17 Mei 2011

BETERNAK UANG DARI TOYOTA KIJANG 2


TUNE UP MESIN
Penggunaan yang terus menerus mengakibatkan bagian-bagian pada mobil mengalami perubahan. Perubahan yang tidak dapat di hindari tersebut dapat terjadi akibat gesekan, fungsi penyarin gan pada filter dan lain-lain selama penggunaan. Supaya mobil bisa bekerja optimal lagi maka bagian-bagian ini harus mendapat penyetelan ulang atau penggantian dan pembersihan dari debu maupun kotoran lainnya.
Pekerjaan Engine Tune Up atau Tune Up Mesin adalah tindakan yang dilakukan untuk mengembalikan kondisi mesin pada taraf kerja mesin yang optimal, yaitu dengan menyetel ulang, membersihkan, atau mengganti bagian yang sudah rusak. Keuntungannya, penggu naan bahan bakar lebih irit, mesin awet.

Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan informasi tentang pekerjaan Tune Up Mesin untuk mesin yang digunakan pada Toyota Kijang, yaitu mesin seri K, khususnya 5K & 7K. Penjelasan tentang cara kerja yang berurutan dan disertai gambar, akan mempermudah pemilik mobil, merawat dan memperbaiki mobil.

Sebelumnya memulai pekerjaan Tune Up Mesin atau pekerjaan reparasi lainnya, sangatlah penting untuk memperhatikan petunjuk-petunjuk sebagai berikut:

Pakailah kain atau plastic tutup-pengaman: fender, tempat duduk dan lantai, agar kendaraan terhindar dari kotoran maupun kerusakan lainnya. Selama pekerjaan bongkar pasang dilaksanakan, hendaknya bagian kendaraan yang dibongkar diatur dengan rapi dan berurutan sehingga mempermudah waktu pemasangan kembali.
Sebelum melakukan pekerjaan kelistrikan, kabel dari termi nal battery (aki) harus dilepaskan.

Pen, gasket, dan ring O harus selalu diganti dengan yang baru . Pada waktu melakukan perakitan, gunakan perapat (sealer) pada gasket untuk menghindari kebocoran.

Perhatikan spensifikasi momen pengencangan baut, dan guna kan selalu kunci momen.
Setiap penggantian suku cadang, hendaknya selalu menggunakan suku cadang yang asli.

Tidak mengganti sekering dengan sekering yang amperenya lebih besar, karena hal ini dapat mengakibatkan kebakaran pada kabel-kabel instalasi mobil.

Jika kendaraan diangkat (dongkrak), gunakan penunjang tetap. Jangan mengerjakan sesuatu di bawah kendaraan tanpa penyangga tetap karena bahaya tertindih mobil.

Hindari cara membuka sesuatu dengan palu dan pahat karena hal ini akan merusak permukaan mur-baut dan bagian-bagian lain. Gunakan selalu kunci yang cocok dan peralatan khusus yang telah disediakan oleh pembuat kendaraan. Pekerjaan Tune Up Mesin dapat dimulai dengan memperhatikan:

System Air Pendinginan

Melihat tinggi permukaan air atau cukup tidaknya air dalam radia tor tidak perlu dengan membuka tutup radiator, cukup dengan memeriksa permukaan air pada tangki cadangan (reservoir tank).

Apabila dalam 2 atau 3 hari, air pada tangki cadangan ini selalu habis, maka segera mengadakan penelitian yang cermat. Mungkin ada bagian yang bocor, akibat kerusakan sealer atau pecahnya selang radiator atau pompa air bocor. Segeralah mengadaan perbaikan.

Periksa Air Pendingin.



Disaat mesin masih dingin, tutup radiator dibuka dan per hatikan kualitas dari air pendingin. Harus bersih, tanpa oli atau kotoran karat dan lain-lain. Kalau sudah kuning berkarat, segera mengganti dengan air yang baru. Membuang air bekas dari radiator dapat dengan mengendorkan sekrup kupu-kupu plastik yang ada di bagian bawah dari radiator sisi dalam. Atau melepaskan baut kuningan dengan kunci 14 mm, di bagian depan blok mesin, di bawah water pump (pompa air).

Apabila air pendingin mengandung oli, maka hal ini menanda kan ada yang tidak beres dengan mesin mobil. Mungkin terjadi keretakan pada kepala silinder, paking kepala silinder rusak atau korosi pada kepala silinder. Hal ini biasanya diikuti dengan temperatur mesin yang tinggi.

Memeriksa kebocoran pada system pendinginan. Dengan menggunakan alat test tutup radiator, dapat diketahui bocor tidaknya system pendinginan. Kerusakan-kerusakan pada radiator, berupa lepasnya timah penyambung atau lubangnya pipa radiator. Bagian ini akan memperlihatkan tetesan air.


Slang radiator yang tidak terpasang dengan baik akibat kendornya klem atau water pump yang rusak dapat menyebabkan kebocoran pada system pendinginan. Temperatur mesin yang sekonyong-konyong naik terlalu tinggi, dapat disebabkan oleh penyumbat (water plug) yang pecah, atau thermostat rusak.

Tutup radiator yang rusak karet sealer atau per klep, akan menyebabkan air dalam radiator cepat habis, yang pada saatnya akan merusak mesin akibat terlampau panas. Hati-hati membelitutup radiator yang palsu.

Temperatur yang terlampau tinggi dapat merusakkan bagian-bagian yang terbuat dari karet, kwalitas oli, bahkan dapat meretakkan kepala selinder, yang akhirnya akan menurunkan daya kerja dari mesin. Sebaliknya temperatur yang dingin pada saat kendaraan berjalan menurun dan panas disaat mendaki juga tidak baik. Karena perubahaan temperatur yang terla lu sering, dapat mempercepat keausan pada silinder mesin.
Untuk mengatasi kedua hal tersebut, maka pabrik pembuat mobil selalu melengkapi mesin mobil dengan thermostat, yang mengatur/menjaga supaya temperatur mesin selalu tetap. Bila ditemukan, sekonyong konyong temperatur mesin menjadi sangat tinggi, sedangkan persediaan air cukup dan tali kipas tidak putus maka bisa jadi penyebabnya ialah rusaknya thermostat.

Menyetel RPM, Idle dan Idle Up

Bagaimana menyetel RPM yang benar.
Ada 3 sekrup di karburator yang memegang peran penting membuat mesin bensin menjadi optimal. Memang perlu diketahui bahwa di negeri maju, karburator sudah ditinggalkan dan diganti dengan sistem injeksi. Mengingat sistem ini lebih baik, dan suplai bensin menjadi lebih pasti dan pembakaran menjadi lebih bagus, homogin.

Namun harus diakui, masih banyak mobil di negeri ini yang menggunakan karburator. Masih ada Jeep keluaran tahun 1948, masih ada Corolla 1962 dan banyak Kijang , Suzuki, Mitsubishi dan sebagainya.

Cara menyetel.
1. Sekrup idle up dikendorkan tetapi AC di hidupkan. Penyetelan berhenti ketika sekrup itu tidak bisa lagi merendahkan RPM mesin.

2. Sekerup RPM mesin di turunkan RPM sampai sekitar 500, atau sampai tidak mati saja.

3. Sekarang mulai dengan menyetel sekrup idle (campuran udara dan bensin). Putar sekrup ini ke kiri sampai nyaris mati. Kemudian kembali ke kanan sampai nyaris mati juga. Setelah itu putar perlahan-lahan mencari RPM tertinggi. Saat itulah kita akan menemukan campuran bensin dan udara terbaik. (bisa terjadi, karena karburator sudah kotor atau lama sehingga tersumbat, atau sekrup ini rusak, maka walaupun sudah di putar, dicari-cari tidak ada reaksi. Kalau menemukan kondisi seperti ini maka perlu melakukan OH karburator)

4. Setelah menemukan campuran terbaik, sekarang setellah sekrup RPM sampai 700, 800 atau 900 sesuai permintaan pembuat mesin.

5. Sekarang baru menyetelah sekrup idle up AC. Hidupkan AC, pasti RPM sudah berkurang, turun dari semula. Sekarang stel sekrup idle up sampai mencapai RPM, biasanya 900 atau 1000.

6. Coba AC dimatikan, apakah sekarang RPM idle ke RPM yang diinginkan?


Pekerjaan selanjutnya dari Tune Up Mesin ialah:

Pemeriksaan Tali Kipas.


Tali kipas berperan sebagai penerus putaran dari Crank Shaft (kruk as) yang menggerakkan pompa air dan altenator. Sedangkan pompa air kita tahu sangat penting, mengingat perannya sebagai pengatur sirkulasi air dari mesin ke radiator dan kemudian didin ginkan oleh kipas angin dan udara luar. Altenator sebagai alat pengisi arus sama sekali tidak dapat bekerja tanpa tali kipas.

Mengingat demikian pentingnya tali kipas maka pemeriksaan berkala untuk mengetahui kondisinya, perlu dilakukan. Gantilah tali kipas baru apabila sisi dalamnya sudah retak-retak atau tampak berbulu pada sisi luarnya.

Tali kipas sudah lama.

Kerjanya yang selalu dalam kondisi tekan dan membawa beban yang berat, maka tali kipas dapat berubah bentuk. Menjadi kecil dan pipih. Hal ini membuat putaran yang dipindahkan dari crank-shaft tidak tersalur 100%. Yang biasanya dikenal dengan istilah, tali kipas slip. Pengaruh buruk yang ditimbulkannya ialah; sirkulasi air tidak normal dan mesin menjadi lebih panas. Putaran altenator menjadi lambat dan pengisian arus tidak normal. Sering terdengar bunyi mendecit yang mengganggu dibagian depan. Bunyi tersebut dapat dihilangkan dengan menggunakan sabun yang ditusuk kan pada sebatang lidi. Kemudian pada saat mesin sedang hidup, sisi tali kipas yang bersinggungan dengan pully diberi sabun tersebut.
Tali kipas kendor.

Menyetel tali kipas, biasanya dengan mengendorkan baut pada altenator. Kencangkan tali kipas dan perhatikan bahwa ia baru lentur setelah ditekan dengan beban 10kg, dan lenturan itu kira-kira 10 mm.

Saringan Udara

Pada Toyota Kijang, saringan udara terletak diatas karburator, namun pada kendaraan lain, letak saringan udara tidak diatas karburator melainkan lewat pipa saluran. Pada karburator ada banyak saluran kecil yang peka terhadap debu. Debu yang masuk akan membuat karburator bekerja tidak dengan optimal, bahkan mungkin saja malah mogok. Selanjutnya, apabila debu itu lolos ke ruang bakar maka akan percepat rusaknya dinding selinder dan ring piston serta bearing (metal) crank-shaft. Filter yang sudah kotor berdebu dan oli sebaiknya diganti dengan yang baru. Kalau tetap menggunakan filter yang rusak akan menyebabkan pemborosan bahan bakar dan mesin tidak bertenaga. Perawatan filter udara yang benar ialah; membersihkan setiap 5000 km dan mengganti dengan yang baru setelah menempuh 40.000 km. Atau dipersingkat bila sehari-hari mobil beroperasi di daerah proyek yang berdebu.

Periksa terminal Baterai.

Battery yang baik tidak selamanya dapat menjamin untuk menghidupkan mesin mobil. Baru dikatakan baik, apabila arus baterai tersalurkan dengan baik ke motor starter. Hambatan-hamba tan itu dapat berupa, kotoran atau kendornya terminal baterai dan baut-baut pengancing kabel-kabel plus atau minus yang kendor.Maka dalam pekerjaan Tune Up Mesin, bagian-bagian ini harus diperiksa. Pastikan semuanya terkancing kuat.

Ukur berat jenis Elektrolit.

Reaksi timah terhadap air accu membuat arus battery dapat ditampung dalam battery. Sedangkan kekuatan menahan/menampung arus battery tergantung pada umur battery. Semakin tua usia battery semakin cepat kehilangan arus. Dengan menggunakan hydrometer kita dapat mengetahui BD dari elektrolit (air accu). BD yang rendah menandakan muatan battery sudah kurang. Periksalah selalu tinggi elektrolit (air accu), kalau kurang cukup ditambah dengan air suling.
KIJANG memang tiada duanya! Moto Toyota Kijang ini masih terasa masih pas walau sudah berjalan puluhan tahun. Mobil ini dinilai konsumen paling ideal untuk pasar Indonesia. Bisa dipakai kerja atau belanja, diajak mudik juga oke, karena sanggup membawa banyak penumpang. Bahkan membawa beban beban berat atau menerjang banjir, Kijang dapat melakoninya.

Angkatan Kijang Kapsul telah lahir sejak awal 1997 dan berakhir pada Juni 2004, ber-samaan dengan munculnya Kijang Innova. Varian generasi Kijang Kapsul ini cukup lengkap, mulai dari harga terendah sampai spesiflkasi paling mewah, dengan pilihan sasis panjang dan pendek. Belum lag! mesin yang punya tiga pilihan: 1.800 cc dan 2.000 cc bensin, serta 2.400 cc diesel.

Berdasarkan harganya varian Kijang Kapsul meliputi: SX, LX, SSX, LSX, SGX, LGX, dan Krista yang merupakan model termewah. Lengkapnya varian Kijang ini tentu memudahkan konsumen memilih model incaran sesuai angggaran yang tersedia. Namun tetap memiliki standar jelajah dan kekualan yang sama.

Semula lahirnya Kijang baru, Innova, dikuatirkan akan member! rasa sentimen pada pasar Kijang kapsul. Banyak kalangan kuatir akan terjadi koreksi harga yang cukup signiflkan di pasar mobkas. Jika Innova diterima pasar, harga Kijang kapsul yang selama ini terkenal kuat dan stabil, diprediksi akan goyah. Hasilnya, walau Innova diterima pasar, Kijang kapsul hanya sedikit mengalami koreksi harga. Malah, ada varian tertentu cenderung tetap stabil.

Toyota Kijang sebagai kendaraan terpopuler di negeri ini, memang memiliki plus-minus. Keunggulannya erletak pada kemudahan dalam hal perawatan lantaran masih mengusungmesin berteknologi 70-an. Juga dengan harga spare part-nya yang tergolong murah.Jaringan bengkel tcrdapat dimana-mana termasuk bengkel lidak resmi. Kelemahan Kijang, di samping merupakan incaran utama pencuri, mobil ini termasuk peminum bahan bakar.

Key History
1997-2000:
DI Januari 1997, Toyota Kijang Kapsul mulai diperkenalkan kepada publik sebagai penerus generasi Kijang Super. Keluaran pertama ini memiliki varian lebih lengkap dari generasi sebelumnya dengan tetap menggunakan mesin 7K berkapasitas 1.800 cc. Varian Kijang Kapsul yaitu SX, LX, SSX. LSX, SGX, LGX, Rangga, dan Krista. Mulai April 1997, Kijang Kapsul juga tersedia dengan pilihan bermesin diesel.

2000-2002:
SETELAH beredar selama lebih dari 3 tahun, mulai 2000, Toyota mulai menerapkan sistem injeksi elektronik sebagai pasokan bahan bakar di Kijang Kapsul. Meski begilu, masih ada varian SX dan LX yang tetap menggunakan karburator. Di tahun ini pula Toyota menambah pilihan mesin bensin berkapasitas 2.000 cc.

Perubahan fisik terjadi di eksterior dan interior. Meliputi lampu depan-belakang dan gril baru, bumper polyurethane yang lebih panjang, spion elek-trik, serta kaca belakang berukuran lebih besar. Di interior ada perubahan pada desain dasbor, konsol tengah, serta warna interior.

2002-2004:
DI 2002, kembali Kijang Kapsul mengalami facelift. Ubahan terjadi pada gril, lampu depan-belakang, bumper depan lebih panjang, serta interior beige untuk varian SGX, LGX dan Krista. Model ini merupakan angkatan terakhir Kijang Kapsul sebelumdigantikan oleh Kijang Innova.

COCOK BUAT ANGKUTAN LEBARAN
HAMPIR setiap tahun saat Lebaran tiba, Asih Dwi Suryanti, 32 tahun, selalu pusing untuk urusan mudik. Lebaran bukan lagi menyenangkan, maiah seringkali justru merepotkan.

"Tapi, itu dulu. Sejak ada Toyota Kijang di rumah, semua jadi beres. Kedua anakku nyaman tiduran di bangku tengah, sementara pembantu atau keponakan cukup enak duduk di bangku belakang," tutur pegawai negeri RS Tarakan Jakarta Pusat ini.

Menurut Asih, begitu iakerap dipanggil, alasan memilih Kijang Kapsul, karena sanggup rnemuat banyak penumpang. Tampilannya cukup menarik dan mesinnya cukup halus dan tidak rewel. Kalau ada kerusakan, paling fast moving yang memang waktunya perlu diganti. Harga komponennya murah dan bervariatif, tergantung kualitasnya.

Harga jual kembali Kijang Kapsul juga tetap stabil sampai sekarang, dan ketika hendak menjual kembali, prosesnya begitu mudah karena demand yang cukup tinggi terhadap mobil ini. Satu keluhanya hanya terdapat pada boros konsumsi bbm.
CHECK LIST
Mesin
ADA 4 pilihan mesin Kijang Kapsul, yaitu bensin 1.800 cc karburator, 1.800 cc EFI, 2.000 cc EFI dan diesel 2.400 cc. Semua mesin ini tergolong bandel, namun sayang hanya mesin dieselnya yang tak haus bahan bakar.

Varian LX menggunakan mesin 7K dengan pasokan bahan bakar karburator. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi tapet hidraulis di katup silinder bisa terganggu akibat oli mesin. Pastikan juga semua komponen pengapian mashi bagus agar mesin bisa bekerja dengan baik.

Bushing arm
DI samping beban yang ditopang cukup berat. Kijang Kapsul lebih mampu mengatasi medan berat sepperti lubang dan jalan rusak dibanding sedan. Hal ini membuat bushing arm yang terbuat dari karet gampang aus dan getas.

Per daun
PEMUATAN beban berlebih membuat suspensi bekerja lebih keras. Kerap terjadi, per daun Kijang Kapsul mengalami kegagalan fungsi akibat pengunaan yang berlebihan. Cirinya adalah bodi mobil yng miring ke salah satu sisi. Mengatasinya, lembar per yang bermasalah harus diganti.

Karet bodi
SELAIN bushing arm, komponen lain yang ada kemungkinan mengalami kerusakan adalah karet bodi. Selain retak, karet bodi juga bisa terkelupas. Sebaiknya segera diganti agar tampilannya lebih enak dilhiat mata dan mampu melakukan fungsi peredaman dengan baik.
Produk otomotif itu adalah Toyota Kijang yang dirilis pertama kali pada 9 Juni 1977.

Kijang adalah sebuah fenomena sekaligus legenda yang layak disimak perjalanan debutnya. Bagaimana sebenarnya kendaraan ini lahir dan bertahan hingga sekarang?

30 Tahun sudah umur kendaraan keluarga yang cikal bakalnya bermula dari respons Toyota terhadap dorongan pemerintah untuk mengembangkan kendaraan bermotor niaga sederhana (KBNS) di era tahun 70-an.

Saat itu, Toyota memosisikan Kijang sebagai kendaraan serbaguna dengan harga yang terjangkau untuk sebagian lapisan masyarakat. Dengan tampilan pikap, generasi pertamanya (1977-1980) Kijang menggunakan engine 3K 1.200 cc. Sama dengan yang digunakan sedan Corolla kala itu.

Agar dapat dilepas dengan harga terjangkau, desain Kijang ‘sulung’ sangat sederhana. Sebagian orang menyebutnya sebagai Kijang Buaya karena jika kap mesinnya dibuka mirip seperti binatang itu.

Generasi kedua yang lahir pada 1981, hadir dengan mesin yang lebih besar yaitu tipe 4K 1.300 cc. Bahkan pada 1986, kapasitasnya dinaikkan menjadi 1.500 cc dengan beberapa perubahan tampilan di bagian interior. Industri karoseri banyak berperan di era Kijang ‘Doyok’ ini.

Pada 1986, dirilis generasi ketiga yang ditandai dengan perubahan drastis pada bodi kendaraan yang sudah menggunakan teknologi yang disebut sebagai Toyota Original Body atau yang lebih populer dengan full pressed body. Pada masa ini (1986-1996), masyarakat mengenal Kijang Super dan Kijang Grand (1992-1996) dengan kualitas struktur bodi setara sedan dan bebas dempul.

Penyempurnaan

Penyempunaan teknologi bodi pada Kijang generasi ketiga ini membuat banyak industri karoseri mulai terpinggirkan. Tapi di sisi lain Toyota tak mau berhenti berinovasi. Mesin pun disempurnakan dengan dapur pacu menjadi 1.800 cc pada 1996 berikut adanya pilihan Kijang bodi panjang (long) dan yang pendek (short).

Pada 1997-2004, Kijang tampil tak lagi kotak, tapi sudah bulat. Orang menyebutnya sebagai Kijang Kapsul. Penyempurnaan pada mesin dan performa juga terus terjadi. Pada masa ini lahir Kijang bertransmisi otomatis dan Kijang diesel. Muncul juga varian mewah Krista dan varian sporti Rangga.
Penjualan Toyota Kijang 5 tahun terakhir (unit)
Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 2007 (s/d Apr)
Per tahun 64.894 74.258 63.710 82.950 38.992 10.759
Kumulatif 931.278 1.005.536 1.069.246 1.152.196 1.191.188 1.201.947

Ekspor Kijang (unit) *
Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006
Per tahun 180 145 2.000 5.422 5.187
Kumulatif 9.272 9.417 11.417 16.839 22.026

Sumber: PT Toyota Astra Motor (TAM)
*) Ekspor Kijang dimulai pada 1986

Waktu terus berjalan, Kijang terus bermetamorfosis. Pada awal milenium, mesin Kijang 1.800 cc sudah dilengkapi dengan sistem EFI (electronic fuel injection) disusul Kijang 2.000 cc EFI.

Generasi terkini adalah Kijang Innova yang lahir pada 2004 melalui rahim sebuah proyek global Toyota bernama IMV. Kijang pun berubah bentuk menjadi mobil berorientasi ekspor dengan mesin 1TR-FE berteknologi VVT-i didukung fitur dan teknologi canggih a.l. teknologi throttle by wire demi efisiensi bahan bakar, fasilitas pengereman ABS-EBD-BA.

Toyota sebenaranya mengekspor Kijang sejak 1986 dengan volume di bawah sekitar 200 unit per tahun. Namun, angka ini melonjak menjadi 2.000 unit pada awal lahirnya Kijang Innova pada 2004, terus meningkat menjadi 5.422 unit pada 2005, dan 5.187 unit pada tahun lalu.

Sayangnya, kelahiran Kijang Innova di pasar domestik pada 2004 menjadi awal ‘matinya’ merek Kijang di pasar ekspor. Pasalnya, Toyota tak lagi menggunakan nama Kijang untuk pasarnya di luar negeri. Cukup Innova.

Kata yang berdekatan dengan innovation dalam bahasa Inggris ini mungkin dianggap oleh Toyota lebih ‘mengglobal’ dibandingkan Kijang, nama lahir kendaraan yang membuat Toyota berjaya di negeri ini.

Kini kembali ke Tanah Air. Kijang sebenarnya bukanlah satu-satunya mobil Toyota yang melegenda. Keberadaan sedan Corolla juga tak kalah berjaya. Seandainya sedan ini bisa bicara, tentu dia akan menuntut perlakuan yang sama sebagai sesama produk yang lahir dari rahim Toyota. Perayaan hari ulang tahun secara besar-besaran seperti yang diterima Kijang di usianya ke-30, pada 9 Juni lalu.

Kontribusi

Hanya saja harus diakui, kontribusi Kijang terhadap penjualan Toyota memang lebih besar dengan total produksi telah mencapai 1,25 juta unit, di mana lebih dari 1,2 juta unit untuk pasar dalam negeri. Kijang pun layak mendapat reward.

Di tengah pasar yang sedang menggeliat saat ini, perayaan HUT sebuah kendaraan oleh Toyota bukanlah tanpa makna.

Kijang yang telah berhasil mencuri hati keluarga meninggalkan jejak kesuksesan yang ternyata diikuti oleh mereka yang datang belakangan. Kijang pun akhinya tak melaju sendirian.

Dalam konteks inilah, HUT ke-30 Kijang digelar untuk mempertahankan pamor agar tak redup digerogoti lawan.

Banyak pesaing yang muncul di pasar mobil domestik untuk menantang Kijang. Yang terhangat dan sedang jadi bahan pembicaraan adalah Nissan Grand Livina. Jauh sebelum kelahirannya, sejumlah kalangan menjulukinya sebagai ‘Kijang killer’ yang diperkirakan mampu memalingkan masyarakat dari Kijang.

Pada saat yang sama, makin banyak bermunculan model-model kendaraan yang mengusung fungsi sejenis dengan Kijang sebagai sebuah kendaran multiguna dengan kapasitas penumpang tujuh orang, mulai yang harganya hampir sama hingga model kendaraan yang dibanderol dengan harga lebih murah. Sebut saja seperti Suzuki APV, Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza.

Seiring dengan perbaikan dan penyempurnaan teknologinya, harga jual mobil Kijang baru selalu naik. Tak sedikit pecinta Kijang yang baru bisa bermimpi mengganti Kijang lamanya dengan Kijang yang lebih muda usia.

Ini menunjukkan adanya ketimpangan kenaikan daya beli masyarakat dengan kemajuan tekonologi dan laju inflasi yang mendorong harga mobil baru merangkak ke arah yang kian tinggi.

Pada tahun pertama kelahiran Kijang Innova pada 2004-yang harganya lebih mahal dibandingkan Kijang kapsul-penjualan Kijang generasi kelima ini sempat turun 14,2% dari 74.258 unit menjadi hanya 63.710 unit.

Penjualannya sempat melonjak 30,2% saat pasar otomotif booming pada 2005 meskipun akhirnya harus kembali rontok 53% pada tahun lalu menjadi hanya 38.992 unit.

Toyota boleh saja beralasan kondisi pasar mobil tahun lalu sedang buruk. Mobil murah atau mobil baru lainnya yang muncul sesudah Kijang dapat saja dianggap beda kelas dan segmen.

Pabrikan mobil nomor satu ini berhak percaya diri dengan jaringan purnajualnya yang demikian luas. Tapi, sesunggunya Kijang kini tak lagi sendirian.

Dan sebuah kegundahan pun tebersit dari sela-sela kemeriahan pesta di usia ke-30.

Akankah Kijang akan tetap lekat dan berada di hati ayah, ibu, kakek, nenek, teteh dan keluarga Indonesia?
BERITA SMA MUHAMMADIYAH

Penggunaan yang
terus menerus mengakibatkan bagian-bagian pada mobil mengalami
perubahan. Perubahan yang tidak dapat di hindari tersebut dapat terjadi akibat gesekan, fungsi penyarin gan pada filter
dan lain-lain selama penggunaan. Supaya mobil bisa bekerja optimal lagi
maka bagian-bagian ini harus mendapat penyetelan ulang atau penggantian
dan pembersihan dari debu maupun kotoran lainnya. Pekerjaan
Engine Tune Up atau Tune Up Mesin adalah tindakan yang dilakukan untuk
mengembalikan kondisi mesin pada taraf kerja mesin yang optimal, yaitu
dengan menyetel ulang, membersihkan, atau mengganti bagian yang sudah
rusak. Keuntungannya, penggu naan bahan bakar lebih irit, mesin awet.
Dalam
beberapa kali terbitan di harian ini, penulis ingin menyampaikan
informasi tentang pekerjaan Tune Up Mesin untuk mesin yang digunakan
pada Toyota Kijang, yaitu mesin seri K, khususnya 5K.
Penjelasan tentang cara kerja yang berurutan dan disertai gambar, akan
mempermudah pemilik mobil, merawat dan memperbaiki mobil.


Sebelumnya
memulai pekerjaan Tune Up Mesin atau pekerjaan reparasi lainnya,
sangatlah penting untuk memperhatikan petunjuk-petunjuk sebagai berikut:


Pakailah kain atau plastic tutup-pengaman: fender, tempat duduk dan lantai, agar kendaraan terhindar dari kotoran maupun kerusakan lainnya. Selama pekerjaan
bongkar pasang dilaksanakan, hendaknya bagian kendaraan yang dibongkar
diatur dengan rapi dan berurutan sehingga mempermudah waktu pemasangan
kembali.
Sebelum melakukan pekerjaan kelistrikan, kabel dari termi nal battery (aki) harus dilepaskan.


Pen, gasket, dan ring O harus selalu diganti dengan yang baru . Pada waktu melakukan perakitan, gunakan perapat (sealer) pada gasket untuk menghindari kebocoran.


Perhatikan spensifikasi momen pengencangan baut, dan guna kan selalu kunci momen.
Setiap penggantian suku cadang, hendaknya selalu menggunakan suku cadang yang asli.


Tidak
mengganti sekering dengan sekering yang amperenya lebih besar, karena
hal ini dapat mengakibatkan kebakaran pada kabel-kabel instalasi mobil.


Jika
kendaraan diangkat (dongkrak), gunakan penunjang tetap. Jangan
mengerjakan sesuatu di bawah kendaraan tanpa penyangga tetap karena
bahaya tertindih mobil.


Hindari
cara membuka sesuatu dengan palu dan pahat karena hal ini akan merusak
permukaan mur-baut dan bagian-bagian lain. Gunakan selalu kunci yang
cocok dan peralatan khusus yang telah disediakan oleh pembuat
kendaraan. Pekerjaan Tune Up Mesin dapat dimulai dengan memperhatikan:


System Air Pendinginan


Melihat tinggi permukaan air atau cukup tidaknya air dalam radia tor tidak perlu dengan membuka tutup radiator, cukup dengan memeriksa permukaan air pada tangki cadangan (reservoir tank).


Apabila
dalam 2 atau 3 hari, air pada tangki cadangan ini selalu habis, maka
segera mengadakan penelitian yang cermat. Mungkin ada bagian yang
bocor, akibat kerusakan sealer atau pecahnya selang radiator atau pompa
air bocor. Segeralah mengadaan perbaikan.


Periksa Air Pendingin.


Disaat mesin masih dingin, tutup radiator dibuka dan per hatikan kualitas dari air pendingin. Harus bersih, tanpa oli atau kotoran karat dan lain-lain. Kalau sudah kuning berkarat, segera mengganti dengan
air yang baru. Membuang air bekas dari radiator dapat dengan
mengendorkan sekrup kupu-kupu plastik yang ada di bagian bawah dari
radiator sisi dalam. Atau melepaskan baut kuningan dengan kunci 14 mm,
di bagian depan blok mesin, di bawah water pump (pompa air).


Apabila
air pendingin mengandung oli, maka hal ini menanda kan ada yang tidak
beres dengan mesin mobil. Mungkin terjadi keretakan pada kepala
silinder, paking kepala silinder rusak atau korosi pada kepala
silinder. Hal ini biasanya diikuti dengan temperatur mesin yang tinggi.

Memeriksa
kebocoran pada system pendinginan. Dengan menggunakan alat test tutup
radiator, dapat diketahui bocor tidaknya system pendinginan.
Kerusakan-kerusakan pada radiator, berupa lepasnya timah penyambung
atau lubangnya pipa radiator. Bagian ini akan memperlihatkan tetesan air. Slang radiator yang tidak terpasang dengan
baik akibat kendornya klem atau water pump yang rusak dapat menyebabkan
kebocoran pada system pendinginan. Temperatur mesin yang
sekonyong-konyong naik terlalu tinggi, dapat disebabkan oleh penyumbat
(water plug) yang pecah, atau thermostat rusak.
Tutup
radiator yang rusak karet sealer atau per klep, akan menyebabkan air
dalam radiator cepat habis, yang pada saatnya akan merusak mesin akibat
terlampau panas. Hati-hati membelitutup radiator yang palsu.
BERITA SMA MUHAMMADIYAH
SMA MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA

PERAWATAN ENGINE TOYOTA KIJANG 5K
BAGIAN – BAGIAN TUNE UP RINGAN ENGINE TOYOTA SERI 5K


1. SISTEM PENDINGIN
a. Tinggi air pendingin Sampai garis atas (full)
b. Kualitas air pendingin Jernih tanpa kotoran
c. Pemeriksaan kebocoran Tidak ada kebocoran
d. Kapasitas air pendingin 6.5 liter
e. Tekanan pembuka katup tutup radiator
- Standar 0.75 – 1.05 kg/cm2
- Limit 0.6 kg/cm2

2. TALI KIPAS
a. Pompa air – Alternator
- Tali kipas baru 5 – 7 mm
- Tali kipas terpakai 7 – 11 mm
b. Poros engkol – Kompressor A/C
- Tali kipas baru 9 – 12 mm
- Tali kipas lama (bekas) 12 – 16 mm
Defleksi tali kipas pada 10 kg (22 lb)

3. SISTEM PELUMASAN
a. Pemeriksaan tinggi pelumas (oli) Sampai garis atas (full)
b. Pemeriksaan kualitas pelumas Baik
c. Pengisian kembali API service SE , SAE 20 – 40 W
- Pengisian kering dengan saringan oli 3.7 liter
- Kuras dan isi kembali dengan saringan oli 3.5 liter
- Kuras dan isi kembali tanpa ganti saringan oli 3.0 liter

4. BATERAI
a. Berat jenis elektrolit1.25 – 1.27 pada 20 C
b. Pemeriksaan tinggi elektrolit baterai Sampai garis atas (full)

5. SISTEM PENGAPIAN
a. Koil :
- Resistor : Tahanan eksternal resistor1.1 – 1.3 Ω Tahanan internal resistor 0.9 – 1.2 Ω
- Koil pengapian :
· Tahanan primary coil :
Ø Tanpa internal resistor 1.3 – 1.6 Ω
Ø Dengan internal resistor 1.5 – 1.9 Ω
· Tahanan secondary coil :
Ø Tanpa internal resistor 10.7 – 14.5 kΩ
Ø Dengan internal resistor 13.7 – 18.5 kΩ
· Tahanan penyekatan antara terminal (+) dan pemegang koil. Tak terhingga
b. Kabel tegangan tinggi Kurang dari 25 kΩ/ kabel
c. Distributor :
- Tutup distributor Baik
- Celah rubbing block 0.4 – 0.5 mm
- Celah udara 0.2 – 0.4 mm
- Sudut dwell 52 derajat ± 6 derajat
- Saat pengapian 5 derajat sebelum TMA/idling @ maks. 900 rpm
d. Busi Dibersihkan dengan celah busi 0.7 – 1.0 mm i
e. Tekanan kompresi
- Standar 12.6 kg/cm2
- Limit 9.5 kg/cm2
- Perbedaan tekanan antara silinder Kurang dari 1.0 kg/cm2

6. SISTEM BAHAN BAKAR
a. Saringan udara Dibersihkan
b. Saringan bahan bakar Dibersihkan
c. Karburator Katup trotel terbuka penuh Katup cuk harus tertutup penuh apabila tombol cuk ditarik sampai habis
d. Celah katup
- Buang 0.20 mm
- Hisap 0.30 mm

7. PUTARAN IDLE 750 RPM

8. KONSENTRASI CO IDLE 1.0 – 2.0 % system HIC mati


Catatan :
Standart Operational Prosedurs (SOP) diambil berdasarkan buku : PT. Toyota – Astra Motor : Pedoman Reparasi Mesin Seri K

TUNE UP MOBIL
Tenaga mesin pada motor bakar bensin dihasilkan dari pemba karan campuran udara dan bensin, untuk memperoleh campuran udara dan bensin sesuai dengan kondisi kerja dari suatu mesin, diguna kan karburator. Dengan demikian karburator merupakan bagian yang penting, untuk memperoleh hasil kerja mesin yang maksimum dan efisien. Rangkaian Tune Up Mesin Kijang, pekerjaan pemeriksaan, penyetelan, pembersihan pada karburator harus dilaksanakan.

Katup Trotel

Trotle harus bergerak bebas tidak terganjal-ganjal dan membuka full. Pada saat pedal gas bebas, trotel harus menutup full, atau sebesar RPM ideal, (sekrup penyetel) dan akan terbuka full apabila pedal gas diinjak penuh. Apabila ternyata trotel tidak bekerja seperti petunjuk maka dapat mengadakan penyetelan pada dua tempat.

Pertama adakanlah penyetelan pada bagian bawah dari pedal gas, sehingga trotel tampak terbuka penuh.
Kedua, didekat karburator ada penyetel yang menyatu dengan kabel gas. Kabel gas tidak boleh terlalu tegang dan kaku karena hal itu akan meyebabkan pada saat deakselerasi (peal gas dibebaskan) RPM mesin terlambat ke posisi stasioner, dan bahan bakar bisa lebih boros.

Periksa Pompa Akselerasi.

Pada saat kendaraan hendak ditambah kecepatan, pedal gas ditekan, mesin mobil membutuhkan bahan bakar lebih banyak. Pompa akselerasi mempunyai tugas itu. Dari lubang atas karburator tampak semburan bensin. Apabila hasil semburan tidak lancar atau bahkan tidak ada dapat disebabkan oleh dua hal. Mungkin karbura tor sudah sangat aus, sehingga pompa tidak dapat bekerja dengan baik, atau kulit pompanya sudah rusak. Didalam pompa akselerasi juga terdapat klep dari sebuah boll bearing. Waktu pompa diang kat, bensin akan masuk ke ruang pompa dan klep akan menutup begitu ditekan, sehingga bensin tersemprot dari saluran ke ruang inlet dari karburator. Sering kali karburator yang terbuat dari bahan aluminium itu mengalami korosi sehingga merusakan sifat dari klep pompa akselerasi, atau berkaratnya boll bearing.


Penyetelan Putaran Idle.
Penyetelan putaran idle sangat penting mengingat menyetel ini juga mempengaruhi campuran idle bensin dan udara yang berman faat mempertahankan tingkat kerja yang maksimum dari mesin. Sebelum mengadakan penyetelan idle pada mesin 5K Kijang, hendak nya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: saringan udara sudah dibersihkan dan terpasang kembali pada tempatnya, suhu kerja mesin 85-90 derajat celcius dan semua perlengkapan tambahan dimatikan. Transmisi pada posisi netral (N) dan waktu pengapian telah tepat (5 derajat) serta tacho-meter dan CO meter sudah terpasang. Putarlah penyetel RPM (1) sampai tacho meter menunjukkan 800, kemudian putarlah sekrup penyetel idle (2) sampai meter menunjukkan putaran mesin maksimum. Setelah itu kembali sekrup penyetel RPM diputar sampai RPM mencapai 800.

Penyetelan idle mesin dengan CO meter.

Konsentrasi CO pada gas buang, putarlah sekrup katup penyetel putaran idle dan campuran idle, untuk mendapatkan spesifikasi konsentrasi pada putaran idle.


Mengukur kensentrasi CO pada ujung knalpot. Periksa bahwa meter CO dalam keadaan sempurna. Naikan puta ran mesin hingga putaran 2000 RPM dan tunggu 1-3 menit agar konsentrasinya stabil. Masukan pengindra (testing probe) CO ke dalam ujung knalpot sekurang-kurang 40 cm dan ukurlah konsentrasi CO dalam waktu yang singkat. Konsentarsi CO yang tepat: 1% – 2%.Bila konsentrasi dalam harga spesifikasi berarti penyetelan telah sempurna.
Bila konsentrasi CO diluar harga spesifikasi, putarlah sekrup penyetelan putaran idle untuk mencapai harga konsentrasi spesifikasi. Bila harga konsentrasi tidak dapat diperbaiki dengan penyetelan sekrup penyetel campuran idle, maka kemungkinan ada kerusakan pada komponen lainnya.

Konsentrasi CO yang tetap tinggi, sekalipun sekrup putaran idle telah diputar maka penyebabnya bisa jadi, saringan udara tersumbat karena kotoran debu, katup PVC tersumbat atau kesalahan pada karburator.

Pekerjaan Tune Up Mesin juga termasuk memperhatikan kondisi oli mesin. Kalau sudah mencapai jarak tempuh 5000 Km, saatnya untuk mengganti oli mesin dengan yang baru. Kalau kurang, se dangkan jarak tempuhnya baru 3000 Km, seharusnya cukup ditambah saja dengan oli baru. Mengenai penggantian oli mesin, banyakpernyataan yang sampai ke penulis. Kapan seharusnya mengganti oli mesin? Apakah oli mesin perlu ditambah dengan adetive? Pemilik lain mengatakan : “Kami terpengaruh dengan kartu servis yang disertakan pada mobil yang mengatakan bahwa, kembali setelah 2000 Km”.
Tentang oli ini memang ada alasan dan ceritanya. Dahulu memang dianjurkan, mengganti oli mesin setiap 1.500 Km. Hal ini disebabkan oleh, kwalitas oli masih rendah (API Service hanya SA atau SB). API Servis sendiri menunjukkan komponen-komponen kimia yang ditambahkan pada oli, dan dari tahun ke tahun telah berkembang sampai Api Servis SF (huruf S menunjukkan oli untuk mesin motor bakar dengan bahan bakar bensin). API Servis SF dapat diperoleh dari produksi Pertamina dengan merk dagang Mesran Super.

Dengan menggunakan oli Mesran Super atau Mesran Spesial (API Servis SE), tidak ada alasan bagi kita untuk merasa khawatir terhadap mesin mobil. Bahkan di Jepang, Amerika (cuaca berbeda dan kurang berdebu) dan Eropa, oli dengan API Servis SE baru di ganti setelah 10.000 Km. Hal ini sangat dimungkinkan, karena
disamping kedua alasan diatas . Selain itu permukaan mesin yang saling bergesek sudah dikerjakan dengan sangat teliti. Penyeles aiannya sangat halus dan membersihkan sisa-sisa bahan mesin dengan menggunakan mesin changi.
Apakah oli perlu ditambah lagi dengan aditive? Jawabnya :
oli kemasan Pertamina sudah (harus) mengandung adetive yang di maksud, hanya pada kemasan Pertamina tidak diperinci. Jenis dan jumlahnya telah diukur untuk mampu menempuh suatu jarak tertentu. Bila dikehendaki untuk menembah aditive, seharusnya jarak tempuh ditambah. Tentang anjuran kembali pada Km tertentu setelah menem puh 2.000Km, tidak perlu dituruti.
Periksa kualitas oli.
Mesin mobil yang normal, artinya terawat dengan baik dan tekanan kompresinya masih tinggi mengganti oli mesin setiap 5.000Km. Bagi mesin yang sudah tua, dimana sisa-sisa pembakaran dapat masuk ke karter, penggantian oli mesin dipercepat. Periksa lah oli tersebut, kemungkinan telah kotor dan terasa berpasir.
Dapat juga terjadi, oli mesin berubah warnanya. Hitam, karena mesin yang kotor atau pembakaran yang tidak normal. Warna Coklat susu, biasanya menandakan bahwa oli mesin telah bercampur dengan air. Kondisi ini sangat berbahaya, dan sebaiknya diperiksa lebih teliti.
Mengganti saringan oli (filter) membutuhkan peralatan khu sus. Bagi yang ingin mengganti sendiri, sedangkan tidak memiliki alat khusus, dapat menggunakan rantai bekas sepeda. Dua hal perlu diperhatikan, waktu mengganti saringan oli. Pertama, tidak meng gunakan saringan imitasi, karena dikuatirkan bagian dalam dari saringan terdapat sisa-sisa benda yang dapat merusakkan bearing crank shaft atau menggunakan kertas mutu rendah.
Kedua, sebelum memasang saringan baru pada blok mesin, pastikan bahwa semua bagian ada dalam keadaan yang bersih. Koto ran yang ada pada permukaan saringan maupun blok mesin, bisa mencapai bearing kruk as. Pada bagian atas dari saringan oli ada plastik pengaman. Bagian ini baru dibuka begitu saringanhendak dipasang pada tempatnya.
Mengencangkan saringan tidak perlu menggunakan kunci, cukup dengan tangan saja dan setelah mesin dihidupkan, perhatikan bahwa tidak ada kebocoran oli di sekitar saringan oli.
Pada Toyota Kijang, setiap penggantikan oli tanpa ganti filter, diperlukan oli 3 liter. Apabila mengganti saringan dibu tuhkan oli 3,5 liter, dengan API Servis SE.
Catatan : API Service oli yang beredar ada, SA, SB, SC, SD, SE, SF.
Bila mobil setiap 1.000 kilometer harus menambah oli 1 liter, ini menandakan ada yang tidak beres pada mesin. Apakah ring piston sudah aus atau seal klep rusak. Dengan menggunakan alat test kompresi dapat memberi indikasi, apakah ring rusak.
Kalau kompresi baik maka penyebab lainya adalah seal klep.
Supaya efisen maka mesin mobil harus dapat beroperasi pada putaran yang sesuai dengan yang dikehendaki misalnya pada saat di butuhkan untuk cepat maka mesin harus berputar cepat atau seba liknya. Pembakaran gas juga harus dapat mengikuti kondisi mesin tersebut, bila mesinnya berputar cepat maka saat pengapian juga harus lebih awal dan sebaliknya. Kejadian ini harus berlaku secara otomatis dan untuk itulah maka pada mesin dilengkapi
dengan alat pemajuan pengapian yang sebanding dengan putaran mesin, alat tersebut lebih dikenal dengan sebutan Governor Ad vancer. Bagian ini harus diperiksa, apakah dapat bekerja dengan baik? Kerusakan pada bagian ini biasanya disebabkan oleh mele mahnya per dan bantalan bola ( bearing) yang kotor dan berkarat.

Rotor bekerja berputar didalam tutup distributor, membagi arus ke busi sesuai dengan urutan pembakaran mesin mobil. Rotor yang sudah rusak dapat berupa retak dan rusak sifat isolasinya. Bagi isolasi yang rusak dapat dicoba dengan mendekatkan kabel busi yang dari koil sambil mesin di start. Bila terjadi loncatan bunga api, maka dapat dipastikan sifat isolasinya sudah rusak.
Periksa cara kerja percepatan vakum (vacuum advance).

Kecepatan perambatan api pada suatu campuran bahan bakar dan udara dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya: perbandingan campuran, tekanan campuran, temperatur campuran, dan kondisi dari campuran (atomisasinya) itu sendiri. Kondisi muatan dari mesin kendaraan juga bermacam-macam misalnya kendaraan bermuatan ringan dan kendaraan berjalan dengan kecepatan lambat serta pada jalan yang rata.

Apabila mesin tiba-tiba diakselerasi, maka karena adanya kelengkapan-kelengkapan pada system karburator akan menyebabkan campuran bahan bakar dan udara menjadi gemuk. Campuran yang gemuk ini dengan sendirinya membutuhkan waktu pembakaran yang lebih lambat, saat pengapian yang diperlambat. Karena alasan inilah maka pada system pengapian ditambahkan suatu alat pemacu yang dapat memajukan pengapian pada saat mesin sedang diakselerasi.
Alat itu sering disebut dengan Vacuum Advancer.


Prinsip kerja dari vacuum advancer ialah dengan memanfaatkan kevacuuman yang terjadi pada karburator. Pada saat kendaraan hidup dan diakselerasi maka oktan selektor harus bergerak. Oktan selektor yang tidak bergerak menandakan ada yang tidak beres dengan system kerjanya. Apakah pipa karet dari karburator rusak (putus, tersumbat)? Apakah diaframa rusak? Atau, apakah setelah mengganti platina dan mengganti baut baru yang lebih panjang?

Baut yang terlalu panjang akan tersangkut dengan bagian di bawah nya, sehingga oktan selektor tidak dapat bergerak. Kerugian akibat oktan selektor dan governor yang tidak bekerja dengan baik ialah: mesin berat tidak mau lari, penggunaan bahan bakar lebih boros.

Penyeletelan Celah Katup.
Adakalanya ada mesin yang penyetelan katupnya diminta pada temperatur dingin. Namun pada mesin 5K, untuk Kijang diminta temperatur mesin 80 derajat celcius. Kemudian putarlah baut yang terdapat pada ujung luar kruk as dan cocokkan tanda yang terdapat pada puly tali kipas dengan angka 0 yang terdapat pada tutup mesin.

Kencangkan kembali baut kop.
Akibat keausan bahan, baik mesin, paking, dan baut kepala selinder maka baut-batu itu perlu dikencangkan kembali. Cara pengencangan harus dari titik tengah kepala selinder dan satu persatu ke sisi-sisi lainnya. Ada dua macam baut yang perlu dikencangkan, dan berbeda momen pengencangannya. 5,4-6,6 Kg-m untuk baut kepala selinder dan 1,8-2,4 Kg-m untuk baut penunjang batang penumbuk (baut rocker arm shaft).
Cara penyetelan katup.

Putar puli kruk as sampai ada tanda 0. Delapan katup yang kendor dapat langsung distel. putar sekali lagi sampai 360 dera jat dan stel 8 yang lain. Gunakan fuller ukuran 0,20 mm untuk katup hisap 0.30 mm katup buang. Fuller yang diletakkan antara ujung katup dan roker arm (penumbuk katup) tidak boleh seret sampai menekan katup menjadi terbuka, namun juga tidak bolehterlalu longgar.

Penyetelan katup yang tidak tepat, membuat katup membuka dan menutup tidak sesuai kebutuhan kerja dari mesin, yang pada akhir nya menyebabkan kerja mesin tidak efisien serta boros bahan bakar.
SMA TASIKMALAYA
Toyota Kijang


Toyota Kijang adalah model kendaraan niaga dan keluarga buatan Toyota yang merupakan kendaraan paling populer di kelasnya di Indonesia. Kijang hadir di Indonesia sejak tahun 1977 dan saat ini merupakan model Toyota yang paling laku di negara tersebut. Kini mobil ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Indonesia.

Kesuksesan Kijang telah mengakibatkan munculnya mobil-mobil sejenis yang meniru konsepnya (terutama dari segi nama), misalnya Isuzu Panther dan Mitsubishi Kuda. Selain di Indonesia, sebelum hadirnya generasi “Innova”, Kijang juga dijual di Malaysia dengan nama “Unser”.





Sejarah

Generasi I (1977-1980)
Kijang pertama kali muncul pada tahun 1977. Saat diluncurkan, ada keraguan dari perancangnya sendiri apakah Kijang bisa diterima pasar karena saat itu Mitsubishi Colt masih dominan. Kijang ternyata menjadi populer. Generasi I merupakan kendaraan pickup dan berbentuk kotak. Model ini sering dijuluki “Kijang Buaya” karena kap mesinnya yang dapat dibuka sampai ke samping. Kijang generasi ini diproduksi hingga tahun 1980.

Pada tahun pertama peluncurannya, produksi Kijang hanya 1.168 unit. Tahun berikutnya, 1978, jumlahnya meningkat menjadi 4.624 unit. Setelah itu, jumlah produksi Kijang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kehadiran Kijang sebagai kendaraan multifungsi atau serbaguna yang mudah perawatannya itu membuat permintaan terus meningkat.

Toyota Kijang lahir sebagai kendaraan dengan konsep Basic Utility Vehicle. Cocok sebagai kendaraan serba guna dan mudah untuk dirawat. Sejalan dengan regulasi pemerintah Indonesia yang menerapkan konsep pembangunan ekonomi melalui pengembangan motorisasi dan otomotiv di Indonesia khususnya melalui konsep Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS). Diperkenalkan pertama kali pada tahun 1977, Kijang ini diproduksi hingga 1168 unit yang berkembang pada tahun berikutnya menjadi 4624 unit dan terus berkembang pada tahun-tahun selanjutnya pada masanya.

Bentuknya, mobil dengan kode KF10 ini nyaris berbentuk kotak buah yang ditempeli 4 buah roda dengan jendela dari samping dari terpal plastik. Kijang Generasi I ini dikenal masyarakat sebagai Kijang Buaya bukan karena dipakai untuk mengangkut kulit buaya. Namun model buka-tutup kap mesin depan pada hidung mobil (bonnet) yang mirip dengan mulut buaya bila kap mesin depan dibuka.

Rancangan awal kendaraan ini benar benar seadanya. Jangan bayangkan pintu elektrik type 807 yang lazim dikenal pada mobil-mobil sekarang yang bisa dibuka dengan satu sentuhan tombol. Kijang ini memiliki pintu yang seolah-olah ditempelkan begitu saja dengan badannya dengan engsel pintu yang mirip engsel pintu rumah yang berbunyi mendecit bila dibuka.Terlebih lagi pada saat itu, pintu mobil tidak dilengkapi kunci terlebih-lebih alarm sebagai sistem keamanannya meski pada generasi selanjutnya yang sudah dimodifikasi, dilengkapi dengan kunci pintu serta engkol pintu yang masih mirip pintu rumah serta kaca pada pintu mobil.

Posisi pengemudi pada kijang ini terletak terlalu ketengah dengan tongkat perseneling untuk transmisi mesin yang sulit dijangkau. Mesin yang digunakan menggunakan mesin Corolla pada zamannya dengan tipe 3k berkapasitas 1200 cc dengan transmisi 4 percepatan.

Selain keluar dengan tipe mobil bak terbuka (pick up), mobil kijang ini dimodifikasi menjadi mobil penumpang terutama dilakukan oleh perusahaan perusahaan karoseri mobil seperti halnya mobil mobil niaga pada masa itu dimana rancangan bodi tidak ditangani pabriknya langsung. Sebagai contoh, mobil ini digunakan sebagai mobil penumpang angkutan umum di kota Balikpapan pada tahun-tahun 1980-1986.


Generasi II (1981-1985)
Generasi II mulai dijual pada September 1981. Bentuk model ini tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya, namun memiliki beberapa perubahan yang di antaranya adalah peningkatan kapasitas silinder mesin menjadi 1.300 cc (naik 100 cc). Kapasitas ini kemudian dinaikkan lagi hingga 1.500 cc.

Mobil ini, walaupun disebut sebut memiliki banyak perubahan, bentuknya masih ada kesamaan dengan kijang buaya. Lampu mobil masih bulat di samping depan kanan-kiri dan gril masih sederhana dengan tulisan TOYOTA pada bagian depan. Garis pada bonnet juga masih simpel dan curam. Meski bukaan pada tutup kap mesin tidak lagi bukaan penuh hingga bagian tepi hidung mobil (bonnet) seperti halnya kijang sebelumnya.

Mobil dengan kode rangka KF20 ini akrab sebagai Doyok (sebutan bagi sebuah serial kartun bertokoh Doyok pada harian pos kota) sehingga dikenal juga sebagai Kijang Doyok. Pintu lebih manis dengan dilengkapi kaca dengan engsel tidak lagi mirip engsel pintu rumah dan dilengkapi kunci pada tahun 1982. Dengan mesin 4K berkapasitas 1300 cc, transmisi masih 4 percepatan. Suspensi masih double wishbone dengan per daun pada bagian depan dan per daun under axle (dibawah gardan) pada bagian belakang mobil.

Perjalanan mobil ini juga diiringi perkembangan baru seperti halnya disempurnakannya transmisi dan diferential sekaligus menambah booster rem pada tahun 1983. Toyota juga dikenal dalam perencanaan produknya sampai 5 tahun berikutnya yang dapat dilihat melalui pengembangan mobil ini. Pada tahun 1984 mengadakan perubahan pada gril dan bumper.

Sampai tahun 1985, permintaan mobil ini tetap tinggi, sampai akhirnya Toyota melakukan perubahan pada mesin yang kemudian memakai tipe 5K dengan kapasitas 1500 cc namun irit dalam pemakaian.


Generasi III (1986-1996)







Kijang Generasi III

Pada tahun 1986 model generasi ketiga dilempar ke pasaran. Kijang generasi ini bentuknya lebih melengkung pada lekukannya sehingga tampak lebih modern. Model ini hingga saat ini masih banyak digunakan di jalanan di Indonesia meski tidak lagi diproduksi.

Pada generasi ini, konsep kijang sebagai kendaraan angkut mulai bergeser sebagai kendaraan penumpang sekalipun banyak Kijang generasi sebelumnya juga dimodifikasi sebagai kendaraan penumpang. Pada masa ini, bisa dikatakan sebagai generasi kejayaan Kijang sebagai mobil penumpang, terutama sebelum banyak mobil penumpang Built Up impor meramaikan pasar kendaraan di Indonesia serta puncak dominasi Toyota atas model-model kuat seperti Mitsubishi Colt L300 dan minibus tanpa bonnet lainnya seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Zebra dimana Kijang menjadi pilihan kuat konsumen saat itu. Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang pada generasi ini yakni tipe Kijang Super (1986-1992) dan Kijang Grand (1992-1996) dengan memiliki life cycle cukup panjang (hampir satu dekade) dibandingkan generasi lalu.

Desain mobil ini memiliki bentuk lebih manis dan halus dibandingkan generasi lalu yang kaku mirip kotak sabun. Teknologi full pressed body diperkenalkan untuk menekan penggunaan dempul dalam proses pembuatannya hingga 2-5 kg dempul per mobil. Mesin masih memakai tipe 5K namun memiliki daya kuda (horse power) yang lebih tinggi yakni 63 hp dari sebelumnya 61 hp. Transmisi menggunakan 5 percepatan, yang sebelumnya memakai 4 percepatan.

Setelah Agustus 1992, Toyota memasuki generasi perbaikan bodi mobil yang disebut sebagai Toyota Original Body. Sebuah proses pembuatan bodi mobil dengan mesin press dan metode las titik. Sampai saat ini, bisa dikatakan satu-satunya Kijang yang bebas dempul.

Sementara untuk versi Grand terdapat berbagai perubahan khususnya pada lampu depan, gril dan penambahan double blower juga ditambahkan power steering pada kemudi yang meringankan pengemudi. Dan sampai saat ini, Kijang jenis ini (Super maupun Grand) masih banyak di pasaran konsumen dan masih dihargai mahal.


Generasi IV (1997-2004)







Kijang Generasi IV

Setelah sepuluh tahun bertahan dengan rancangan generasi ketiga, Kijang meluncurkan model berikutnya dengan perubahan pada eksterior dan interiornya yang lebih aerodinamis. Model ini akrab dipanggil “Kijang Kapsul”.

Mulai generasi keempat kijang ini, dominasi Jepang semakin besar. Kalau sebelumnya Toyota Astra Motor memanfaatkan perakitan bodi mobil banyak menggunakan karoseri. Pada generasi ini sudah dikatakan menyiratkan mobil yang sesungguhnya. Desainnya membulat seperti kapsul dan lebih aerodinamis dan menjadi loncatan desain pada masanya. Pada kijang yang dikenal sebagai kijang baru ini, Toyota mengeluarkan dua tipe mesin yakni Mesin bensin 1800cc (tipe 7K) seperti generasi-generasi sebelumnya dan Mesin diesel 2500cc (tipe 2L) yang membuat persaingan dengan Isuzu Panther untuk mobil keluarga bermesin diesel yang saat itu mendominasi pasaran.

Pada Kijang versi tahun 1997-2000, mesin bensin menggunakan karburator, baru pada akhir tahun 2000 tersedia mesin bensin dengan sistem injeksi elektronik, Electronic Fuel Injection(EFI). Ada dua pilihan untuk mesin bensin EFI, yaitu 7K-E dengan kapasitas 1800cc dan 1RZ-E dengan kapasitas 2000 cc. Meskipun mesin 1RZ-E secara teknologi lebih canggih jika dibandingkan dengan mesin 7K-E, namun mesin bensin 2000cc ini kurang laku di pasaran indonesia karena bahan bakarnya dinilai lebih boros dibandingkan dengan tipe 7K-E.

Dan terakhir pada generasi ini muncul New Kijang dengan merubah desain lampu dan seatbelt (sabuk pengaman) pada jok penumpang bagian tengah. Selebihnya hampir sama dengan sebelumnya.


Generasi V (2004-saat ini)







Kijang Innova (Generasi Terakhir)

Kijang kembali diperbaharui pada tahun 2004 dan dijual dengan nama “Kijang Innova”. Selain di Indonesia, model ini juga dijual di luar negeri dengan nama “Innova” (tanpa “Kijang”). Model ini mengalami perubahan yang cukup besar dibandingkan dengan model sebelumnya. Jika konsep awal Kijang generasi pertama adalah basic utility vehicles atau kendaraan sederhana, maka Kijang generasi V ini bukanlah kendaraan sederhana lagi namun dapat dikategorikan sebagai kendaraan mewah. Bentuknya sudah jauh lebih modern terutama bagian depannya yang tidak lagi menampakkan sisa-sisa bentuk lekukan tajam seperti pada model-model sebelumnya.

Kijang ini dikeluarkan oleh Toyota Astra Motor pada akhir tahun 2004. Mobil ini keluar dengan model mobil keluarga masa kini dengan jenis MPV (Multi Purposes Vehicle) masa kini dengan bodi yang lebih aerodinamis dibandingkan generasi sebelumnya dengan kenyamanan mobil sedan. Posisi pengendara cukup pas, letak shift knob terjangkau dan panel instrumen yang user friendly. Menggunakan Mesin VVT-i 2000 cc dengan type 1TR-FE 16 katup DOHC menggantikan tipe K/RZ pada generasi sebelumnya. Dirancang dengan sistem Direct Ignition System (DIS) dan penerapan teknologi pedal gas tanpa kabel atau throttle Control System-inteligent). Posisi mesin membujur dengan gerak roda belakang (rear wheel system).

Menggunakan suspensi independen double wishbone dengan 4 per keong (coil spring) ditampah lateral rod rigid axle pada bagian belakang yang meredam guncangan senyaman sedan. Sasis masih menggunakan ladder bar namun beban suspensi didistribusikan secara meratakeseluruh bodi mobil sehingga body roll dan pitching semakin kecil atau sudut geometri suspensi lebih bagus ketimbang kijang sebelumnya karena suspensi jatuh pada titik yang pas antara panjang dan lebar mobil.

Koreksi kemudi pada tikungan cukup akurat dan stabilitas arah yang lebih bagus karena menggunakan model rack-and-pinion dengan engine speed sensing power steering sehingga mobil mampu dikendalikan dalam kecepatan 120 km/j pada tikungan S maupun belokan memutar 270 derajat.

Keistimewaan Kijang
Mesin dengan VVT-i
VVT-i atau variable timing intelligent berupa controller yang dipasang dibagian chamshaft intake yang bertugas mengubah timing chamshat intake yang menyesuaikan kebutuhan dan kondisi mesin. Berbagai sensor mesin (suhu, rem, gas,dan lain-lain) memberi informasi pada ECU (Engine Control unit) supaya bisa melakukan eksekusi berapa jumlah bahan bakar dan udara ke injector sesuai kebutuhan yang mengakibatkan lebih efisiennya konsumsi bahan bakar dan bahan bakar bisa diproses sempurna tanpa sisa sehingga emisi gas buang juga rendah.

Anti Maling
Mobil ini dilengkapi dengan theft different system yang biasa disebut engine immobilizer system. Fitur ini mencegah mesin hidup bila kode ID kunci tidak sesuai ECU. Sistem ini menggunakan transponder chip pada anak kunci. coil yang dipasang pada rumah kunci, amplifier dan transfonder key ECU. Mesin tidak akan hidup bila kode ID tidak sesuai misalnya dipaksa dengan kunci palsu atau kunci T.

Single Belt
Penggunaan single belt mengurangi panjang dimensi mesin, bobot mesin, jumlah komponen dan beban kerja mesin dibandingkan dengan 3 belt (AC power steering dan altenator pada kendaraan sebelumnya.

Pedal Gas Elektronik
sistem pedal gas (electronics throtle control system ETCS-i) membuat kendaraan ini dilengkapi sensor injakan yang mengubah gerak magnetik menjadi sinyal elektrik yang dikirim ke ECU lalu ECU akan menghitung bukaan throttle valve lewat motor penggerak di throttle body yang optimal untuk setiap kondisi pengendaraan.

Bila terjadi malfungsi pada salah satu sensor, ECU akan memerintahkan throttle body bekerja pada mode limp (minimal) agar mobil tetap bisa dijalankan.

Sensor Ultrasonic
Sensor ini digunakan untuk memudahkan parkir, diletakkan pada bumper belakang yang akan berbunyi bila mendekati benda atau rintangan dengan bidang deteksi berjarak 150 cm dan tinggi antara 22-82 cm.

Gunakan Saringan Bahan Bakar Asli

UNTUK mesin mobil yang masih dilengkapi dengan karburator, minimal setiap 20.000 km saringan bahan bakar (bensin) harus selalu diganti. Kalaupun hanya dibersihkan, bisa dilakukan dengan cara meniupkan udara bertekanan ke lubang keluarnya.Sementara itu, untuk mesin mobil yang telah dilengkapi sistem injeksi, saringan bahan bakar harus diganti, minimal setiap 40.000 km. Namun pada sistem injeksi, pembersihan saringan bahan bakar itu tidak dianjurkan karena akan berakiibat fatal. Berikut ini informasi yang perlu anda ketahui tentang saringan bahan bakar.

Selama ini, bahan bakar (bensin atau solar) dari tangki bisa saja mengandung kotoran, debu maupun air. Kotoran atau air ini bila terbawa masuk ke dalam karburator/injektor akan menimbulkan penyumbatan sehingga kinerja mesin bisa tersendat-sendat dan bahkan tidak bisa hidup sama sekali.

Nah, di sinilah diperlukan saringan bahan bakar yang bertugas memisahkan kotoran dan bensin/solar sehingga penyumbatan pada karburator atau pompa injektor dapat dicegah. Karena mengingat jangka waktu/umur pakai sebuah saringan bahan bakar cukup panjang, dianjurkan untuk menggunakan saringan bahan bakar yang asli, bukan yang palsu/imitasi.

Alasannya, pada saringan bahan bakar palsu, kertas saringannya seringkali mengerut sehingga menyumbat aliran bahan bakar. Bahkan sering rontakan saringan pun ikut masuk ke karburator atau pompa injektor sehingga akan merusakkannya. Belilah saringan bahan bakar yang asli biar pun harganya sedikit mahal. (rediem)***

Teknik Hidupkan Mesin Kendaraan
KARENA alasan waktu, kadang-kadang ada beberapa kebiasaan buruk pengemudi yang merugikan diri sendiri. Misalnya, terburu-buru saat memanasi mesin. Meski tak langsung terasa, namun akibat jangka panjang bisa merugikan kendaraan Anda. Untuk itu simak teknik menghidupkan mesin seperti berikut ini:

Saat menghidupkan mesin jangan menekan pedal gas hingga mesin langsung meraung kencang. Efek yang ditimbulkan:

Cara ini bisa menimbulkan kerusakan pada bagian dinding silinder. Sebab saat menekan pedal gas dalam-dalam tersebut, suplai oli ke dinding boring belum maksimal.

Jika dibiarkan lama-lama goresan akan semakin dalam sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna karena oli ikut terbakar dan kompresi bisa berkurang.

Saat menghidupkan kendaraan di pagi hari tarik cuk yang tersedia. Jika tidak ada tekan dua atau tiga kali pedal gas. Setelah itu, putar kunci kontak dan saat mesin mulai hidup, lepas pedal gas hingga indikator pelumas di dasbor mati. Kalau mau memainkan pedal gas tunggu hingga 3 sampai 5 menit.

POWER STEERING BUAT MOBIL
Power Steering adalah perangkat/system pada kendaraan yang berfungsi untuk meringankan kemudi kendaraan. Sehingga kendaraan dapat bermanuver dengan mudah dan dapat bergerak dengan radius putar yang lebih kecil.

Jenis Power Steering mempunyai 2 tipe, dimana masing-masing jenis diaplikasikan pada kendaraan tertentu sesuai dengan kapasitasnya, yaitu jenis HYDROLIS dan ELEKTRIS. Power Steering jenis Hydrolis bekerja menggunakan oli yang bertekanan tinggi sehingga kemudi menjadi lebih ringan. Contoh mobil yang menggunakan jenis seperti ini adalah Toyota Kijang, Isuzu Panther, BMW 320i, Timor, Honda Genio, dll (Hampir sebagian besar mobil memakai jenis ini).

Sedangkan jenis Elektris bekerja menggunakan tenaga listrik dengan memakai dynamo elektris khusus Power Steering. Mobil yang memakai jenis ini adalah Suzuki Karimun, Mazda Vantrend, Honda City.



Power Steering Elektris dan Hidrolis


POWER STEERING HYDROLIS

Jenis Power Steering Hydrolis terdiri dari 2 macam yaitu type RACK AND PINION dan type GEARBOX. Untuk Power Steering type Rack Pinion biasanya banyak dipakai pada kendaraan-kendaraan jenis niaga dan sedan seperti Kijang, Carnival, E-2000, Great Corolla, Corona Absolute, BMW,dll. Sedangkan type Gearbox banyak dipakai untuk kendaraan-kendaraan setara Jeep atau niaga (SUV) seperti Isuzu Panhter, Taft GT, Feroza, Suzuki Katana, Vitara, Jeep Cheeroke, dll. Prinsip kerja Power Steering Hydrolis adalah system yang ada pada hidrolik memanfatkan tenaga mesin untuk menekan oli pada pompa P/S sehingga kerja kemudi menjadi lebih ringan, karena itu sebagian tenaga mesin dipakai untuk memutar pompa Power Steering (Vane Pump).

Rack and Pinion -- Gearbox


BAGIAN POWER STEERING
Untuk system Power Steeringnya sendiri terdiri dari 3 bagian yang berdiri terpisah satu dengan yang lainnya namun masing-masing bagian tersebut bekerja saling berkesinambungan/berkaitan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. Sehingga apabila terdapat kerusakan atau masalah pada system Power Steering tersebut, maka yang harus dilakukan adalah pengecekan/pemeriksaan satu persatu bagian system. Bagian-bagian tersebut adalah :

1. Vane Pump ( Pompa )
Vane Pump atau Pompa P/S adalah berfungsi sebagai penyalur tenaga dari mesin dengan oli yang bertekanan tinggi yang kemudian diteruskan ke bagian Rack Pinion/Gearbox melalui Selang Tekan (Selang bertekanan tingi). Posisi Vane Pump selalu berada di bagian atas dari RackPinion/Gearbox. Dan hampir setengahnya system Power Steering dikendalikan/ditentukan dari kerja Pompa, oleh karena itu bila terdapat kerusakan pada Pompa hampir dipastikan system Power Steeringnya juga tidak akan jalan alias rusak


Vane Pump



2. Rack Pinion/ Gearbox
Rack Pinion/Gearbox adalah system penggerak Power Steering dari kemudi atas kemudian di teruskan ke bagian roda dengan dibantu oleh komponen understeel atau kaki-kaki kendaraan (tie rod, rack end, idle arm dll). Di dalam system RackPinion/Gearbox terdapat piston dan valve(katup) yang bekerja sesuai tekanan olie yang disalurkan melalui Vane Pump, selain itu terdapat juga seal-seal yang berguna menahan tekanan olie agar tidak bocor keluar.



Gear Box


3. Selang Tekan ( Hose Pressure)
Selang ini berfungsi yang menyalurkan olie yang bertekanan tinggi dari Vane Pump ke bagian Rack Pinion/Gearbox, dengan perputaran/rotasi yang sangat cepat maka dapat menimbulkan efek bunyi jika bahan selang yang dipakai kurang bagus kualitasnya.
SMA TASIKMALAYA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar