20 Oktober 2012

Strategi Efektif Menjaring Calon Siswa

Strategi Efektif Menjaring Calon Siswa

Publikasi sebuah lembaga pendidikan adalah sebuah keniscayaan untuk membuat komunikasi dengan masyarakat luas. Di jaman informasi ini, komunikasi bisa dilakukan dengan teknologi. Meski internet dan social media melanda semua lini kehidupan, media konvensional macam spanduk, billboard, dan poster masih marak dilakukan. Hal ini didasari tidak semua masyarakat pengguna sekolah mencari informasi melalui internet.

Pihak sekolah harus mempelajari segmen siswa, sebagai contoh komunitas orang tua yang status-quo, yang memilih sekolah karena faktor kepemimpinan, akan mantap memilih sekolah dengan foto sang kepala sekolah di papan besar. Mereka beranggapan, kepemimpinan yang menonjol akan membawa kemajuan sekolah. Banyak benarnya memang. Jika suatu waktu sang pimpinan keluar, pindah kerja, dibajak sekolah lain atau mengundurkan diri karena alasan lain, maka biasanya terjadi gagap dan pengenduran peminat. Wah gawat, hal ini harus dihindari.

Ada lagi contoh sebuah sekolah bertaraf international memasang sebuahbillboard dengan ukuran besar dengan memamerkan berbagai fasilitas mewah yang dimilikinya. Seperti fasilitas kolam renang, bahasa inggris, computer dan yang paling norak di sampingnya, foto kepala sekolah, seorang ibu setengah baya berkebaya, besar sekali ukuran gambarnya, hahaha…Lha, narsis bukan hanya milik anak ABG dan para caleg tapi kepala sekolah pun pengin menunjukkan mukanya di depan khalayak ramai, horor memang… Masalahnya isi pesan yang akan disampaikanpun, kini makin mirip dengan iklan komersial produk dan jasa. Persaingan menjadi alasan klasik dunia pendidikan kita.

Mana yang lebih efektif? Saya pribadi belum dilakukan survey. Namun kata hati saya pasti bertolak belakang dengan promosi publikasi dua sekolah di atas. Sekolah tetaplah menjadi lembaga yang memanusiakan manusia. Tak elok jika dikomunikasikan dengan gaya komersial, ataupun dengan memamerkan fasilitas dan ketokohan. Proses pembelajaran akan menjadi samar-samar. Sekolah kan layanan social yang masih sarat dengan nilai-nilai. Jangan diobral layaknya menjual obat dung! Sewajarnya ajalah. Tak perlu muluk, desain elegan, tampilkan wall of fame atau ketercapaian yang pernah dihasilkan. Bukan menonjolkan komersialisasi dan pamer wajah pemimpin sekolah, apalagi janji dan fasilitas. 

Orang tua calon peserta didik memilih sekolah tidak dengan cara impulse buying yang menentukan dengan cepat dan segera saat itu juga. Kebanyakan masih dengan cara lama yang lebih dipercaya, yakni komunikasi langsung. Saat open house misalnya, umumnya diperlihatkan semua faktor penunjang sekolah. “Pakai saja event atau kegiatan lain yang menyentuh langsung calon orang tua dan siswa. Dengan begitu, jumlah siswa yang diharapkan akan lebih lestari atau lebih ‘berumur lama’, dibanding perolehan murid yang dilakukan dengan sentuhan komersial.

Saran saya pelajari kembali rencana publikasi dan publisitas sekolah. Lakukan dengan lebih patut. Strategi mendapatkan siswa baru akan lebih elegan jika dilakukan dengan tatap muka dan pendalaman kekuatan sekolah yang sesungguhnya. Demikian tarik menarik nantinya akan terjadi dengan lebih alami. Akan terseleksi, orang tua dan siswa yang sama vision nya. Masalah dibelakangnya masih panjang, karena itu penjaringan siswa lebih baik tak mengandalkan tawaran diskon atau wajah pemimpin. Tetaplah mengutamakan proses belajar. Ingat !! Sekolah yang unggul itu bukan the best input, but the best process. 

Empat Pertanyaan Wajib dijawab Kepala Sekolah sebagai Entreprenur

Memiliki kejelasan tentang arah sekolah sangatlah penting dalam membangun sebuah sekolah yang sukses. Semakin jelas anda dengan arah sekolah anda, maka anda kepala sekolah dengan kapasitas sebagai entrepreneur akan menjadi semakin sukses.

Beberapa pertanyaan di bawah ini akan membantu Anda sebagai kepala sekolah untuk mempunyai kejelasan arah sekolah Anda serta memudahkan Anda untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk sekolah Anda.

Mengapa pelanggan membeli produk atau jasa Anda?

Apa nilai (value) yang mereka cari? Apa manfaat yang mereka ingin nikmati? Apa perubahan atau peningkatan dalam kehidupan yang mereka cari? Apa alasan yang sesungguhnya seorang wali murid memasukkan anaknya kesekolah Anda dan bukan memikirkan atau menundanya terlebih dahulu? Apa yang Anda berikan berbeda? Mengapa wali murid masih mempercayakan kepada sekolah anda untuk pendidikan anaknya?

Apa keunggulan kompetitif Anda?

Keunggulan kompetitif adalah keunggulan-keunggulan, manfaat-manfaat,benefit yang Anda berikan kepada pelanggan Anda, yang tidak diberikan oleh pesaing Anda, yang juga di sebut dengan “keahlian” atau “keunikan”. Apa USP (Unique Selling Proposition) Anda, yaitu sesuatu yang Anda lakukan yang benar-benar memberikan benefit pada pelanggan-pelanggan Anda dan tidak ada individu atau sekolah lain lain yang menawarkan hal yang sama? Bagaimana Anda memposisikan produk atau jasa Anda di pasar untuk menekankan Area Keunggulan dan USP Anda? Hal-hal apa yang benar-benar diingini pelanggan, yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan dari pelanggan hingga pelanggan akan rela membayar lebih untuk mendapatkannya?

Bila Anda belum memiliki keunggulan kompetitif, mulailah membuatnya dari sekarang. Di masa yang akan datang bila bisnis berjalan seperti sekarang apa yang menjadi keunggulan kompetitif Anda? Bila bisnis Anda mengalami perubahan atau mengalami peningkatan, apa yang akan menjadi keunggulan kompetitif Anda? Keunggulan kompetitif apa yang akan Anda buat agar menjadi yang terbaik di bidang Anda?

Siapa pesaing Anda?

Apa keunggulan, manfaat, atau keuntungan yang didapat pelanggan Anda ketika membeli dari pesaing yang tidak dapat Anda berikan kepada pelanggan Anda? Hal yang terpenting adalah apa atau tindakan apa yang dapat Anda kerjakan untuk menyetarakan atau melebihi (mengungguli) pesaing Anda? Hal apa yang dapat Anda buat agar pelanggan tahu bahwa Anda lebih unggul dari para pesaing dan agar mereka mulai membeli dari Anda? Bila Anda memenangkan hati dan melekatkan bisnis Anda pada pikiran pelanggan, hal inilah yang dapat membuat bisnis Anda tumbuh dan menjadi terbaik di bidang Anda.

Apa penghalang yang menahan Anda?

Jika sasaran Anda adalah meningkatkan penjualan dan keuntungan dua kali lipat dalam dua atau tiga tahun ke depan, hal apa yang menghalangi Anda sehingga Anda tidak dapat mencapainya? Mengapa penjualan Anda belum juga meningkat dua kali lipat? Hal-hal apa yang seharusnya sudah Anda lakukan agar dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan? Hal-hal apa yang seharusnya Anda pelajari untuk mendukung pencapaian tersebut? Kepada siapa Anda harus bertanya? Kapan waktu yang tepat untuk memulainya?

Kecepatan Anda dalam mencapai suatu sasaran kadang dihalangi oleh satu atau lebih hambatan. Semakin cepat Anda mengidentifikasi hambatan-hambatan tersebut, semakin cepat Anda mencapai sasaran tersebut. Setelah Anda mengidentifikasi secara akurat, fokuskan waktu, energi dan pikiran Anda dalam hal tersebut. Lampaui hambatan tersebut dengan segera.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas setidaknya setiap enam bulan sekali, atau tiga bulan sekali, dan lakukan kegiatannya. Bisa dipastikan perkembangan bisnis Anda akan berkembang secara exponensial


Belajar dari Pedagang Cina: Jiwa Wirausaha Kepala Sekolah
Pada kesempatan kali ini saya mau share quote dari buku Rahasia Bisnis Orang Cina" tulisan Ann Wan Seng yang patut dimiliki oleh seorang kepala sekolah dalam rangka pengembangan kompetensi entrepreneurship.
  • Jika ingin lebih berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan, kecuali bekerja dengan lebih keras dan rajin.
  • Pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali.
  • Keuntungan yang diperoleh tidak dibelanjakan. Keuntungan tersebut digunakan untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi.
  • Pantang mengeluh di hadapan pelanggan, apalagi menunjukkan emosi negatif.
  • Bersikap terbuka dan berlapang dada apabila menghadapi situasi sulit, dan tetap fokus mencari jalan keluar.
  • Sekedar pintar berdagang tidak memberikan hasil yang maksimal. Harus didukung dengan sikap agresif, proaktif, berani, tahan banting, semangat tinggi, dan rela berjuang untuk merebut segala peluang yang ada.
  • Apabila orang Cina mengatakan akan berdagang mereka biasanya tidak akan berpikir panjang untuk menindaklanjuti. Pengalaman dan kemahiran tidak penting karena hal itu dapat dipelajari kemudian.
  • Apabila melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus menetapkan tujuan atau target untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang
  • Tanpa mengalamin kerugian, keuntungan tidak mungkin dating
  • Kerugian jangka pendek merupakan jalan yang dilalui untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang
  • Uang tidak pernah jadi penghalang. Asal ada kemauan, pasti ada jalan. Jika belum ketemu jalan, buatlah jalan.
  • Untuk menjadi pedagang yang berhasil, harus mampu meyakinkan pelanggan
  • Sekali melangkah, mereka akan terus melangkah. Tidak ada kata mundur.
  • Masalah adalah batu loncatan, dan bukan penghalang sebuah keberhasilan.
  • Impian hanya tinggal impian jika pedagang terus bertahan di batas bawah dan tidak mau mengubah sikap mental dan tindakan.
  • Pedagang harus memiliki daya tahan dan semangat juang yang tinggi, tidak mudah takluk pada keadaan, tetapi berusaha membuat keadaan tunduk pada kehendak mereka.
  • Agar keuntungan terus bertambah, sebagian keuntungan disumbangkan kepada yang membutuhkan, sebagian digunakan untuk investasi kembali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar