,
tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa…

Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan, bisa terjual 80 juta dollar,
sedangkan bola basket bekas dengan merk sama, bila kita jual harganya justru malah turun…

Hidup ini kok lucu,
kita seperti mengejar fatamorgana,
bila dilihat dari jauh,
mungkin kita melihat air/emas di kejauhan,
namun ketika kita kejar dng segenap tenaga kita
& akhirnya kita sampai,
yang kita lihat yah cuman pantulan sinar matahari/corn flakes saja
oh…ternyata. ..

Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas
Namun Anda masih mengejar fatamorgana tsb
ketimbang menghabiskan waktu Anda yg sangat berharga
untuk sungkem sama orangtua yg begitu mencintai Anda,
memeluk hangat istri/kekasih Anda,
mengatakan “I love you” kepada orang-orang yang anda cintai:
orang tua, istri, anak, sahabat-sahabat Anda.
Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu,
selagi Anda masih sempat,
Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal,
mungkin besok pagi, mungkin nanti malam,
LIFE is so SHORT.

Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda,
entah itu bermain bola, memancing,
menonton bioskop, minum kopi,
makan makanan favorit Anda,
berkebun, bermain catur, atau berkaraoke.. .


Peluang usaha oli



seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan bermotor yang tiap tahunnya semakin bertambah dan bertambah yang kadang tidak sebanding dengan perkembangan atau bertambahnya jalan dimana kendaraan bermotor sudah menjadi wajib memiliki dari semua kalangan baik masyarakat perkotaan sampai pedesaan sepertinya hukumnya wajib mempunyai kendaraan bermotor, tapi yang kita bahas adalah bukan perkembangan kendaraannya tapi kita lihat dari sisi bisnisnya sebagai seorang entrepreneur yang jeli melihat peluang yaitu BISNIS OLI kenapa kita harus berbisnis oli, ada beberapa hal yang patut kita pertimbangkan dari segi keunggulan bisnis oli
1. bisnis oli, bisnis yang tidak pernah mati
2. dapat dilakukan dimana saja disemua daerah
3. dapat dikerjakan semua orang baik pria/wanita
4. permintaan oli cenderung terus meningkat
5. pertumbuhan jumlah kendaraan sangat besar
6. dapat dijual secara retaildan jumlah besar
7. oli selalu habis pakai dan pasti ada permintaan ulang
8. oli tidak ada masa kadaluarsanya
9. pangsa pasar oli sangat besar
berdasarkan pertimbangan diataslah penulis tertarik berbisnis oli walaupun tidak ada basic dari bisnis oli sebelumnya dan alhamdulillah sekarang bisa sukses dan lancar
mungkin para pembaca tertarik berbisnis oli bisa belajar atau bergabung dengan saya ataupun ingin membuka cabang atau distributornya, yaitu dengan MERK SYNTEX
SYNTEX, BISNIS OLI YANG LUAR BIASA
Modal Kecil (cuma Rp.500.000,-).
Potensi Penghasilan Anda mencapai lebih dari Rp.19,5 Milyar.
Margin Langsung dari oli mencapai 25%.
Plus bonus-bonus dari transaksi (margin dari oli) bisa mencapai 45%.
Oli diproses dengan teknologi USA, sudah terbukti Kualitas Oli Syntex sangat bagus.
Dengan kandungan Aditif khusus Polar Attraction, mampu:
meminimalisasi gesekan dalam mesin,
tarikan gas lebih ringan,
suhu mesin lebih dingin,
pemakaian oli rata-rata 2 kali lebih panjang (km) dari oli umum lainnya,
dan hemat pemakaian BBM rata-rata 10%.
Bisnis oli, bisnis yang tidak ada matinya.
Jumlah kendaraan terus bertambah.
Produknya selalu repeat order.
Oli tidak ada masa kadaluarsanya.
Bisnis Syntex cocok untuk Usaha Kecil, Koperasi dan Perorangan.

PAKET PHOENIX

Paket Phoenix merupakan paket khusus join menjadi Distributor Oli Syntex.
Terbuka bagi siapa saja, baik koperasi, usaha kecil, dan perorangan.

1. Phoenix Standar
status : member saja
jenjang distributor : Gold Partner (GP)
modal awal : Rp 66.500.000
setor deposit : tidak ada
dapat oli : Rp 54.000.000
dg harga user : Rp 67.500.000
Bonus awal : Rp 11.450.000
diskon belanja : 25%
bonus belanja : 10%
bonus target : 5%
Fee/komisi omset : tidak ada

2.Phoenix Spesial
status : Ponit Center
jenjang distributor : Gold Partner (GP)
modal awal : Rp 66.500.000
setor deposit : Rp 10.000.000
dapat oli : Rp 54.000.000
dg harga user : Rp 67.500.000
Bonus awal : Rp 13.900.000
diskon belanja : 25%
bonus belanja : 10%
bonus target : 5%
Fee/komisi omset : 5%

3.Phoenix Plus
status : Stokis
jenjang distributor : Gold Partner (GP)
modal awal : Rp 66.500.000
setor deposit : Rp 25.500.000
dapat oli : Rp 54.000.000
dg harga user : Rp 67.500.000
Bonus awal : Rp 15.400.000
diskon belanja : 25%
bonus belanja : 10%
bonus target : 5%
Fee/komisi omset : 8%
bagi rekan rekan pengusaha yang tertarik untuk berbisnis oli silakan hubungi saya atau mau berbagi pengalaman, dengan senang hati penulis akan membantu menjadi pengusaha yang sukses.
maju terus entrepreneur muda .......
contac person 0811680007


7 Kesalahan Besar Di Awal Karir MLM

Anda pasti sering mendengar betapa banyak kisah sukses di dunia MLM, dimana seorang yang asalnya betul-betul bangkrut kemudian dalam waktu yang sangat singkat dalam hitungan bulan tiba-tiba menjadi 'super star' dan menghasilkan sebuah kisah sukses dengan penghasilan hingga puluhan atau bahkan ratusan juta perbulan! Kemudian Anda didepan cermin melihat 'seorang' yang sudah tahunan menggeluti bisnis MLM dan status keuangan 'orang tersebut' tidak lebih baik dari sewaktu pertama memulainya. Ya, orang tersebut adalah Anda sendiri.

Kini Anda bertanya-tanya, apakah Anda bisa mempercayai kisah-kisah sukses Yang dulu membuat Anda tertarik dengan bisnis ini.

Kenyataannya adalah sederhana: kisah-kisah sukses tersebut bukan sekedar Legenda atau khayalan. Apabila Anda belum mencapainya hampir dapat dipastikan Anda telah melakukan 1 atau semuanya "7 Kesalahan Terbesar di Awal Karir MLM Anda."

OK, kini saatnya Anda instropeksi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut:

1.Anda menganggap MLM sebagai bisnis yang tidak perlu kerja keras.

Apakah MLM sebuah bisnis yang konsepnya sangat sederhana? Ya. Apakah cukup bekerja seadanya untuk mencapai sukses di dunia MLM? tidak, tidak dan tidak! Sebagian besar pelaku MLM beranggapan bahwa mereka dapat bergabung dengan bisnis MLM dan beberapa bulan kemudian mereka telah mendapatkan bonus puluhan juta perbulan tanpa bekerja keras. Hal tersebut sama sekali tidak benar. Para distributor sukses MLM yang telah menikmati bonus bulanan hingga ratusan juta akan mengatakan: Anda harus bekerja keras dan cerdas dengan system yang ada dan penghasilan Anda bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kali.

Seorang teman yang kini bonusnya sudah mencapai ratusan juta perbulan mengatakan: "Saya mengerjakan bisnis ini bukan hanya dengan keringat, tapi juga darah dan air-mata?" Katanya menggambarkan penderitaan yang bertubi-tubi diawal karir MLM-nya. "Sukses saya memang adalah suatu berkah, tapi bukan sama sekali bukanlah suatu kebetulan. Saya merencanakannya dari dulu dan mengerjakan apapun untuk mencapainya"

Jadi Anda harus menyadari bahwa bisnis MLM adalah suatu bisnis yang harus Anda kerjakan dengan penuh komitmen. Bedanya dengan pekerjaan konvensional adalah Anda kini yang menentukan sendiri seberapa tinggi Anda ingin sukses dan Anda tidak perlu repot memulainya, sebab perusahaan MLM sudah menyediakan semuasystem: manajemen, produk, system bonus, dan training.

Meskipun ada system spillover dimana Anda bisa mendapat downline gratis, tapi itu bukanlah satu-satunya yang menjamin kesuksesan Anda. Sistem spillover hanya mempermudah namun tidak menjamin. Kerja keraslah yang menjamin Anda sukses. Saya yakin Tuhan setuju dengan pendapat saya.

2.Anda tidak memiliki target yang jelas!

Kenapa Anda bergabung dengan perusahaan MLM? Apa yang Anda inginkan? Berapa bonus yang Anda ingin hasilkan?

Jawaban UMUM dari 3 pertanyaan diatas umumnya adalah:
- Ingin dapat uang
- Bonus yang besar
- Sebanyak-banyaknya.

Dengan pengertian dan jawaban seperti itu, berapa kira-kira bonus yang akan Anda hasilkan? Tidak banyak. Ingat, MLM adalah suatu bisnis dan Anda harus mempunyai target yang jelas untuk sukses dalam suatu bisnis. Cukup masuk akal bukan? Anda harus tahu berapa bonus yang ingin Anda dapatkan 6 bulan, 1-2 tahun yang akan datang dst. Apa yang Anda lakukan dengan bonus-bonus tersebut: membeli BMW 325i baru warnah merah? Mengajak keluarga berwisata? Lalu kenapa 95% orang tidak memiliki target yang jelas? Karena umumnya orang takut untuk membuat suatu target. "Bagaimana kalau tidak tercapai?" Begitu umumnya pikiran 95% orang. Itu sebabnya 95% orang tersebut tidak puas dengan hidup mereka 95% orang tidak merasa mereka telah mencapai sesuatu yang dapat mereka banggakan. Sekarang mari kita analisa: seandainya Anda mencanangkan suatu target dan memang tidak tercapai, apakah kesehatan Anda terganggu? Apakah orang-orang yang Anda cintai tiba-tiba meninggalkan Anda?

Herman, seorang distributor MLM yang bekerja sebagai pegawai lapangan disebuah perusahaan mainan mengatakan kepada semua temannya bahwa 3 bulan kemudian dia akan dapat membeli sebuah sedan baru. Bahkan dia memberikan deskripsi yang jelas tentang warna, jenisnya dan harganya. Teman-teman mereka tertawa sewaktu mendengarkan 'komitmen' tersebut. Dan mereka tertawa lebih terbahak-bahak sewaktu akhirnya Sonny barusan mendapatkan 'komitmennya' 3 bulan lewat 10 hari. "Ha..ha..ha..kamu terlambat kan mendapatkan mobil ini?" olok mereka. Dengan tersenyum, Sonny menjawab: "Memang saya terlambat hampir 10 hari dari target saya, tapi paling tidak sekarang saya punya mobil baru. Jauh lebih baik dari 3 bulan yang lalu saya harus naik bis ke tempat kerja. Bagaimana dengan kalian sendiri? Kalian memang tidak terlambat mencapai target apapun karena anda TIDAK memiliki target apapun?. Sampaikan salam saya untuk kondektur bis yang biasa kita jumpai setiap pagi."

Kami yakin Anda pun akan mengatakan dan merasakan suatu kebanggaan apabila Anda adalah Herman.

Kunci dari suatu keberhasilan adalah Anda harus memiliki suatu target yang jelas apa yang Anda inginkan dari bisnis MLM Anda. Brian Tracy seorang konsultan pengembangan SDM terkemuka di dunia dalam bukunya "21 rahasia untuk menjadi Multi Milyader" mengatakan: "Rahasia pertama untuk menjadi multi-milyader adalah BERMIMPI IMPIAN YANG BESAR (dream big dreams)."

Koreksi: Bertanyalah kepada diri Anda: berapa bonus atau apa yang harus Anda miliki untuk sekarang menjadi 'happy'? Dengan kata lain, begitu Anda memulai bisnis MLM, Anda harus segera memikirkan apa yang ingin Anda hasilkan dari bisnis Anda: keliling dunia? Beli mobil dan rumah mewah?

3.Anda tidak memiliki dana operasional yang memadai

Meski bisnis Triple-s hanya alih belanja namun sangat disarankan agar Anda punya lebih sedikit uang lagi untuk membeli buku motivasi, formulir, bikin brosur, hadiri pertemuan dll.

Apakah berarti bisnis MLM adalah bisnis yang mahal untuk memulainya? Tentu saja tidak. Coba bandingkan dengan bisnis lainnya. Untuk memulai berjualan bakso saja, misalnya, Anda pasti butuh sekitar Rp. 5.000.000,- untuk membeli gerobak dorong, bahan pokok, dll. Dan berapa lama kira-kira Anda bisa mengembalikan modal tersebut?

Koreksi: Anda sebaiknya memulai bisnis MLM tidak dengan modal kosong. Paling tidak Anda harus memiliki penghasilan tetap untuk menghidupi kebutuhan minimal Anda sehari-hari entah dengan bekerja atau ambil untung dari berjualan produk Triple-s. Jangan sampai Anda menghabiskan tabungan Anda untuk mengerjakan bisnis MLM yang mungkin baru membuahkan suatu penghasilan 1 tahun berikutnya.

4.Anda tidak mempunyai Mentor yang patut ditiru:

Walaupun banyak cara untuk mencapai sukses, tapi alangkah bagusnya apabila ada yang mengajarkannya kepada Anda sehingga Anda tidak perlu susah-susah untuk menemukannya sendiri. Seorang pakar pengembangan kepribadian ternama didunia Anthony Robbins mengatakan: "Buat apa susah-susah mencari jalan, karena sudah banyak orang lain yang melakukannya. Anda tinggal melakukan hal yang sama mereka lakukan, maka Anda akan mendapatkan hasil yang sama pula."

Koreksi: Carilah di jajaran upline Anda siapa saja yang telah mencapai tingkat kesuksesan seperti yang Anda inginkan. Kemudian tanyalah bagaimana 'resep' dan strategi mereka hingga mencapai sukses.

5.Anda terjebak dalam "Management Trap"

Sebetulnya ada 2 macam "management trap" yang bisa menjadi penghambat utama bisnis MLM Anda. Untungnya, solusi dari masalah tersebut semuanya tergantung pada Anda sendiri. Pertama, Anda mengalami betapa sulit mensponsori seorang distributor keBisnis MLM Anda. Itu sebabnya begitu mendapatkan beberapa distributor, Anda sedemikian kuatir kehilangan mereka. Segala cara apapun Anda lakukan untuk 'memberikan servis' agar mereka tidak kecewa dan berhenti mengerjakan bisnis MLM Anda, mulai dari memberikan biaya operasional, downline, dll. Kita sering terpaku dengan kebiasaan mensponsori distributor baru dan memberikannya kepada distributor yang 'malas, diorganisasi kita dengan harapan mereka akan 'termotivasi' untuk menjadi aktif. Berapa kali atau berapa persentase keberhasilannya? Paling banyak 1 atau 2 %.

Motivasi adalah suatu sifat dari dalam diri kita sendiri, bukan dari luar. Sering seorang Distributor memohon 'beri saya downline dong, biar semangat.' Seharusnya distributor tersebut memberikan ijazah dulu kepada anaknya biar giat sekolah? Atau, sering kita mendengar distributor merengek 'upline harus bantuin downline dong, biar termotivasi untuk bekerja.' Ingat, tugas upline atau sponsor memang membantu, tapi hanya dalam hal support atau training dan bukan memberi downline, brosur uang pendaftaran, dll.

Seorang distributor sukses mempunyai kepribadian seorang leader dari awal, bukan setelah mendapat kucuran downline dari uplinenya. Bahkan semua distributor sukses dengan bonus ratusan juta per bulan memiliki suatu kesamaan: mereka menghormati jajaran sponsor dan upline mereka, tapi mereka tidak menggantungkan bisnis mereka kepada para sponsor tersebut. "Saya lebih berkonsentrasi membina organisasi saya, sebab dari merekalah saya dapat mencapai impian saya." Ungkap Debra seorang ibu rumah tangga dengan bonus lebih dari Rp. 1 Milyar per bulan. "

Saya jarang ngobrol dengan upline, sebab sibuk dengan downline saya. Namun saya yakin upline saya tidak keberatan." Siapa yang keberatan punya downline dengan bonus bulanan Rp. 1 Milyar???? Seharusnya Anda justru banyak melakukan seleksi untuk memilih dengan siapa Anda sebaiknya melakukan investasi waktu dan pembinaan. Ada pepatah klasik di MLM yang mengatakan: "Jangan mengirim anak ayam ke sekolah rajawali." Artinya semua orang memang mengatakan ingin sukses, kaya, dsb., tapi hanya sebagian kecil yang betul-betul mau bekerja sesuai dengan komitmennya.

Sebagian besar dari organisasi Anda akan terdiri dari konsumen partimer MLM mereka yang mengerjakan bisnis ini belum secara penuh, baik waktu maupun komitmen. Tapi tugas dan strategi Anda adalah membina mereka yang memiliki komitmen 100%, karena walaupun jumlah mereka sedikit, tapi merekalah yang akan membuat Anda "pensiun kaya". "Saya hanya bekerja dengan 5 top leader setiap bulan hanya mereka yang memberikan komitmen 100% pada bisnis ini," kata Stefanus, penghasil bonus bulanan $400,000+. "Untuk mendapatkan 5 top leader tersebut, biasanya saya harus sponsor lebih dari 50 orang dan sering bahkan saya harus meneliti hingga kedalaman jaringan saya, mereka tidak selalu di level pertama."

Management Trap berikutnya adalah anggapan bahwa kita MEMILIKI downline kita selamanya dan seutuhnya. Seringkali tanpa sepengetahuan kita beberapa anggota downline keanggotannya 'expired' atau kadaluwarsa. Kemudian beberapa saat kemudian distributor tersebut bergabung lagi dengan sponsor yang berbeda, maka 'mantan' upline atau sponsornya menjadi marah. Ingatlah bahwa MLM adalah bisnis 'sukarela' dalam arti kita tidak bisa memaksa seseorang untuk bekerja sesuai dengan kemauan kita. Ibaratnya kita telah cerai dengan pasangan kita, apakah kita akan marah kalau dia kencan dengan orang lain? Seharusnya kita justru harus memberikan semangat agar distributor tersebut lebih sukses dengan jajaran uplinenya yang baru.

Koreksi: Pertama, buatlah suatu sistem dimana Anda bisa terus menerus mensponsori member baru. Ingat, New members = new blood = new life. Sponsori semuanya langsung oleh Anda hingga Anda menemukan 3-5 individual yang betul-betul komitmen untuk sukses apapun resikonya. Berikan training kepada individual tersebut. Setelah mereka mandiri dalam 2-3 bulan, carilah lagi member baru untuk menggantikan mereka yang telah mandiri. Kemudian pantaulah perkembangan para leaders Anda: diskusi, presentasi dan bila perlu beramah-tamah untuk mempererat hubungan. Ajarkan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama terhadap para leaders mereka. Artinya, duplikasikan kepedulian Anda kepada seluruh organisasi Anda.

6.Anda tidak mempunyai komitmen.

Kita sering mendengar distributor MLM mengatakan: saya mengerjakan 3 perusahaan MLM dengan produk yang berbeda: food supplement, tas dan oli mobil karena saya punya pangsa pasar yang berbeda.Seharusnya distributor diatas membuka supermarket untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasarnya yang berbeda.

Kenapa distributor dengan lebih dari 1 MLM gagal di bisnis ini? Bisnis MLM adalah bisnis duplikasi, jadi Anda akan menduplikasikan etika dan cara kerja Anda kepada organisasi Anda- hal yang baik maupun hal yang buruk. Bayangkan, bila Anda mengerjakan MLM A dan MLM B, maka downline Anda dari MLM A akan mengerjakan MLM A dan MLM C. Kemudian downlinenya lagi akan mengerjakan MLM C dan MLM D. Maka akhirnya Anda tidak memiliki organisasi yang berjalan sesuai dengan sistem.

'Saya akan komit ke satu perusahaan kalau bonusnya sudah besar?." Begitu kira-kira alasan klasik distributor. Tapi pernahkah kita berpikir:'Bonus teman saya besar karena selama ini komit hanya ke satu perusahaan?

'Dari 100 penghasil terbesar MLM yang pernah dipublikasikan oleh Upline Magazine, tidak seorangpun dari mereka yang mengerjakan lebih dari 1 perusahaan.

Selain komitmen terhadap satu bisnis MLM, Anda juga perlu komitmen terhadap target Anda sendiri. Istilahnya: It's now or never!

Target yang jelas (Kesalahan no. 2) dan komitmen sebetulnya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Kadang-kadang kita merasa frustrasi dengan perkembangan bisnis kita, tapi selama kita tetap berkomitmen untuk mencapai target, kita akan kembali bersemangat.

Koreksi: Jangan memulai bisnis MLM di lebih dari 1 perusahaan karena Anda tidak akan fokus dan bertanyalah pada diri Anda, apa yang Anda bersedia lakukan untuk mencapai semua target Anda? Kemudian jangan menyerah sebelum target tersebut tercapai.

7.Anda tidak belajar untuk sukses dan mandiri

Kemampuan apa saja yang Anda perlukan untuk sukses dalam bisnis MLM? Atau lebih tepat, apa saja yang harus Anda lakukan? Cukup sederhana:

a. Konsumsi produk-produk MLM Anda, jadilah "product of the products"
b. Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus menerus untuk mensponsori distributor baru.
c. Lakukan promosi online untuk mensponsori distributor baru dan binalah secara online.
d. Lakukan training kepada organisasi Anda agar menduplikasikan ke-3 hal tersebut diatas.

Sederhana, bukan? Tapi berapa banyak distributor yang melakukannya? tanpa mempercayai dan mengkonsumsi sendiri produk MLM Anda, sangatlah sulit untuk membuat orang lain mengkonsumsinya untuk jangka waktu yang panjang. Ingat, tidak semua distributor akan menghasilkan bonus yang besar di organisasi Anda.

Tapi selama mereka mempercayai dan mengkonsumsi produk, Anda akan terus mendapatkan bonus. Produk adalah "kunci utama" apakah Anda akhirnya akan bisa pensiun dari bisnis MLM Anda (baru system bonus yang menentukan seberapa besar "uang pensiun" Anda tersebut).

Seringkali distributor MLM tidak mau belajar bagaimana memberikan presentasi, apalagi training. Padahal presentasi adalah nafas hidup bisnis MLM Anda. Bahkan pernah sewaktu menghadiri sebuah presentasi MLM, seorang distributor mengeluh bahwa presentasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tidak pernah berubah, jadi banyak distributor yang sudah bosan. Kami bertanya walaupun sudah sangat menduga bagaimana perkembangan organisasi MLM distributor tersebut. Jawabannya: tidak berkembang sama sekali. Jelas bahwa distributor tersebut salah kaprah dalam menerima suatu presentasi yang ditujukan untuk CALON DISTRIBUTOR, bukan untuk distributor yang sudah aktif. Bagi seorang calon distributor, presentasi seperti apapun adalah BARU.

Harvey Connors, seorang senior bisnis MLM bahkan membuat system dimana distributornya memberikan presentasi yang sama selama bertahun-tahun. "Anda bahkan harus ikut tertawa saat mendengarkan lelucon yang sama. Puluhan kali. Ratusan kali," katanya. Hasilnya, bonus ratusan juta perbulan dan puluhan ribu organisasi yang berkembang terus.

Koreksi: kembalilah ke ilmu dasar MLM, yaitu, mengkonsumsi produk sendiri, sponsori member baru(terus-menerus), dan duplikasikan ke-2 hal tersebut kepada seluruh organisasi Anda. Memang tidak mudah untuk sukses di MLM, tapi juga tidak serumit yang masyarakat umum perkirakan. Paling penting, kenalilah manfaat produk secara global dan bagaimana memberikan presentasi yang efektif.

Nah, kini Anda bisa menganalisa apakah Anda melakukan "kesalahan" klasik diatas? Anda sebaiknya menyadari dan mengakui kesalahan mana yang Anda lakukan dan Anda DUPLIKASIKAN. Perbaiki kesalahan tersebut dan mulailah mengerjakan bisnis MLM seperti layaknya mereka yang sukses. Dan yang terpenting, jangan Anda pernah merasa putus harapan dengan bisnis ini karena kesalahan di masa lampau.

Anthony Robbins selalu mengatakan: "Sukses berasal dari tindakan benar, tindakan yang benar berasal dari pengalaman, pengalaman berasal dari suatu kesalahan atau bad judgement." Nah, jadi kesalahan dimasa lampau tidak ada artinya apabila Anda bersedia menyadari dan memperbaikinya.


Mengapa Kita Kekurangan Entrepreneur?

Negeri ini masih sangat kekurangan entrepreneur. Dibalik beragam liputan tentang seribu satu sosok enterpreneur, negeri ini ternyata masih sangat sedikit memiliki kaum wirausaha. Data terkini menunjukkan angka populasi entreprenuer di negeri ini hanya 0,18 % dari total penduduk, atau hanya sekitar 400,000 orang. Sebuah jumlah yang terlalu sedikit untuk sebuah negara dengan penduduk lebih dari 200 juta jiwa.

Padahal, kisah kemajuan sebuah bangsa selalu dilentikkan oleh kisah heroisme para entrepreneurnya. Mereka membangun bisnis dari nol, mendedahkan cerita legendaris, dan kemudian menancapkan jejak yang amat kokoh dalam sejarah ekonomi dunia. Amerika akan selalu dikenang karena mereka memiliki Henry Ford, Bill Gates, ataupun Lary Page & Sergei Brin (pendiri Google). Jepang menjadi legenda lantaran kisah Akio Morita (pendiri Sony), Soichiro Honda dan Konosuke Matshushita (Panasonic). dan diindonesia sendiri banyak pengusaha yang dari nol misal pendiri rokok DJARUM dan mengembangkan sayapnya keelekronik yaitu POLYTRON yang sudah diekspor keberbagai negara.

Lalu bagaimana solusinya? Apa yang mesti dilakukan negeri ini sehingga kelak akan lahir Bill Gates dari Bandung, Akio Morita dari Pemantang Siantar, ataupun Sergei Brin dari tanah Maluku? Solusi ini akan coba kita bentangkan dengan terlebih dulu menulusuri dua faktor utama kenapa negeri ini masih sangat kekurangan sosok entrepreneur yang tangguh.

Jawaban yang pertama mudah : kita sangat kekurangan jumlah entrepreneur karena sistem pendidikan kita memang mendidik kita untuk menjadi pegawai dan bukan entrepreneur; mengarahkan kita untuk menjadi kuli, bukan kreator. Sungguh mengherankan, sepanjang kita sekolah selama puluhan tahun, kita nyaris tidak pernah mendapatkan pelajaran mengenai entrepreneurship. Juga nyaris tak pernah mendapatkan pelajaran tentang keberanian mengambil resiko, tentang ketajaman mencium peluang bisnis, ataupun pelajaran tentang life skills – sebuah pelajaran penting yang akan membikin kita menjadi manusia-manusia mandiri nan digdaya.

Tidak. Kita tak pernah mendapatkan itu semua. Selama bertahun-tahun kita hanya dijejali dengan aneka teori dan konsep, seolah-olah kelak kita akan menjadi “kuli” atau pegawai di sebuah pabrik. Lalu begitulah, setiap penghujung tahun ajaran, setiap kampus ataupun sekolah bisnis beramai-ramai mengadakan Job Fair, memberikan pembekalan (sic! ) tentang cara menyusun CV yang bagus dan trik bagaimana menghadapi wawancara kerja. Semua dilakukan sebab seolah-seolah bekerja menjadi “kuli berdasi” di perusahaan besar (kalau bisa multi national companies) merupakan “jalur emas” yang wajib ditempuh oleh setiap lulusan sarjana.

Kenyataan seperti diatas mestinya harus segera dikurangi. Sebab situasi semacam itu hanya akan membuat spirit entrepreneurship kita pelan-pelan redup. Sebaliknya, kita sungguh berharap pendidikan dan pelajaran entrepreneurship diberikan secara masif dan sejak usia dini, setidaknya sejak di bangku sekolah SLTP (pelajaran tentang entrepreneurship juga bisa Anda dapatkan DISINI). Sebab dengan demikian, negeri ini mungkin bisa bermimpi melahirkan deretan entrepreneur muda nan tangguh pada rentang usia 17 tahun-an.

Pada sisi lain, acara semacam job fair mestinya disertai dengan acara yang tak kalah meriahnya, yakni semacam “Entrepreneurship Campus Festival”. Kita membayangkan dalam ajang ini, ribuan mahasiswa muda datang dengan beragam gagasan bisnis yang segar, dan kemudian dipertemukan dengan barisan investor yang siap mendanai ide bisnis mereka (investor ini sering juga disebut sebagai “angel investor” atau “venture capital”). Melalui ajang inilah bisa dilahirkan ribuan entrepreneur muda baru dari setiap kampus yang ada di pelosok tanah air. Dan sungguh, dengan itu mereka tak lagi harus antri berebut fomulir lamaran kerja, ditengah terik panas matahari, dengan peluh di sekujur tubuh, dengan muka yang kian sayu…….(duh, malang nian nasibmu…).

Faktor kedua yang membuat kita sangat kekurangan entrepreneur, dan juga harus segera diatasi adalah ini : mindset orang tua kita yang cenderung lebih menginginkan anaknya menjadi pegawai/karyawan. Sebab, orang tua mana sih yang tidak bangga jika anaknya bisa menjadi ekskutif di Citibank atau manajer di Astra International? Mindset semacam ini menjadi kelaziman sebab bagi kebanyakan orang tua kita, mengabdi dan bekerja di sebuah perusahaan besar setelah lulus kuliah adalah jalur yang harus dilalui untuk merajut kesuksesan. Sebuah jalur “paling stabil” dan “paling aman” untuk dapat melihat anaknya mampu membangun rumah dan memiliki sebuah mobil sedan.

Sebaliknya, orang tua kita acap ragu dan gamang ketika melihat anaknya memutuskan untuk membangun usaha secara mandiri. Mereka khawatir jangan-jangan hal ini akan membuat anak cucu mereka kelaparan……Mindset semacam ini pelan-pelan harus diubah. Cara yang paling efektif adalah dengan menyodorkan semakin banyak contoh keberhasilan yang bisa diraih para entrepreneur muda. Dengan kisah-kisah keberhasilan ini, diharapkan orang tua kita menjadi kian sadar bahwa pilihan menjadi entreprenuer dan membuka usaha sendiri merupakan jalur yang juga bisa membawa kesuksesan yang melimpah.

Ya, orang tua kita mungkin perlu disadarkan, bahwa pilihan menjadi juragan ayam ternak di kampung halaman tak kalah hebat dibanding menjadi manajer di Citibank yang berkantor megah di Sudirman. Bahwa pilihan menjadi juragan batik grosir tak kalah mak nyus dibanding menjadi ekeskutif di sebuah perusahaan multi nasional.

“Pertaruhan terbesar dalam hidup adalah ketika saya memutuskan menjadi wirausahawan?” Itulah sebaris kalimat yang berkecamuk di benak seorang eksekutif perusahaan ketika memutuskan pindah kuadran menjadi wirausahawan (entrepreneur).
Berlebihan? Tidak. Bertahun-tahun membangun karier di jalur profesional, merintis dari posisi terendah hingga mampu menembus level direksi, membuat sebagian besar kita merasakan nyamannya posisi ini sehingga enggan melepaskannya. Gaji dan tunjangan yang berkecukupan. Jaringan bisnis yang terbangun lumayan luas. Nama besar yang mengikuti jabatan di perusahaan terpandang.
Siapa yang mau kehilangan sederetan kenikmatan langka itu untuk memasuki dunia baru yang penuh tantangan? Dunia yang penuh risiko — bisa meludeskan modal yang kita tabung bertahun-tahun dan memudarkan nama kita yang sebelumnya lumayan terpandang.
Johannes Kotjo dan Judiono Tosin, misalnya, amat mengilat karier dan namanya sebagai eksekutif puncak Grup Salim pada tahun 1980-an. Ketika keluar dari konglomerasi terbesar Indonesia yang masih dikomandoi Om Liem saat itu danmembangun bisnis sendiri, mereka sempat menjadi ikon eksekutif yang berani pindah kuadran. Namun, tak berapa lama nama dan bisnis mereka pudar.
Meski demikian, dunia kewirausahaan sepertinya tak mengenal trauma. Ada saja eksekutif yang berani terjun ke dunia usaha. Ira Koesno, presenter kondang SCTV, seperti ditulis dalam Sajian Utama SWA, berani melangkah ke dunia itu. Begitu pula kawula muda lain yang sebelumnya memiliki posisi lumayan bagus di perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya. Saya sendiri setelah berolah pikir cukup lama akhirnya berani meninggalkan posisi direktur di Agrakom dan Detikcom — portal nomor wahid yang menjadi fenomena bisnis Internet di Indonesia karena mampu menjadi yang terbesar, baik dari sisi pengakses maupun iklan yang berhasil didulang di dunia maya.
Langkah para eksekutif muda (umur 30-40 tahun) memasuki dunia wirausaha saya lihat sebagai langkah unik jika melihat tingkat retensinya. Bagi mereka yang sejak lahir sudah tercetak menjadi wirausahawan karena keturunan, seperti para pedagang, serta pebisnis warung Tegal dan Padang, dunia usaha bukanlah hal yang aneh. Biasanya mereka menerjuni bisnis ini sejak kecil dengan membantu orang tua atau kerabatnya. Di kemudian hari mengambil alih atau mengembangkan bisnis serupa di tempat lain. Tipe ini nyaris tidak memerlukan pendidikan tinggi dan tidak memiliki retensi untuk menjadi wirausahawan.
Agak berbeda kasusnya dengan mereka yang mengecap pendidikan hingga perguruan tinggi. Kebanyakan dari lulusan universitas cenderung menjadi eksekutif perusahaan. Hanya segelintir yang berani langsung membuka usaha sendiri begitu selesai wisuda.
Orang yang terbiasa menjadi eksekutif biasanya memiliki retensi besar untuk membangun usaha mandiri. Mereka yang sukses di jalur ini kebanyakan setia pada jalurnya. Jadi, kalau memang ada segelintir yang berani pindah jalur, ini layak dicatat.
Mereka yang pindah kuadran ini di atas kertas sebenarnya memiliki peluang sukses cukup besar. Alasan utamanya, mereka yang pernah mencicipi posisi eksekutif puncak pasti sudah terlatih jiwa kewirausahaannya di dalam perusahaan (intrapreneurship).
Pekerjaan manajerial memang tergolong penghindar dan penekan risiko (risk aversive and risk minimalist). Namun, semakin tinggi posisi manajerial seseorang, semakin pekat pekerjaan yang berbau wirausaha, yang bersifat menentang risiko (risk taker). Tanggung jawab manajemen puncak untuk membuka pasar baru, membuat produk baru, membuka unit bisnis baru, serta meningkatkan pendapatan dan laba perusahaan adalah tanggung jawab yang pekat dengan jiwa kewirausahaan. Artinya, jiwa kewirausahaan mereka sudah terasah.
Alasan lain, nama mereka sudah cukup terpandang dan jaringan bisnisnya sudah lumayan luas sesuai dengan kehebatan perusahaan yang dikelolanya. Ini bisa menjadi modal awal yang sangat bagus untuk membangun bisnis baru.
Namun, yang indah di atas kertas memang lain dari di dunia nyata. Dengan wadah usaha baru, jalan untuk menembus proyek dan mendapatkan revenue jadi semakin berat. Memangnya mudah kita mengikuti tender betulan dengan perusahaan seumur jagung yang minim portofolio bisnis? Pengalaman profesional yang jika ditulis bisa berlembar-lembar ternyata tidak bisa begitu saja ditransfer dalam bisnis baru. Wirausahawan baru pun, dalam hal modal, memiliki banyak keterbatasan. Apalagi, perusahaan baru yang dirintis wirausahawan baru biasanya tidak/kurang bankable.
Apa boleh buat, wirausahawan yang baru pindah kuadran akan pusing tujuh keliling ketika cash flow perusahaan kacau-balau. Hal ini kurang dirasakan ketika bekerja sebagai eksekutif karena berbagai resource — termasuk keuangan — disediakan pemilik perusahaan. Itulah tantangan dunia usaha. Seorang wirausahawan bukan hanya pintar memanfaatkan peluang, tetapi juga dituntut untuk piawai memanfaatkan berbagai resource, termasuk keuangan, sumber daya manusia dan teknologi, setelah berhasil menangkap peluang.
Eksekutif yang pindah kuadran menjadi wirausahawan sama saja dengan ikan yang pindah kolam. Ia akan mabuk sesaat. Ia membutuhkan waktu untuk adaptasi. Sebagian akan mati. Saya sendiri sudah menyaksikan beberapa rekan yang pindah kuadran dengan optimisme tinggi, tapi setahun kemudian ambruk. Namun, yang lolos seleksi berpotensi menjadi wirausahawan yang tangguh. Rekan saya, misalnya, kini menjadi wirausahawan yang memiliki tower seluler begitu banyak di Indonesia. Seorang rekan lain mampu membuat usaha ekspor mebel dan mengelola 600-an karyawan.
Mereka yang lolos seleksi dan tumbuh sehat akan mendapatkan pemandangan yang jauh lebih indah. Persis seperti anak-anak kura-kura yang baru menetas di pinggir pantai dan berebut masuk ke laut. Ada yang mati dimakan binatang lain atau manusia. Namun, yang berhasil masuk ke laut akan tumbuh dan berkelana, menyaksikan indahnya lautan luas, warna-warni terumbu karang, indahnya tarian beraneka ragam ikan, dan kemudian beranak-pinak. Itulah indahnya jika sukses di dunia usaha. Patut disyukuri jika banyak kawula muda yang berani pindah kuadran menjadi wirausahawan.
Menjadi wirausaha, siapa takut?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar