22 Oktober 2012

TO BE ENTREPRENEUR

Capitalist entrepreneur adalah entrepreneur yang tujuannya adalah semata mata karena uang, sedangkan social entrepreneur adalah entrepreneur yang tujuannya adalah menolong orang. Dalam menjalani usahanya, social entrepreneur menempuh jalan yang lebih sulit karena pastinya selalu ada banyak godaan untuk menyimpang dari tujuan awal terutama karena alasan ekonomi, namun ternyata sebagian besar orang terkaya di dunia awalnya berasal sebagai social entrepreneur. Menjadi social entrepreneur disarankan oleh Bang Lendonovo karena kita dapat menolong orang dan mencari profit di saat yang bersamaan. Jangan lupa, menolong orang merupakan bagian dari langkah dari setiap umat manusia dalam mencapai the ultimate dream yaitu masuk surga.

Dalam menjadi seorang entrepreneur dibutuhkan beberapa hal antara lain networking, mau banyak belajar, dan attitude. Pertama networking. Networking amat dibutuhkan oleh seorang entrepreneur dalam menjalankan usahanya karena biasanya kesuksesan seorang entrepreneur ditentukan dari seberapa baiknyakah hubungannya dengan orang lain karena dalam bisnis banyak hal yang dilandasi rasa saling percaya. Kedua, mau banyak belajar. Agar menjadi seorang entrepreneur yang baik kita harus mau banyak belajar, baik dari pengalaman orang lain maupun dari master yang mengajari kita skill tertentu. Ketiga namun yang terpenting yaitu attitude. Sebagai seorang entrepreneur hendaklah kita menjadi entrepreneur yang berakhlak dan jujur karena ini merupakan basis yang amat penting.

Di dunia modern, tujuan dari suatu perusahaan adalah maksimisasi value, bukan profit. Sebagai entrepreneur, sudah seharusnyalah kita mengubah orientasi dari capital entrepreneurship menjadi social entrepreneurship

Konsep utama dari social entrepreneurship adalah segala sesuatu berawal dari niat baik menolong orang tapi tetap mendapatkan keuntungan. Keuntungan mungkin akan menjadi lebih kecil dibandingkan jika kita berorientasi sebagai capital entrepreneur, hal ini terjadi karena keuntungan yang kita dapatkan itu dibagi (shared profit), dengan cara inilah value dapat dimaksimisasi. Beliau juga menyinggung bahwa pemecahan kemiskinan adalah dengan pemberian lahan kerja. Seorang social entrepreneur membagi keuntungannya dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Karena itu, social entrepreneurship merupakan solusi efektif pemberantasan kemiskinan.

Tiga hal yang harus dilakukan seorang social entrepreneurship agar dapat menyelesaikan berbagai masalah sosial adalah banyak mendengar, banyak melihat, dan berempati. Selain itu seorang social entrepreneur khususnya dan semua orang pada umumnya, harus jujur. Karena itulah modal seringkali disebut dalam istilah bahasa inggris sebagai “Trust” atau kepercayaan. Untuk mendapatkan kepercayaan, seseorang haruslah jujur.

Semua mahasiswa sebelum lulus haruslah sudah magang di bidang yang merupakan bakatnya. Karakteristik bakat adalah enjoy, easy, excellence, dan earning. Untuk mengetahui bakat kita dapat mengikuti tes pemetaan bakat. Rata-rata orang pada umumnya memiliki sekitar 40 bakat dan satu hingga tiga bakat yang paling menonjol.

Bisnis itu tidak hanya semata-mata untuk uang. Kita diarahkan jika ingin sukses, hendaknya kita terorientasi dulu kepada tujuan yang jelas. Contohnya, kita mengarahkan bisnis kita agar bermanfaat kepada orang lain, agar bisnis kita bisa memudahkan orang lain. Dengan demikian, rejeki akan semakin mengalir dengan sendirinya berkat manfaat dari kita kepada orang lain. Intinya adalah kalau kita membuat perusaahan, visi kita harusnya adalah melayani, bukannya profit semata.

Membangun bisnis itu harus :
Enjoy : lakukan sesuatu dengan menikmati pekerjaan itu sendiri sesuai bakat anda.

Easy : Lakukan lah dengan yang menurut anda mudah.

Excelent : Buat lah apa yang anda lakukan dan kerjakan menjadi lebih baik dan ahli.

Earn : Maka apa yang ada dapatkan sesuai dengan keinginan anda..menuju Sukses dan Bahagia Dunia Akhirat..

“Jika ingin sukses, anda terlebih dahulu harus mengetahui core competence anda, apakah menjadi pekerja atau pengusaha.
menjadi pekerja atau pengusaha sama sama memiliki kebaikan. Yang harus dijadikan landasan ketika memilih pekerjaan, adalah harus memenuhi syarat empat E yang yakni Enjoy(kenyamanan pada pekerjaan yang disukai), Easy (memiliki kompetensi), Excellent (Unggul) dan Earn (produktif), “ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar