23 April 2011

ANIMASI GEOGRAFI-13



Lembah Celah Besar (bahasa Inggris: Great Rift Valley) adalah sebuah fitur geografi dan geologi, yang panjangnya kira-kira 6.000 kilometer (3.700 mil), yang terbentang dari Suriah utara sampai Mozambik tengah di Afrika Timur. Nama lembah ini diberikan salah seorang pengelananya, John Walter Gregory. Jika dilihat dari satelit, lembah ini seperti "merobek" Benua Afrika menjadi dua.
Lembah Celah Besar merupakan sumber fosil-fosil[1] yang telah membantu penelitian mengenai evolusi manusia, khususnya di daerah bernama Piedmont.[2] Dataran tinggi yang semakin cepat tergerus telah menyebabkan lembah tersebut dipenuhi sedimen, sehingga tercipta lingkungan yang melestarikan sisa-sisa peninggalan sejarah dengan baik. Tulang-tulang beberapa nenek moyang hominid manusia modern telah ditemukan di sana, termasuk "Lucy",[3] tulang-belulang australopithecine berusia lebih dari 3 juta tahun yang ditemukan ahli antropologi Donald Johanson. Richard dan Mary Leakey juga telah melakukan penelitian yang signifikan di kawasan ini.
Beberapa waktu lalu dua nenek moyang hominid lainnya juga ditemukan di sana: Chororapithecus abyssinicus, seekor kera berusia 10 juta tahun yang ditemukan di celah Afar, di sebelah timur Etiopia,[4] dan Nakalipithecus nakayamai, yang juga berusia 10 juta tahun.
Rifting adalah proses di mana kerak benua diperpanjang atau mengalami pemekaran dan menipis, membentuk cekungan sedimen perpanjangan dan / atau mafic tanggul-kawanan.

Wilson Cycle Dan Pembentukan Ocean Basin

Sesuai dengan konsep Pemekaran dasar samudera yang muncul pada akhir tahun 60-an, maka akibat untuk geologi muncul secara bertahap. Yang pertama kali menyadari bagaimana lempeng tektonik dapat diaplikasikan dalam rekaman geologi ialah J. Tuza Wilson. Jika lempeng benua mengelami keretakan untuk membentuk Ocean Basin, maka lempeng samudera lainnya harus tertutup. Hal ini dapat terulang beberapa kali dalam sejarah bumi. Contohnya ialah di Lapetus laut antara Inggris dan Skotlandia di bawah Paleozoik tertutup pada Calcedonia dan kemudian mengalami pembukaan Atlantik hampir pada tempat yang sama. Siklus ini dikenal sebagai Wilson Cycle :
1. Rifting Benua oleh Mantel Diaprism
2. Continental Drift, Penyebaran dan Pembentukan dasar laut samudera.
3. Continental Collision dan penutupan terakhir ocean basin.

• Empat tahapan yang ada dalam pembentukan tektonik khas Rifted Passive Margin :

1. Rift Valley
Tahapan ini melibatkan pembentukan Graben awal sebelum benua terpecahkan. Tahapan ini dapat berasosiasi dnegan pengangkatan Domal yang disebabkanoleh peningkatan material hot upper mantle. Contohnya adalah African Rift Valley.
2. Youthful
Tahapan ini dikarakteristikan oleh regional subsidence yang cepat dari outer shelf dan slope, namun beberapa pembentukan Graben dapat bertahan. Contoh : Laut Merah.
3. Mature
Tahapan ini berlangsung selama daerah tersebut terjadi pengendapan . contohnya ialah kebanyakan dari Continental Atlantic Margin.
4. Fracture
Tahapan ini terjadi ketika sejarah continental margin mulai dan berakhir.

Burke & Whiteman (1973), mengikuti doming hipotesis, menyatakan bahwa di daerah domal ini, akan berkembang tiga pemekaran, membentuk sebuah 'RRR' triple junction. Meskipun ada kemungkinan bahwa ketiga pemekaran itu bisa berkembang menjadi lautan ('RRR'), lebih mungkin bahwa dua dari pemekaran ini akan berkembang menjadi sebuah samudera ('RRR'), meninggalkan celah ketiga sebagai 'failed arm'. Mereka berspekulasi bahwa di berbagai benua itu adalah mungkin untuk mengenali sambungan RRR ini. Pemekaran 'failed arm’ pada akhirnya akan mereda sebagai anomali termal dan menjadi lokasi utama depositional basin, atau aliran sungai besar dan delta. The Benue Trough di Nigeria dianggap sebagai contoh ‘failed arm’ mengikuti pembukaan Samudera Atlantik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar