07 Juni 2011

Mindset Entrepreneurs - Mengikis mentalitas Pegawai,Kunci Kemakmuran Suatu Bangsa

Insting VS Logika, Who is Win?
Bagi seorang Entrepreneur/Netpreneur pemula, awalnya mereka berpikir apa dan bagaimana cara yang harus dilakukan untuk tetap membangun usahanya, kapan usahanya harus berkembang dan bagaimana menyikapi kebutuhan costumer-nya. Bukanlah pekerjaan mudah memang, apalagi Anda masih harus memilih antara INSTING bisnis Anda dengan LOGIKA pikiran Anda. Who is Win?

Banyak orang mengatakan bahwa seorang entrepreneur atau pebisnis sejati bermula dari garis keturunan di dalam keluarga mereka, sehingga insting bisnis mereka menular pada diri mereka masing-masing. Namun bagi mereka yang tidak memiliki keturunan pebisnis dalam garis keturunannya, tentu bukan merupakan hal sulit untuk mulai membangun dan mengembangkan insting bisnisnya. Inilah yang selalu kami maksud dengan persepsi bahwa lingkungan berdampak pada seorang entrepreneur.

Bagaimana dengan Logika? Logika adalah sebuah pemikiran yang timbul dalam pikiran seseorang. Disaat ia bergerak, spekulasi apa yang akan terjadi ke depannya mereka pikirkan dengan cermat dan benar-benar matang, tanpa satu pun insting mereka yang bergerak. Logika adalah sebuah pemikiran yang biasa dilakukan setiap individu. Orang makan menggunakan logikanya untuk bisa menghabiskan makannanya, kami pun menulis artikel ini berkat logika pemikiran kami sendiri dan bukan insting berjalan kami yang bergerak.

Terkadang dan kemungkinan besar sekali, insting seorang pebisnis selalu tepat (meskipun ada juga yang tidak tepat namun hanya dalam kemungkinan terkecil). Dan bagi pemikir yang menggunakan logikanya, mereka cenderung berhasil dalam membaca situasi dan spekulasi yang bakalan terjadi dalam bisnisnya. Lalu apa yang harus kita lakukan? Belajar mengembangkan insting kuat bisnis kita, ataukah mengembangkan pemikiran kuat logika kita? tanpa melihat garis keturunan dalam keluarga kita. Terlebih dahulu, Anda harus bisa mengambil kesimpulan dan mencermati hal-hal berikut ini:
Insting berasal dari "pikiran" alam bawah sadar kita.

Insting seseorang akan berjalan dengan sendirinya, tanpa pernah tau kapan akan muncul. Artinya insting akan berjalan pada waktu yang tiba-tiba ^_^'

Logika dipakai saat kita berpikir, pikiran kita tersebutlah yang disebut sebagai logika.

Insting bukannya tanpa pemikiran, tapi lebih tepatnya pemikiran yang datang secara tiba-tiba.

Seseorang yang memiliki insting bisnis yang kuat, tetap menggunakan logika pemikirannya untuk hal-hal yang sulit diperkirakan.

Seseorang yang memiliki logika kuat, terkadang insting mereka muncul dengan sendirinya secara tiba-tiba.
Satu pemikiran terakhir: "Tak peduli apakah Anda berada dalam garis keturunan seorang pebisnis atau tidak, insting serta logika harus dapat berimbang dalam pengaplikasiannya. Mungkin saja kita paling sering menggunakan logika berpikir kita dalam setiap hal yang kita lakukan. Namun melatih menggunakan insting kita dengan mencoba beberapa spekulasi "dadakan" pada hal yang akan kita lakukan, lebih baik daripada tidak melatihnya sendiri, meskipun di awal insting kita salah dan mengalami kegagalan. Jadi, INSTING dan LOGIKA dalam hal ini ini TIDAK ADA YANG MENANG! Tidak ada mana yang harus didahulukan, kedua-duanya harus tetap balances, harus tetap berjalan menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam kehidupan serta urusan bisnis kita."

Ternyata Pemikiran-Pemikiran Orang Sukses Itu Gila!
Bukankah sesuatu yang wajar jika banyak entrepreneur / netpreneur yang memiliki pemikiran-pemikiran "berbeda" dengan mereka yang berprofesi sebagai pekerja kantoran/karyawan? Bahkan dari perbedaan pemikiran itulah kita dapat mengetahui mana yang semestinya dapat kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Kemudian kami menyebut pemikiran-pemikiran yang berbeda itu sebagai sebuah pemikiran yang "gila", tidak masuk akal untuk dapat diterima secara rasional. Namun sekali lagi, hal tersebut masih tetap menjadi dasar yang membedakan seorang entrepreneur/netpreneur dengan seorang pekerja kantoran. Mengingat hal ini juga sering menimbulkan kontroversi di berbagai kalangan, maka kami mencoba memberikan pandangan seperti apa pemikiran-pemikiran "gila" itu.

Mengapa untuk Sukses kita Harus Berpikir Gila?

Sekali lagi kami katakan, pemikiran-pemikiran "gila" berarti merupakan pemikiran yang tidak masuk akal untuk dapat diterima secara rasional atau pemikiran yang berbeda dengan pemikiran-pemikiran biasa yang paling umum sekalipun. Namun pemikiran-pemikiran "gila" ini sering menjadi dasar bagi kesuksesan para entrepreneur maupun netpreneur sejati yang telah berhasil di bidangnya masing-masing.

Bukannya mengikuti aturan yang sering berlaku, mereka justru "berlawanan" dengan aturan-aturan tersebut. Mereka tidak terlalu dikekang oleh adanya sebuah pemahaman "kuno" yang mungkin dirasa bukan solusi terbaik bagi mereka. Sedikit penjelasan berikut semoga dapat membuka pikiran Anda berkenaan pemikiran-pemikiran "gila" tersebut:
Mereka berpikir bahwa cara mereka sendirilah yang paling benar. Bukannya tidak mencari cara yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang, justru setelah mereka mengetahuinya mereka akan membandingkannya dengan caranya sendiri dan kemudian "menambahkan" cara-cara orang lain itu ke dalam caranya sendiri.

Mereka tidak peduli dengan perkataan orang-orang di sekelilingnya. Entah itu berupa hinaan, cacian, bahkan pujian sekalipun tidak akan diresponnya secara berlebihan.

Seberapa banyak kegagalan yang mereka hadapi, mereka akan tetap terus berjuang dan fokus dari awal lagi untuk menemukan puncak keberhasilannya. Bukannya berhenti setelah banyak mengalami kegagalan dalam bisnisnya, mereka justru berpikir "kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda."

Mereka percaya bahwa mereka harus belajar menghadapi sebuah proses. Dimana akan dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk dapat memahami bahwa proses benar-benar sebuah "perjalanan" dalam melakukan hal apapun.

Mereka akan belajar lebih peka lagi untuk dapat melihat situasi dan kondisi di sekitarnya. Bukan sibuk dengan ketakutan terhadap pesaingnya, mereka justru lebih menikmati segalanya dengan terus mengasah "insting" bisnisnya.

Setiap jalan yang mereka jalani pasti dilaluinya dengan sabar. Sabar bukan berarti "pasrah" dengan hasil yang akan dicapai, tetapi berpikir sabar bahwa tidak ada jalan cepat menuju sebuah kesuksesan.

Mereka tidak sedikit-pun ragu dengan apa yang mereka lakukan. Sekali mereka memasuki medan pertempuran, pantang bagi mereka untuk berhenti, apapun halangan dan hambatan yang akan dihadapinya.

Bukannya takut akan melakukan hal-hal yang keliru, mereka juga justru memposisikan kebiasaan keliru tersebut sebagai proses dari kesuksesan itu sendiri.

Tak satupun cara yang mereka lakukan dapat diterima oleh sebagian orang. Artinya, pikiran-pikiran yang mereka miliki berasal dari pikiran alam bawah sadar mereka, dan itu terkadang sangat tidak masuk akal untuk diterima secara rasional.

Apapun hasil yang mereka terima, mereka percaya bahwa itu adalah pilihan yang Tuhan berikan kepadanya. Mereka juga yakin, bahwa semuanya akan berjalan seperti yang diharapkannya walaupun kekecewaan "sedikit" menghampirinya.
Yaah... mungkin Anda juga "sedikit" kurang paham dengan hal-hal kami jelaskan di atas. Tapi kami juga memiliki keyakinan, bahwa masih sedikit orang yang memiliki pemikiran-pemikiran seperti di atas. Dan itulah mengapa kebanyakan orang juga mengatakan bahwa pemikiran-pemikiran "gila" yang sering berlawanan dengan kebanyakan orang lainnya, menjadi sebuah JALAN menuju KESUKSESAN hidup mereka.

Penting Memiliki Mindset Entrepreneurs
Layaknya anak muda yang mengenal pasangannya, seorang Entrepreneurs harus memelihara kecurigaan. Begitulah yang dikatakan Pak Ci (sapaan akrab Ciputra, bapak Entrepreneurs kita-"bos-nya konglomerat properti Ciputra Group") saat memulai menjawab pertanyaan salah satu peserta pelatihan Entrepreneurs di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) awal bulan lalu. Beliau mengatakan bahwasannya penting untuk memiliki kecurigaan terhadap kompetitor bisnis kita, asalkan itu tidak terlalu berlebihan. Beliau juga menambahkan bahwasannya dalam memulai bisnis membutuhkan suatu tahapan proses. Dimana proses itulah yang menurut kami akan mengantarkan kita dalam sebuah kesuksesan. Oya, sebelumnya kami kembali memberitahukan kepada pembaca setia Cafe Entrepreneur Indonesia, bahwasannya kami akan selalu menghadirkan artikel berkenaan mengenai pernyataan Pak Ci, mengingat kami adalah penggemar beliau sebagai guru entrepreneurs kami. Kami akan selalu menyertakan artikel seputar Inspirasi Ciputra yang selalu terbit di surat kabar Jawa Pos. Namun biasanya artikelnya hanya ada pada akhir pekan saja atau hanya satu /dua tulisan per minggu. Dan dalam artikel kami ini, kami berusah menyandingkannya dengan opini kami sendiri. Tentu merupakan suatu harapan kita semua agar masyarakat Indonesia dapat lebih mandiri, terlebih berfokus pada menjadi seorang pengusaha dibandingkan harus mencari pekerjaan. Sudah terlalu banyak orang yang mencari pekerjaan di dunia ini, tapi untuk menciptakan pekerjaan masih sedikit. Begitulah kira-kira menurut kami apa yang ada di benak pak Ci. Bukannya ingin menggurui Anda, kami juga masih baru belajar kok. Kami hanya ingin membuktikan bahwasannya meskipun 100% belum terjun di dunia usaha, belajar mengenai hal-hal yang berhubungan dengan dunia usaha tersebut merupakan langkah awal kita untuk memulainya.

Ok, kita lanjut lagi ke topik pembicaraan kita. Mungkin Anda sempat bertanya-tanya ada apa di UNY? Terkait dengan artikel kami sebelumnya, ini adalah aksi kampanye Pak Ci dalam rangka menggalakkan kepelatihan entrepreneurs di kampus-kampus yang ada di Indonesia. Tentu saja UNY merupakan kampus pertama yang mengundang tim Entrepreneurs Ciputra tersebut untuk program kepelatihan entrepreneurs, mengingat UNY juga sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ada di Indonesia. Saat ini UNY telah menjadikan kepelatihan entrepreneurs sebagai kurikulum baru mereka. Melalui binaan kampus, para mahasiswa membentuk pusat kegiatan bisnis untuk bekal pengalaman di bidang wirausaha setelah lulus nanti. Selain itu, UNY juga telah memulai mendirikan Entrepreneurs Center, yaitu koperasi mahasiswa (kopma). Tentu kami harap kampus-kampus lainnya di Indonesia bisa meniru jejak UNY tersebut untuk menggandeng Entrepreneurs Ciputra Group sebagai partner dalam pengembangkan keahlian di dunia wirausaha, tak terkecuali juga tentunya kampus Universitas Negeri Malang tempat kami menimba ilmu kuliah :). Berharap banget nih kampus kami bisa ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan program kepelatihan entrepreneurs ini :).

Pak Ci juga menyarankan kepada para mahasiswa agar secara efektif dapat menerapkan materi entrepreneurs. Bagaimana caranya? seperti kata Pak Ci, kita harus memulainya dengan mengubah mindset kita terlebih dahulu. Yaa, mindset atau pola pikir seorang wirausahawan sangatlah penting untuk kita bangun dan kembangkan. Tidak ada salahnya jika Anda membaca artikel kami sebelumnya mengenai 7 karakter seorang Entrepreneur serta 9 tipe kepribadian Entrepreneur sebelum atau setelah Anda menyelesaikan membaca artikel ini. Mindset yang menyatakan bahwasannya kita harus mencari pekerjaan untuk mendapatkan upah harus segera dibuang jauh-jauh. Bagi mereka yang telah memiliki mindset / pola pikir layaknya seorang pengusaha dalam dirinya justru akan mengatakan, pekerjaan adalah solusi jangka pendek untuk sebuah solusi jangka panjang. Katakanlah setelah lulus kuliah nanti, kita mencari sebuah pekerjaan. Bagi sebagian orang, bekerja seumur hidupnya untuk mendapatkan upah adalah solusi terbaik dalam hidup mereka. Mereka lebih memilih jalan aman dan nyaman (walaupun dalam pekerjaan gak ada kenyamanan) daripada harus menghadapi resiko jika membangun sebuah usah sendiri. Namun bagi sebagian orang lainnya, pekerjaan hanyalah sebagai sebuah solusi jangka pendek mereka. Mereka sudah berkomitmen dalam dirinya bahwasannya ia tidak akan berlama-lama berada di perusahaan tempat ia bekerja. Mereka menggunakan upahnya untuk rencana bisnis mereka. Setelah dirasa memiliki modal yang cukup, mereka akan segera keluar dari pekerjaannya dan melanjutkan rencana membangun bisnisnya sendiri. Inilah yang kami maksud dengan mindset / pola pikir itu. Sebuah hal yang kelihatan sama dari luar, namun dari dalam semuanya nampak begitu jauh berbeda.

Dasa-dasar pola pikir seperti itulah yang menurut kami harus kita bangun mulai sekarang. Tentu sekali lagi bahwasannya semua itu memerlukan waktu yang tidak singkat untuk dapat mengubah pemikiran kuno kita. Menurut Pak Ci, dengan mengikuti pelatihan entrepreneurs selama tiga bulan sudah cukup menjadi bekal untuk memulai dan mengenal bisnis. "Biarpun tiga tahun diajari, percuma saja jika tidak ada kemauan ketekunan untuk giat bekerja keras", ucap Pak Ci.

Ingatlah bahwasannya mengubah pemikiran kita terhadap pola pikir seorang wirausahawan sangatlah tidak sesulit seperti apa yang kita bayangkan. Terpenting bagi kita adalah untuk terus berkeinginan belajar dan segera mengambil tindakan untuk memulainya. Kami-pun menyadarinya tanpa begitu banyak masalah yang menimpa kami, tanpa adanya kegagalan yang kami hadapi, kami akan semakin lemah dan jalan kami untuk menjadi seorang entrepreneurs sangatlah jauh dari apa yang kami harapkan.

Antara Entrepreneur dan Netpreneur
Kembali kami menyuguhkan artikel baru bagi para pembaca setia CafĂ© Entrepreneur Indonesia. Sebelumnya sekedar review sejenak, pada tanggal 09 Desember 2009 kemarin kita semua merayakan hari anti korupsi sedunia. Tentu bagi kita yang ikut merayakannya ada sebagian yang juga ikut turun ke jalan, dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan aman dan tertib walaupun masih ada kerusuhan yang terjadi di beberapa kota di Indonesia. Yaa kita do’a-kan saja semoga bangsa ini benar-benar bebas dari korupsi. Ok, cukup untuk review-nya, langsung saja kita memperhatikan artikel berikut ini.

Setelah berlalang buana mengitari blog sahabat, banyak hal sama yang kami temukan jika berbicara mengenai entrepreneur. Banyak pengguna internet yang menyalahartikan entrepreneur dan netpreneur. Seperti yang kami jelaskan sebelumnya dalam artikel kami yang berjudul Kiat Sukses Netpreneur Indonesia tentang apa itu entrepreneur dan netpreneur, kali ini kami akan menjelaskannya lebih jelas lagi. Beberapa hal kami temukan bahwasannya entrepreneur adalah hanya bagi mereka yang sukses dalam bisnisnya di dunia nyata. Lalu ada sebagian blogger yang mengatakan bahwa kita sebagai pengguna internet yang mampu meraup penghasilan darinya juga pantas disebut sebagai seorang entrepreneur. Yaah memang itu seharusnya yang terjadi. Seorang entrepreneur maupun netpreneur merupakan orang yang sama-sama sukses dalam bisnisnya namun berbeda sesuai dengan bidang yang digelutinya. Kalau setiap orang menyebutnya orang yang berhasil di dunia usaha di kehidupan nyata adalah seorang entrepreneur, seorang netrepreneur-pun demikian. Seorang netrepreneur adalah mereka-mereka yang telah sukses di dunia usahanya di kehidupan maya atau internet. Sama kan? :), walupun awalan katanya berbeda tapi akhiran katanya kan sama yaitu “preneur”. Mungkin kami terlalu berlebihan menjelaskannya :), namun itu tergantung teman-teman bagaimana menyikapinya. Kembali ke topik selanjutnya, berdasarkan temuan kami juga bahwasannya para blogger ataupun pengguna internet lainnya tidak rela jika mereka dibedakan dengan seorang entrepreneur. Mereka tetap saja ngotot bahwa dirinya yang mampu menghasilkan dollar di internet juga pantas disebut seorang entrepreneur. Ada hikmah dan pelajaran yang kami petik dengan adanya temuan tersebut. Yakni apapun sebutannya, entah entrepreneur maupun netpreneur sama saja. Terpenting dari itu semua adalah hasil dari usaha yang telah kita lakukan. Toh sebutan itu datangnya dari orang lain, bukan dari diri kita sendiri. Kita tinggal terfokus saja pada bisnis yang kita jalankan, selanjutnya biarlah orang lain yang menilai diri kita apakah kita pantas disebut seorang entrepreneur atau tidak. Yang jelas seorang entrepreneur bukanlah seorang netpreneur, tapi sebaliknya seorang netpreneur juga seorang entrepreneur, atau malah bisa saja seorang entrepreneur juga sekaligus seorang netpreneur. Jadi teruslah berkarya, teruslah mengasah kemampuan dan kreatifitas kita dalam usaha mencari penghasilan. Perjalanan yang mereka lalui sama, penuh rintangan dan hambatan. Namun bagi mereka tidak ada yang namanya rintangan dan hambatan, mereka lebih mengenalnya dengan sebutan "peluang" dan "tantangan".

Semangat Entrepreneur Muda Indonesia
Sumpah Pemuda mengingatkan kita kepada perjuangan pemuda-pemuda Indonesia yang menyuarakan Kemerdekaan Bangsa kita ini. Dari tangan para pemuda itulah bangsa Indonesia Merdeka…. Semangat para pemudalah yang menjadikan Indonesia bangkit, keluar dari para penjajah. Masih adakah semangat pemuda itu saat ini?? Merupakan tugas kita sebagai pemuda-pemuda penuh semangat yang akan melanjutkan perjuangan pemuda-pemuda yang telah menyuarakan kemerdekaan bangsa kita. Merupakan kewajiban kita sebagai pemuda yang kuat yang akan membangun bangsa ini semakin kuat, mempersatukan kebudayaan dan jelas untuk membangun perekonomian bangsa Indonesia yang lebih baik.
Akankah kita hanya diam, menghormati para pemuda terdahulu yang telah mendahului kita? Ayo kita buktikan, bahwa kita BISA membangun bangsa ini lebih baik lagi, bahwa kita juga BISA menjadi entrepreneur-entrprepreneur muda yang kreatif dan penuh dengan inovasi. Bangsa kita membutuhkan pemuda dengan semangat entrepreneur, semangat seorang pengusaha. Semangat seorang pemuda yang tanpa kenal menyerah, tanpa mengenal rasa takut, tanpa mengenal adanya resiko. Ayo maju dan bangkit para pemuda bangsa Indonesia. Jadikan bangsa ini menjadi bangsa dengan Semangat Entrpreneur Muda Indonesia!!! Take Action dan Bukitkan bahwa kita adalah Generasi penerus Entrepreneur Muda Indonesia!!!
Seorang entrepreneur haruslah memiliki mental juara, tahan tekanan, tidak mengenal adanya resiko, kreatif penuh inovasi. Dan itu semua BISA kita kuasai dengan belajar sedini mungkin, belajar mulai sekarang. Tidak ada kata terlambat bagi Anda yang ingin Sukses dalam hidupnya. Karena terlambat hanya bagi mereka yang menyerah sebelum bertanding!

7 Karakter yang Harus Dimiliki Seorang Entrepreneur
Gimana nih, sudahkah Anda memantapkan visi untuk menjadi seorang entrepreneur?? Nah, untuk memantapkan visi Anda berikut ini saya akan menjelaskan 7 karakter yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur. Ketahuilah bahwasannya untuk menjadi seorang entrepreneur tidak hanya dibutuhkan pengalaman bisnis semata, tetapi terpenting dari itu semua adalah dibutuhkan sebuah karakter atau lebih tepatnya jiwa seorang entrepreneur. Suatu jiwa entrepreneur yang mutlak dimiliki oleh para entrepreneur. Apa saja ke-7 karakter tersebut?? Simak baik-baik penjelasan berikut yah...
Memiliki Komitmen Besar dalam Memulainya
Seorang entrepreneur sukses memiliki komitmen yang besar terhadap bisnisnya. Sangat mudah untuk dapat memahami hal tersebut, namun kenyataannya sulit untuk dipraktekkan. Jika Anda masih berangan-angan memiliki bisnis sendiri dan belum memulainya, sudah saatnya Anda mulai memperkuat komitmen untuk mengambil tindakan dan siap dengan segala resikonya. Tanpa ada tindakan semua itu hanyalah angan-angan belaka dan Anda harus melawan setiap hambatan mapupun resiko yang terjadi. Toh resiko masih dapat kita perkecil frekuensinya dengan pemikiran cemerlang kita sendiri. Ingatlah bahwa tak ada satu pun bisnis di dunia ini yang tidak mengandung resiko. Jadi perbesar komitmen Anda untuk memulainya dan hadapilah resikonya dengan berjuta senyuman :-)

Apakah gelas Anda setengah penuh atau setengah kosong?
Tidak semua orang optimis adalah seorang entrepreneur, tetapi hampi semua entrepreneur adalah orang-orang optimis. Setiap entrepreneur biasanya memiliki kemampuan melihat kesempatan positif dari suatu tantangan situasi. Tanpa keyakinan optimis, maka akan sulit memotivasi karyawan, bertahan pada masa-masa sulit dan mengembangkan bisninya.

Senang membuat/mengambil keputusan
Keputusan berarti komitmen. Keputusan yang salah bisa mengarah pada masalah dan menghilangkan rasa hormat dari suatu kelompok. Memiliki sebuah bisnis, khusunya yang modalnya tidak besar, berarti harus siap membuat keputusan dengan market research yang terbatas dan informasi yang kurang lengkap. Nah, kira-kira apakah Anda senang membuat keputusan-keputusan demikian??

Apakah Anda memiliki cukup uang untuk membuat cita-cita bisnis Anda terwujud?
Bagi Anda yang saat ini masih bekerja untuk orang lain dan ingin beraliih memiliki bisnis sendiri, saya menyarankan untuk tidak berhenti dulu dari pekerjaan Anda tersebut hingga Anda memiliki modal yang cukup demi kelangsungan bisnis Anda nantinya. Memenuhi kebutuhan keuangan untuk bisnis tidaklah mudah dan perlu pengorbanan pribadi apakah itu dari tabungan, pinjaman bank dan lain-lain. Dan sekali lagi bahwa Anda juga harus siap jika ternyata ada hal yang tidak sesuai dengan rencana Anda. Nah, apakah Anda siap menyokong kelangsungan business plan agar bisnis Anda dapat bertahan?

Senang Menjual
Dalam bisnis, penjualan adalah bagian alami dari segala pekerjaan bahkan jika mereka tidak pernah bekerja di bidang penjualan sekalipun. Sebagai seorang entrepreneur, pekerjaan Anda adalah "menjual". Menjual produk Anda, visi perusahaan, diri Anda sendiri. Dan Anda harus melakukan ini setiap hari, dalam setiap waktu. Jika Anda benar-benar menikmatinya, percayalah bahwa jiwa entrepreneur sudah ada dalam diri Anda.

Positive Thingking
Berpikir Positif memang mudah untuk diucapkan, untuk dipraktekkan walau tidaj selamanya mudah dilakukan. Seorang entrepreneur sejati selalu berpikir positif terhadap apa yang terjadi dalam dirinya maupun bisnisnya. Mereka lebih memilih memetik hikmah dibalik setiap kejadian buruk yang dialaminya ketimbang menyalahkan orang lain, frustasi dan mundur dari usahanya.

Mental seorang Entrepreneur
Bagaimana mental seorang entrepreneur sejati itu? Mental untuk pantang menyerah, pantang mundur sebelum perjuangannya berbuah kenyataan. Untuk membentuk mental seorang entrepreneur, membutuhkan proses dan waktu yang berkelanjutan. Apa sih yang tidak diperlukan proses dalam segala hal di dunia ini? Dan proses itu tidak cukup dengan satu jam, satu bulan atau bahkan satu tahun pembelajaran. Kita harus mulai terbiasa dengan segala tekanan yang terjadi pada diri kita. Dengan begitu, secara perlahan mental kita akan terbentuk dengan sendirinya. Jadi segeralah berhadapan dengan "tekanan" dan bukan menghindarinya. Percayalah bahwa mental Anda akan terbentuk dengan sendirinya.
Gimana, cukup rumit atau malah rumit nih penjelasanku :-)?? Tenang aja, bagi Anda yang masih belum paham dengan penjelasanku tersebut, jangan terlalu diambil pusing. Yang terpenting dari itu semua adalah tindakan Anda untuk memulainya. Tindakan Andalah yang nantinya akan melatih diri Anda sendiri untuk membentuk seorang yang memiliki karakter/jiwa seorang entrepreneur sejati. Dan latihan itu GRATIS!!! :-)
SUMBER:CAFEENTREPRENEUR

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar