23 April 2011

ANIMASI GEOGRAFI-2




Tornado adalah angin yang berputar sangat cepat, bentuknya mirip corong. Tornado sangat berbahaya terutama karena mampu mengangkat sejumalah besar benda – bagian bangunan, pepohonan, logam, bahkan mobil. Bahaya terbesar tornado adalah jika tertimpa benda-benda yang diterbangkan tornado tadi.

Tiga dari empat tornado di seluruh dunia terjadi di Amerika Serikat. Ada suatu tempat di Amerika Serikat yang sering sekali mengalami tornado hingga dinamakan “Tornado Alley”.

Tornado Alley adalah sebuah daerah luas di Amerika Serikat yang banyak mengalami tornado dahsyat. Daerah ini membentang dari Texas hingga North Dakota dan berada di timur Pegunungan Rocky. Tornado sering terjadi di banyak negara bagian Amerika.

Pegunungan Rocky membentang dari barat daya Amerika Serikat hingga barat laut Kanada. Mengapa tornado sering terjadi di Tornado Alley? Sistem cuaca di Pegunungan Rocky menarik angin dingin dari Kanada. Angin hangat dari sisi tenggara kaya akan uap air dari lautan. Angin ini terdorong naik ketika mencapai pegunungan dan bertemu dengan udara dingin. Kondisi ini sempurna bagi pembentukan tornado.

Tornado adalah angin tercepat di muka bumi. Tornado yang paling cepat mampu berputar lebih dari 402 km/jam. Lantaran berputar, angin yang diciptakan tornado tersebut bergerak di sepanjang permukaan tanah, menghisap udara hingga ke dasar dan mendorongnya ke atas. Tornado besar bagaikan penghisap debu raksasa. Tornado tidak sama dengan angin topan. Tornado lebih cepat, namun biasanya tidak bergerak sejauh atau membuat kerusakan sebesar angin topan.

Kebanyakan tornado berukuran kecil. Umumnya tornado membuat lintasan kerusakan selebar 46 meter dengan panjang 1,6 hingga 3,2 kilometer. Tornado terbesar bisa memiliki lintasan selebar 1,6 kilometer dan sepanjang 161 kilometer.

Tornado dapat terjadi dimana saja, namun paling banyak terjadi di Amerika Serikat, India dan Bangladesh. Tornado paling sering terjadi di sore hari. Sepanjang hari, sinat matahari menghangatkan bumi. Lantaran udara di atas mulai dingin, udara panas dari bawah naik dan bertemu dengan udara dingin. Ketika udara hangat bertemu dengan udara dingin, bisa terbentuk tornado.

Tornado terjadi dari udara hangat yang banyak tersedot ke awan. Sel badai dapat terbentuk pada awan kumulonimbus yang berputar perlahan. Kadang kala, di dalam sel badai bisa berbentuk putaran cepat udara yang membubung tinggi. Putaran cepat ini dinamakan Vorteks atau pusaran. Jika pusaran ini mencapai tanah, terjadilah tornado.


Awan badai tornado dipenuhi oleh energi. Energi tersebut awalnya berupa panas laten yang berasal dari matahari. Panas ini menyebabkan air laut menguap. Ketika uap air mendingin dan kembali menjadi titik-titik air, terjadi pelepasan energi. Pelepasan energi ini menimbulkan angin kencang, badai petir dan tornado.

Mengapa tornado berputar? Ketika dua angin bergerak ke arah berbeda dengan kecepatan yang berbeda pula, udara di antaranya berputar. Jika ingin pembuktian, letakkan pensil di antara kedua tangan, gerakkan salah satu tangan menjauh dan satu tangan lagi mendekat, pensil akan berputar.

Para ilmuwan menggunakan peralatan khusus untuk mengukur diameter corong tornado, seberapa cepat pergerakannya, dan seberapa cepat putarannya. Pengukuran paling penting adalah seberapa cepat putarannya. Semakin cepat berputar, semakin berbahaya tornado itu. Para ilmuwan menghitung kecepatan tornado berdasarkan kerusakan yang dibuatnya.

Profesor Theodore Fujita (1920-1998) menemukan “Skala Fujita” untuk memperkirakan kecepatan putaran tornado. Skala F0 dengan kecepatan angin di bawah 117 kilometer/jam menyebabkan kerusakan ringa. F1, pada kecepatan 117-180 kilometer/jam dapat mengangkat mobil. F5, diatas 420 kilometer/jam sanggup melepaskan rumah dari pondasinya.

Dimana tornado paling dahsyat yang pernah terjadi? jawabannya Bangladesh. Bangladesh adalah negara miskin yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagi petani. Masyarakat tinggal di daerah pertanian, meski tempat itu rawan banjir dan badai. Mereka tidak dapat menyelematkan diri dengan mudah karena kondisi jalannya jelek sehingga menyulitkan perjalanan. Rumah-rumah mereka dengan cepat dirusak oleh tornado. Jika hasil panen juga rusak, tidak ada yang dapat mereka makan. Tornado paling mematikan menghantam Bangladesh pada bulan April 1989. Lebih dari 1.300 orang tewas dan 50.000 orang lainnya kehilangan tempat tinggal.

Dapatkah tornado terjadi di laut? Tornado yang terjadi di laut disebut waterspout. Sebenarnya itu adalah uap air yang menjulang, bukan air. Seperti tornado, semburan ini biasanya terbentuk oleh badai petir ketika udara hangat dan dingin bertemu. Meski dapat terjadi di mana saja, semburan air paling sering terjadi di laut sekitar Florida, Amerika Serikat.

Dengan melihat kejadian alam sekarang ini yang sudah memasuki pemanasan global, tidak bisa dipungkiri bahwa suatu saat tornado yang lebih besar dan dahsyat akan terjadi memporakporandakan yang ada di bumi ini. Beberapa ilmuwan percaya bahwa jika air laut menghangat, angin yang dihembuskannya akan memiliki energi yang lebih banyak. Ketika energi dilepaskan dalam badai petir, tornado akan menjadi lebih kuat.
1. Keterangan

Penampakan Tornado
Menurut Kamus Meteorologi (AMS 2000), tornado adalah “ suatu kolom udara yang berputar dengan kencang, timbul dari awan cumuliform atau dari bagian bawah awan cumuliform, dan sering (tidak selalu) tampak seperti funnel cloud.” Dengan kata lain, sebuah vorteks yang diklasifikasikan sebagai tornado, harus terhubung dengan permukaan tanah dan dasar awan. Ahli meteorology belum menemukan cara yang mudah untuk mengklasifikasi dan mendefinisikan tornado. Contohnya, tidak ada perbedaan yang jelas antara mesosiklon (sirkulasi badai guntur induk) di permukaan dengan tornado lemah yang besar. Sudah diketahui bahwa funnel pada tornado tidak tampak. Juga, pada kecepatan berapa dari awan ke permukaan tornado berawal.

Tornado
juga bisa diartikan kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah. Tornado muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing-puing.

Umumnya tornado memiliki kecepatan angin 177 km/jam atau lebih dengan rata-rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang. Beberapa tornado yang mencapai kecepatan angin lebih dari 300-480 km/jam memiliki lebar lebih dari satu mil (1.6 km) dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100 km.

Meskipun tornado telah diamati di tiap benua kecuali Antartika, tornado lebih sering terjadi di Amerika Serikat. Tornado juga umumnya terjadi di Kanada bagian selatan, selatan-tengah dan timur Asia, timur-tengah Amerika Latin, Afrika Selatan, barat laut dan tengah Eropa, Italia, barat dan selatan Australia, dan Selandia Baru.

- Definisi lebih lanjut
Tornado
Tornado didefinisikan oleh Glosari Meteorologi sebagai "kolom udara yang berputar kencang yang menyatu dengan permukaan tanah dan muncul dari awan cumuliform atau bagian bawah awan cumuliform dan sering (namun tidak selalu) tampak sebagai suatu awan corong..."
Corong Kondensasi
Tornado tidak harus tampak; namun, intensitas tekanan rendah yang disebabkan oleh kecepatan angin yang tinggi (lihat Prinsip Bernoulli) dan berputar cepat (berkaitan dengan keseimbangan siklostrofik) sering menyebabkan uap air di udara berkondensasi yang menyebabkan tampak corong kondensasi. Tornado merupakan pusaran angin bukan awan kondensasi.

awan corong merupakan perwujutan dari corong kondensasi yang tanpa disertai angin kencang di permukaannya. Tidak semua awan corong menjadi sebuah tornado. Namun, banyak tornado yang didahului oleh awan corong seperti pusaran mesosiklon yang mendarat di permukaan tanah. Tornado pada umumnya menghasilkan angin kencang di permukaannya ketika corong yang tampak itu bertahan di atas permukaan tanah. Hal ini menyebabkan sulitnya menemukan perbedaan antara awan corong dan tornado dari suatu jarak tertentu.

Keluarga Tornado
Kadang, sebuah badai tunggal menghasilkan berbagai tornado dan mesosiklon. Proses ini dikenal sebagai siklus tornadogenesis. Tornado yang terbentuk dari badai yang sama dikenal sebagai keluarga tornado. Kadang-kadang sejumlah tornado dari mesosiklon yang berbeda terjadi secara bersamaan.

Serangan Tornado
Kadang, beberapa tornado terbentuk dari sistem bada berskala luas yang sama. Jika terdapat aktivitas tornado yang merusak, hal ini dianggap menjadi suatu serangan tornado, meskipun ada bermacam-macam definisi. Periode beberapa hari berturut-turut dengan serangan tornado di lokasi yang sama (terbentuk oleh beberapa sistem cuaca) merupakan rentetan serangan tornado, yang kadang disebut serangan tornado luas.

Penampakan Bentuk Tornado dari Angkasa

- Etimologi
Kata "tornado" merupakan perubahan dari kata dalam Bahasa Spanyol tronada, yang berarti "badai petir". Kemudian, kata tornado juga diambil dari Bahasa Latin tonare, yang berarti "gemuruh". Kata ini sangat mungkin merupakan kombinasi dari bahasa Spanyol tronada dan tornar ("berputar"); namun, kata ini mungkin juga merupakan suatu etimologi rakyat.Tornado juga secara umum dikenal sebagai twisters.

2. Jenis Tornado Sejati
Tornado multi-pusaran
Tornado multi-pusaran adalah suatu jenis tornado dimana dua atau lebih kolom udara yang menggumpal berputar mengelilingi pusat. Struktur multi-pusaran dapat terjadi di hampir setiap sirkulasi, namum sangat sering teramati dalam tornado dahsyat.

Satelit tornado
Satelit tornado adalah suatu istilah untuk tornado lemah yang terbentuk dekat tornado besar kuat yang terjadi dalam mesosiklon yang sama. Satelit tornado muncul dari "orbit" tornado besar (sebagai namanya), yang memperlihatkan wujud pusaran yang multi-pusaran. Namun, satelit tornado merupakan corong yang berbeda, dan lebih kecil dibandingkan corong utama.

Puting Beliung
Puting Beliung secara resmi digambarkan secara singkat oleh National Weather Service Amerika Serikat seperti tornado yang melintasi perairan. Namun, para peneliti umumnya mencirikan puting beliung "cuaca sedang" berasal dari puting beliung tornado.

Puting beliung cuaca sedang sedikit perusak namun sangat jauh dari umumnya dan memiliki dinamik yang sama dengan setan debu dan landspout. Mereka terbentuk saat barisan awan cumulus congestus menjulang di perairan tropis dan semitropis. Angin ini memiliki angin yang secara relatif lemah, dinding berlapis lancar, dan umumnya melaju sangat pelan. Angin ini sangat sering terjadi di Florida Keys.

Puting Beliung Tornado merupakan secara harafiah sebutan untuk "tornado yang melintasi perairan". Angin ini dapat terbentuk melintasi perairan seperti tornado mesosiklon, atau menjadi tornado darat yang melintas keluar perairan. Sejak angin ini terbentuk dari badai petir perusak dan dapat menjadi jauh lebih dahsyat, kencang, dan bertahan lebih lama daripada puting beliung cuaca sedang, angin ini dianggap jauh lebih membahayakan.

3. Skala Tingkatan Tornado
- Tornado Lemah (Weak Tornado)
Tornado lemah umumnya mencakup 88% dari jumlah keseluruhan kejadian tornado. Tronado dapat dikategorikan lemah jika kecepatan angin kurang dari 112 mph. Tornado lemah hanya terjadi dalam waktu singkat antara kurang dari 1 sampai 10 menit atau lebih. Kematian yang diakibatkan tornado lemah kurang dari 5% dari keseluruhan kematian yang disebabkan tornado. Kebanyakan tonado lemah memiliki ukuran kecil (tetapi tidak semuanya). Tornado ini umumnya berskala F0 – F1.

- Tornado Kuat (Strong Tornado)
Tornado kuat mencakup 11% dari jumlah keseluruhan kejadian tornado. Kecepatan angin tornado kuat antara 113 – 206 mph. Tornado kuat memikili durasi 20 menit atau bahkan lebih. Kematian yang diakibatkan tornado ini mencakup 30% kematian dari keseluruhan. Ukuran tornado ini umumnya tidak terlalu besar atau kurang lebih 10 m. Tornadi jenis ini berskala F2 – F3.

- Tornado Sangat Kuat (Violent Tornado)
Tornado jenis ini sangat jarang terjadi. Tornado kuat mencakup 1% dari jumlah keseluruhan kejadian tornado. Kecepatan angin lebih dari 205 mph dalam beberapa kejadian kecepatan anginnya mencapai 300 mph. Sekali terjadi tornado ini dapat terjadi cukup lama melebihi 1 jam dan dapat melintasi bermil-mil sebelum menghilang. Walaupun jarang terjadi, kematian yang diakibatkan tornado ini mencapai 70% kematian dari keseluruhan. Skala tornado ini adalah yang paling besar yaitu F4 – F5.

4. Proses Pembentukannya
Sebagian besar tornado yang merusak dan mematikan disebabkan oleh supersel, yaitu badai guntur yang berputar dengan sirkulasi yang teratur yang disebut mesosiklon. Supersel juga dapat menimbulkan hujan es yang merusak, angin kencang non-tornado, kilat, dan banjir tiba-tiba. Pembentukan tornado umumnya dapat dilihat pada hal- hal yang terjadi pada skala badai, didalam dan sekitar mesosiklon. Pertumbuhan tornado berhubungan dengan perbedaan temperature pada di tepi massa udara turun (downdraft) yang berada di sekitar mesosiklon (downdraft oklusi). Studi pemodelan secara matematis tentang pertumbuhan tornado juga mengindikasikan tornado dapat terjadi tanpa pola temperature tersebut; bahkan kenyataannya, variasi temperatur yang teramati sangat kecil pada beberapa tornado yang menyebabkan kerusakan hebat dalam sejarah yakni pada 3 Mei 1999.

Badai pembentukan Tornado

Namun dapat juga disebabkan oleh perubahan lapisan udara, dalam hal ini jika lapisan udara dingin berada diatas lapisan udara panas, udara panas naik dengan kecepatan 300-an km/jam, udara yang menyusup dari sisi inilah yang mengakibatkan angin berputar sehingga membentuk tornado, dan bila sudah sempurna maka sebuah tornado bisa memiliki kecepatan hingga 400 Km/jam serta lebar cerobong antara 15 – 365 meter. Tornado adalah di antara angin sekaligus badai paling kejam di Bumi, dengan potensi untuk menyebabkan kerusakan yang sangat serius. Badai cepat berkembang – disertai hujan, guntur dan kilat. Ketika suhu tanah meningkat, udara panas dan lembab mulai naik.

Ketika hangat, udara lembab dan dingin memenuhi udara kering, itu terangkat ke atas, masuk lapisan udara atas. sebuah awan petir mulai tercipta pada fase ini. Pergerakan udara keatas sangat cepat. Angin dari sisi samping menyebabkan arah yang berbeda dan membentuk sebuah pusaran. Sebuah kerucut hasil putaran udara yang berpilin tersebut mulai terbentuk dan terlihat dari awan ke permukaan tanah.

5. Dampak Tornado
Angin Tornado adalah suatu angin pusaran kuat skala menengah dari kumpulan arus kuat awan gelap yang merentang ke permukaan bumi. Saat muncul angin Tornado, kerap disertai dengan satu atau beberapa pilar awan berbentuk corong seperti “belalai gajah” dari dasar awan dan menjulur ke bawah, dengan disertai badai angin dan hujan, petir atau rambun (batu es). Jika Tornado melewati permukaan air, ia dapat menarik air ke atas, dan membentuk tiang air, berdekatan dengan awan. Jika melewati daratan, kerap akan merobohkan rumah, menumbangkan tiang listrik, bahkan menarik manusia, ternak atau benda-benda lain ke dalam pusarannya dan dibawa ketempat lain. Angin Tornado kerap terjadi pada saat hujan disertai petir di musim panas, dan sebagian besar muncul pada sore hari hingga menjelang malam, skala terjangannya kecil, diameter Tornado umumnya berkisar antara puluhan hingga ratusan meter. Waktu berlangsungnya Tornado biasanya hanya beberapa menit, paling lama juga tidak lebih dari beberapa jam. Terjangan anginnya sangat kuat, kecepatan angin di sekitar pusat dapat mencapai 100-200 meter/jam. Daya perusaknya sangat kuat, tempat yang dilalui angin Tornado, kerap akan membuat pohon-pohon yang dilaluinya tercabut dari akarnya, menjungkir balikan mobil, menghancurkan bangunan dan sebagainya, terkadang menarik pergi manusia.
SUMBER:http://www.meiharls.co.cc/2010/08/tornado.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar