24 Oktober 2012

bERfiKIR daRI suDUT berBEda

 Potensi Itu Adalah Ide-ide
Benarkah kita memiliki potensi yang dahsyat? Ya tentu saja, dan salah satunya adalah ide-ide yang ada di dalam kepala Anda. Saya mengatakan ada di kepala Anda, sebab memang ide-ide tersebut sudah ada. Jumlahnya sangat banyak, sebanding dengan proses belajar Anda selama ini.

Jika Anda tahu tekniknya, Anda bisa menghasilkan jutaan ide yang selama ini terpendam dalam kepala Anda. Diantara jutaan ide tersebut, akan ada beberapa ide yang luar biasa yang mampu mengubah hidup Anda atau mengatasi masalah terbesar Anda saat ini.

ANDA PUNYA POTENSI: JANGAN CEPAT MENYERAHAda dua kondisi saat seseorang disebut menyerah. Bukan hanya bagi orang yang sedang terpuruk saja, tetapi mungkin bagi Anda yang merasa baik-baik saja.

Pertama: seseorang yang sedang ditimpa masalah besar atau musibah yang berat, kemudian dia berputus asa tidak berusaha bangkit dan pasrah apa pun yang terjadi. Ini adalah menyerah.


Kedua: orang yang merasa baik-baik saja, tetapi dia memiliki impian yang besar tetapi dia tidak berusaha mengejarnya atau pernah mencoba tetapi berhenti. Orang macam ini masih tergolong menyerah, karena dia menyerah untuk berusaha mencapai cita-citanya.
Terlepas kondisi mana yang terjadi, jangan mudah menyerah, karena kepala Anda sebenarnya adalah gudang ide. Masih ada yang bisa Anda lakukan, baik itu untuk keluar dari masalah Anda atau untuk mengejar cita-cita Anda yang tinggi.

Saat Anda bingung, apa lagi yang harus dilakukan, berpikirlah. Keluarkan ide-ide Anda. Olah ide-ide Anda.Jangan pernah berhenti berpikir untuk menghasilkan ide-ide cemerlang yang bisa saja mengatasi masalah Anda atau memberikan gagasan untuk mencapai cita-cita yang tinggi.

KELUARKAN POTENSI ITU: BERPIKIRLAH DI LUAR KOTAKMengapa ide-ide yang sudah ada di dalam kepala tidak keluar? Sebab Anda berpikir di dalam kotak. Artinya Anda hanya berpikir dalam pakem yang itu-itu saja, hanya memilih ide yang biasa dilakukan, atau hanya melihat gagasan yang mudah diterima. Padahal seringkali ide-ide brilian datang dalam wujud yang aneh, sulit diterima, dan belum pernah dilakukan.
Mengapa berpikir di dalam kotak?
Penyebabnya adalah:

Keengganan untuk menerima sesuatu yang baru, aneh, dan belum pernah dilakukan. Padahal selama itu halal, silahkan saja dicoba.
Karena input yang masuk ke dalam pikiran Anda sangat terbatas. Kurangnya pemicu untuk membangkitkan ide-ide yang terdalam. Cobalah lihat dunia luar. Baca buku, baca majalah, baca internet, dan pergilah ke luar. Anda akan menemukan banyak hal baru yang akan memicu ide-ide baru.
Tidak tahu bagaimana caranya membangkitkan ide-ide baru yang ada di dalam pikiran Anda. Untuk itu, Anda perlu belajar teknik-teknik kreativitas baik itu teknik sistematis maupun intuitif. Keduanya sama, jika digabungkan akan memiliki kekuatan dahsyat.
AMBILLAH TINDAKAN, SEKECIL APA PUN IDE ANDASetelah Anda berhasil mengeluarkan dan menemukan ide-ide cemerlang, itu tidak akan berguna jika Anda tidak mengambil tindakan. Sekecil apa pun ide Anda. Sesederhana apa pun ide Anda. Anda tetap perlu mengambil tindakan, setidaknya menguji ide tersebut, bahkan untuk sekedar mencatatnya. Tindakan adalah satu-satunya bentuk penghargaan Anda terhadap ide Anda sendiri.
Saat Anda menemukan ide, kemudian Anda tidak mengambil tindakan, artinya Anda tidak menghargai diri sendiri. Jika tidak mungkin dilakukan sekarang, catatlah. Jika tidak, ide tersebut akan kabur kembali alias hilang, lenyap ditelan oleh apa yang disebut lupa.

Jadi, bangkitkan ide dan ambillah tindakan. Selalu ada ide artinya selalu ada tindakan yang bisa diambil baik untuk mengatasi masalah atau mencapai pencapaian besar. Jangan cepat menyerah, sebab Anda memiliki potensi yang dahsyat.

Konsisten Meraih Sukses?
Banyak yang mengatakan, konsisten adalah sesuatu yang paling berat. Tetapi kita tidak punya pilihan lain, jika Anda ingin sukses dalam jangka panjang, konsisten harus menjadi bagian hidup Anda. Tidak bisa tidak.
Konsisten menjadi kata yang paling ditakuti. Banyak orang yang menghindari kata ini, mereka ingin sukses secara instan tanpa harus melewati kata konsisten. Sayangnya itu tidak ada.
Kosistensi juga sering menjadi penghambat sukses. Banyak orang yang memiliki ilmu banyak, namun dia tetap tidak berhasil karena dia tidak konsisten mengamalkan ilmunya. Lalu, bagaimana agar bisa konsisten meraih sukses?

MENJADI DIRI YANG KONSISTEN
Mulailah Konsisten Dari Yang KecilSaya teringat sebuah hadits tentang konsistensi.
Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)

Jangan disalahartikan, kata sedikit disini bukan berarti menyuruh sedikit. Kata ustadz saya, hadist ini menekankan pada berkesinambungannya. Artinya amal yang dilakukan secara lestari itu disukai Allah. Tentu saja, apa lagi jika kita melakukan amal yang banyak dan berkesinambungan.
Tetapi untuk langsung menjalankan amal yang banyak dan kontinyu akan sulit sekali. Utamakan dulu keberlangsungannya meski sedikit. Setelah terbiasa dengan yang sedikit, insya Allah akan lebih mudah untuk melakukan amal yang lebih banyak.

Begitu juga untuk mencapai keberhasilan. Anda bisa memulai melakukan sesuatu yang kecil dulu, tetapi lakukanlah dengan konsisten. Jika Anda ingin sukses ngeblog misalnya, mulailah dengan melakukan komentar pada blog orang lain sepatah dua patah kata secara konsisten. Suatu saat, Anda akan menjadi seorang blogger besar.

Jika Anda ingin menjadi pebisnis, mulailah melakukan hal kecil dulu secara konsisten. Misalnya baca artikel tentang bisnis. Atau bisa juga mulai menjual produk, meski sedikit tetapi Anda konsisten menjual. Lama kelamaan, kemampuan dan mental Anda akan terbentuk menjadi pebisnis yang handal.
Jadi, agar Anda bisa konsisten, mulailah dengan yang kecil dulu.

Ingatlah Nilai Tindakan Anda Sekecil Apa PunSaat Anda membaca Al Quran, setiap huruf akan mendapatkan balasan dari Allah. Ya, setiap huruf. Artinya sekecil apa pun ibadah itu akan bernilai. Agama mengajarkan agar kita merasakan dan mengingat nilai amal kita sekecil apa pun. Manfaatnya, sampai sekarang lantunan ayat suci Al Quran tidak pernah berhenti. Banyak orang yang secara konsisten membaca Al Quran.

Begitu juga untuk meraih sukses lainnya. Jika Anda melakukan sesuatu yang akan membawa kepada keberhasilan, maka ingatlah setiap langkah Anda akan mendekatkan kepada sukses. Jika Anda sedang berkerja, ingatlah setiap ketikan Anda di komputer akan membawa hasil. Jika Anda menabung untuk menunaikan ibadah haji, setiap setoran akan mendekatkan Anda ke tanah suci.

Jika Anda seorang penjual, setiap Anda menawarkan produk, artinya Anda akan semakin dekat ke pembeli. Meski pun Anda mendapatkan penolakan, artinya Anda akan semakin dekat dengan orang yang membutuhkan produk Anda. Jika Anda seorang pebisnis, ingatlah setiap usaha pemasaran akan menumbuhkan bisnis Anda.

Setiap langkah, setiap tindakan, dan setiap ucapan yang benar adalah bernilai dan akan mengantarkan Anda kepada keberhasilan. Jika Anda mengingat itu, maka sekecil apa pun manfaatnya, bahkan tidak dirasakan secara langsung, Anda akan tetap konsisten melakukannya.

Agar Konsisten, Pengawasan Sering DiperlukanJika Anda masih sulit untuk konsisten, mungkin Anda perlu bantuan orang lain untuk mengawasi Anda. Jika Anda seorang pekerja, Anda tentu diawasi oleh atasan Anda. Jika kurang diawasi, Anda bisa meminta untuk diawasinya. Aneh memang, banyak orang yang menghindar dari pengawasan atasan, tetapi jika Anda ingin sukses, mintalah diawasi.

Bisa juga pasangan hidup, istri atau suami Anda. Mintalah pasangan Anda untuk mengingatkan jika Anda tidak konsisten melakukan sesuatu. Bahkan, anak pun bisa mengawasi kita. Jika masih punya orang tua, orang tua pun bisa mengawasi konsistensi Anda.

Jika perlu, milikilah seorang mentor. Anda bisa mendapatkan pengawasan dari seorang mentor. Bahkan, jika perlu Anda bisa mencari seorang “komandan” yang mengawasi tindakan Anda dan mampu memberikan hukuman bagi Anda. Kenapa tidak?

Jadi ada tiga ide agar Anda bisa konsisten, yaitumulailah dari yang kecil, mengingat nilai dari setiap tindakan sekecil apa pun, dan jika perlu mintalah seseorang untuk mengawasi Anda



JANGAN TIDUR SETELAH SHALAT SUBUH
Ibnul Qayyim berkata, tidur di waktu pagi, menghambat datangnya rizki.
Berusahalah untuk tidak tidur dalam ruas waktu setelah subuh hingga terbit matahari.
Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah, kemudian mengatakan kepadanya : “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”
Dari Abu Umamah RA dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat subuh berjama’ah kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari, kemudian berdiri dan shalat dua rakaat, maka ia akan memperoleh pahala haji dan umrah.”

Waktu ba’da subuh hingga matahari terbit adalah waktu yang penuh barakah yang seharusnya benar-benar dipelihara oleh setiap mukmin.
Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawatul Qur’an satu juz dalam satu hari, berdzikir, atau menghafal. “Inilah yang dilakukan Rasulullah SAW selesai menunaikan shalat Subuh, bahwa ia selalu duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari.” (HR. Muslim)
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS.Ath Thalaq : 2-3)


Apa Arti Hidup bagi Anda?
Pernahkah Anda merasa sangat jenuh, bosan dan sebagainya sehingga malas bekerja, belajar, beraktivitas?
Pernahkah Anda begitu 'merindukan' hari libur dan 'membenci' hari Senin?
Pernahkah Anda (bagi yang sudah bekerja), frustasi karena tidak juga naik gaji, pangkat atau jabatan?
Pernahkah Anda mendapat tugas tambahan dan membuat Anda merasa terbebani?

Jika jawaban Anda SERING, maka Anda perlu merenungi arti hidup ini.
Saya dua pekan terakhir mengalami hal tersebut dan menemukan jawabannya dari slide Pak Rama Royani yang diringkas sebagai berikut :
Manusia memaknai hidupnya ada 3 kelompok yaitu hidup sebagai pekerjaan, karir dan panggilan. Tiap kelompok tersebut bisa dinilai dalam 4 kategori yaitu : motivasi, bekerja sebagai, harapan, mencari. Mari kita lihat satu persatu.


1. Hidup sebagai PEKERJAAN maka :
- MOTIVASI : gaji, bayaran
- BEKERJA SEBAGAI : kebutuhan hidup
- HARAPAN : NAIK GAJI
- MENCARI : Liburan Akhir Pekan


2. Hidup sebagai KARIR
- MOTIVASI : uang dan kemajuan
- BEKERJA SEBAGAI : perlombaan
- HARAPAN : kekuasaan dan kebanggaan
- MENCARI : promosi


3. Hidup sebagai PANGGILAN
- MOTIVASI : amanat, perintah Allah
- BEKERJA SEBAGAI : khalifah, utusan Allah
- HARAPAN : dunia yang lebih baik
- MENCARI : lebih banyak tugas

Jika Anda memandang hidup hanya sebagai PEKERJAAN, maka akan sulit melakukan aktivitas dengan ENJOY (enak), EASY (enteng), EXCELLENT (edun) dan EARN (untung). Beraktivitas dengan penuh kebosanan, tanpa semangat, menunggu akhir pekan agar bisa liburan. Hidup menjadi kurang bermakna, hanya berputar dari satu aktivitas ke aktivitas lain yang rutin dan membosankan.

Jika Anda memandang hidup sebagai KARIR, maka Anda bisa melakukan aktivitas dengan ENJOY (enak), EASY (enteng), EXCELLENT (edun) dan EARN (untung). Hanya masalahnya, jika tidak mendapatkan kekuasaan dan kebanggaan seperti jabatan, popularitas, maka Anda bisa juga frustasi dan stress. Merasa kurang dihargai.

Yang sangat baik adalah memandang hidup sebagai PANGGILAN. Kita diciptakan Allah sebagai khalifah, utusanNya untuk membuat dunia lebih baik. Segala yang kita lakukan bermakna dan kita maknai sebagai ibadah dan pengabdian kepadaNya. Sehingga mendapat tugas tambahan, bukan sebagai beban tapi kesempatan untuk beramal lebih baik dan lebih banyak. kesempatan untuk berbagi dan memberi manfaat untuk manusia dan lingkungan.

Mau Berubah? 
Kata orang bijak, cuma satu hal yang 'abadi' di dunia ini yaitu perubahan. Kita manusia pun berubah, alam pun berubah dan pemikiran pun bisa berubah. Jadi hal yang fisik maupun non fisik juga berubah. Hanya masalahnya, berubah menjadi lebih baik atau tidak. Organisasi pun demikian, tentu ingin agar terjadi perubahan menjadi lebih baik.
Saya 'menemukan' rumus agar dapat terjadi perubahan yaitu MUSTI. Apaan tuh..?? MUSTI adalah singkatan dari M:Masalahi, U:Urusi, S: Seriusi, T: Tuntasi dan I : Indahi.
Masalahi yaitu menemukan apa yang menjadi masalah dan harus harus diselesaikan. (ibarat diagnosa untuk penyakit).
Urusi yaitu solusi yang ingin dilakukan agar masalah bisa terselesaikan. (ibarat obat atau resep dari dokter).
Seriusi yaitu tindakan yang dilakukan tidak main-main tapi betul-betul serius sehingga masalah bisa selesai. (dosisnya pas).
Tuntasi yaitu selesaikan masalah dan agenda peubahan sampai tuntas ke akar-akarnya. (obatnya sampai habis dan sembuh).
Indahi yaitu semua yang dilakukan menghasilkan sesuatu yang indah di semua pihak. tdk ada yang jadi korban.
Perubahan sering gagal dilakukan karena tidak sampai pada langkah akhir. Terkadang hanya pada langkah awal atau paling jauh langkah kedua, diurusi tapi tidak serius. Jadi jangan berharap akan tuntas. Ibarat penyakit sudah didiagnosa, diberi obat tapi dosisnya kurang atau belum habis obat antibiotiknya sudah berhenti.
Saya sering menyaksikan organisasi gagal berubah karena hal-hal seperti ini. Bagaimana bisa menjadi lebih baik? Masalah yang ada saja tak pernah diselesaikan...
Diri pribadi pun demikian. Kita sudah tahu apa yang jadi masalah kita melalui evaluasi diri dan banyak pemikiran lainnya tapi tidak serius melakukan perbaikan.
Semoga kita terhindar dari hal demikian. Selamat Berubah menjadi lebih baik!


Persinggahan:
Dikejar ke ujung jarak,hingga ujung nafas...
Ditimbun dengan aneka cara,agar semakin menumpuk...
Dihitung tanpa cela,tak rela berkurang...
Dinikmati hanya oleh mata bukan dengan rasa...
Hanya memuaskan hasrat sesaat...
Hanya agar mendapat martabat...
Hanya agar orang melihat...
Hanya ingin pujian sesat...

Andai mengerti bahwa semua hanya bayangan...
Andai menyadari bahwa yg terkumpul akan menyekikkan saat sakratul maut...
Andai iman bahwa akan memperberat timbangan,memperlambat penghitungan amal...
Andai paham,yg begitu dicintai akan menghilang...


Tak kan kita membabibuta melabrak hak orang lain...
Tak kan menggadaikan harga diri demi seonggok harta...
Tak kan ada yg harus didzalimi,hanya agar bertahan di posisi...
Tak kan panik andai 'kepunyaan' diambil Pemiliknya...
Semakin menipiskan daki dunia, sepotong hati akan menemukan kesuciannya...
Semakin merendahkan hati pada Sang Khaliq dan pada sesama,nurani akan memancarkan cahayanya...
Semakin menyadari hidup adalah persinggahan,nafsu akan mengurangi desakannya...
Semakin iman pada hari pertemuan dengan Nya,semakin terasa amal saleh belum seberapa...
Dimulai dengan diri, jadi cahaya bagi keluarga dan sesama
Diniatkan pencarian rejeki sebagai jembatan bertemu dengan-Nya
Diawali dengan syukur nikmat agar terjaga dari keserakahan
Diahiri dengan kepasrahan dan tawakkal ,agar terbebas dari pamrih
Dan Allah sudah menghitung semuanya,tanpa harus kita ungkap
Dan Allah tak kan pernah salah memberi keadilan walau tak kita gugat
Dan Allah Maha Kasih atas segala kasih yg kita umbarkan pada sesama
Dan Allah menyukai makhliukNya yg beribadah hanya karena Dia...
Tak usah risau andai ada ragu,ada air wudlu penghalau pilu...
Tak usah marah andai terhina,ada sujud yang meredam nafsu...
Tak usah takut andai kekurangan,ada anjuran bersedekah walau saat sempit
Tak usah merasa sendiri,ada wirid yang akan diamini para malaikat...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar