19 Oktober 2012

*Figur Inspiratif Indonesia yang Sukses Tanpa Titel*

Sebagian dari figur yang diuraikan di bawah ini adalah *Figur Inspiratif  Indonesia yang Sukses Tanpa Titel* ) adalah orang - orang sukses di Indonesia yang tidak memiliki gelar sarjana*. *Mereka mengenyam pendidikan hanya sampai jenjang sekolah menengah. Riwayat pendidikan mereka serupa : 

   1. terkadang gagal meneruskan kuliah karena miskin / 
   2. memiliki jiwa pemberontak / 
   3. salah jurusan saat kuliah.* * 

Keberhasilan yang mereka raih juga memiliki ciri - ciri serupa : 

   1. pantang menyerah kepada nasib / 
   2. menumbuhkan jiwa kreatif / 
   3. terus menerus berusaha menjadi manusia pembelajar 

Mereka adalah *street-boys*, orang -orang yang belajar dari kehidupan 
nyata. 

Bagaimana dengan anda? Jika anda lebih beruntung dengan memiliki gelar 
sarjana berderet - deret , sudahkah anda belajar dari kehidupan nyata? 
Sudahkah anda berprestasi seperti Ibu Tri Mumpuni? atau bahkan 
melebihi 
beliau? 

inilah sebagian dari figur inspiratif itu : 

* 1. Andy F.Noya* 

PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana... Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura 
lalu melanjutkan ke STM Jayapura. "Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya," tutur Andy. 

*2. Adam Malik* 

Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku sekolah. 

*3. M. H. Ainun Najib* 
Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah 'diusir' dari Pondok Modern Gontor Ponorogo 
karena melakukan 'demo' melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi). 

*4. Abdullah Gymnastiar* 
kiayi yang kmarin2 ini santer dengan kasus poligaminya,ternyata sukses 
menjadi kiayi dan wirausahawan (pengusah besar) tanpa ijazah. walaupun 
sudah 
lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini blm mengambil ijazahnya. 

*5. Ajip Rosidi* 

dengan tak mau mengikuti ujian akhir SMA nya. Dia menolak ikut ujian 
karena 
waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan 
bahwa 
banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. "Saya tidak jadi 
ikut 
ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah". Dan itu 
dibuktikan 
dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan 
jumlahnya. 
Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang 
tidak 
punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun diangkat sebagai dosen luar 
biasa 
Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit 
Dunia 
Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 
tahun 
menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun. 

Berikut Sejarah Pendidikan Beliau : 

Sekolah Rakyat 6 tahun di Jatiwangi (1950) 

Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953) 

Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat) 

*6. Bob Sadino* 

Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia 
adalah 
anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob 
yang 
ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan 
keluarganya 
karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob 
kemudian 
menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak 
melanjutkan 
kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap 
selama 
kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota 
Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, 
Bob 
bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed. 

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa 
serta 2 
Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk 
membeli 
sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia 
simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob 
memutuskan 
untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja 
secara 
mandiri. 

*7. Andrie Wongso* 

Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin 
di kota 
Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti 
bersekolah 
karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka 
SDTT, 
Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. 
Masa 
kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang 
tuanya 
membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar. 

*8. Purdi E Chandra* 

Sosok Purdi E. Chandra kini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. 
Lembaga 
Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk ke 
Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota 
besar 
di Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun. 

Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan 
mereka 
untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak 
ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru 
membangun usahanya. 

Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris 
dan 
Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan 
kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa- 
apa 
dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih 
gelar 
sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh 
cita 
-cita dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai 
serius untuk berbisnis. 

Kini kabarnya Purdi E. Chandra sekarang sudah ada lebih dari 500 
cabang 
Primagama di seluruh indonesia. 

*9. Hendy Setiono* 

Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di 
Surabaya. 
Modalnya hanya Rp 10 juta atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya 
berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala 
koboi 
(burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. 
Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, 
Bali, 
Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, 
Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, 
Sukabumi, 
Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta 

*10. Buya Hamka* 

HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik 
bin 
Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan 
penulis 
Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. 

Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga 
kelas 
dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan 
Sumatera 
Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan 
mendalami 
bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan 
masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, 
Syeikh 
Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo. 

*11.Basrizal Koto * 

Basko yang panjang akal dan visioner mengawali usahanya dengan 
berjualan 
pete. Meski tidak punya uang tetapi dengan modal kepercayaan, pete 
yang 
belum dibayar dibawanya ke restoran Padang dan dijual dengan selisih 
harga 
yang lebih tinggi. Perjalanan hidupnya penuh warna dan keinginan untuk 
terus 
mengubah nasib mengantarnya menjajal berbagai macam profesi mulai dari 
kernet, sopir, pemborong, tukang jahit hingga akhirnya menjadi diler 
mobil. 

Kemahirannya berkomunikasi, membangun jaringan, menepati janji, dan 
menjaga 
kepercayaan akhirnya membawanya sukses menaklukan kemiskinan, 
membangun 
kerajaan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja. Jumlah perusahaan 
yang 
dikelolanya kini mencapai 15 perusahaan 

*12. Dahlan Iskan* 

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero),pada Hari Senin 
25 
Januari 2010, bertemu dengan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat 
untuk 
mengikuti rapat dengar pendapat mengenai industri listrik di 
Indonesia. 

Dahlan pun mengawali pertemuan itu dengan perkenalan. Mulai dari nama, 
jabatan, hingga pendidikan. "Mohon maaf, karena orang tua saya hanya 
petani, 
maka hanya sanggup menyekolahkan saya sampai SMU saja," kata Dahlan, 

Ternyata, Dahlan hanya lulusan Sekolah Menengah. Kita susah sekali 
mencari 
latar belakang pendidikannya. Penelusuran di mesin pencari juga belum 
menemukan pendidikannya. Bahkan dari situs pribadinya, 
*dahlaniskan.info*dan 
*dahlaniskan.net* juga tidak mencantumkan pendidikan Dahlan. 

Di situ hanya ditulis, *Dahlan Iskan adalah raja media yang memiliki 
jaringan media se antero Indonesia. Usahanya itu di bawah naungan Jawa 
Pos 
Group. Bahkan belakangan, dia merambah ke bisnis percetakan, 
pembangkit 
listrik, dan batu bara.* 

*13. Yoris Sebastian* 

Anak muda yang tak pernah kuliah formal ini, justru menjadi ikon 
ekonomi 
kreatif di Indonesia. Mengetahui sosok Yoris Sebastian bagi saya 
memang 
baru-baru saja. Salah satu anak muda Indonesia yang kreatif dan 
berprestasi. 
Pantaslah kalau Yoris Sebastian bisa dijadikan inspirasi dan motivasi, 
mengingat pendidikannya yang hanya tamatan SMA, tapi ide-idenya yang 
cemerlang, bagi saya itu adalah inovasi. Menjadi General Manager di 
Hard 
Rock Café Asia Pacific pada umur 26 th, pemrakarsa acara 'I Like 
Monday' di 
HardRock Café Jakarta, salah satu acara yang diingat banyak orang. Dan 
bejibun prestasi lain yang mengekornya. Saat ini Yoris Sebastian 
memiliki 
'Oh My Goodness (OMG) Creative Consulting', perusahaan yang 
menciptakan 
ide-ide unik dan kreatif untuk marketing perusahaan atau produk. Lebih 
jauh 
tentang Yoris silakan ----> Klik di sini : http://yorissebastian.com 

Referensi : 

http://bisnis.vivanews.com/news/read/124141-benarkah_dahlan_iskan_han... 

http://dunia90.blogspot.com/2010/06/10-orang-indonesia-yang-sukses-ta... 

http://yorissebastian.com/ 

http://www.facebook.com/CreativeJunkies?v=wall 

http://bit.ly/trymumpuni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar