20 Oktober 2012



Google Earth, Aplikasi Yang Cocok Bagi Guru Geografi Dalam KBM di Kelas

Google Earth adalah suatu aplikasi atau program Globe Virtual, dimana dalam aplikasi ini, kita dapat melihat Dunia atau dapat menjadi seorang penjelajah, astronot yang mampu menjelajahi alam semesta dalam waktu sekejap. Di Google Earth ini juga, kita dapat memperlihatkan rumah, warna mobil, bayangan manusia dan bahkan rambu-rambu lalu lintas. Intinya, dengan Google Earth ini, kita dapat berjalan-jalan mengelilingi dunia, bahkan bisa ke planet lain apabila kita memang benar-benar menguasai aplikasi yang satu ini. Intinya, Google Earth adalah Aplikasi yang dapat menggantikan peranan Atlas yang selama ini kita kenal dan digunakan oleh Guru Mata Pelajaran Geografi dalam mengenalkan dunia kepada Peserta didik.
Google Earth untuk selanjutnya dikenal dengan sebutan Globe Dunia pertama sekali dikembangkan oleh Keyhole, inc. Perusahaan yang diambil alih oleh Google pada tahun 2004, dari tahun 2005 setelah dipegang oleh Google, Aplikasi ini telah mengalami perkembangan yg amat luar biasa, dimana versi terbaru adalah Google Earth versi 5.2.1 yang memiliki resolusi dan akurasi yang hampir sempurna, dimana resolusi tertinggi ada pada ketinggian 15 cm (6 inci), dimana hanya Negara-Negara tertentu yang tidak dapat di foto satelit dengan baik yang gambar atau resolusinya jelek. Bahkan Negara-Negara Maju telah ditampilkan oleh Globe Dunia ini dengan tampilan 3D. Bahkan Globe Dunia ini mampu untuk menampilkan bangunan dan struktur (seperti jembatan dan jalan) 3 Dimensi yang didukung oleh aplikasi SketchUp, sebuah program permodelan 3D. Google Earth ini adalah aplikasi yang dihasilkan oleh para peneliti dan mempunyai sejarah panjang, karena berhubungan dengan Ilmu Desain Grafis.
Pertama sekali saya ingin meng-install dan mempelajari Globe Dunia ini, karena saya adalah Guru TIK SMA disalah satu SMA Negeri di Medan. Tanggal 26 Juli 2010, kebetulan saya baru lulus CPNS, sebelumnya saya hanya mengenal tampilan awal dari Google Earth ini. Saya didatangi Guru Bidang Study Geografi, minta tolong diajari bagaimana mengupdate Globe Dunia yg dia punya versi sebelumnya ke versi terbaru. Dengan santainya saya Download versi terbaru, terus saya Run atau Install, jadi dehh…!, tetapi saya terkejut karena Google Earth-nya memperlihatkan Globe atau Peta Dunia. Trus saya tanya “Bu, Ini aplikasi apa?”, jawab Ibu Geografinya “Ini Peta Dunia pak, jadi saya akan menggunakan aplikasi ini untuk bahan ajar Geografi, nanti saya suruh mereka menentukan titik lokasi tertentu di Sumatera Utara, atau mencari titik lokasi tempat tinggal mereka di Medan, jadi mereka tau, kalo Globe atau Peta kan rumit, ini udah online, jadi mereka juga tambah Pengetahuannya!”. Wah, bagus juga pemikiran Ibu ini, dia telah memanfaatkan Teknologi untuk menyampaikan Informasi kepada Siswa/i-nya, walau disekolah kami fasilitas Teknologi masih tergolong minim, dimana jumlah Komputer di Lab Komputernya masih separoh dari jumlah Siswa dalam satu ruangan, Internetnya juga masih dalam kecepatan rendah, apalagi sinyal Wi-fi belum jelas gara-gara pernah “kena petir”, Ibu Bidang Study Geografi ini rela beli Laptop sendiri, beli Modem Internet sendiri demi belajar dan tidak Gaptek alias Gagap Teknologi, Ibu Bidang study Geografi ini berujar lagi, “Di Globe Dunia ini pak, kita dapat menentukan dan melihat bangunan-bangunan yang telah di foto dari satelit”, sambil memutar-mutar Globe Dunia dengan mouse, katanya lagi “seperti ini pak, saya sudah buat lokasi rumah saya, lokasi rumah orang tua saya, dan bahkan lokasi SMA kita ini”. Sambil menunjukkan titik sekolah kami yang telah dia tandai, dan benar saja, lokasi sekolah kami yang tidak jauh dari Kanal Sungai yg panjang itu, yang jalan menuju ke sekolah kami masih rusak itu, tampak jika di Klik dengan jelasnya.
Otak saya langsung berpikir dengan cermatnya, wah ini cocok untuk bahan Artikel di Blog Guraru, hitung-hitung memperkenalkan Google Earth dan juga memperkenalkan fungsinya, sekaligus memperkenalkan sekolahku yg memang kurang terkenal itu. Kok bisa yah, saya orang IT kebobolan oleh Google Earth ini? Memang saya sudah sering mendengar nama Google Earth ini, tetapi baru tau jika Globe Dunia ini ternyata memiliki fungsi yang luar biasa, yaitu:
1. Bisa kita bayangkan dengan Globe Dunia ini, Siswa atau peserta didik dapat melihat dengan jelas lokasi tempat tinggalnya, dapat menandai kira-kira dimana dia berada, dan bahkan dapat menelusuri daerah-daerah lain dalam waktu sekejap.
2. Dapat mengetahui dengan persisnya dan up to date dimana beradanya misalnya, Monumen Nasional kita, jika kita menjelajahi Jakarta dengan Globe Dunia, maka akan ditunjukkan foto terkini Monumen Nasional, hasil foto satelit, demikian juga dengan foto terkini kondisi Gunung St. Helens ataupun Gunung Everest dengan menggunakan foto 3 Dimensi.
3. Guru atau Pengajar tidak capek-capek lagi membentangkan Peta yang berukuran Besar, bahkan Globe yang harus diputar-putar, tetapi si Guru cukup membawa Laptop, Modem Internet, tahu gimana caranya menghubungkan Laptop dengan Layar Infokus (LCD), tahu bagaimana caranya mengkoneksikan Internet, tahu bagaimana mengaktifkan aplikasi Internet Explorer, Mozzila Firefox dan sejenisnya, sudah menginstall Google Earth, tahu bagaimana menjalankan Google Earth.
4. Siswa lebih aktif jadinya untuk mengetahui rahasia-rahasia didalam Google Earth, Guru benar-benar memegang peranan sebagai Pendidik, karena Guru hanya memberi arahan, instruksi dan mengawasi peserta didik. Pembelajaran telah mengarah kepada Siswa Aktif, bukan Pasif lagi hanya mendengar dan mendengar, tetapi dengan Aplikasi Google Earth digunakan, Siswa diharapkan mampu menunjukkan Lokasi-lokasi tertentu di Globe, tau persis dimana letaknya suatu daerah.
5. Dengan Globe Dunia, kita juga mampu menjelajahi Langit, Bulan dan Bahkan Mars, syarat utama, harus terkoneksi dengan Internet. Sehingga Siswa tahu bagaimana bentuk Mars yang sebenarnya, bentuk Bulan yang sebenarnya.
6. Kita dapat menjalankan peran kita sebagai seorang Astronot, karena di Google Earth ada fasilitas Simulator Penerbangan, dimana kita dapat ecek-eceknya jadi Pilot Pesawat Jet Tempur F-16 atau pesawat terbang baling-baling SR22, sehingga memicu daya nalar peserta didik kita untuk lebih aktif menggunakan Google Earth ini.
7. Di Globe dunia ini, kita juga mampu menambahkan Gambar ataupun obyek di titik-titik tertentu.
Walaupun Globe Dunia ini mendapat reaksi dari beberapa pihak karena masalah keamanan dan privasi, karena dengan Foto Satelit beberapa lokasi tertentu di beberapa Negara yang seharusnya rahasia, terkuak alias dapat diketahui oleh umum sehingga mengancam keamanan sebuah negara tersebut. Namun diatas semua kekurangan itu, Google Earth telah menunjukkan manfaat yang luar biasa, gimana Sekolah-sekolah lain, berminatkah menggunakan aplikasi Google Earth untuk memajukan pendidikan Bangsa Indonesia ? apakah Pelajaran Geografi sudah harus menggunakan aplikasi Globe Dunia ini ? pilihan ada ditangan kita. 


KETRAMPILAN DASAR DALAM MENGAJAR GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA 

Pelbagai usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia, mulai perbaikan kurikulum, pengadaan buku, penataran para guru, pengembangan model pembelajaran, ketrampilan penggunaan media, sampai serifikasi guru. Tetapi bila kita amati di lapangan, khususnya pembelajaran geografi regional Indonesia, apa yang diharapkan oleh pemerintah masih jauh yang diharapkan. Pengajaran masih didominasi guru, penggunaan buku teks masih diketemukan beberapa konsep dasar yang tidak tepat, penggunaan model pembalajarn kooperatif yang kurang tepat, bahkan disalah gunakan , siwa disuruh belajar kelompok sendiri, guru hanya mengamati dan duduk diam di kelas, tanpa mengamati dan mengunakan lembar observasi keaktifan siswa. Keadaan yang memprihatinkanini, disamping faktor diatas, sebenarnya yang belum disentuh oleh pemerintah atau pihak yang berkepentingan adalah ketrampilan dasar guru dalam mengolah bahan mengajar, disamping penguasaan materi. banyak guru menggunakan berbagai model pembelajaran, tetapi kurang menguasai ketrampilan mengolah bahan ajar dan tidak menguasai bahan ajar. Ketrampilan dasar mengolah bahan ajar inilah sebetulnya rohnya pembelajaran yang diharapkan dalam penggunakan model pembelajaran yang dikembangkan sekarang. guru hanya pandai menggunakan model belajaran, tanpa mempunyai ketrampilan dasar mengolah bahan pelajaran atau tiap pokok bahasan atau sub pokok bahasan dan menguasai materinya, bagaikan membuat kerangka tanpa ada isinya. Dalam Ppembelajaran geografi,khususnya geografi regional Indonesia ada beberapa ketrampilan dasar yang diperlukan untuk mengolah tiap pokok bahasan, disamping menguasai bahan ajar, penggunaan model pembelajaran dan ketrampilan menggunakan media. Tiap pokok bahasan mempunyai karakteristik yang berbeda, maka diperlukan ketrampilan yang berbeda. Ketrampilan Dasar Pembelajaran Geografi Regional Indonesia. 

Beberapa contoh ketrampilan dasar yang penulis anggap penting dalam pembelajaran geografi regional Indonesia, antara lain: 
1. Penggunaan Google earth, google map , dan google Planimeter. Bila mengaja geografi regional Indonesia pada pokok bahasan letak Indonesia. terutama membahas letak astronomis.maka dengan progam google earth, google Map tidak hanya mengetahui letak astronomis Indonesia saja, tetap dapat menentukan letak astronomis mulai dari rumah tempat tinggal siswa sampai tingkat benua. Juga dapat diketahui tinggi daratan, kedalaman laut. Pengukurat azimuth dan bearing untuk menentukan lokasi suatu tempat dapat digunakan dengan program tersebut. pada pokok bahasan relief bentuk permukaan bumi (baik darat maupun dasar laut) program google earth dapat digunakan untuk membuat irisan melintang, misalnya Jawa Timur di potong baik secara vertikal maupun horisontal.Untuk menghitung luas wilayah dapat digunakan google planimeter. Merubah citra sateli ke bentuk peta dapat digunakan google map 
2. Formulasi atau rumus Penggunakan formulasi atau rumus erat sekali dengan beberapa pokok bahasan. Misalnya pokok bahasan l uas wilayah Indonesia dan negara di dunia maka kita bisa menggunakan indeks wilayah, pokok bahasan iklim Indonesia dapat digunakan rumus Schimdt-ferguson, Koopen, atau Odemen. Selanjutnya perhitungan laju pertambahan penduduk pada pokok bahasan kuantitas penduduk Indonesia, dan kualitas penduduk Indonesia menggunakan Indeks Pembangunan Manusia dan kemiskianan mengguakan indeks gini dan kurve Loren. 
3. Diagaram dan Tabel Diagaram dan tabel digunakan pada pokok bahasan Iklim di Indonesia, misalnya diagram Koopen, diagram Schmdt dan Ferguson dan klimatograf 

4. Ketrampilan mengolah data statistik diubah menjadi data spatial Ketrampilan merubah data statistik ke data sptial (peta) dan sebaliknya dari peta ke data statistik sangat diperlukan, khususnya dalam pokok bahasan perencanaan wilayah. Contohnya dari perhitungan indeks data luas wilayah yang bersumber dari data statistik atau data indeks pembangunan manusia yang berasal dari BPS dapat diubah menjadi peta Indeks negara dan Peta Indeks Pembangunan manusia di Indonesia. Beberapa Contoh Pengetrapan Ketrampilan dasar mengolah pokok bahasan Dibawah ini tabel Yang menunjukkan ketrampilan dasar yang digunakan untuk mengolah pokok bahasan tertentu. 
Pokok Bahasan Materi Media/formulasi Ketrampilan Letak Indonesia Letak astronomis Google earth, google Map Mampu mengetrapkan pendekatan Luas Wilayah Luas wilayah Indonesia Rumus Indeks negara dan mampu mengubah data statistik dan negara di dunia google planimeter ke data spatial Bentuk relef Relief daratan dan Google earth, Atlas Mampu membuat irisan melintang Dasar laut Iklim Indonesoa Klasifikasi Iklim Rumus dan Diagram mampu membuat diagaram dan Indonesia klimatograf Kuantitas dan Laju pertambahan pend. Rums pertambahan pendd. mampu membuat peta persebaran kualitas penduduk kepadatan, persebaran, Rumus Indeks Pembangunan penduduk, kepadatan dan indeks dan Indeks pemangunan mnusia Pembangunan Manusia manusia Kualitas Penduduk 

Penutup Bila kita amati di lapangan kelemahan pembelajaran geografi regional Indonesia atau pembelajaran geografi lainnya kurang menarik bagi anak didik disebabkan karena guru mengajarkan hanya bersifat penyampaian fakta dan menghafal konsep. Oleh sebab itu perlu adanya ketrampilan dasar dalam mengolah setiap pokok bahasan tertentu seperti penguasaan program google earth, google map dan google planimeter, formulasi,tabel dan peta atau hal-hal lain yang berkenaan dengan pokok bahasan tertentu. Bila ketrampilan mengolah setiap pokok bahasan ini dijalankan maka diharapkan anak didik belajar geografi umumnya,khususnya geografi regional Indonesia akan lebih menarik, karena tidak hanya menghafal fakta dan konsep, tetapi ia tahu masalah yang ada dilapangan dan fakta nyata dilapangan yang berkaitan dengan kehidupannya sehari-hari.

Kompetensi professional guru dan kepala sekolah mutlak dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi saat sekarang ini. Hal ini tidak menutup kemungkinan melaksankan pembelajaran secara online dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh google. Berikut ulasan 16 aplikasi google di dunia internet yang patut dikembangkan oleh seorang pendidik sebagai pengembangan internasionalisasi:

1.Google search book, google buku memudahkan kita dalam mencari berbagai istilah yang kita cari dalam proses pembelajaran. Hal ini untuk menemukan halaman yang mencakup istilah pencarian kita dalam sebuah buku. Setelah kita menemukan buku yang diberikan, kita dapat menelusuri halaman yang tersedia, pencarian lebih lanjut dalam buku itu, menemukan ulasan online, dan belajar di mana untuk membeli buku atau memeriksanya dari perpustakaan terdekat, dan dalam beberapa kasus, bahkan membaca secara online seluruh judul .

2.Google Earth, disana kita akan dibawa menjelajahi seluruh penjuru dunia dengan memanfaatkan google earth dimana tampilan peta dunia menggunakan fitur 3 dimensi.  Hal ini sangat membantu khususnya para pendidik untuk menambah pengetahuan peserta didik terutama dalam pelajaran geografi atau ilmu pengetahuan social.

3.Google Maps, seperti halnya dengan google earth, google maps memiliki layanan intuitif untuk menavigasi suatu peta wilayah secara global. Hal ini memungkinkan kita dan siswa untuk mencari dan mempelajari alamat di mana saja di Indonesia dan di banyak negara lain. kita bebas dapat beralih di antara peta, satelit, medan, dan mode StreetView untuk mendapatkan perspektif berbagai lokasi di Indonesia. Terbaik dari semua, Google Maps adalah aplikasi online, jadi tidak ada download yang diperlukan, dan kita dapat mengaksesnya dari komputer manapun yang terhubung ke Internet

4.Google News, merupakan kabar berita dari seluruh Negara di dunia, dengan google news kita dapat menelurusi sumber primer pembelajaran menjadi lebih mudah. Google News dapat membantu membuat pelajaran kita terencana lebih menarik dan mencerahkan. Jika kita mempelajari kejadian terkini, misalnya-seperti kerusuhan di Timur Tengah-kita dan siswa dapat mempelajari apa pengamat di seluruh dunia katakan tentang isu-isu. Bila kita belajar sejarah Amerika-seperti AS hak-hak sipil gerakan-kita dapat dengan cepat menemukan sumber utama untuk memberikan siswa sebuah pengetahuan baru

5.iGoogle, kita dan siswa dapat mengumpulkan konten yang bermanfaat dari seluruh situs dan melihat semuanya dalam satu tempat di iGoogle.  Dari peristiwa terkini yang disediakan oleh penyedia berita banyak untuk cuaca lokal dan kalender kegiatan sekolah Anda, Anda dapat memilih sejumlah item yang disesuaikan dan menempatkannya pada halaman yang khusus untuk semua kepentingan pribadi Anda. Berikut adalah beberapa dari ratusan fitur yang tersedia untuk situs Anda:
•    Jam tanggal dan waktu
•    Kalender kelas Anda, mudah diakses oleh siswa
•    Bookmark untuk akses cepat ke situs Anda direkomendasikan untuk siswa
•    Berita dari berbagai sumber berita terpercaya
•    Link ke Blog kelas Anda dengan pesan kepada siswa atau keluarga
•    Baru! Akses ke dicari video pemilihan melalui Google

6.Web Seacrh, Pencarian web dapat menjadi alat yang luar biasa bagi siswa, dan sedikit instruksi bagaimana untuk mencari sumber-sumber akademis akan membantu siswa kita menjadi pemikir kritis dan pembelajar mandiri. Dengan materi di situs ini, kita dapat membantu siswa menjadi terampil pencari-apakah mereka baru saja memulai dengan pencarian, atau siap untuk pelatihan yang lebih maju.

7.Google Apps Education Edition, Siswa, guru dan staf dapat berbagi ide lebih cepat dan mendapatkan sesuatu lebih efektif ketika mereka memiliki akses ke komunikasi yang kuat yang sama dan alat berbagi. Google Apps Education Edition memungkinkan administrator teknologi menyediakan email, kalender online sharable, alat pesan instan dan bahkan sebuah website yang didedikasikan untuk fakultas, mahasiswa dan staf secara gratis. Tidak ada perangkat keras atau perangkat lunak untuk menginstal atau memelihara, karena semuanya disampaikan melalui web browser standar - kapan saja, dari mana pun

8.Google Custom Search Engine, sangat berguna bagi guru Pada dasarnya, Anda membuat mesin pencari sendiri dengan memilih situs yang Google akan mengindeks. Ini hanya mencari situs yang saya tentukan, melewati banyak sampah

9.Blogger, membuatnya mudah bagi guru dan siswa untuk berbagi pekerjaan, catatan kelas, dan gambar online. Dan dengan kontrol akses baru, pendidik bahkan dapat membuat blog pribadi untuk mata kelas mereka saja.  Sebagai seorang guru, Blogger dapat membantu Anda tetap terhubung dengan siswa, orang tua mereka, dan sisanya dari sekolah. Dengan Blogger Anda dapat memperbarui orang tua tentang kemajuan anak-anak mereka dan menjaga mereka diposting pada acara mendatang, menerbitkan kelas atau buletin sekolah, berbagi foto dan karya siswa, tentu saja dokumen pos, proyek dan hasil, dan mudah menetapkan proyek kelompok kolaboratif online dengan cara yang mudah untuk melacak kemajuan siswa. Siswa dapat menggunakan Blogger untuk mengkomunikasikan ide-ide, foto dan catatan kelas, meningkatkan keterampilan menulis mereka.

10.Google Calender, adalah cara mudah bagi para guru, administrator dan siswa untuk berbagi waktu-terkait info seperti jadwal tim, tenggat waktu tugas dan liburan sekolah. Siapa saja yang perlu untuk melihat kalender dapat menggunakannya dari komputer yang tersambung ke Internet dan mengaksesnya di halaman sekolah yang ada web atau dalam akun Kalender Google mereka sendiri. Perubahan yang dilakukan oleh penyelenggara kalender secara otomatis dilihat oleh siapa saja yang memeriksa, yang membuat versi usang sesuatu dari masa lalu.
Anda dapat mengatur kalender terpisah untuk masing-masing kelas dan berbagi masing-masing dengan kelompok yang ditunjuk siswa, orang tua atau seluruh masyarakat. Anda dapat menggunakan Google Calendar untuk berbagi info tentang topik kelas dan deskripsi untuk setiap sesi, tenggat waktu tugas, tes dan kuis tanggal, dan kunjungan lapangan dan kegiatan lainnya. Anda juga dapat menggunakan kalender untuk mengatur jadwal Anda dengan guru lain dan administrator. Dan administrator dapat menggunakan kalender untuk menjaga siswa dan keluarga diperbarui tentang liburan, orangtua-guru tanggal konferensi dan lainnya sekolah-lebar kejadian.

11.Google Docs adalah mudah-ke-menggunakan kata Editor processor, spreadsheet dan presentasi online yang memungkinkan Anda dan siswa Anda untuk membuat, menyimpan dan berbagi langsung dan aman, dan berkolaborasi secara online secara real time. Anda dapat membuat dokumen baru dari awal atau meng-upload yang ada dokumen, spreadsheet dan presentasi. Tidak ada software untuk men-download, dan semua pekerjaan Anda disimpan dengan aman secara online dan dapat diakses dari komputer manapun.

12.Google Group, dengan Grup Google, Anda dapat mengatur tempat Anda sendiri untuk berkomunikasi dan berkolaborasi, aman dan aman, dengan orang lain secara online. Anda dapat menggunakan Google Groups untuk mengirim informasi penting seperti mahasiswa atau orang tua informasi kontak, tuan rumah diskusi online, dan mengelola dan arsip beberapa milis. Kami merancang Grup Google untuk menjadi sederhana untuk mengatur dan mudah digunakan, sehingga Anda dapat memulai menggunakannya untuk berbagi informasi dengan siswa dan orang tua terburu-buru

13.Google Page Creator dapat membuat Anda lebih efektif dalam dan keluar dari kelas. Menggunakan Page Creator, misalnya, Anda mungkin membangun sebuah halaman yang merinci rencana pelajaran Anda, dan menambahkan link ke halaman Anda dari situs web sekolah anda sehingga guru-guru lain bisa belajar dari pengalaman Anda. Di dalam kelas, Anda dapat menggunakan Page Creator untuk memperkenalkan siswa untuk ilmu komputer. Karena Page Creator memungkinkan pengguna untuk melihat kode HTML dari halaman yang mereka bangun, siswa dapat melihat bagaimana mengedit kode HTML perubahan tampilan dan kinerja dari halaman mereka, langsung. Google Page Creator dapat memudahkan siswa untuk berbagi informasi tentang hal-hal yang benar-benar penting bagi mereka

14.Piccasa, Untuk penggunaan di kelas Anda, Anda dapat mengatur foto dari kelas Anda dan acara khusus, dan membuat masing-masing siswa Anda CD foto. Anda juga dapat membuat Album Web bagi siswa untuk mengakses dari rumah, dan mengintegrasikan ke dalam program fotografi Anda dengan memiliki anak-anak mengambil pelajaran yang berhubungan dengan foto, posting mereka ke Album Web dan laporan lisan hadir.

15.Google SketchUp adalah program mudah digunakan yang memungkinkan Anda dan siswa Anda membuat, memodifikasi dan berbagi model 3D. Dari sejarah kalkulus, Anda akan terkejut melihat betapa mudahnya untuk melihat ide-ide Anda dalam 3D. Dan ketika Anda sudah selesai, Anda dapat mengekspor gambar, membuat film atau mencetak pandangan dari apa yang Anda buat.

16.Google Notebook, dengan Google Notebook, Anda akan dapat: 
  • menyimpan kliping dari situs di seluruh web sehingga Anda dapat mengaksesnya kemudian
  • membubuhi keterangan kliping Anda dengan menambahkan pikiran Anda sendiri atau komentar
  • mengatur kliping ke dalam notebook yang berbeda atau dalam bagian-bagian dalam sebuah notebook
  • menelusuri teks lengkap dari notebook Anda sendiri dan setiap notebook publik
  • mengundang kolaborator khusus untuk berkontribusi pada notebook Anda - cukup klik pada link "pilihan berbagi" di sudut kanan atas Google Notebook Anda dan masukkan alamat email dari orang yang Anda ingin berbagi dengan
  • berbagi informasi dalam notebook Anda dengan semua orang - sekali di dalam "pilihan berbagi," pilih "mempublikasikan notebook ini" untuk membuat publik Notebook Anda
    Demikian penjelasan aplikasi dari google yang disedikan secara gratis untuk dunia pendidikan semoga memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan khusunya masyarakat Indonesia.



    Lebih Dari 10 Aplikasi Google Untuk Media Pembelajaran

    Lebih Dari 10 Aplikasi Google Untuk Media Pembelajaran| Pada tulisan sebelumnya saya telah menulis mengenai produk Google yang sering sekali saya gunakan untuk media pembelajaran, yaitu Google search Engine, Google Drive, Gmail, dan Blogger. Keempat produk tersebut hampir setiap hari saya gunakan baik ketika hendak menyusun skenario pembelajaran, dalam pembelajaran itu sendiri, dan sesudah pembelajaran berlangsung. Produk-produk Google tersebut memang sangat dekat dengan dunia pendidikan terutama jika kita mampu memanfaatkannya dengan baik. Dan saya yakin produk-produk tersebut memang dibuat untuk kepentingan pendidikan (dalam ranah yang lebih luas), bukan untuk bisnis semata.
    Untuk membuat skenario pembelajaran terus terang saya banyak mencari di Google searh engine, dari hasil pencarian tersebut saya menemukan bahan-bahan pemebelajaran untuk materi pelajaran yang akan saya sampaikan esok harinya. Misalnya saja saya sedang menyusun RPP untuk mata pelajaran TIK kelas 8 dengan materi presentasi, maka saya pun mencari materi-materi presentasi potensial untuk anak didik saya, salah satunya bagaimana seorang Steve Job ketika membawakan sebuah presentasi.
    Pada saat pembelajaran saya pun tidak sungkan untuk menggunakan fasilitas upload-share nya Google Drive untuk mempermudah siswa dalam melihat atau mengunduh matri hari itu, saya juga menggunakan form nya Google Drive untuk membuat quiz online sebagai test uji kompetensi materi hari itu. Dan diakhir pembelajaran saya pun bisa dengan mudah menganalisa hasil tes uji kompetensi siswa melalui spreadhseet Google Drive yang bisa kita kombinasi dengan rumus-rumus fungsi layaknya di aplikasi spreadsheet populer.
    Bayangkan jika saya harus membuat sendiri aplikasi utuk memudahkan pekerjaan-pekerjaan saya tadi, tentu saya harus menyiapkan pengetahuan saya tentang programming, data base, jaringan, hardware, bandwith dan peripheral lainnya yang kesemuanya tentu memerlukan biaya yang sangat tidak murah, juga menguras otak. Tapi dengan adanya produk-produk Google tadi saya hanya perlu sedikit pengetahuan saja dan itu bisa dipelajari -pula-dengan mudah lewat Google.
    Aplikasi Google apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran?
    Berikut merupakan aplikasi buatan (produk) Google yang bisa kita manfaatkan untuk pembelajaran:
    1. Google searche (mesin pencari). Dengan mesin pencari buatan google ini kita bisa mencari banyak sekali informasi yang bermanfaat, terkini, dan memudahkan. Dan itu semua bisa kita manfaatkan untuk menunjang dan mengembangkan pembelajaran.
    2. Gamail (fasilitas untuk kirim surat elektronik) ini nyatanya bukan sekedar untuk mengirim surat, tapi juga bisa digunakan untuk kepentingan lainnya, karena Gmail saat ini merupaka akun wajib jika kita hendak menggunakan produk-produk gratis Google. Di dalam dashboard Gmail pun nyatanya kita bisa berineraksi lewat Google Talk, Video Chat, dan bersosialita dengan jejaring Google +. Itu semua bisa kita jadikan media pembelajaran yang menyenangkan tentunya.
    3. Google Earth. Dengan aplikasi ini kita dan siswa dapat  menjelajahi seluruh penjuru dunia dengan memanfaatkan google earth dimana tampilan peta dunia menggunakan fitur 3 dimensi.  Hal ini sangat membantu khususnya para pendidik untuk menambah pengetahuan peserta didik terutama dalam pelajaran geografi atau ilmu pengetahuan sosial,sejarah, saint, dan lainnya.
    4. Google map. Dengan aplikasi ini (yang memiliki fungsi mirip Google Earth) kita dan siswa bisa menavigasi suatu peta wilayah secara global. Hal ini memungkinkan kita dan siswa untuk mencari dan mempelajari alamat di mana saja di Indonesia dan di banyak negara lain. kita bebas dapat beralih di antara peta, satelit, medan, dan mode StreetView untuk mendapatkan perspektif berbagai lokasi di Indonesia. Terbaik dari semua, Google Maps adalah aplikasi online, jadi tidak ada download yang diperlukan, dan kita dapat mengaksesnya dari komputer manapun yang terhubung ke Internet.
    5. Google News. Kita bisa mencari berita hari ini dari seluruh penjuru dunia, sehingga kita dapat mengetahui sumber berita yang akurat langsung dari sumbernya. Hal ini memungkinkan kita bereksplorasi menelusuri berita-berita yang dibutuhkan untuk mata pelajaran tertentu bersama siswa-siswa kita.
    6. Google calender, dengan aplikasi ini kita bisa membuat penjadwalan untuk tugas pembelajaran tertentu bagi siswa, kegiatan sekolah, even. Dengan Google calender pun (sepertinya) bisa untuk penyususnan kalender pendidikan. Dan ini bisa ditampilkan di page atau widget blog atau situs sekolah sehingga semua yang berkepentingan terhadap jadwal kegiatan sekolah dapat melihatnya. Ini akan menjadi informasi yang berharga tentunya, terutama bagi orang tua siswa, siswa dan kita sebagai guru.
    7. Blogger. Aplikasi ini mungkin sama populernya dengan Gmail, dan sama populernya pula dengan free platform Wordperss. Dengan Blogger kita bisa membuat rumah blog dengan cepat. Blog memiliki banyak sekali manfaat terutama untuk publikasi informasi, baik untuk guru, siswa. Dengan blog kita bisa membuat alternative e-learning yang mudah dan murah.
    8. Google Drive. Aplikasi ini sangat bermanfaat untuk model penyimpanan data secara online yang belakangan populer disebut dengan teknologi cloud. Di dalam aplikasi Google Drive sendiri memiliki banyak sekali fitur yang bisa di optimalkan untuk media pembelajaran, seperti from, spreadsheet, persentasi, upload, dan share. Dengan aplikasi ini kita bisa menyimpan data sampai 5 GB, membuat quis online, membuat slide persentasi dan fungsi-fungsi aplikasi office lainnya.
    9. Google page creator. Dengan aplikasi ini kita dapat membuat halaman website secara instant sampai media penyimpanan data yang cukup variatif yaitu bisa untuk menyimpan data gambar semisal gif,jpg,png ataupun untuk menyimpan data script semisal CSS stylesheet, javascript dll. Tidak tanggung-tanggung, kapasitas yang di sediakan untuk satu account google cukup lumayan besar yaitu 1000 MB, sebuah angka yang cukup menggiurkan tentunya karena semuanya di berikan secara cuma-cuma alias gratis tis.
    10. Picasa. Dengan Picasa kita dapat membuat Album Web bagi siswa untuk mengakses dari rumah, dan mengintegrasikan ke dalam program fotografi Anda dengan memiliki anak-anak mengambil pelajaran yang berhubungan dengan foto, posting mereka ke Album Web dan laporan lisan hadir.
    11. Google APPS Education.  Aplikasi ini bermanfaat untuk siswa, guru dan staf dapat berbagi ide lebih cepat dan mendapatkan sesuatu lebih efektif ketika mereka memiliki akses ke komunikasi yang kuat yang sama dan alat berbagi. Google Apps Education Edition memungkinkan administrator teknologi menyediakan email, kalender online sharable, alat pesan instan dan bahkan sebuah website yang didedikasikan untuk fakultas, mahasiswa dan staf secara gratis. Tidak ada perangkat keras atau perangkat lunak untuk menginstal atau memelihara, karena semuanya disampaikan melalui web browser standar – kapan saja, dari mana pun
    12. Google book. Aplikasi ini memudahkan kita dalam mencari berbagai istilah yang kita cari dalam proses pembelajaran. Hal ini untuk menemukan halaman yang mencakup istilah pencarian kita dalam sebuah buku. Setelah kita menemukan buku yang diberikan, kita dapat menelusuri halaman yang tersedia, pencarian lebih lanjut dalam buku itu, menemukan ulasan online, dan belajar di mana untuk membeli buku atau memeriksanya dari perpustakaan terdekat, dan dalam beberapa kasus, bahkan membaca secara online seluruh judul .
    Dan masih banyak lagi aplikasi dari Google yang bisa kita gunakan dengan gratis untuk media pembelajaran yang menarik, seperti Google Notebook, Google +, Google translate, Google Reader, Google Dekstop, dan aplikasi lainnya. bahkan sekarang kita bisa upload video ke Youtube yang juga aplikasi akuisis google. Selamat mencoba!
    Referensi:
    http://educationesia.blogspot.com/2012/10/memanfaatkan-16-aplikasi-google-sebagai.html
    www.google.com/intl/id/about/products/
    http://bloggingly.com/25-produk-google-untuk-mengoptimasi-blogging-anda/

    Memanfaatkan Facebook, Google Drive dan Blog Untuk Memudahkan Pembelajaran

    Memanfaatkan Facebook, Google Drive dan Blog Untuk Memudahkan Pembelajaran| Mengajar bagi saya tak ubahnya posting, tidak hanya harus jelas topiknya (materi), tapi juga harus menarik, harus ada interaksi yang baik sehingga topik yang dibahas ‘nyampe’ ke pembaca (siswa saya). Harus ada sumbernya dan bisa dipraktikan sekalipun topik tersebut sifatnya teoritis.
    Menyampaikan pesan di depan siswa, tak ubanya menulis status di dinding facebook saya. Tidak perlu panjang lebar, tetapi bisa dicerna dan mudah dipahami oleh follower yang heterogen proses ‘menafsirkan’ status tersebut. Tentu, lagi-lagi harus menarik agar ada komentar sebagai umpan balik dari pesan yang disampaikan tersebut. Jika tidak menarik pasti komentarnya sedikit, bahkan tidak ada.
    Menjelaskan materi tak ubahnya membuat tutorial, harus jelas, ada objeknya (media), ada “arrow” (alur) yang menunjukan langkah apa saja yang harus dilakukan, bisa langsung dipahami, dan tidak “njlimet” alias menyulitkan.
    Untuk bisa melakukan hal-hal tadi saya tidak bisa melakukannya ‘hanya’ dengan selembar skenario pembelajaran, buku sumber, white board, dan boardmaker. Saya perlu media yang mudah digunakan, menarik (lagi in) bagi siswa juga saya, dan bisa membawa KBM ke target pembelajaran. Media-media tersebut diantaranya aplikasi populer seperti Facebook, Google Drive dan Blog.
    Blog
    Blog merupakan media yang sangat bermanfaat untuk media pendidikan saat ini, khususnya bagi saya. Lewat blog saya bisa menyajikan materi yang akan diajarkan, biasanya saya mulai posting materi yang akan disampaikan esok harinya selang sehari sebelum jadwal pelajaran atau paling lambat malam harinya. Dengan memposting materi seperti itu (beberapa waktu sebelum jadwal) diharapkan siswa telah membacanya terlebih dahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah siap dengan materi yangakan disampaikan.
    Model posting materi biasanya hanya pengantar saja, karena lebih lengkapnya saya sajikan dalam bentuk tutorial singkat. Tutorial tersebut saya buat di Microsoft Word dan saya convert dalam format Pdf (untuk meminimalisir copy dan paste), setelah itu saya upload ke media penyimpanan ‘awan’ Google Drive, dan link sharenya saya tautkan dalam perintah download materi yang nantinya aka di klik siswa untuk mengunduh materi-materi yang akan disampaikan dalam pelajaran.
    Salah satu contoh posting materi dapat dilihat pada posting Membuat halaman (page) Blog, materi tersebut merupakan materi TIK kelas VII SMPI Nida El-Adabi, sekolah dimana saya mengajar.
    Google Drive
    Dalam tulisan Ngajar pake Google Drive saya sedikit mengulas bagaimana aplikasi tersebut sangat membantu dalam proses KBM. Kemudahan-kemudahan tersebut diantaranya adanya fasilitas penyimpanan hingga 5 GB dan itu saya anggap sebagai hosting gratis untuk data-data online saya. Lewat fasilitas Form, kita juga bisa membuat quis secara online sekaligus membuat analisisnya dalam bentuk spreadhseet.
    Dan saya lebih sering memanfaatkan fasilitas Uploadnya, untuk penyimpanan materi-materi yang saya ajarkan. Kemudah link sharenya bisa dimanfaatkan untuk berbagi pada siswa-siswa saya entah langsung ke akun facebook, twitter, Google + atau akun Gmail siswa, jadi siswa bisa mendapatkan materi sebelum pelaksanaan pembelajaran berlangsung (lebih bagus kalu dilaksanakan sehari sebelumnya) hal ini anggap saja sebagai kontrol di luar sekolah.
    Salah satu contoh pemanfaatan upload materi pelajaran yang pernah saya buat adalah materi mempercantik tampilan blog, dengan materi membuat header blogspot dengan powerpoint 2007. Link share nya bisa dilihat disini.
    Pada screenshoot upload materi di Google Drive diatas siswa dapat membaca materinya secara langsung sebelum atau pada saat pembelajaran berlangsung, siswa juga dapat mendowload, membagikannya, atau menempelkan embed nya pada blog mereka. Hal ini sangat positif dalam mengoptimalkan waktu KBM.
    Facebook
    Facebook memang fenomenal, disukai oleh banyak orang dengan semua segmen dan usia, bisa digunakan untuk apa saja, dari mulai sekedar iseng membuat status sampai ke kampanye politik dan brand ambasador produk. Kaitannya dengan dunia pendidikan saya pernah menulis secara singkat E-Learning Dengan Social Media.
    Facebook bisa kita gunakan untuk chat box, biasanya saya jadikan tool untuk komunikasi mengenai materi yang akan atau barusan diajarkan. Komunikasi tersebut berlangsung tentu diluar jam pelajaran, biasanya pada malam hari atau ketika saya dan siswa lagi online. Saya juga sering menggunakan update status untuk menginformasikan materi yang akan diajarkan dengan menautkan link posting, atau menginformasikan hasil uji kompetensi siswa yang saya posting di blog.
    Dengan aktif chat di facebook dan berkomunikasi dengan baik dengan siswa khususnya dalam materi-materi pembelajaran diharapkan akan berdampak positif pada perkembangan kompetensi siswa, sekaligus sebagai kontroling kegiatanonline siswa di Facebook.
    Security
    Sekedar menambahkan, untuk meminimalisir hak akses ketika kita posting materi pelajaran agar tidak semua orang bisa membuka posting tersebut, maka kita manfaatkan fasilitas sekuriti (keamanan) yang bisa kita gunakan di WordPress.
    Untuk membuat tulisan dilindungi kata sandi, kita bisa gunakan cara sebagai berikut:
    • Masuk ke Dashboard akun blog WordPress
    • Klik Posting, dan pilih Tambahkan Tulisan baru
    • Tulis materi
    • Pada Terbitkan (terletak dibagian bawah dashboard sunting tulisan)
    • Pada kenampakan, kita bisa pilih “dilindungi kat sandi”
    • Masukan kata sandi yang nantinya akan digunakan sebagai hak akses untuk siswa
    • Setelah selesai pilih Terbitkan.

    Apa sih Pembelajaran Online itu?

    Pengantar
    Kegiatan belajar dan mengajar lazimnya dilakukan di dalam kelas, guru berdiri di depan para siswa, dan siswa-diharapkan-duduk manis menyimak materi pelajaran yang disampaikan guru. Tentu dalam menyampaikan materi guru terlebih dahulu menyiapkan skenario pembelajaran yang populer di sebut RPP, guru juga -mestinya-dibekali knowledge tentang penguasaan kelas, model pembelajaran, memahami sanguin-koleris-melankolis siswa, disamping penguasaan materi yang diajarkan tentunya.
    Tapi zaman (sedikit) berubah, teknologi terbaru mempengaruhi struktur baku model pembelajaran yang sebelumnya bersifat konvensional tersebut. Gaya mengajar guru pun semakin variatif, tidak lagi melulu mengandalkan kepiawaian ceramah dengan modal utama vibra suara dan wibawa bicara. Melainkan memanfaatkan alternatif teknologi yang bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Maka munculah model pembelajaran multimedia, model pembelajaran elektronik, model pembelajaran online dan lain sebagainya. Ada yang menggunakan perangkat komputer lengkap dengan software aflikasi pembelajaran, ada yang memanfaatkan unduhan video dari youtube, kliping image dari google, peta dunia dari google map, dan banyak lagi.
    Pembelajaran  Online
    Saya masih ingat waktu SMP dulu, saat itu pelajaran Bahasa Indonesia, mungkin materi mendengarkan. Waktu itu guru saya sangat kreatif, dengan modal Radio tafe recorder dan kaset yang berisi rekaman suara guru saya yang sedang bercerita. Kami pun semuanya terpesona dengan model pembelajaran tersebut, karena menurut kami waktu itu guru saya menyajikan pembelajaran berbeda dari biasanya, dan radio waktu itu masih sangat langka, jadilah kami terpesona dan serius menangkap cerita-cerita yang kami dengarkan tersebut.
    Model pembelajaran yang dilakukan guru saya tersebut, adalah model pembelajaran kreatif di jamannya, dan era tape recorder adalah era transisi dari model pembelajaran konvensional ke model pembelajaran online (begitulah saya menyebutnya).
    Lalu seperti apa sih pembelajaran online? Sebuah pertanyaan yang mestinya dijawab dengan mudah saat ini. Pembelajaran online adalah pembelajaran yang melibatkan (interaksi) siswa dengan perangkat-perangkat ICT dan kalau saya men-spesifikan lagi yaitu interaksi siswa dengan jaringan komputer (Jaringan komputer tersebut bisa intranet atau internet) untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang telah disediakan untuk pemebelajaran pada mata pelajaran tertentu, aplikasi tersebut bisa original buatan guru atau memanfaatkan free software.
    Pembelajaran online sebenarnya bagian dari e-learning. Konsep e-learning sendiri mengacu pada model pembelajaran menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan media digital. Dalam pembelajaran online kita optimalkan segala bentuk aplikasi yang bermanfaat yang ada di internet, seperti mesin pencari, blog, situs jejaring sosial, e-mail dan situs tertentu sesuai materi pelajaran yang akan diberikan.
    Metode pembelajaran online
    Pada praktiknya pembelajaran online terdiri dari:
    1. Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat.
    2. Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online .
    3. Fully online e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik yang juga dilakukan secara online, teknologi teleconference biasanya jadi pilihan.
    Keuntungan Pembelajaran Online
    Keuntungan pembelajran online menurut A. W. Bates (Bates, 1995) dan K. Wulf (Wulf, 1996)  yang saya kutip dari situswww.ubb.ac.id yaitu:
    1. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity). Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi.
    2. Mengapa? Karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas. Biasanya kesempatan yang terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Keadaan yang demikian ini tidak akan terjadi pada pembelajaran elektronik. Peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau mendapat tekanan dari teman sekelas (Loftus, 2001).
    3. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja (Dowling, 2002). Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur begitu selesai dikerjakan.
    4. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru/instruktur. Peserta didik tidak terikat ketat dengan waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan pembelajaran sebagaimana halnya pada pendidikan konvensional. Dalam kaitan ini, Universitas Terbuka Inggris telah memanfaatkan internet sebagai metode / media penyajian materi. Sedangkan di Universitas Terbuka Indonesia (UT), penggunaan internet untuk kegiatan pembelajaran telah dikembangkan. Pada tahap awal, penggunaan internet di UT masih terbatas untuk kegiatan tutorial saja atau yang disebut sebagai (tutorial elektronika) (Anggoro, 2001).
    5. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience). Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan.
    6. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities). Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah.
    Media untuk pembelajaran Online
    Menurut perangkatnya media yang digunakan untuk pembelajaran online diantaranya perangkat komputer, jaringan dan koneksi internet, router, dan perangkat pendukung lainnya yang dibutuhkan sesuai volume kebutuhan dan jenis pembelajaran online.
    Menurut aplikasinya, kita bisa menggunakan banyak sekali aplikasi untuk pembelajaran online, seperti Blog, Facebook, Twitter, Google Drive, Email, Moodle, ATutor Cms, Wolframe Alpha, Chamilo, Docebo, Dokeos, OLAT, dan masih banyak lagi, baik berbayar maupun gratis.
    Penutup
    Pembelajaran online menurut saya merupakan “pilihan lebih baik” dalam proses kegiatan beajar dan mengar masa kini. Dengan pembelajaran online interaksi antar guru dan siswa bisa terjadi dimana saja (online) tidak melulu di dalam kelas yang kadang itu membosankan. Dengan pembelajaran online setiap siswa dapat mengakses materi lebih cepat, berdiskusi tanpa batas waktu. Bagi guru, pembelajaran online tentu sangat mengasyikan, karena kita bisa menghemat banyak waktu yang kadang hanya terbuang untuk apersepsi yang tidak fokus. Tentu untuk menerapkan pembelajaran online perlu “sosialita” yang akrab dengan manajemen sekolah, “publikasi” yang menarik dengan semua masyarakat akademis dilingkungan sekolah dan knowledge yang up to date terhadap penguasaan perangkat, aplikasi, model, metode dan teknologi terbaru. Itu semua memerlukan kreatifitas…..
    Url terkait dengan pembelajaran online:
    • http://www.teknologipendidikan.net/2012/08/23/contoh-silabus-blended-learning-edisi-revisi-2012/
    • http://id.wikibooks.org/wiki/Pembelajaran_Berbasis_Blended_Learning
    • http://edu-media.org/radar/BLENDED%20LEARNING.pdf
    • http://www.teknologipendidikan.net/2008/11/27/contoh-penerapan-blended-learning/
    • situs http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Manfaat%20Elearning%20/%20E-Learning%20-%20%20%20Pembelajaran%20Online%20via%20Internet%20Services&&nomorurut_artikel=123
    • http://id.wikipedia.org/wiki/Learning_Management_System
    • http://www.papantulisku.com/2010/11/kumpulan-website-media-pembelajaran.html
    • http://yunizar.com/category/ips-terpadu/software-pembelajaran-ips/
    • http://jeboltech.blogspot.com/2011/01/atutor-cms-untuk-online-e-learning.html



    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar