20 Oktober 2012

Bagiku Kebahagiaan itu ada di satu kata "ENTREPRENEUR"

Karakter Wirausaha Indonesia Rendah

Karakter wirausaha Indonesia berbeda jauh dengan China atau India yang sudah sangat kuat berdagangnya. Bila kita lihat riwayatnya negri ini dijajah Belanda ratusan tahun dimana mereka menanamkan pemikirn di masyarakat untuk menjadi pegawainya akan menjadi terhormat. Selanjutnya orang tua mendorong anaknya untuk menjadi pegawai. Mereka lebih bangga bila anaknya menjadi pegawai. Sebenarnya, kini seorang pengusaha lebih banyak mempunyai kesempatan dibanding pegawai dalam mengembangkan potensi diri maupun taraf hidup.  Ada kecenderungan pengusaha masuk ke dunia politik. Di DPR saja ada 60 anggauta HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), belum lagi di tingkat kabupaten, kota, propinsi atau yang menjadi gubernur, bupati, walikota  Sungguh wajar bila di jaman penjajahan Belanda menanamkan pemikiran bahwa menjadi pegawai merupakan strata istimewa di masyarakat. Bukankah ini berarti pegawai menjadi abdi dalem mereka! Tragisnya, di sebagian besar negri ini (terutama di daerah-daerah, bukan metropolis) masyarakat masih memandang pegawai mempunyai kelas tersendiri. Entah sampai kapan???
Padahal negri ini kini membutuhkan wirausahawan muda yang tangguh untuk menciptakan lapangan kerja bagi diri dan orang lain. Kini sudah sepantasnya wirausahawan tangguh ini menjadi pahlawan ekonomi bangsa.

Wirausaha Menjadikan Bangsa Mandiri

rasullullah muhammad saw, adalah teladan wirausaha, sikap berani mengambil langkah dan resiko, kecerdasan membuat konsep-konsep, kamampuan menjamin relasi bisnis secara harmonis dengan pedagang beraneka karakter dan latar belakang etnis, agama dan bamgsa. namun tetap memegang teguh sikap tawadhu, tidak takabur memperhatikan aspek sosial lingkungan dengan menggerakan ekonomi keumatan, menggerakan secara optimal fungsi-fungsi zakat , wakaf, shdaqah untuk kemaslahatan umat.
tingkat kemajuan atau keterbelakangan suatu negara bukan karena negara yang bersangkutan telah lama merdeka atau baru merdeka, bukan pula karena negara tersebut memiliki sumber daya alam yang melimpah atau memiliki jumlah penduduk yang banyak, luas wilayah yang strategis melainkan tingkat kemajuan suatu negara akan terukur pada kualitas sumber daya yang ada disuatu negara. mestinya diawali dengan meninghktakan kualitas sumber daya manusia yang memiliki etos kerja tinggi, keunggulan, keberanian mengambil langkah, ketekunan sikap mental dan perilaku gigih serta berjiwa mandiri. inilah model sumber daya manusia yang akan tampil memiliki andil besar dalam memajukan dan memakmurkan suatu negara. inilah sumber daya manusia yang disebut wirausaha.
menurut kamus bahasa indonesia, kata "wira" berarti manusia unggul, pahlawan, pendekar, berbudi luhur, teladan, gagah, berani, berjiwa besar, serta memiliki keagungan watak. sedangkan kata "usaha" berarti berbuat sesuatu, perbuatan, amal, bekerja yang dapat diartikan labih luas lagi, misalnya usaha dibidang agrobisnis, jasa, perdagnagan, industri dan lain-lain. prinsipnya kewirausahaan memiliki pengertian yang lebih luas yang mencerminkan sifat dan karakter gita, tekun, dan kreatuf dalam bekerja dan usaha, mampu menangkap peluang, memanfaatkan potensi sumber daya yang ada, mandirim berdaya saing, berani mengambil resiko, serta membawa manfaat bagi diri dan lingkuangannya sebagai pioner, motivator, maupun inovator.
kewirausahan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru denganmeningkatkan efesiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntunungn yang lebih besar.
dalam sejarah islam, rasullullah muhammad saw adalah teladan (usawah hasanah) bagi calon wirausaha. sikap seorang saudagar besra, namajer peternakan, pemegang kendali perusahaan, dengan sikap keberanian mengambil langkah dan resiko, kecerdasan membuat konsep-konsep, mampu menjalin relasi bisnis secara harmonis dengan pedagang beraneka karakter dan latar belakang, suku, etnis, agama dan bangsa, mampi mengendalikan organisasi perusahaan dengan kejujuran dan kesantunan. namun tetap memegang teguh sikap tawadhu'an, tidak takabur dan tetap memperhatikan aspek sosial linghkungannya dengan menggerakan ekonomi keumatan. inilah teladan sejati seorang rasullullah muhammada yang juga merupakan seorang wirausaha.
arena pendidikan modern, kini harus melengkapi sarana dan fasilitas penunjnag pendidikan kewirausahaan untuk menigktakan kemampuan ketrampilan (skill) peserta didik guna mempersiapkan bakal kehidupan dimasa datang. sarana pengmebangan ketrampilan dan kemampuan dibidang pertanian, diperlukan kegiatan produksi dan distribusi, saran produksi usaha tani. kegiatan usaha tani (pertanian primer) kegiatan penyimpanan, pengolahan, dan distribusi komiditas pertanian untuk menunjang itu semua, maka diperlukan lahan-lahan produksi tanaman pangan hortikultural, tanaman keras, tanaman obat, tanaman hias, tanaman produk sumber energi, area peternakan, pengolahan pakan, pengolahan produksim peternakan, perikanan dan lain-lain. sedangkan untuk menunjang pengembnagan ketrampilan bidang industri diperlukan workshop yang berkaitan dengan teknik mesin, otomotif, mekanik,, elektrtic dan lain-lain.
dibidang pengembangan tekhnologi informasi diperlukan workshop, laboratorium pengembangan it, arena hotspot, internet untuk mengakses berbagai informasi yang selalu berkembang. dengan berbagai sarana yang disiapkan diharapkan peserta didik mampu untuk membekali dirinya dengan berbagai ketrampilan, sehinga kelak akan menjadi bakal berwirausaha. selain sarana da fasilitas yang mendukung dan memadai, kurikulum kewirausahaan, manajemen, pemasaran, tata usaha, akutansi, dapat membekali peserta didik untuk menjadi wirausaha yang sukses dimasa yang akan datang.
kewirausahaan menempati posisi yang strategis dalam menciptkan lapangan tenaga kerja, mengatasi pengangguran, memanfaatkna potensi sumber daya secara maksimal serta memiliki potensi yang besra dalam berdaya saing. maka dari itu diperlukan wirausaha-wirausaha baru untuk menepati posisi tersbut sebagai tulang punggung ekonomi nasional. wirausaha yang sukses mampu bersaing ternyata mereka memiliki ciri-ciri antara lain: memiliki tyujuan yang berkelanjutan, ketekunan, pengetahuan bisnis, mampu mengatasi kegagalan, berani mengambil resiko, mampu mengatasi masalah, berinisiatif melakukan ide, kemampuan untuk berkonsultasi, kesehatan mental, fisik, memanfaatkan masukan, toleransi sesama, mampu menjalin inter-aksi dengan sesama.
menurut direktur teknologi & operasional bank mandiri. sasmita (kompas jum'at 7 agustus 2009). di indonesia rasio wirausahawan dibandingkan dengan jumlah penduduk masih kurang dari angka standar untuk kategori negara maju. rasio di indonesia hanya sekitar 0,18% sedangkan angka untuk negara maju 2 %. untuk mendorong timbuhnya wirausahawan baru, perbankan telah menyalurkan kredit-kredit lunak bagi para pemula maupun wirausahawan yang sudah berjalan. sealin itu pengembangan pelatihan ketrampilan yang dilaksanakan dengan berbagai lembaga ataupun instansi terkait.
bagi para pemula yang ingin mengembangkan bisnis perlu sekali memahami kewirausahaan dan juga harus mengadopsi segala hal yanmg diperlukan untuk menjadi wirausaha yang tangguh dan yang tidak ditinggalkan adalah duit (doa, usaha. ikhtiar, tawakal) kepada allah.

Kemampuan Seorang WiraUsaha

Menurut Casson (1982) yng dikutip oleh Yuyun Wiraswamita (1993: 3) terdapat beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha yaitu :
1. Self Knowledge
Yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan atau ditekuni.

2. Imagination
Yaitu memiliki imajinasi, ide, perspektif serta tidak mengandalkan kesuksesan masa lalu.

3. Practical Knowledge
Yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya pengetahuan teknik, desain, proses pembukuan, administrasi dan pemasaran.

4. Search Skill
Kemampuan menemukan, berkrasi dan berimajinasi.

5. Foresight
Yaitu berpandangan jauh ke depan.

6. Computation skills
Kemampuan berhitung dan memprediksi keadaan di masa yang akan dating.

7. Communication skills
Kemampuan berkomunikasi, bergaul dan berhubngan dengan orang lain.

Wirausaha, salah satu kiat mengentaskan kemiskinan

Di tengah susahnya kehidupan dan kerasnya persaingan ekonomi, salah satu imbas negatif dari itu semua adalah krisis ekonomi dan terjadinya banyak Pemutusan Hubungan kerja (PHK) karena kantor-kantor banyak yang pailit atau bangkrut..
Di tengah sulitnya lagi mencari pekerjaan baru baik di bidang swassta maupun pemerintahan, perlu kiranya ada upaya-upaya sistematsi dari pemerintah maupun swasta untuk memberdayakan kemampuan pribadi-pribadi menjadi wirausahawan sejati.
Pemerintah bukannya tidak sadar akan dampak negatif dari kesulitan ekonomi yang masih melanda negeri ini sebagai bagian dari imbas krisis global..
Pertumbuhan angkatan kerja yang melonjak drastis tidak diiringi dengan terciptanya banyak lapangan kerja baru. Semakin hari semakin lama pengangguran tercipta dan menimbulkan krisis sosial juga dan meningkatkan angka kriminalitas akibat pengangguran tersebut.
Keadaan ini harus kita sikapi dengan lebih cerdas dan tentunya juga diharapkan upaya yang cerdas pula dari pemerintah untuk mendorong dan membina terciptanya wirausahawan baru yang kuat, tahan banting yang akhirnya sedikit demi sedikit membantu pemerintah juga untuk mengurangi beban jumlah pengangguran dan jumlah warga miskin.
Juga perlunya ada semacam undang-undang yang dibuat untuk membantu secara riil para ushawan kecil agar bisa mandiri, termasuk tentunya juga kemudahan dalam memperoleh pinjaman dari bank yang selama ini seakan tidak pernah mau membantu para usahawan yang sangat minim modal.

Menumbuhkan Jiwa Wirausaha

pesatnya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi memaksa terbukanya kran persaingan global yang tanpa mengenal batas ruang dan waktu. setiap kita dituntut untuk dapat berkompetisi secara global diberbagai bidang, tak terkecuali bidang sumber daya manusia yang merupakan pondasi dari sebuah negara untuk dapat bercatur pada tataran internasional. kemampuan sumber daya manusia yang harus dimiliki tidak cukup sebatas mampu bersaing dalam memperebutkan peluang kerja yang ada namun bagaimana kita dapat menciptakan peluang pekerjaan tersebut bagi banyak orang. dengan itu setiap kita dituntut untuk mampu dan mau berjiwa wirausaha sehingga menjadi kreatif dan inovatif dalam memunculkan ide-ide dan gagasan baru. kerwirausaha merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena keberadaannya sebagai khalifah fil-ardh dimaksudkan untuk memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik (qs. 11/hud : 61). namun ad beberapa kesulitan tuk terjun ke dunia ini.., namun demikian berbagai permasalahan yang datang adalah lembaran utama berupa proses menuju pendewasaan dan kematangan seorang entrepreneurship yang bermuara pada kesuksesan dalam mengelola suatu bidang usaha.
sikap mental wirausahawan  ada enam sikap mental (minimal) yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan agar sukses menjalankan wirausahanya adalah :

1. kreatif dan inovatif.
bermental wirausahawan terletak pada seberapa besar seseorang dapat mengekspresikan dan mengeksploitasi kemampuan dirinya, berimajinasi, senantiasa mendapatkan inspirasi, menciptakan atau memperbaharui sesuatu yang belum terpikirkan oleh orang lain dan hasil inovasinya itu menjadi sesuatu yang mempunyai nilai jual.

2. optimis, tegar dan ulet.
rasa percaya diri yang tinggi (tidak berlebihan), tegar dan sangat ulet patut menjadi modal dasar dalam berwirausaha. seseorang yang demikian tidak akan mudah putus asa, bahkan mungkin tidak pernah putus asa. masalah akan dihadapinya dan bukan dihindari

3. pekerja keras.
waktu kerja bagi seorang wirausahawan tidak ditentukan oleh jam kerja. saat ia sadar dari bangun tidurnya, pikirannya sudah bekerja membuat rencana, menyusun strategi atau memecahkan masalah.

4. multi tasking.
bermental wirausahawan sejati artinya dia mempu memandang sesuatu dalam perspektif/dimensi yang berlainan. bahkan mampu melakukan multi-tasking (melakukan beberapa hal pekerjaan/solusi sekaligus).

5. berhemat.
wirausahawan yang bijaksana biasanya hemat dan sangat berhati-hati dalam menggunakan uangnya terutama jika ia dalam tahap awak usahanya. setiap pengeluaran untuk kepentingan pribadi dipikirkannya secara serius sebab ia sadar bahwa sewaktu-waktu uang yang ada akan diperlukan untuk modal usaha atau modal kerja.

6. berani ambil resiko.
seorang wirausahawan berani mengambil resiko. semakin besar resiko yang diambilnya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan karena jumlah pemain semakin sedikit.
prinsip entrepreneur unggulan
berikut penulis jelaskan lima prinsip yang dikemukakan dr. rhenald kasali tersebut tentang entrepreneur unggulan, yaitu :

- reputasi (kredibilitas).
nama baik adalah modal dasar kita untuk terjun berwirausaha. apapun yang kita miliki untuk meyakinkan seseorang (mitra) akan sia-sia adanya tanpa mempunyai reputasi, track record yang baik.

- tumbuh dari bawah (bottom up).
kesuksesan dalam berwirausaha tidak tiba-tiba datang begitu saja, sukses dimulai dari langkah kecil. seiring berjalannya waktu, usaha yang kita geluti senantiasa ditemani oleh berbagai macam hambatan sehingga manakala kita dapat melaluinya, maka seiring itu pula kesuksesan demi kesuksesan terus kita raih.

- istiqomah dan konsentrasi/fokus. sikap istiqomah
adalah konsisten, tetap dan teguh. tetap pada pendirian, tidak berubah, dan tahan uji. sikap istiqomah akan melahirkan tiga pondasi entrepreuner yaitu keberanian (syajaah) dalam menggeluti dunia baru, ketenangan (itminan) dalam menghadapi berbagai risiko, dan tafaul (optimis) dalam meraih hasil/kesuksesan.

- anti kerumunan.
berusaha memasuki dunia usaha yang baru bukan bidang yang sudah dikelola oleh banyak orang, kecuali mampu memberikan nilai lebih terhadap kualitas produk tersebut.

- modal hanya pelengkap. modal (financial)
menjadi alasan utama kenapa orang enggan atau sulit untuk berwirausaha padahal. mereka berpikir uanglah satu2nya penentu wirausaha itu dapat berdiri. padahal kita bisa memulainya dengan tidak menggunakan modal uang sama sekali misalnya join dengan teman, relasi yang mempunyai modal dan kita turut serta mengelolanya atau jika ingin mendirikan usaha sendiri tanpa join dengan yang lain bisa dimulai dengan modal yang sangat kecil atau mengajukan pinjaman ke pihak lain (bank, kenalan atau saudara). jika cerdas, kita bisa memulai suatu usaha tanpa modal uang sama sekali. misalnya dengan sistem titip jual (konsinyasi).
kunci sukses berwirausaha

Sifat yang harus dimiliki wirausaha

Seorang Wirausaha harus memiliki beberapa sifat yang baik dalam menjalankan usaha seperti:

1. Percaya diri
Seorang wiraswasta harus percaya diri dengan usaha yang dijalankan tidak terombang-ambing pendapat orang lain. Tentu saja saran dan masukan orang lain tetap didengarkan tetapi ia harus teguh dalam menjalankan usahanya.
Ia juga harus yakin bahwa usahanya akan berhasil walau membutuhkan waktu yang lama. Seorang wiraswasta 

2. Berorientasi pada tugas dan hasil
Seorang wirausahawan bisa bekerja hingga 24 jam. Katany seorang pengusaha bekerja dalam tidurnya. Mereka harus bekerja keras melebihi seorang pegawai atau mereka tidak mendapat uang sama sekali. 

3. Mengambil Risiko
Ketika kita membuka usaha kita sadar bahwa kita bisa untung, rugi, atau impas. Hal itu adalah risiko yang mesti kita ambil dalam berwirausaha. Kalau tidak mau rugi jangan berusaha.
Mengambil risiko atau tidak mengambil risiko sama-sama berisiko. Bahkan orang yang sedang tidur sekalipun mempunyai risiko kejatuhan pesawat terbang. 

4. Kepemimpinan 
Semua orang adalah pemimpin minimal bagi dirinya sendiri. seorang usahawan harus bisa memimpin banyak orang untuk memenuhi tujuan usaha seperti memaksimalkan profit. Ia harus menjadi motivator yang baik agar anak buahnya dapat bekerja dengan senang tanpa adanya paksaan.

5. Keorsinilan
Seorang Pengusaha tidak mengikut ke orang lain saja. Ketika bisnis sedang trend mereka ikut-ikuta. Contoh bisnis air minum isi ulang sedang boom, mereka ikut-ikutan. Ketika suatu usaha sedang boom bisa jadi mereka akan merugi karena penjualannya juga berkurang 

6. Berorientasi ke depan
Wiraswasta mempunyai rancangan masa depan dan ia tidak berpikir untuk masa sekarang saja.

7. Kreativitas
Wiraswastawan harus kreatif dan ia bisa menciptakan pasar bagi produknya. Ia jeli melihat peluang yang ada di masyarakat.

Jalan Menuju Wirausaha Sukses

Saya yakin setiap orang di dunia ingin sukses walau kenyataan tidak semua orang bisa sukses. Untuk itu bagi yang ingin sukses harus menempuh jalan menuju sukses hingga sampai pada gerbang kesuksesan. Ada beberapa cara untuk menempuh hal kesuksesan seperti:

1. Mau Bekerja Keras
Seorang Yang ingin sukses jangan berharap jika hanya makan dan tidur saja. Kita harus bekerja dengan tujuan ibadah. Memang kadang kita bekerja mendapat upah yang tidak seimbang. Hitung-hitung sedekahlah dengan kita bekerja keras. Kita dapat upah kecil tapi upah yang seharusnya kita dapatkan kita sedekahkan dalam bentuk tenaga.
Suatu saat jika ada keberuntungan maka anda akan sukses. Orang lain juga akan melihat kemampuan kerja anda jika anda bekerja benar-benar tulus. 

2. Bekerja Sama dengan Orang Lain
Sebagai mahluk sosial, kita membutuhkan bantuan orang lain. mUstahil kita bisa hidup dengan bantuan orang lain. Kita bisa bekerja sama untuk mengerjakan suatu usaha atau suatu proyek. 

3. Penampilan yang Baik.
Usahakan penampilan kita rapi dan enak dipandang.
4. Yakin (Self Confidence)
Kalau kita tidak yakin untuk apa kita berusaha. Seorang Ustadz mengatakan jika kita sudah yakin usaha kita gagal sebenarnya kita sudah gagal sebelum berusaha. 

5. Pandai Membuat keputusan (Making Sound Decision)
Jangan ragu dengan keputusan anda harus cermat dalam mengambil keputusan. Salah memutuskan lebih baik daripada tidak memutuskan apa-apa karena kalau salah anda bisa memperbaikinya di kemudian hari. 

6. Mau Menambah Ilmu atau mau belajar
Dengan ilmu kita akan menambah pengetahuan bagaimana berusaha yang lebih baik dan menghasilkan produk lebih banyak dengan modal yang lebih sedikit. 

7. Ambisi untuk maju (Ambition Drive)
Kita harus bersemangat menuju kesuksesan dan tunjukkan kegigihan meski mengalami kegagalan. Suatu saat tali yang kuatpun akan putus akibat kegigihan kita. 

8. Pandai berkomunikasi
Bisa menjelaskan ide-ide kita dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti oleh orang lain.

Norma dan Etika bisnis


Salah satu aspek yang sangat popular dan perlu mendapat perhatian dalam dunia bisnis ini adalah norma dan etika bisnis. Etika bisnis selain dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsure yang berpengaruh pada perusahaan juga sangat menentukan maju atau mundurnya perusahaan. Menurut zimmer (1996:20) , etika bisnis adalah suatu kode etik perilak pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan. Etika, pada dasarnya adalah suatu komitmen untuk melakukan apa yang benar dan menghindari apa yang tidak benar. Oleh karena itu, perilaku etika berperan melakukan “apa yang benar” untuk menentang apa yang salah dan buruk. Menurut Ronald J Ebert dan icky M Griffin (200:80), etika bisnis adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan perilaku etika dari seorang manajer atau karyawan suatu organisasi.
Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loalitas pemilik kepentingan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan perusahaan. Mengapa demikian? Karena semua keputusan perusahaan sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pemilik kepentingan. Pemilik kepentingan adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh terhadap keputusan perusahaan. Ada dua jenis pemilik kepentingan yang berpengaruh pada perusahaan yaitu pemilik kepentingan internal dan eksternal. Investor, karyawan, manajemen dan pimpinan perusahaan merupakan pemilik perusahaan merupakan pemilik kepentingan internal. Sedangkan pelanggan, asosiasi dagang, kreditor, pemasok, pemerintah, masyarakat umum adalah pemilik kepentingan eksternal.

Disiplin Ilmu Kewirausahaan

Kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai , kemampuan , dan perilaku seseorang dalam menghadai tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin akan dihadapinya. Dalam konteks bisnis menurut Thomas w Zimmeerer (1996) “Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin serta proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.
Dulu kewirausahaan dianggap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak manusia lahir, sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Sekarang kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan tapi merupakan disiplin ilmu yang dapat dipelajari dan diajarkan. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. Mereka yang menjadi wirausaha adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkannya untuk menangkap peluang serta mengorgansasi usaha dalam mewujudkan cita-citanya. Oleh karena itu untuk menjadi wirausaha yang sukses, memiliki bakat saja tidak cukup tapi juga harus memeiliki pengetahuan tentang segala aspek yang akan ditekuninya.
Dilihat dari perkembangannya, sejak awal abad 20, kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa Negara, misalnya di Belanda dikenal dengan nama “ondermer”, di Jerman dikenal dengan nama “unternehmer”. Di beberapa Negara, kewirausahaan memiliki banyak tanggung jawab antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis, kepemimpinan organisasi dan komersial, penyedian moda, penerimaan dan penanganan tenaga kerja dan lain-lain. Kemudian pada tahun 1950an , penddikan kewirausahaan mulai dirintis di beberapa Negara seperti di Eropa, Amerika, dan Kanada. Sedangkan di Indonesia, pendidikan kewirausahaan masih terbatas pada beberapa sekolah atau eperguruan tinggi tertentu.

Kewirausahaan dilihat dari Berbagai Sudut Pandang dan Konteks


Pandangan Ahli Ekonomi
Menurut ahli Ekonomi, wrausaha adalah orang yang mengombinasikan factor-faktor produksi sepertii sumber daya alam, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya. Wirausaha juga merupakan orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi, dan perbaikan produksi lainnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisasikan factor-faktor produski , sumber daya alam, tenaga, modal dan keahlian untuk tujuan memproduksi barang dan jasa.
Pandangan ahli manajemen
Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis, dan organisasi usaha baru (Marzui Usman, 1997 :3). Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kombinas unsure-unsur internal yang meliputi inovasi, visi, komunikasi, optimism, dorongan, semangat dan kemampuan memanfaatkan peluang usaha.
Pandangan Psikolog
Wirausaha adalah orang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam dirinya untuk memperoleh suatu tujuan serta suka bereksperimen untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.

5 kunci sukses wirausaha



  • Untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses harus memiliki keinginan untuk terus maju atau dikenal dengan istilah prestatif.
    Ini adalah lima kunci sebagai sikap dan perilaku bekerja prestatif yang wajib diterapkan wirausaha, yaitu:

    1. Kerja Ikhlas, maksudnya bukan berarti kerja tanpa mengharapkan gaji atau berjualan tanpa mengharapkan laba. Kerja ikhlas disini maksudnya adalah melakukan kegiatan bisnis tanpa keluh kesahbahkan rasa lelah tidak dirasakan sebagai suatu beban yang berat.
    2. Kerja Mawas, maksudnya mawas diri dari rasa emosional, dapat diartikan tidak tergesa-gesa dalam mengambil suatu tindakan dan tidak mudah terpancing oleh suasana dalam menerima kritikan (tidak marah) atau pujian (tidak GR yang berlebihan) dengan tujuan tidak terjebak pada kesalahan yang sama.
    3. Kerja Cerdas, Tidak dipungkiri bahwa bisnis tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik saja tetapi juga mengandalkan otak, akal budi untuk berfikir. Wirausaha yang cerdas dalam menjalankan bisnisnya akan pandai memperhitungkan resiko bisnis, mampu melihat peluang usaha, dan dapat mencari solusi sehingga memperoleh keuntungan.
    4. Kerja Keras, maksudnya bekerja dengan menggunakan sumber daya secara optimal, misalnya tenaga, pikiran, waktu, dan perasaan untuk meraih keinginannya.
    5. Kerja Tuntas, kerja yang tidak setengah-setengah dan mampu mengorganisir usaha dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilkan usahanya secara maksimal. Hindarkan rasa malas, karena rasa malas hanya menyedot energi dan kekuatan berfikir kita.

    Orang YANG SUCCES BETERNAK BEBEK

    Jakarta - Anda ingin sukses terjun di bisnis peternakan bebek? Sukses yang direngkuh Dewa Gede Putra Darmada ini mungkin bisa menjadi salah satu inspirasi Anda. Semua orang punsepertinya bisa melakukan karena modal sangat minim dan bisa mengantarkan anda menjadi peternak bebek yang sukses.
    Adalah Dewa Gede Putra Darmada, pemuda kelahiran Gianyar, Bali 21 September 1984 yang memulai usaha berternak bebek (Bali) sejak tahun 2009 dan kini sudah berhasil menangguk sukses. Dewo panggilan akrab Dewa Gede, mengatakan, untuk sukses dibisnis ini tidak lah susah, yang penting kata dia seorang peternak harus senang lebih dahulu dengan bebek sehingga punya rasa memiliki terhadap bebek.
    Sesuai dengan nama bendera usahanya Dewa Duwe Duck yang berarti Dewa Punya Bebek, Dewo berhasil menjadi penyuplai bebek potong di wilayah Gianyar Bali dan sekitarnya. Bisnis usahanya hanya dimulai dari modal Rp 50.000 saja. "Sejak awal saya memang senang dengan bebek, saya selalu senang melihat bebek," kata Dewo kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

    Dewo yang memang punya keluarga usaha pemotong hewan, awalnya cuma iseng-iseng membeli 10 ekor bebek anakan seharga Rp 30.000, lalu ia juga membeli konsentrat seharga Rp 20.000 untuk pakannya.Walhasil tak disangka, bebek peliharaannya tumbuh kembang dengan cepat, dalam tempo 2 bulan ia berhasil memanen hasil jerih payahnya seharga Rp 500.000. Semenjak itu lah, ia semakin bersemangat memutar uangnya, yang akhirnya membawanya menjadi penyuplai 1200 ekor bebek per bulan di wilayah Bali dengan omset puluhan juta per bulan."Margin dibisnis bebek itu sekali panen bisa berlipat-lipat," kata Dewo yang merupakan salah satu peserta wirausaha Mandiri itu.

    Ia kini sudah memiliki 4 buah kandang dengan masing-masing ukuran 4x6 meter, dimana setiap kandang bisa menampung 500 ekor bebek. Setiap dua minggu sekali ia mendatangkan bibit dari Badung Bali, sehingga panen bebek ia bisa lakukan setiap seminggu sekali.
    Untuk urusan kandang, Dewo punya tips bagi yang mau memulai usaha bebek, yaitu usahan disiapkan kolam kecil di areal kandang untuk keperluan bebek mandi setiap harinya.Hal ini penting agar kondisi bebek bisa terus bersih dan tak berbau. Mengenai bau, Dewo juga punya tips jitu agar kandang bebeknya tak mengganggu tetangga sebelah.

    Syaratnya setiap pemberian pakan pagi dan sore, ia mencampurkan daun pepaya secukup agar kotoran bebek tak berbau. Daun pepaya juga berkhasiat membuat daging bebek akan lebih empuk jika dimasak, meskipun ia mengingatkan porsinya diberikan secukupnya karena daun pepaya memiliki rasa pahit yang tinggi.Mengenai pakan bebek, selama ini ia hanya mengandalkan pakan bebek dari sisa makanan nasi restoran disekitarnya yang ia dapatkan cuma-cuma. Selain itu, yang terpenting harus ada campuran sayur yang bisa diperoleh dari sisa-sisa di pasar plus dicampur gedebong (pelepah) pisang yang dicacak yang sudah direbus."Berdasarkan pengalaman saya, bebek itu unggas yang tahan penyakit, dikasih makan apa saja mau. Tingkat kematiannya pun jauh dibawah 10%," katanya.

    Untuk tetap menjaga kesehatan bebek terhadap penyakit yang sering menimpa bebek seperti flu, Dewo juga punya tips ampuh untuk mengobati bebek dari flu yaitu dengan memberikan campuran daun mengkudu dalam adonan pakan bebek."Berdasarkan hitungan saya biaya produksi untuk satu ekor bebek hingga panen termasuk karyawan hanya Rp 14.000," imbuhnya.Ia juga menuturkan berternak bebek begitu menggiurkan, khususnya di Bali banyak masyarakat yang masih berternak bebek hanya sambilan yang hanya dijual ke pengumpul. Sementara konsep yang ia kembangkan adalah berternak bebek secara total dengan tidak melepas bebek namun dikandangkan dalam jumlah besar sehingga tingkat pertumbuhannya sangat cepat. "Kalau saya langsung pasarkan ke konsumen seperti restoran, pecel lele, rumah makan, pendeta dan lain-lain," ujar Dewo.

    Bahkan kata Dewo, jika dibandingkan berternak ayam, dari sisi harga, harga bebek cenderung tidak pernah turun dengan harga jual yang cukup bagus. Saat ini ia menjual bebeknya bervariatif, misalnya bebek dibawah 1 Kg dengan usia satu bulan khusus untuk pecel lele dijual Rp 25.000-30.000 per ekor, umur 2 bulan dijual Rp 35.000, hingga paling besar dijual Rp 60.000 per ekor untuk usia 3 bulan keatas."Terus terang saja, saya sekarang kewalahan meladeni permintaan, di wilayah Ubud saja permintaan pasar 1000 ekor per hari. Saya baru bisa suplai 100,"kata pemuda lulusan S-1 Peternakan Kampus Marwa Dewa ini.Lewat keuletan dan keseriusannya ini, ia kini menikmati bisnisnya yang terus berkembang. Setidaknya ia sudah mandiri membangun kandang senilai Rp 14 juta di pekarangan rumahnya, bahkan Dewo sudah memiliki kendaraan mobil pick up sendiri untuk menopang kegiatan usahanya.Intinya kata dia berbisnis ternak tidak lah susah, jika ada kemauan pasti bisa sukses. Untuk urusan modal, ia telah membuktikan bahwa memulai bisnis tak melulu merogoh kocek tebal."Dengan pakan sampah, kita menghasilkan produksi yang tinggi. Berternak tak selamanya pakai dana besar," tutur pengusaha muda usaha Mandiri yang memiliki 6 karyawan ini.

    Potensi pasar bebek menurutnya tidak hanya di Bali saja, dibanyak daerah termasuk di Jawa peluang ini selalu ada. Permintaan terhadap bebek khususnya untuk sajian restoran terus meningkat.Khusus untuk di Bali, bebek selain digunakan untuk pangan di restoran, bebek sering dipakai untuk pengganti angsa sebagai keperluan ibadah para pendeta Hindu. Terutama bebek putih, yang melambangkan kesucian terkait dengan Dewa Brahma.

    Mengembangkan Jiwa Wira Usaha

    Sistem Pemerintahan yang berbentuk Monarki Kerajaan sejak berabad-abad yang lalu, mengakibatkan bentuk budaya penghambaan diri dan pengkultusan terhadap individu pemimpin. Adanya strata sosial dalam masyarakat yang memisahkan golongan priyayi dan rakyat jelata serta minoritas kaum abangan sulit dihapuskan dalam pranata sosial, meskipun jaman telah berubah ratusan tahun. Hanya masyarakat pesisiran yang cenderung reaktif terhadap aturan-aturan yang bersifat hirarkhis, karena secara geografis tempat tinggal mereka jauh dari pusat pemerintahan dan juga karena faktor hubungan yang lebih luas dengan dunia luar sehingga mereka umumnya lebih memiliki keberanian untuk bertindak daripada masyarakat pedalaman yang cenderung pasrah pada keadaan.

    Rakyat biasa yang mendominasi jumlah penduduk Indonesia telah memposisikan diri sebagaiwong cilik yang merasa terlahir dari "sononya" hidup serba kekurangan. Sikap pasif yang mengakar ini berdampak pada sikap pesimisme dan penumpulan kreativitas yang bermuara pada kepasrahan sebelum bertindak. Gampang menyimpulkan suatu keadaan yang tidak enak sebagai takdir, tanpa melakukan usaha-usaha sebelumnya. Takut berwiraswasta sebab takut bangkrut dan enggan membuka usaha sebab apa yang ada sekarang saja sudah cukup. Banyak langkah takut dianggap serakah dan takut dinilai orang sebagai kurang narima ing pandum (kurang menerima atas pemberian).
    Kalau saja sikap-sikap sebagaimana diatas bisa dikikis, dan para penganggur memiliki jiwa wirausaha yang kuat, masalah ini sedikit dapat diatasi. Sebab dengan wirausaha dapat menyerap tenaga kerja, sekaligus menggiatkan sektor riil dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

    Namun sering dijumpai orang yang mengeluh ; "Mau usaha apa ?", "Modalnya dari mana ?", atau "Kapan saya bisa memulai ?", "Siapa yang mau beli ?", dan sebagainya. Untuk memnjalankan usaha sebenarnya tidaklah sulit, asalkan mau berusaha dengan niat yang kuat dan secara terus menerus, serta pantang menyerah. Wira usaha dapat dilakukan di hampir semua sektor ekonomi.
    Mulailah dari usaha kecil-kecilan dirumah. Pilihlah jenis usaha yang paling disukai agar bisa dilakukan secara senang hati. Bila perlu libatkan semua anggota keluarga sebagai tenaga kerja, dan tanamkan pengertian bahwa apa yang dikerjakannya dengan memerah keringat dan air mata adalah untuk menambah penghasilan keluarga sehingga penggunannya dapat lebih hemat.

    Usahakan pilihan jenis usaha yang dilakukan dibutuhkan oleh masyarakat/konsumen. Akan lebih baik lagi apabila usahanya itu membuat konsumen selalu ingin menikmati secara terus menerus, (sustainable) sehingga dengan demikian masyarakat/konsumen akan menjadi pelanggan tetap yang merupakan modal kehidupan usaha tersebut.
    Jangan buru-buru mengharap keuntungan yang besar, yang penting usahanya jalan dulu. Tidak ada usaha yang dilakukan dengan mudah dan hasilnya melimpah, tanpa melalui proses/tahapan yang sulit sebelumnya. Pengusaha-pengusaha yang sukses tentu merangkak dari bawah dengan melewati masa-masa sulit penuh resiko. Namun orang biasanya hanya memandang dari sisi keberhasilannya saja tanpa mengetahui masa-masa kritisnya.
    Jadi kapan memulai usaha ? Sekarang Juga !! Usaha tidak akan berhasil sepanjang belum dimulai. Jangan menunggu-nunggu waktu lagi karena kesempatan datangnya cuma sekali. Selamat berwirausaha.

    10 Nilai-nilai yang Menuntun Anda Sukses Mengelola Bisnis

    Tidak ada setengah-setengah dalam kesuksesan
    Kita hanya melakukan bisnis bila kita melakukannya dengan lebih baik daripada yang lain. Profesionalisme, dedikasi, dorongan dan semangat mengejar keunggulan adalah elemen yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan. Dan, yang paling penting Anda harus benar-benar berkomitmen. Jika Anda tidak sepenuhnya berkomitmen maka mungkin sebaiknya anda pergi melakukan sesuatu yang lain.

    Jadilah Inovatif

    Membangun budaya perbaikan berkesinambungan untuk mendorong inovasi. Pertanyakan semua yang Anda lakukan. Pertanyakan segala sesuatu yang orang lain lakukan. Ketika Anda datang dengan jawaban – gunakan itu untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan baru dan cara baru. Carilah perubahan, dan bukannya menjadi takut akan itu. "Sama seperti energi adalah dasar kehidupan itu sendiri, dan ide-ide sumber inovasi, begitu juga inovasi merupakan percikan penting dari semua perubahan manusia, perbaikan dan kemajuan." ~ Ted Levitt

    Tentukan Visi Anda

    Miliki visi yang jelas tentang apa yang ingin Anda capai dan bangun rencana bisnis yang kohesif untuk mendefinisikan visi dan detail langkah-langkah yang perlu Anda ambil untuk mencapai tujuan Anda. Dan berbagi visi Anda dengan stakeholder Anda, jika tidak, maka Anda akan pergi dalam suatu perjalanan tanpa satu pun pengikut di belakang Anda.

    Lakukan Sekarang

    Jangan biarkan penundaan ke dalam hidup Anda. Jangan menghabiskan waktu untuk memikirkan semuanya kecuali tugas anda. "Ketika Anda berada di perjalanan, sangat membantu untuk mengetahui kemana Anda akan pergi, tapi jangan lupa, satu-satunya hal yang nyata tentang perjalanan Anda adalah langkah yang Anda ambil pada saat ini. " ~ Eckhart Tolle. Mulailah langkahmu.

    Bersemangatlah

    Jika Anda bergairah tentang segala sesuatu yang Anda lakukan dalam hidup Anda, maka dijamin anda akan mempengaruhi orang lain di sekitar Anda untuk menjadi bersemangat tentang apa yang mereka lakukan.

    Bertekad

    Mempunyai tekad dan Anda akan mencapai tujuan yang telah Anda tetapkan untuk diri sendiri.

    Pengembangan Pribadi

    Sadar diri. Memahami siapa Anda. Selalu mencari peningkatan. Tidak ada manusia yang sempurna.

    Prinsip Diri

    Perlakukan setiap klien dan setiap anggota staf seperti yang Anda ingin mereka memperlakukan Anda. Bahkan Anda harus menerapkan ini kepada semua orang yang berinteraksi dengan anda baik dalam bisnis dan kehidupan pribadi.

    Kesalahan adalah Kesempatan untuk Belajar

    Kegagalan bukan masalah jatuh, tapi tidak bangun yang merupakan kegagalan. Jangan biarkan rasa takut kegagalan melumpuhkan Anda. Tantang diri anda setiap hari dan penuhi tantangan. Jangan pernah takut tidak berhasil. Jadilah takut tidak pernah mencoba. Keberanian bukanlah kurangnya rasa takut, tetapi ketahanan terhadap ketakutan. Jadilah pemberani dan gunakan kesalahan sebagai kesempatan belajar.

    Jadilah Optimis

    Selalu siap untuk meletakkan putaran positif pada apapun yang mungkin terjadi di sekitar Anda. Selalu ada dua sisi untuk apapun - itu adalah pertanyaan tentang apakah Anda siap untuk melihat sisi positif meskipun kadang-kadang mungkin sulit untuk menemukannya. "Optimis = Seorang yang memanjat pohon karena dikejar oleh singa, tapi menikmati pemandangan yang lebih indah dilihat dari atas pohon." ~ Walter Winchell

    10 Langkah Membangun Bisnis Sendiri

    Membangun bisnis
    Anda ingin memulai bisnis sendiri? ingin memulai usaha dan membangun bisnis sendiri? atau masih bingung, ingin menjadi wirausaha (entrepreneur) tapi bingung mau terjun di bisnis apa? coba simak tips berikut mengenai bagaimana memulai bisnis atau usaha sendiri.
    Saat akan memulai bisnis, mungkin bagi para pebisnis pemula seperti saya, seringkali seseorang masih bingung dengan berbagai hal, misalnya bisnis apa ya yang cocok dengan saya? sedangkan saya hanya punya modal 5 juta atau bahkan saya tidak punya modal sama sekali? apa saya sudah siap untuk berbisnis? peluangnya bagaimana? resikonya bagaimana? dan berbagai pertanyaan lain yang terpikir saat akan memulai atau membangun bisnis.
    Bagi Anda yang masih baru akan memulai atau sedang memulai, coba simak beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun bisnis sendiri.
    1. Mulailah dari Mimpi Anda
    Mulailah dengan sebuah mimpi Anda. Seperti pada artikel sebelumnya, cara kaya ala donald trump, kiat sukses donald trump dimulai dari mimpi.
    Semua berawal dari sebuah mimpi. A dream is where it all started. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah inovasi produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Para pemimpi tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun ‘tidak mungkin’.

    2. Percaya (Belief)
    Percayalah bahwa Anda mampu untuk meraih kesuksesan. Seperti kata Andrie Wongso “Sukses adalah hak saya”. Dengan memiliki kepercayaan yang besar terhadap kesuksesan yang dapat Anda raih, Anda akan bergerak semakin ringan dan mampu menerjang segala rintangan.

    3. Mulailah dari hal yang Anda sukai
    Saat akan memulai usaha, pilihlah produk atau jasa yang akan Anda hasilkan sesuai dengan bidang yang Anda sukai (Passion). Dengan demikian Anda akan mencintai produk atau jasa Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan dan membuat kerja keras terasa lebih ringan. Anda akan selalu antusias dan gigih untuk melalui masa-masa sulit.
    Selain itu, Anda akan memiliki totalitas dalam berusaha, Anda akan mencurahkan semua sumber daya yang Anda miliki (waktu, energi, pikiran) untuk memulai bisnis Anda dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil.

    4. Pelajari Dasar-dasar Bisnis
    Pelajarilah Dasar-dasar Bisnis, misalnya *BUY LOW, SELL HIGH, PAY LATE, COLLECT EARLY*: Tidak akan ada kesuksesan tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk berbisnis yang baik. Learning by doing, turut terjun langsung dalam bisnis minimal 1 sampai 2 tahun membuat Anda akan mengetahui dasar-dasar usaha yang akan membantu kita menuju jalan kesuksesan.

    5. Berani Mengambil Resiko
    Ambillah resiko. Pepatah bijak mengatakan “The Giant that u will be able to achieve is directly proportional to the risk taken“.
    Resiko selalu ada di setiap bisnis, berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan cermat akan memberikan kemungkinan berhasil lebih tinggi.

    6. Carilah “Guru” Bisnis dan Minta Nasehat
    Carilah “guru” atau mentor bisnis sesuai dengan bidang bisnis yang akan Anda geluti. Mintalah nasehat darinya, tapi tetaplah ikuti kata hati Anda. Ask the experts but follow your hearts.
    Dalam mencari guru, mungkin Anda tidak bisa secara langsung meminta mentoring secara langsung kepada orang yang Anda anggap guru di dibidang Anda, tapi Anda tetap bisa “mentoring” secara tidak langsung misalnya mengikuti seminar, workshop, diskusi, atau membaca buku, web, blog, dari orang yang Anda anggap guru.
    Para Pengusaha selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual merupakan kunci sukses saat memulai usaha. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu.

    7. Work Hard & Work Smart
    Kerja keras dan Kerja Smart. Ethos Kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Pengusaha sejati tidak pernah lepas dari bisnisnya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya.

    8. Bangunlah Network
    Bangunlah jaringan, bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama, orang akan lebih memilih membeli dari orang yang telah dikenal, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari orang yang telah dikenal. Teman (network) Anda akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.

    9. Berani Menghadapi Kegagalan
    Berani menghadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak membuat kita “mati”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah!.
    Meminjam istilah Tung DW, “tidak ada kegagalan, yang ada adalah proses belajar”. Pengusaha sejati adalah pengusaha yang mampu bangkit dari kegagalan-kegagalannya dan mampu mengubahnya menjadi kemenangan.

    10. Action Now
    Mulailah sekarang juga.

    MEMBANGUN ENTREPRENEUR MUSLIM

    Bekerja dan berusaha merupakan aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kita sebagai makhluk sosial senantiasa berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan kita, termasuk ketika kita membahas tentang kegiatan berwirausaha. Wirausaha atau dalam bahasa Inggris sering disebut enterepreneur adalah seseorang yang menciptakan bisnis baru ditengah banyaknya resiko dan ketidakpastian sebagai sebuah tujuan untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan mengidentifikasi peluang dan sumber daya yang penting sebagai modal utama (Zimmerer, Scarborough, 2002). Namun fakta membuktikan, di negara kita kegiatan berwirausaha masih sangat sedikit sekali dilakukan khususnya oleh masyarakat muslim yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia. Banyak sekali faktor– faktor yang mempengaruhi paradigma negatif masyarakat Indonesia mengenai kegiatan berwirausaha karena kurangnya ilmu yang dimilki serta sedikitnya kecakapan dalam berwirausaha. Umumnya masyarakat masih menilai bahwasanya orang yang berwirausaha cenderung bersikap selalu agresif, kikir dan egois serta tidak tetapnya penghasilan yang diperoleh, kadang untung dan kadang rugi. Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar masyarakat di negeri ini kurang tertarik untuk terjun ke dunia kewirausahaan. Para orang tua juga lebih menyukai anaknya menjadi pegawai negeri atau jadi orang kantoran daripada menjadi seorang wirausahawan. Jika hal ini terus berlanjut, maka kita akan semakin ketinggalan dengan negara-negara berkembang lainnya, seperti Korea, Jepang, India, bahkan dengan negara tetangga kita sendiri, Malaysia & Singapura.

     Negara-negara tersebut memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, sehingga mampu bersaing dalam kancah internasional. Oleh karena itu pengembangan dan pertumbuhan jiwa kewirausahaan di negeri ini dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah perekonomian dan kemiskinan yang melanda masyarakat Indonesia.
    Dalam ajaran Islam bekerja adalah perbuatan yang sangat mulia sebab Islam mengajarkan bahwasanya bekerja bukan hanya memenuhi kebutuhan perut saja, tapi juga untuk memelihara harga diri, martabat, dan maslahat kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi. Oleh karena itu ajaran Islam sangat menghargai orang yang bekerja dengan tangannya sendiri, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah S.A.W dari Abu Abdullah Az-Zubair bin Al-‘Awwam r.a., bahwasanya ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung dan kembali dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada sesama manusia, baik mereka memberi ataupun tidak.” (HR. Bukhari).

    Berwirausaha termasuk pekerjaan yang sangat mulia, karena seorang wirausahawan akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk menegakkan kemaslahatan dalam hidupnya. Orang yang berusaha dengan mengerahkan segala kemampuannya akan memiliki kepuasan tersendiri terhadap hasil pekerjaannya dan bertambah martabat hidupnya daripada orang yang tidak bekerja dan hanya bermalas-malasan alias menganggur. Orang yang menganggur dan malas bekerja akan menurunkan harga dirinya sendiri, karena hal tersebut akan menjerumuskannya pada perbuatan hina, seperti suka mengemis atau meminta-minta. Oleh sebab itu, aktivitas kewirausahaan di kalangan masyarakat perlu ditingkatkan karena hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam memperluas lapangan pekerjaan sehingga mampu meningkatkan produktivitas sumber daya manusia Indonesia yang sangat besar dan menurunkan jumlah pengangguran yang melimpah. Selain itu, kegiatan wirausaha juga mampu meningkatkan kekuatan perekonomian negara melalui aktivitas UKM yang tahan terhadap goncangan krisis ekonomi. Dengan semakin banyaknya wirausahawan yang turut berpartisipasi dalam pembangunan negara, khususnya wirausahawan muslim, maka akan meningkatkan budaya kerja masyarakat yang mandiri, berani serta mampu bersaing dalam persaingan global.

    Sebagai konsekuensi akan anjuran bekerja kepada semua umatnya, ajaran Islam juga memperhatikan landasan kerja seseorang secara religius dan manusiawi agar dapat menjadi pekerja yang handal dan kreatif dalam menjalankan usahanya di manapun mereka bekerja, selama tidak melanggar ketentuan syari’at. Oleh karena itu, seorang wirausahawan muslim harus selalu menyadari dan meyakini akan suatu ketetapan dan perubahan. Ketetapan dalam hal ini adalah konsep akidah yang berasakan tauhid. Artinya meyakini bahwasanya Allah S.W.T adalah Dzat Yang Maha Mengatur segalanya. Dia-lah Sang Pemberi Rezeki, sehingga kita tidak perlu khawatir karena rezeki kita telah diatur oleh-Nya. Sedangkan yang dimaksud perubahan adalah dalam hal mu’amalah atau interaksi antar sesama sebagai makhluk sosial. Artinya kita harus selalu berinovasi dalam setiap usaha yang kita lakukan agar senantiasa memberikan manfaat terhadap orang lain. 

    Mengapa Kita Kekurangan Entrepreneur?

    Negeri ini masih sangat kekurangan entrepreneur. Dibalik beragam liputan tentang seribu satu sosok enterpreneur, negeri ini ternyata masih sangat sedikit memiliki kaum wirausaha. Data terkini menunjukkan angka populasi entreprenuer di negeri ini hanya 0,18 % dari total penduduk, atau hanya sekitar 400,000 orang. Sebuah jumlah yang terlalu sedikit untuk sebuah negara dengan penduduk lebih dari 200 juta jiwa.

    Padahal, kisah kemonceran sebuah bangsa selalu dilentikkan oleh kisah heroisme para entrepreneurnya. Mereka membangun bisnis dari nol, mendedahkan cerita legendaris, dan kemudian menancapkan jejak yang amat kokoh dalam sejarah ekonomi dunia. Amerika akan selalu dikenang karena mereka memiliki Henry Ford, Bill Gates, ataupun Lary Page & Sergei Brin (pendiri Google). Jepang menjadi legenda lantaran kisah Akio Morita (pendiri Sony), Soichiro Honda dan Konosuke Matshushita (Panasonic).

    Lalu bagaimana solusinya? Apa yang mesti dilakukan negeri ini sehingga kelak akan lahir Bill Gates dari Bandung, Akio Morita dari Pemantang Siantar, ataupun Sergei Brin dari tanah Maluku? Solusi ini akan coba kita bentangkan dengan terlebih dulu menulusuri dua faktor utama kenapa negeri ini masih sangat kekurangan sosok entrepreneur yang tangguh.

    Jawaban yang pertama mudah : kita sangat kekurangan jumlah entrepreneur karena sistem pendidikan kita memang mendidik kita untuk menjadi pegawai dan bukan entrepreneur; mengarahkan kita untuk menjadi kuli, bukan kreator. Sungguh mengherankan, sepanjang kita sekolah selama puluhan tahun, kita nyaris tidak pernah mendapatkan pelajaran mengenai entrepreneurship. Juga nyaris tak pernah mendapatkan pelajaran tentang keberanian mengambil resiko, tentang ketajaman mencium peluang bisnis, ataupun pelajaran tentang life skills – sebuah pelajaran penting yang akan membikin kita menjadi manusia-manusia mandiri nan digdaya.

    Tidak. Kita tak pernah mendapatkan itu semua. Selama bertahun-tahun kita hanya dijejali dengan aneka teori dan konsep, seolah-olah kelak kita akan menjadi “kuli” atau pegawai di sebuah pabrik. Lalu begitulah, setiap penghujung tahun ajaran, setiap kampus ataupun sekolah bisnis beramai-ramai mengadakan Job Fair, memberikan pembekalan (sic! ) tentang cara menyusun CV yang bagus dan trik bagaimana menghadapi wawancara kerja. Semua dilakukan sebab seolah-seolah bekerja menjadi “kuli berdasi” di perusahaan besar (kalau bisa multi national companies) merupakan “jalur emas” yang wajib ditempuh oleh setiap lulusan sarjana.

    Kenyataan seperti diatas mestinya harus segera dikurangi. Sebab situasi semacam itu hanya akan membuat spirit entrepreneurship kita pelan-pelan redup. Sebaliknya, kita sungguh berharap pendidikan dan pelajaran entrepreneurship diberikan secara masif dan sejak usia dini, setidaknya sejak di bangku sekolah SLTP I). Sebab dengan demikian, negeri ini mungkin bisa bermimpi melahirkan deretan entrepreneur muda nan tangguh pada rentang usia 17 tahun-an.

    Pada sisi lain, acara semacam job fair mestinya disertai dengan acara yang tak kalah meriahnya, yakni semacam “Entrepreneurship Campus Festival”. Kita membayangkan dalam ajang ini, ribuan mahasiswa muda datang dengan beragam gagasan bisnis yang segar, dan kemudian dipertemukan dengan barisan investor yang siap mendanai ide bisnis mereka (investor ini sering juga disebut sebagai “angel investor” atau “venture capital”). Melalui ajang inilah bisa dilahirkan ribuan entrepreneur muda baru dari setiap kampus yang ada di pelosok tanah air. Dan sungguh, dengan itu mereka tak lagi harus antri berebut fomulir lamaran kerja, ditengah terik panas matahari, dengan peluh di sekujur tubuh, dengan muka yang kian sayu…….(duh, biyung, malang nian nasibmu…).

    Faktor kedua yang membuat kita sangat kekurangan entrepreneur, dan juga harus segera diatasi adalah ini : mindset orang tua kita yang cenderung lebih menginginkan anaknya menjadi pegawai/karyawan. Sebab, orang tua mana sih yang tidak bangga jika anaknya bisa menjadi ekskutif di Citibank atau manajer di Astra International? Mindset semacam ini menjadi kelaziman sebab bagi kebanyakan orang tua kita, mengabdi dan bekerja di sebuah perusahaan besar setelah lulus kuliah adalah jalur yang harus dilalui untuk merajut kesuksesan. Sebuah jalur “paling stabil” dan “paling aman” untuk dapat melihat anaknya mampu membangun rumah dan memiliki sebuah mobil sedan.

    Sebaliknya, orang tua kita acap ragu dan gamang ketika melihat anaknya memutuskan untuk membangun usaha secara mandiri. Mereka khawatir jangan-jangan hal ini akan membuat anak cucu mereka kelaparan Mindset semacam ini pelan-pelan harus diubah. Cara yang paling efektif adalah dengan menyodorkan semakin banyak contoh keberhasilan yang bisa diraih para entrepreneur muda. Dengan kisah-kisah keberhasilan ini, diharapkan orang tua kita menjadi kian sadar bahwa pilihan menjadi entreprenuer dan membuka usaha sendiri merupakan jalur yang juga bisa membawa kesuksesan yang melimpah.

    Ya, orang tua kita mungkin perlu disadarkan, bahwa pilihan menjadi juragan ayam ternak di kampung halaman tak kalah hebat dibanding menjadi manajer di Citibank yang berkantor megah di Sudirman. Bahwa pilihan menjadi juragan batik grosir tak kalah mak nyus dibanding menjadi ekeskutif di sebuah perusahaan multi nasional.

    Langkah awal berwirausaha

    Dalam berwirausaha, yang paling penting adalah gagasan. Gagasan usaha sungguhan (real bussines) bukan gagasan usaha khayalan (illusionary bussiness), bukan usaha spekulasi (speculative bussiness), maupun bukan "dakonan" (money games). Kedua hal tersebut sangat mudah untuk membedakannya, yaitu dengan memakai ukuran apakah usahanya merupakan jalan pintas untuk kaya raya dalam waktu singkat? Apabila jawabannya ya, maka dapat diindikasikan bahwa usaha tersebut bukan usaha sungguhan. Dalam bahasa yang populer, dikenal dengan sbutan pelanggaran etika bisnis. walaupun kemungkinan ujungnya sama, yaitu kaya raya, usaha sungguhan akan melalui jalan yang realistis dan memakan waktu yang cukup lama.

    Gagasan usaha sebaiknya disesuaikan dengan kepribadian kita, yang kita sukai, sesuai dengan panggilan jiwa kita. Ada dua petunjuk praktis untuk memunculkan gagasan usaha, yang pertama menghadiri berbagai pameran, seminar, workshop/lokakarya dan lain-lain serta mencoba untuk mengambil pelajaran dari semua itu. Yang kedua, apa yang dikenal dengan ATM (Amati, Tiru gagasannya, dan Modifikasi produknya) atau dalam ungkapan Jawa niteni, nirokake, nambahake). Oleh karena pada umumya wirausaha yang berhasil memulai usahanya dari usaha mikro/kecil, maka mulailah laksanakan gagasan melalui usaha skala kecil, untuk mencari pengalaman terlebih dahulu. Apabila sudah ada pengalaman, maka akan mudah dalam melangkah ke usaha yang lebih besar.

    Dalam melangkah ke bisnis yang lebih besar, naik ke kelas yang lebih tinggi, biasanya diperlukan modal yang cukup besar, baik untuk modal investasi maupun modal kerja. Apabila modal sendiri sudah mencukupi, tidak perlu lagi repot-repot mencari modal tambahan dari luar. Namun demikian, hal tersebut jarang terjadi karena modal luar biasanya diperlukan untuk pengembangan usaha yang lebih besar. Bahkan di dunia bisnis dikenal adanya daya ungkit (leverage) dana dari pihak luar.

    Sebetulnya banyak sumber-sumber pendanaan bagi wirausaha, terutama dari perbankan, baik Bank Syariah maupun konvensional. Untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan,biasanya sangat ketat persyaratannya. Mereka yang telah memenuhi persyaratan perbankan disebut perusahaan/bisnisnya sudah bankable. Disamping memenuhi kriteria 5C (Character,Capacity,Capital,Condition, dan Collateral) mereka juga harus membuktikan diri, yang tertuang dalam laporan keuangan, paling sedikit dua tahun berturut-turut usahanya menguntungkan:
    1.Character, adalah data/informasi tentang kepribadian calon nasabah seperti sifat-sifat pribadi,kebiasaan-kebiasaannya, cara hidup, keadaan dan latar belakang keluarga maupun hobinya. Character ini untuk mengetahui apakah nantinya calon nasabah ini jujur dalam berusaha dan dalam pengembalian pinjamannya.

    2.Capacity, adalah kemampuan calon nasabah dalam mengelola usahanya yang dapat dilihat dari pendidikannya, pengalaman mengelola usaha, sejarah perusahaan yang pernah dikelola, dan bagaimana mengatasi kesulitan.

    3.Capital adalah kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelolanya. Hal ini bisa dilihat dari neraca, laporan rugi-laba, struktur permodalan,ratio-ratio keuntungan yang diperoleh. Dari kondisi di atas bisa dinilai apakah layak calon nasabah diberi pinjaman.

    4.Condition, yaitu kondisi ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah.

    5.Collateral, adalah jaminan yang mungkin bisa disita apabila ternyata calon pelanggan tidak dapat memenuhi kewajibannya.

    Disamping pembiayaan komersial perbankan, ada juga pembiayaan yang telah disubsidi dan dijamin oleh pemerintah. Skema pembiayaan tersebut sekarang ini populer dengan sebutan Kredit Usha Rakyat (KUR) yang juga disalurkan melalui perbankan. Walaupun persyaratannya lebih ringan, wirausahawan yang akan menjadi nasabah KUR juga harus membuktikan dirinya telah berpengalaman, paling tidak 6 bulan berturut-turut terbukti menguntungkan. seperti dana perbankan, KUR juga ada yang mengikuti pola syariah maupun konvensional.

    Yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana dengan wirausaha pemula yang masih baru memasuki dunia usaha dengan pengalaman nol tahun. Apabila mengandalkan pembiayaan dari perbankan jelas sangat sulit. Biasanya dari dana sendiri, keluarga,maupun dari Lembaga Keuangan Mikro (LKM) baik syariah maupun konvensional. Kiranya dapat diperkirakan bahwa penyediaan modal dengan cara ini tentunya sangat terbatas.

    Kenali Jenis Penghasilan Anda!

    Semakin canggih kecerdasan finansial Anda, maka hampir bisa dipastikan kekayaan Anda akan semakin meningkat. Berikut adalah jenis-jenis penghasilan yang mungkin selama ini telah Anda dapatkan dan ingin mengetahui jenis penghasilan yang seperti apa yang mampu mempercepat kebebasan finansial seseorang.

    Menurut penulis buku dari Inggris, Peter F Clothier, jenis-jenis penghasilan dibagi dalam 3 kategori, yaitu:
    1. Penghasilan Linier
    2. Penghasilan Residual
    3. Penghasilan Multiplikasi

    PENGHASILAN LINEAR
    Penghasilan Linier adalah penghasilan yang berbanding lurus dengan kerja yang kita berikan.
    Contoh: Anda bekerja sebagai karyawan di sebuah kantor. Di akhir bulan, Anda mendapat gaji Rp 1.000.000,- sebagai hasil pekerjaan Anda di bulan yang baru lalu. Bulan depan Anda bekerja lagi di kantor yang sama dan mendapat gaji yang sama di akhir bulan. Anda bekerja dulu, lalu dibayar. Begitu seterusnya.
    Penghasilan jenis linier inilah yang banyak dikerjakan oleh sebagian besar warga masyarakat. Namun perhatikanlah: bahwa gaji pegawai swasta atau pegawai negeri memang tidak dirancang agar pegawai tersebut bisa hidup makmur (kaya). Paling tidak, hanya cukup untuk sekedar hidup.
    Penghasilan seperti ini tidaklah aman (insecure), terutama bagi putra-putri Anda. Apalagi bila Anda tidak memiliki tunjangan pensiun. Apa yang terjadi kelak bila Anda dan pasangan Anda tiba-tiba dipanggil Tuhan (moga-moga kita semua diberikan umur panjang oleh-Nya)? Apa yang harus menjadi sandaran hidup bagi putra-putri Anda? Bila Anda dapat menjawab pertanyaan terakhir ini, maka penghasilan Anda sudah termasuk kategori aman. Namun bila tidak, sebaiknya Anda membaca terus artikel ini hingga tuntas.

    PENGHASILAN RESIDUAL
    Penghasilan Residual adalah semacam royalti yang diberikan atas usaha atau jerih payah yang kita lakukan di masa lampau. Bila Anda adalah penulis lagu, atau penulis buku, maka Anda mendapatkan income dari penghasilan jenis residual ini. Anak-anak dari seorang penulis lagu, bisa mendapatkan royalti atas karya ayahnya. Demikian juga anak-anak dari ilmuwan yang karyaciptanya dihakpatenkan. Honor dari penulisan buku yang masuk kategori best seller juga bisa dijadikan penghasilan terus-menerus bagi anak-cucu. Jenis penghasilan residual ini lebih aman dibandingkan penghasilan linier.
    Penghasilan residual lebih menjanjikan kemakmuran dan keamanan (secure), namun Anda harus memiliki kelebihan seperti pencipta lagu, penulis buku, penemu, atau bidang yang menghasilkan royalti lainnya. Anda harus menggali ke dalam diri Anda sendiri, apakah yang bisa Anda hasilkan hingga Anda pantas mendapatkan penghasilan jenis ini?

    PENGHASILAN MULTIPLIKASI
    Penghasilan Multiplikasi saat ini hanya terdapat pada bisnis Penjualan Langsung (Direct Selling/Network Marketing/Multilevel Marketing ). penghasilan ini diberikan atas usaha / jerih payah Anda di masa lampau, namun terus berkembang atas usaha pelipatgandaan yang dilakukan oleh downline distributor di bawah Anda. Jadi Anda bukan saja mendapat royalti (penghasilan dari usaha masa lampau), namun akan terjadi multiplikasi dari penghasilan itu sendiri. Disini Anda tidak bekerja sendiri, namun merupakan kerja team. Sesuatu kaidah yang penting dari penghasilan Multiplikasi adalah: Penghasilan Multiplikasi tidak mungkin di dapat dari bisnis money game di internet (yang "hit and run", atau "gasak dan kabur"), juga tidak mungkin di dapat dari sistem binari dan sistem piramid yang bermotivasi penipuan. Namun penghasilan multiplikasi yang sah dan halal adalah dengan penjualan barang dan pemesanan ulang (repeat order). Adanya pasar, repeat order dan team pemasar yang kita bina inilah yang akan menghasilkan penghasilan terus-menerus. Sehingga walau kita dan pasangan telah tiada, maka putra-putri kita akan mendapatkan royalti dan multiplikasi penghasilan dari team pemasar dan repeat order yang telah dibangun oleh orangtua-nya.
    Pada mulanya, penghasilan multiplikasi tidaklah langsung dapat dijadikan sandaran hidup. Beberapa distributor yang memulai membangun pasar dan team pemasar langsung biasanya akan mendapat komisi sangat kecil, misalnya Rp 8.000,- di bulan pertama. Lalu menanjak sedikit-demi sedikit menjadi Rp 15.000,- di bulan kedua, dan seterusnya. Setelah satu atau dua tahun biasanya penghasilan multiplikasi-nya telah melebih gaji di kantornya (jutaan rupiah), hingga banyak distributor yang beralih menjadi full time dalam menekuni bisnisnya. Beberapa networker sukses telah mencapai penghasilan puluhan hingga ratusan juta rupiah setelah berjuang 3 hingga 5 tahun. Komisi dan bonus hasil penjualan yang didapat adalah motor, mobil, mobil mewah dan rumah. Juga biasanya ada liburan ke luar negeri dan asuransi. Apakah Anda bisa mendapatkan gaji puluhan juta setelah 3 tahun kerja Anda sekarang?

    Kenapa penghasilan multiplikasi dikatakan aman? Katakanlah saat ini Anda memiliki 500 team pemasar di group Anda yang menghasilkan income lebih dari 20 juta rupiah perbulan. Di titik ini Anda bisa pensiun dan meluangkan waktu untuk liburan bersama keluarga, otomatis Anda sudah bisa menikmati pensiun muda dengan nilai sangat besar. Sementara jaringan Anda akan tetap berkembang melipatgandakan diri, yang mengakibatkan income bulan depan akan lebih besar dari bulan ini. Seandainya Anda dan pasangan harus menghadap Yang Kuasa, maka penghasilan multiplikasi ini akan dapat dinikmati oleh putra-putri untuk kuliah di luar negeri dan melanjutkan hidup dengan tingkat kemakmuran yang tinggi.

    Apakah saat ini Anda sudah tertarik untuk mendapatkan pengasilan multiplikasi seperti gambaran di atas? Mungkin gaji Anda sudah cukup untuk hidup sebulan di saat ini. Tapi apakah yang terjadi bertahun-tahun nanti bila putra-putri Anda sudah besar dan biaya kuliah sudah mulai mencekik leher? Investasikanlah beberapa tahun dalam hidup Anda (biasanya 3 tahun) untuk membangun team pemasar langsung hingga Anda mencapai jenjang puncak. Bebaskanlah keluarga Anda dari masalah finansial dengan Wirausaha Mandiri.

    Memiliki Kreatifitas Tinggi

    Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu menurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. Menurut Zimmerer
    dalam buku yang ditulis Suryana (2003 : 24) dengan judul buku “Entrepreneurship And The New Venture Formation”, mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berfikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada
    (generating something from nothing). Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persolan-persolan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (inovation is the ability to apply creative solutions to those problems ang opportunities to enhance or to enrich people’s live).
    “Sometimes creativity involves generating something from nothing. However, creativity is more likely to result in colaborating on the present, in putting old things together in the new ways, or in taking something away to create something simpler or better”.
    Dari definisi diatas, kreativitas mengandung pengertian, yaitu:
    1. Kreativitas adalah menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.
    2. Hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan
    cara baru.
    3. menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan
    lebih baik.

    Menurut Zimmerer(1996:7), “creativity ideas often arise when entrepreuneurs look at something old and think something new or different”. Ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berpikir sesuatu baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah nenciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Rahasia kewirausahaan adalah dalam menciptakan nilai tambah barang dan jasa terletak pada penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan meraih peluang yang dihadapi tiap hari (applying creativity and inovation to solve the problems and to exploit opportunities that people face every day).
    Berinisiatif ialah mengerjakan sesuatu tanpa menunggu perintah. Kebiasaan berinisiatif akan melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah itu melahirkan inovasi.
    Menurut Zimmerer ada tujuh langkah proses berpikir kreatif dalam
    kewirausahaan, yaitu:
    Tahap 1: Persiapan (Preparation)
    Tahap 2: Penyelidikan (Investigation)
    Tahap 3: Transformasi (Transpormation)
    Tahap 4: Penetasan (Incubation)
    Tahap 5: Penerangan (Illumination)
    Tahap 6: Pengujian (Verification)
    Tahap 7: Implementasi (Implementation)

    Tips Sukses

    Modal Adapun yang menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Pola berpikir yang mengarah kepada sikap dan kemauan untuk sukses
    2. Kepribadian yang kuat untuk sukses
    3. Kecakapan di dalam bekerja atau mengelola usaha
    4. Menerapkan manajemen yang baik
    5. Berani memikul segala resiko dalam bisnis
    Langkah-langkah yang mantap dalam pengelolaan usaha adalah sebagai berikut :
    1. Seorang pengusaha/calon pengusaha harus mempunyai gambaran tentang pemasaran hasil produksi
    2. Menciptakan penyaluran distribusi agar hasil produksi perusahaan cepat sampai ke tangann para konsumen / para pembeli.
    3. Cara memproduksi
    4. Cara pengawasan / pengendalian produksi
    5. Cara memperoleh bahan-bahan baku
    6. cara memelihara peralatan
    6. cara memelihara peralatan

    Kisah Sukses Levi Strauss si Penemu Jeans

    Saat demam emas melanda Amerika pada tahun 1848 tersebutlah seorang pemuda usia 20 tahun yang berasal dari New York bernama Levi Strauss.

    Di tempat asalnya ia adalah seorang penjual pakaian, Dengan bermodal nekat, Strauss berangkat ke California dengan berbekalkan beberapa potong tekstil untuk dijual selama perjalanan ke barat.

    Sesampai di California semua barangnya laku terjual dan yang tersisa hanyalah segulung kanvas... iya segulung kain kanvas, siapa yang mau memakai pakaian yang terbuat dari kain kanvas yang keras.

    Di California, Strauss memperhatikan bahwa para pekerja tambang memiliki celana yang cepat rusak/sobek. Untuk itu ia mencoba untuk membuat celana dari bahan kanvas yang ia miliki, kemudian menjualnya kepada para penambang. Ternyata celana kanvas-nya laku keras, karena disukai oleh para penambang. Kemudian karena tidak terlalu suka dengan bahan kanvas kemudia Strauss membuat celana dari bahan lain yang ia pesan dari Genoa, Italia. Para pemintal menyebutnya bahan tersebut "Genes" dan Strauss mengubah namanya menjadi "Jeans" dan mulailah ia memproduksi celana Jeans pertamanya yang diberi merk "Levi's"

    Hanya dalam waktu singkat celana Jeans menjadi "pakaian resmi" para penambang dan koboi, dan sampai sekarang dipakai oleh puluhan juta orang diseluruh dunia.

    Inilah kisah sukses seorang pemuda yang bermodal nekat dan kemauan yang keras yang dengan cerdas menangkap peluang yang ada dihadapannya dan menjadikan peluang tersebut sebagai langkah awal kesuksesannya di dalam bisnis pakaian, yang sampai kini masih menjadi mode dan trend yang digunakan baik oleh pria maupun wanita dalam berbagai jenis usia di seluruh dunia.

    Rahasia Sukses Pengusaha Muda

    KISAH usaha yang dimulai dari nol, lalu menuai sukses, mungkin bukan hal baru. Berwirausaha dari nol bukanlah sebuah perkara mudah.
    Di tengah jalan, selalu saja muncul berbagai rintangan. Tetapi kisah perjalanan bisnis mereka yang merintis usaha dari nol kemudian mencapai sukses tetap menarik untuk disimak. Terlebih jika kisah tersebut dilakoni mereka yang berusia muda. Lantas, apa rahasia sukses para pengusaha muda?
    Meminjam istilah Jennie S Bev, penulis juga pengajar asal Indonesia yang bermukim di California, Amerika Serikat (AS) dalam pengantar buku Kumpulan Kisah Para Pengusaha Muda yang Sukses Berbisnis dari Nol, Rahasia Jadi Entrepreneur Muda (DAR! Mizan, 2008) karya Faif Yusuf, untuk berwirausaha sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan meningkatkan mindset dan mulai membuka bisnis sendiri.
    Dalam pandangan Jennie, setiap orang adalah personifikasi sukses itu sendiri. Sebab, success is a mindset, it is not a journey or destination (sukses adalah cara berpikir atau bersikap, bukan perjalanan maupun tujuan). Tetapi anggapan di masyarakat masih lazim ditemukan bahwa berwirausaha identik dengan para pengusaha besar dan mapan. Tidak jarang pula yang beranggapan bahwa wirausaha semata-mata hanya untuk mengejar kekayaan.
    Itu sebabnya, jika berbicara tentang sosok pengusaha sukses, yang selalu dijadikan barometer adalah bagaimana para pengusaha itu menciptakan kekayaan melimpah melalui bisnis yang dibangun. Padahal tidak selalu demikian. Menurut pengusaha muda ternama, Sandiaga Salahudin Uno, keberanian dan optimisme merupakan modal awal yang harus dimiliki seseorang untuk menekuni wirausaha.
    Setelah itu, kata pria yang kerap disapa Sandi ini, memilih usaha sesuai minat dan bakat dengan melihat peluang di pasar. Dengan minat yang besar, akan timbul gairah dan semangat menjalani, memelihara, dan membesarkannya.
    “Terakhir, just do it now. Jangan terlalu berhitung, putuskan, mulai, dan kerjakan sekarang juga!” ungkap mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) periode 2005-2008 ini. Optimisme yang diungkapkan Sandi tampaknya menjadi modal utama sejumlah pengusaha muda sukses. Sebut saja Henry Indraguna, pemilik The Auto Bridal Indonesia, tempat cuci mobil “busa salju”.
    Sebelum mendirikan tempat cuci mobil yang kini beromzet Rp7,5 miliar per bulan,pria kelahiran Bandung,28 Agustus 1973 ,ini jatuh bangun dalam berusaha. Berbagai bentuk usaha dijalaninya, tetapi berkali-kali juga dia bangkrut dan kembali ke titik nol. Pria lulusan Universitas Maranatha Bandung yang semasa kuliah pernah berjualan ayam goreng ini pernah menjadi salesman berbagai produk elektronik hingga mainan.
    Dia pernah menjadi salesman besar produk mainan asal China yang menyuplai ke beberapa toko mainan di Bandung. Bahkan, seusai lulus kuliah Henry pernah dipercaya mendistribusikan kartu chip Telkom senilai Rp20 miliar. Tetapi hasil kerja kerasnya lindap dalam sekejap akibat kebiasaannya berfoya-foya. Kebiasaan buruk itu pun sirna setelah dia menikahi Fangky Christina pada 2003.
    Berkat ide membuka usaha cuci mobil dari mertuanya dengan bermodalkan Rp150 juta, dia mulai membuka usaha cuci mobil pada akhir 2003. “Jumlah ini sebenarnya cukup kecil untuk membuka usaha,” ujar Henry. Dari modal sebesar itu, Rp35 juta dia gunakan untuk menyewa tempat seharga Rp75 juta. Sisanya dibayar setelah tiga bulan usahanya berjalan.
    Sisa dari modal untuk peralatan. Tetapi Henry terpaksa berutang untuk menutupi kekurangan biaya peralatan. Pada awalnya usaha Henry kurang diminati masyarakat. Tetapi bagi Henry hal itu adalah part of game yang harus dilaluinya. Keinginannya untuk mengubah citra tempat cuci mobil, yang kotor menjadi bersih dan nyaman, diwujudkan dengan inovasi cuci salju lewat The Auto Bridal.
    Henry pun terus melakukan inovasi dalam bisnisnya mulai cuci mobil es krim, salon mobil, motor bridal. Setiap bulan, The Auto Bridal Indonesia minimal melayani 120.000 mobil dengan ongkos cuci Rp35 ribu per mobil.
    “Biasanya keuntungan yang didapat 100 persen dari modal,” papar Henry. Henry meraih penghargaan Outstanding Entrepreneurship Award Asia Pacific Entrepreneurship Award (AFEA) 2008. The Auto Bridal Indonesia saat ini sudah mempunyai 84 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Henry kini sedang berupaya melebarkan sayap bisnisnya ke negeri jiran Malaysia.
    Kisah sukses lainnya ditunjukkan Yesaya Surya Widjaya, pemilik PT Raja Baksomas Mandiri yang kini sudah memiliki 14 restoran dan 40 mitra. Yesaya, pria peraih master lulusan Hawaii Pacific University bidang komputer, mengembangkan bakso dan makanan beku (frozen food) dengan aneka rasa seafood. Yesaya awalnya hanya menjalankan bisnis orangtuanya yang dibangun pada 1982.
    Karena sering membantu melayani pelanggan sejak kecil, pria kelahiran Jakarta, 31 Januari 1971, ini sangat akrab dengan dunia kuliner. Setelah menamatkan pendidikan S-2 pada 1998, Yesaya mulai mempelajari manajemen kerja restoran. Dari situlah dia mengamati kegemaran masyarakat terhadap selera makan yang akhirnya menginspirasi mengembangkan usaha bakso dengan aneka rasa.
    Pada 2002 dia mulai membuka gerai baksonya secara serius dengan bendera PT Raja Baksomas Mandiri. Awalnya dia membuka lima gerai di kawasan Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta Utara, dan satu gerai di Kemayoran. Untuk membuka gerai di Kemayoran, Yesaya dibantu modal dari orangtuanya sebesar Rp55 juta.Yesaya juga berinovasi dengan membuat makanan beku.
    Kini, lewat usahanya,Yesaya bisa meraih omzet Rp200 juta per bulan. Kisah-kisah sukses yang ditunjukkan Henry dan Yesaya seperti juga diungkapkan Faif dalam bukunya. Keberhasilan berwirausaha tidaklah semata-mata dinilai dari seberapa berhasil seseorang mengumpulkan kekayaan, tapi lebih bagaimana seseorang bisa membentuk, mendirikan, dan menjalankan usaha dari sesuatu yang tidak ada sebelumnya atau belum berjalan.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar