31 Mei 2011

BERHENTILAH BERCITA-CITA MENJADI PEGAWAI


Inilah pandangan bodoh dan pintar dari kacamata Bob Sadino :

1. Terlalu Banyak Ide -
Orang "pintar" biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang "bodoh" mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai -
Orang "bodoh"biasanya lebih berani dibanding orang "pintar", kenapa ? Karena orang "bodoh"sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang "pintar"telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis -
Sebagian besar orang "pintar"sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat
lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang "bodoh"tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses -
Orang"Pintar" merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkan hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang "bodoh" merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar -
Orang "Pintar" berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang "bodoh"tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi -
Orang "Pintar"menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang "Bodoh" berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai -
Orang "Pintar" yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang "bodoh" tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri -
Orang "Pintar"berpikir "aku pasti bisa mengerjakan semuanya", sedangkan orang "bodoh" menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan -
Orang "Pintar" menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang "bodoh" berpikir simple, "yang penting produknya terjual".

10. Tidak Fokus -
Orang "Pintar" sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang "bodoh" tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen -
Orang "Pintar" sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke
berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang"bodoh"?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas -
Orang "bodoh" kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka
tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang "pintar" sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas -
Orang "Pintar" dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang "bodoh"mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas -
Orang "Pintar" sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang "Bodoh"? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas -
Banyak orang "Bodoh" yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang "Pintar" malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Mencampur adukan Keuangan -
Seorang "pintar" sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah -
Orang "Pintar" merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang "Bodoh" seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan -
Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan "TUHAN". Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga -
Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk -
Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diatas kakinya sendiri.

Kegigihan Anda Menuju Kesuksesan
Hari itu seperti biasa, sebelum ayahnya berangkat kekantor, Eqi (4 tahun) selalu minta “putal-putal” berkeliling diseputaran komplek perumahan. Sang ayah pun senantiasa menjalani ritual pagi itu dengan senang hati. Namun kali ini kebiasaan itu ditambah dengan mempermainkan charger telpon genggam ayahnya yang kebetulan berada disana. Ketika mobil telah melalui dua putaran, Eqi tak keberatan turun. Namun charger tersebut masih dibawanya untuk mainan.

Sang ayah yang saat itu sangat membutuhkan charger, meminta Eqi untuk memberikan kepadanya. Namun Eqi tidak mau memberikan. Dibujuklah ia, namun tetap tidak mau menyerahkan benda itu. Ketika diberi peringatan, Eqi pun tidak bergeming.

Dengan berat hati sang ayah mengambil paksa dari tangan Eqi. “Maaf Eqi, bapak sangat butuh charger ini.”

Apa yang terjadi kemudian? Eqi berontak, menagis, berlari dan berusaha merebut kembali benda itu sekuat tenaga. Sang ayah pun sebenarnya tidak tega, namun karena kebutuhan, ia bergegas memasuki mobil dan meninggalkannya.

Suara tangisan Eqi pun semakin keras meronta sejadi-jadinya ketika mobil semakin jauh.

Tak lama kemudian dering HP berbunyi. Ketika diangkat, terdengar suara tangisan keras diujung telpon. Sang ayah berusaha berkomunikasi untuk memberi pengertian, namun tangisan Eqi justru semakin keras. Akhirnya sang ayah memutuskan untuk menutup telpon itu.

Beberapa detik kemudian HP berbunyi untuk kedua kalinya, suara yang terdengar pun masih sama. Sang ayah mencoba kembali memberi pengertian, tetapi hasilnya tetap sama.

Untuk yang ketiga kalinya, hati sang ayah mulai luluh di buatnya. Tak tega dan merasa bersalah atas diri Eqi, lantas sang ayah memutuskan kembali menemui Eqi dan memberikan charger itu kepadanya.

Kejadian diatas bukanlah hal yang aneh. Anak-anak berontak memaksakan keinginan adalah hal yang wajar. Sifat tersebut adalah sifat dasar seorang anak, berjuang sekuat tenaga untuk memiliki apa yang akan membuat mereka senang.

Anak-anak dilahirkan suci dengan sifat-sifat positif yang menyertainya. Ia memiliki potensi kreatif dengan segudang imajinasi dan kegigihan dalam meraih tujuan.

Lihatlah, ketika anak ingin berjalan, jatuhpun takkan membuat mereka kapok. Terus dan terus mencoba walau kepala babak-belur terbentur lantai ataupun benda keras lainnya. Mereka tak takut gagal dan tidak mengerti tentang kegagalan, hingga akhirnya mereka benar-benar bisa menapak, berdiri diatas kakinya sendiri.

Sementara itu, hal tersebut berbalik ketika dewasa. Banyak yang menjadi sosok penakut untuk mencoba, mudah menyerah, cepat putus asa, dan begitu takut akan kegagalan. Padahal setiap sesuatu usaha pasti ada kegagalan. Itu pasti!! Eqi dan kebanyakan anak lain, tidak kenal menyerah, tidak kenal putus asa, tidak mengenal kegagalan, yang ada hanya usaha dan terus berusaha. Kegigihan dalam berjuang itulah yang membuat mereka berhasil dan berhasil.

Resep Bisnis Bob Sadino
Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya. Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran.

Penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Ia menyebut bahwa kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja.

Perjalanan hidup Bob tidaklah mulus. Bob pernah merasakan bagaimana pahitnya hidup tanpa uang. Untuk membeli beras saja ia tidak mampu. Kondisi tersebut dialaminya setelah mobil taxi warisan keluarga bertabrakan tanpa bisa diperbaiki. Hal itu memaksa Bob beralih profesi menjadi kuli bangunan dengan upah 100 ribu. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Namun Bob bersyukur, dia mendapatkan kesempatan emas untuk memulai usaha baru dari temannya. Ternak ayam ras tanpa modal. Menurutnya ini adalah peluang usaha menarik dan harus mencoba peluang bisnis ini. Tanpa pikir panjang lagi, Bob memulai usaha itu. Dari sinilah akhirnya keadaan ekonomi Bob mulai naik. Saat ini, ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan Pengusaha Agribisnis sayuran system Hidroponik. Dan hebatnya lagi, Bob Sadino telah berhasil memperkenalkan telur ayam ras di indonesia hingga menggeser produk telur ayam kampung.

Pengalaman hidup Bob yang panjang dan berliku menjadikan dirinya sebagai salah satu ikon entrepreneur Indonesia. Kemauan keras, tidak takut risiko, dan berani menjadi miskin merupakan hal-hal yang tidak dipisahkan dari resepnya dalam menjalani tantangan hidup. Menjadi seorang entrepreneur menurutnya harus bersentuhan langsung dengan realitas, tidak hanya berteori.

Tips Bisnis Bob Sadino

Bob memberikan beberapa hal yang sudah ia jalani atau praktikkan untuk menjadi bekal bagi calon entrepreneur yang mau :

Kelemahan banyak orang karena terlalu banyak mikir dan membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. Langsung terjun kelapangan. Lupakan teori. Banyak orang yang memulai bisnis dari ilmu, kemudian berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu lebih dari orang lain.
Rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang diperoleh saat itu.
Selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan kritik, saran dan keluhan pelanggan. Dengan seperti itu, kita mendapat simpati dari pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Kepuasan pelanggan adalah kepuasan diri sendiri. Layani pelanggan sebaik-baiknya.
Menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semua punya fungsi dan kekuatan.
Focus di satu industri. Bob focus di satu industri, yakni makanan, ia tak berhayal macam2 untuk menggarap usaha lain. Usaha tersebut dijalankannya dengan kesenangan, tidak karena paksaan.

Resep Bisnis Bob Sadino

Bob membuat rumusan kesuksesan dengan membaginya dalam empat tingkat yaitu tahu, bisa, terampil, dan ahli.
Tahu. Ilmu tanpa praktik hanya membuat orang menjadi sekadar “tahu” dan belum beranjak pada taraf “bisa”. "Tahu" seperti halnya ada di dunia kampus, di sana banyak diajarkan berbagai hal namun tidak menjamin mereka "bisa". "Kita punya ratusan ribu sarjana yang menghidupi dirinya sendiri saja tidak mampu, apalagi menghidupi orang lain," jelas Bob.
Bisa. "Bisa" adanya di dalam masyarakat. Mereka bisa melakukan sesuatu ketika "terbiasa dengan mencoba berbagai hal" walaupun awalnya "tidak tahu" sama sekali.
Terampil. "Terampil" adalah perpaduan keduanya. Dalam hal ini, orang “bisa” melakukan sesuatu hal dengan kesalahan yang sangat sedikit.
Ahli. "Ahli" tidak jauh berbeda dengan terampil. Namun, predikat "ahli" harus mendapatkan pengakuan dari orang lain, tidak hanya klaim pribadi.

Bagi Bob, kesuksesan adalah sebuah perjalanan panjang dan berliku, tidak diraih secara sederhana atau simple. Oleh karena itu, Bob sadino hanya tersenyum ketika menanggapi “pernyataan” seseorang yang mengeluh tentang kesuksesan dan tuyul dimilisnya.

Naluri dan Kretifitas Bisnis

Mungkin saat ini Bunda sedang mencari usaha sampingan yang hasilnya dapat Bunda gunakan sebagai pelengkap pemenuhan kebutuhan keluarga Bunda. Usaha sampingan berarti usaha yang dilakukan disamping pekerjaan utama Bunda.

Banyak peluang usaha yang sebenarnya dapat Bunda gali. Jika Bunda keliling kota, setiap sudut pandang mata sebenarnya bisa menjadi peluang bisnis. Namun butuh naluri lebih untuk mencoba berkarya dari sesuatu yang Bunda peroleh dari pandangan mata tersebut. Pengolahan sampah menjadi sebuah karya adalah sudah umum ditayangkan. Dan itu adalah sebuah karya. Dari sampah, banyak yang mencoba berkarya dan banyak pula yang berhasil. Semua tergantung naluri dan kreatifitas.


Bahkan, toilet atau wc umum menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Di Amerika sana, banyak web yang menyediakan alamat lokasi toilet dan wc umum menjadi sebuah peluang usaha. Mereka tidak memperoleh bayaran tentang penunjukan lokasi itu, namun mereka dapat penghasilan dari iklan yang dipasang orang lain disitus tersebut. Itulah kreatifitas. Dan Bunda sesungguhnya punya naluri dan kreatifitas seperti itu. Hanya saja belum tergali.

Bagaimana menumbuhkan naluri dan kreatifitas?

Suatu kali saya pernah bertemu dengan seorang pengusaha dikota Semarang. Beliau adalah pemilik toko bangunan terbesar disana. Beliau mengatakan bahwa sebelum memiliki bisnis tersebut, beliau bukan apa-apa. Hanya seorang karyawan biasa. Karena dekat dengan pengusaha-pengusaha bangunan, beliau menjadi pengusaha bangunan juga. Awalnya beliau ditawari untuk menjualkan, namun karena ketekunan, tekat dan mau belajar, beliau menjadi seperti sekarang ini.

Hal ini menyiratkan bahwa, jika Bunda ingin menjadi seseorang yang kreatif, sering-seringlah bergaul dengan orang-orang kreatif. Seperti halnya ketika Bunda bergaul dengan pemabok, bisa jadi Bunda akan menjadi seperti mereka. Dan ketika Bunda bergaul dengan penulis, bisa jadi Bunda akan menjadi penulis juga.
Sebenarnya apa yang Bunda tangkap ketika bersama mereka tidak lebih dari sebuah inspirasi. Kamampuan Bunda untuk menggali, menangkap inspirasi tersebut sangat mempengaruhi kreatifitas dan naluri Bunda dikemudian hari.

Ada hal lain yang bisa Bunda gali ketika bersama mereka. Bunda bisa mencoba berinovasi terhadap karya mereka atau mencoba membuat karya yang berbeda dari karya mereka dengan bahan dasar yang sama. Dengan demikian kreatifitas yang ada didalam diri Bunda akan tergali dan terus tergali. Pada akhirnya Bunda mendapatkan inspirasi karya lain dengan bahan dasar yang lain pula.

Pada dasarnya, kretifitas yang belum tergali ibarat motor yang lama berhenti. Ketika ingin berjalan, perlu ada tarikan lebih kuat terhadap tuas gas, setelah motor tersebut berjalan tarikan akan menjadi lebih enteng. Kemudian Bunda bisa memacu motor tersebut lurus ataupun zig-zag. Demikian pula dengan kreatifitas Bunda, ketika kreatifitas tersebut lama tidak berjalan, perlu ada stimulus yang kuat untuk memecah kebuntuan kreatifitas tersebut. Ketika terpecahkan, saya yakin, kreatifitas bunda bisa berjalan secara zig-zag. Tidak percaya? Silahkan mencoba.

Menumbuhkan semangat entrepreneur

Kebahagiaan Budi Susila hanya seumur jagung. Setengah tahun lalu, pemuda asal Klaten, Jawa Tengah, itu diwisuda menjadi sarjana ekonomi di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Namun kebahagiaan meluap-luap ketika meraih gelar ekademik itu sedikit demi sedikit pudar ditelan waktu. Pasalnya, Budi sudah bosan keluar-masuk perusahaan untuk berburu pekerjaan. Segala daya upaya sudah dikerahkan Budi, termasuk lewat relasi kekerabatan. Namun hasilnya nihil. "Percuma saya belajar sampai sarjana, ternyata cari kerja tetap susah," ujar Budi.

Padahal, Budi digadang-gadang orangtuanya dapat membiayai adik-adiknya sekolah. Maklum, keluarga Budi bukan tergolong keluarga mampu. Bahkan, untuk membiayai kuliahnya, Budi harus rela banting tulang bekerja sebagai tukang ojek di seputar Cililitan, Jakarta Timur. Kesulitan Budi mendapatkan pekerjaan membuat adik-adiknya terancam berhenti bersekolah. Sebab orangtua Budi hanya buruh tani dengan penghasilan pas-pasan untuk hidup sehari-hari.

Budi tidak sendirian. Menurut data Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), sampai Agustus tahun ini, tercatat ada 961.000 sarjana yang menganggur. Mereka berasal dari 2.900 perguruan tinggi dengan berbagai disiplin ilmu. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya, yang mencapai 740.000 sarjana. "Tiap tahun, ada sedikitnya 300 sarjana baru di Indonesia. Dari jumlah itu, rata-rata 20% jadi pengangguran," kata Rektor Universitas Katolik Atma Jaya, F.G. Winarno.

Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya. Malang, Kusdi Raharjo, mengungkapkan data yang mengenaskan. Menurut dia, dari jumlah pengangguran di Indonesia pada saat ini yang mencapai 40 juta orang, sebanyak 2,6 juta di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,2 juta benar-benar menganggur (pengangguran terbuka) dan 1,4 juta lainnya setengah menganggur. "Mereka lulusan sarjana maupun diploma," kata Kusdi.

Tingginya angka penangguran di kalangan terdidik itu, menurut Winarno, lantaran rendahnya keterampilan di luar kompetensi utama sebagai sarjana. Padahal, untuk menjadi lulusan yang siap kerja, keterampilan di luar bidang akademik, terutama yang berhubungan dengan entrepreneurship (kewirausahawan) sangat dibutuhkan.

Di Indonesia, kata Winarno, jumlah entrepreneur sangat minim. Pada 2007, baru tercatat 0,18% atau 400.000 dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 230 juta. Sebagai pembanding, jumlah entrepreneur di Amerika Serikat mencapai 2,14% pada 1983. Bahkan di Singapura, berdasarkan laporan Global Entrepreneurship Moneter (2005), pada 2001 mencapai jumlah entrepreneur 2,1% dan menjadi 7,2 % pada 2005.

Bandingkan dengan Indonesia, yang pada 2006 baru mencapai 0,18% atau hanya memiliki 400.000 entrepreneur dari jumlah penduduk 220 juta. "Jika mengacu pada jumlah ideal 2% saja, seharusnya jumlah wirausahawan di Indonesia mencapai 4,4 juta orang," ujar Winarno. Menurut dia, untuk menjadi negara yang dianggap makmur, Indonesia perlu meningkatkan jumlah entrepreneur menjadi 1,1% atau menjadi 4,4 juta entrepreneur.

Untuk itu, pemimpin yang akan datang harus terus mengupayakan program pendidikan keterampilan yang menunjang industri keratif, guna menekan angka pengangguran akibat kurangnya lapangan kerja. Menurut Winarno, calon sarjana kini dan masa depan harus bisa berpikir bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan. "Nah, tugas pemerintah selanjutnya adalah memfasilitasi sistem pendidikan yang menunjang lahirnya industri kreatif," ujar guru besar Institut Pertanian Bogor itu.

Pendidikan berbasis kompetensi menjadi sumbangan yang besar bagi calon-calon sarjana. Bila mereka mahir dalam bidang tertentu, seperti ICT, bahasa asing, kerajinan tangan, kesenian, dan bidang-bidang yang memicu lahirnya industri kreatif, maka para sarjana tersebut tidak akan menganggur dan selalu ada ide dalam melakukan kreativitas.

Untuk mengatasi kondisi memprihatinkan itu, Depdiknas meminta perguruan tinggi tak hanya memfokuskan perhatian pada riset, melainkan juga kewirausahaan. Namun tak gampang mencetak generasi Indonesia yang berjiwa wirausaha. "Dibutuhkan dana tidak sedikit, yakni sekitar Rp 10 trilyun," kata Ciputra, pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center.

Anggaran itu digunakan untuk memberikan pendidikan secara teori, pelatihan-pelatihan, serta modal awal untuk memulai bakat dan kemauan dalam berwirausaha.

Namun, menurut Ciputra, anggaran sebesar itu bisa dibilang bukan jumlah besar untuk nilai sebuah investasi. Jika dikalikan 15 tahun, akan menjadi Rp 150 trilyun. "Dalam kurun waktu tersebut, Indonesia akan berkembang cukup dasyat, bahkan bisa menjadi seperti Singapura dengan banyaknya masyarakat yang memiliki jiwa wirausaha," tuturnya.

Ciputra yang dikenal sebagai pengusaha sukses ini meyakini, pendidikan kewirausahaan membekali mahasiswa untuk mandiri dan tidak berorientasi menjadi pencari kerja ketika lulus dari perguruan tinggi. Karena itu, kampus-kampus di daerah juga harus bisa menjadi pusat kewirausahaan, sehingga tidak hanya berperan menyebarkan benih kewirausahaan kepada mahasiswa, melainkan juga kepada masyarakat. "Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu jangan hanya diajari bekerja dengan baik, melainkan juga harus dipacu untuk bisa menjadi pemilik berbagai saha sesuai dengan latar belakang ilmu mereka," ia menegaskan.

Ciputra menjamin, pendidikan kewirausahaan akan memberi dampak yang baik bagi masa depan Indonesia, seperti terjadi di Singapura. "Kuncinya, pendidikan harus dijalankan dengan kreatif,"' kata pemilik berbagai usaha properti itu.

Sejatinya, pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi memprihatiankan itu. Menurut Direktur Kelembagaan, Dirjen Dikti Depdiknas, Hendarman, pihaknya sedang menggalakkan workshop kewirausahaan bagi para dosen dan mahasiswa sebagai langkah kongkret untuk melengkapi dan memperkaya kegiatan pendidikan kewirausahaan di kampus.

Untuk program tersebut, Ditjen Dikti menganggarkan 1% dari anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah untuk pendidikan kewirausahaan. Pada tahun ini, anggaran yang disediakan untuk mengembangkan wirausaha di semua perguruan tinggi mencapai Rp 108 milyar.

Menurut Hendarman, dengan adanya workshop kewirausahaan, kebutuhan akan pendidikan wirausaha bisa terpenuhi. "Mereka dapat melayani masyarakat serta memberikan pendidikan kepada penganggur dan perajin," ungkapnya.

Pada tahun ini, ditargetkan 10.000 hingga 20.000 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan swasta bisa mendapatkan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan di kampus. Para mahasiswa tidak sekadar diajarkan teori kewirausahaan oleh para dosen, melainkan juga dibimbing untuk menjalankan bisnis dan diberi pinjaman modal usaha.

Toh, menurut guru besar Universitas Indonesia (UI) bidang bisnis internasional, Ferdinand D. Saragih, tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan wirausaha untuk mengatasi pengangguran terdidik. Ia juga menyarankan agar kurikulum sekolah bisnis diperbaiki sesuai dengan kebutuhan, seiring dengan arus globalisasi.

"Para pemimpin perusahaan bisnis masih terus menginginkan supaya business school mendesain ulang program studi bisnis untuk mengakomodasi tantangan-tantangan globalisasi," katanya. Kurikulum yang diinginkan institusi bisnis adalah kurikulum seperti yang diaplikasikan di Harvard Business School, MIT School of Management, Wharton School of Univesity of Pennsylvania.

Peneliti tracer study dari UI, Ahmad Syafiq, menganggap bahwa pemerintah perlu memiliki data dan informasi yang relevan, akurat, dan mutakhir mengenai hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja. "Sejak dulu, pemerintah tidak pernah memiliki konsep yang tegas dan terencana tentang keterkaitan antara pendidikan dan lapangan kerja. Pendidikan dilaksanakan sebagai amanat konstitusi semata," ungkapnya.

Menurut Syafiq, dua departemen, yaitu Depdiknas dan Depnakertrans, perlu duduk bersama untuk melakukan kajian dan analisis tentang hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja. Di sisi lain, perguruan tinggi harus mengaplikasikan tracer study yang terinstitusionalisasi, sistematik, terstandar, komparabel, dan reguler, agar diperoleh masukan yang akurat mengenai situasi transisi lulusannya dari kampus menuju kerja.

Tracer study memiliki potensi manfaat yang sangat besar untuk mengetahui relevansi perguruan tinggi dan mengevaluasi proses, output, serta outcome pembelajaran. Sayang, sampai saat ini, tracer study masih dilaksanakan dan diperlakukan semata-mata sebagai syarat akreditasi.

Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulainya. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.

Dalam seminar Gerald Abraham, salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, mengemukakan tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.

1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik
Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek, mulai dari lingkungan terkecil hingga lingkungan yang terbesar. Dalam poin ini sebaiknya juga dimasukkan secara menyeluruh mengenai aspek-aspek penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk, termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lain sebagainya.

2. Membuat visi dan misi bisnis
Setiap orang yang berencana memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan
menjadi panduan untuk tetap fokus kepada organisasi dan tujuan bisnis sejak awal. Seringkali suatu usaha pada tahap perkembangan berikutnya mengalami kegagalan, karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam poin ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan dirintis.

3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha, selain daripada pemahaman usaha itu sendiri. 'there is no over night success' adalah sesuatu yang harus dicamkan dari setiap calon "entrepreneur". Karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambungan, dan melihat permasalahan secara positif agar tidak membuat jadi patah semangat dalam melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan. Kita harus belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas jika ingin menjadi "entrepreneur" yang sukses.

4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha dari risiko bisnis dan keuangan
Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang dibuat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya serta aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan, proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon "entrepreneur" untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan, serta membuat langkah-langkah pengendalian yang dapat menghindari setiap resiko tersebut.

5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha dari risiko manajemen
Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan agar berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya :
Biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang.
Pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas.
Koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat.
Perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu serta biaya.
Pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah.
Dan masih banyak lagi permasalahan organisasi.
Dalam poin ini kita harus mempelajari pengetahuan dasar dan aspek-aspek penting yang harus dimiliki oleh calon "entrepreneur" untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.

6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha sudah berhasil
Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha diharuskan merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik agar dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Poin ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum, sistem penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas, serta termasuk juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.

7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?
Dalam memulai usaha, umumnya setiap calon "entrepreneur" akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat dalam mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti 'thinking outbox' atau kemampuan melakukan analisa permasalahan diluar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif untuk membantu usaha agar berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu untuk menyesuaikan produk-produk agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha. Kepemimpinan sangat penting dalam menghadapi suaru krisis. Mmembuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha menjadi percaya bahwasanya kita tidak panik, menjadi tempat last resort solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses pembuatan keputusan akan membantu kita dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi. Dalam poin ini kita akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.

8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalam poin ini akan diketahui pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lain sebagainya.

9. Pemasaran, pelayanan dan product brand
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal sebagai kunci pengeembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam poin ini akan didapatkan semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.

bahwa untuk menjadi seorang entrepreneur, seorang individu harus berani keluar dari zona nyaman. Zona nyaman yang dimaksud adalah rutinitas yang monoton.

“Seorang entrepreneur harus mampu mengimplementasikan gagasan dan mampu melihat potensi yang ada”,

Entrepreneur, pebisnis, pengusaha atau usahawan identik dengan pria dan cara sukses berbisnisnya tetap menjadi inspirator bagi kaum wanita. Businessman adalah istilah kerennya.

Wanita bisnis Indonesia juga banyak yang sukses, tetapi mereka sering dinomorduakan karena beragam faktor: mulai dari perbedaan gender, kecepatan merespon peluang bisnis atau resiko bisnis sampai pada polemik akan fungsi kodratinya sebagai ibu rumah tangga.

Apa rahasia sukses entrepreneur pria di Indonesia…?!?


Sebuah studi menunjukkan, meskipun memiliki tingkat kesuksesan lebih tinggi, wanita entrepreneur di Indonesia umumnya menghasilkan uang 50 persen lebih sedikit atau di bawah penghasilan pebisnis sukses pria. Hal ini tidak berarti wanita bisnis kurang produktif atau kurang efektif dalam bekerja dibandingkan pria. Jawabannya ternyata sederhana saja. Pria dan wanita memiliki alasan yang berbeda dalam membangun bisnis.

Studi yang diadakan oleh Rochester Institute of Technology menyatakan, rahasia sukses entrepreneur / pebisnis pria dan wanita memiliki prioritas yang berbeda ketika membangun suatu bisnis. Kebanyakan pria memiliki motivasi untuk menghasilkan uang (perbandingan pria dan wanita 76 persen pria dan wanita 29 persen).

Sedangkan wanita cenderung lebih tertarik membangun bisnis karena merasa lebih fleksibel, dapat menyeimbangkan pekerjaan dengan tugas di rumah, dapat mengisi hidupnya dengan sesuatu yang berarti, dan kebebasan untuk tinggal di rumah bersama anak-anak.

Meskipun demikian, tidak berarti wanita bisnis tidak dapat meningkatkan kemampuannya menghasilkan uang, dengan tetap berpegang pada prioritasnya. Wanita dapat belajar dari pria dengan mengambil beberapa aturan pria dalam cara yang sesuai dengan kemampuan kita, dan dengan menekankan bakat kita.

Berikut ini 10 TIPS CARA SUKSES Entrepreneur Pria INDONESIA dalam berbisnis:

Terapkan strategi. Pebisnis pria berpikir secara linier, berfokus pada pencarian solusi atas berbagai masalah, menetapkan dan mencapai tujuan, mengembangkan rencana dan melaksanakan tugas-tugasnya. Hal ini penting dalam bisnis. Jika Anda belajar menerapkan strategi bisnis, buat tujuan yang jelas, dan pastikan Anda akan mengikuti rencana bisnis yang sudah dibuat.
Just do it! Salah satu keuntungan besar yang dimiliki Entrepreneur pria dalam bisnis adalah bahwa mereka senang mengambil risiko bisnis. Memang penting untuk bersikap hati-hati, tetapi tak ada hal buruk yang akan terjadi jika Anda belum bertindak.
Tetap fokus. Anda beruntung karena pebisnis wanita dianugerahi kemampuan multitasking, dan dengan sendirinya juga multithinking. Namun, salah satu kelemahan kita adalah karena pikiran kita begitu lincah ke mana-mana, banyak pula yang dapat mengalihkan perhatian kita. Karena itu, penting untuk tetap fokus pada tujuan Anda, meskipun banyak hal yang terjadi di sekitar Anda. Di sinilah penerapan strategi bisnis yang jitu akan membantu Anda.
Menepati janji. Jika Anda tidak melakukan apa yang sudah Anda janjikan, orang lain tak akan memercayai Anda dan tidak ingin berbisnis lagi dengan Anda. Bila Anda terus mengubah rencana bisnis setiap beberapa hari, Anda akan kehilangan klien, partner bisnis dan tentunya uang.
Meminta uang itu hak Anda. Banyak wanita bisnis yang enggan meminta atau menagih uang. Meminta uang atau pembayaran adalah bagian integral dari bisnis, dan jika Anda enggan atau merasa tidak enak memintanya, Anda tak akan mendapatkannya. Yang lebih penting, bila Anda tidak menagih hak Anda, hal tersebut justru akan memberi kesan Anda tidak serius menjalani bisnis ini.
Mengharapkan hasil yang besar. Dari banyak studi, terlihat satu alasan utama mengapa Entrepreneur pria lebih mampu menghasilkan uang dalam bisnis daripada wanita: Pria selalu mengharapkan hasil yang besar! Tantang diri Anda untuk berpikir di luar zona kenyamanan Anda. Kebanyakan orang tidak dapat mencapai tujuan bisnis karena mereka menetapkan tujuan yang terlalu rendah. Buatlah tujuan bisnis yang besar, dan juga buatlah hasil yang besar!
Tak perlu bersikap manis. Bersikap manis dapat membunuh usaha bisnis Anda. Tidak berarti bahwa Anda tidak memperlakukan klien atau partner bisnis dengan cara yang baik. Namun, Anda tidak boleh berbisnis dengan orang yang memperlakukan Anda dengan buruk, yang mengatakan bahwa Anda tidak memberikan jasa atau layanan bisnis yang baik, atau bahwa Anda tidak peduli karena membuat kecewa orang lain. Berbisnis adalah berterus-terang, dan Anda harus berpikir atau bertindak seperti yang seharusnya.
Abaikan mood Anda. Wanita bisnis sering membatalkan janji, menghindari acara makan bersama, atau terlambat datang ke pertemuan karena merasa tidak nyaman, tidak punya pakaian yang pantas dikenakan, atau karena sedang cepat tersinggung. Belajarlah untuk mengatasi mood swing Anda, dan tidak membiarkannya memengaruhi sikap Anda di hadapan orang lain. Bersikap moody akan membuat orang lain tidak nyaman berada di dekat Anda.
Jangan putus asa. Ada masa-masa di mana Anda merasa tantangan bisnis-nya terlalu berat, atau hari-hari di mana Anda ingin menyerah. Hal ini wajar saja. Beristirahatlah bila Anda memang memerlukannya, ambillah cuti sehari, tetapi jangan putus asa. Daya tahan adalah kunci dalam bisnis. Banyak wanita bisnis yang ingin berhenti berbisnis menjelang kelahiran bayi, padahal mungkin kesuksesan sudah di depan mata.
Bisnis adalah permainan. Pria menyukai permainan, di mana ada peraturan dan trik-triknya. Pelajari aturan bisnis tersebut, dan selalu ingat dalam pikiran bahwa hal itu hanyalah sebuah permainan. Suatu hari Anda akan menang, kali lain Anda akan kalah. Namun satu hal yang pasti, hidup akan terus berlanjut, tak peduli bagaimana hasilnya. Maka, the show must go on…
Yang paling penting, mempelajari pikiran dan cara sukses entrepreneur pria berbisnis bukan berarti wanita bisnis harus menjadi seperti pria. Wanita bisnis hanya perlu beradaptasi terhadap peraturan di dalam dunia bisnis, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Contoh 8 Orang Sukses yang Saat Ini Masih Remaja dan ABG!

BACA INFO - Masyarakat dunia selama ini mengenal Mark Elliot Zuckerberg sebagai pebisnis muda yang berhasil membangun sebuah kerajaan bisnis yang menggurita. Pendiri situs jejaring sosial Facebook ini bahkan dinobatkan sebagai nomor 1 dari daftar “100 Peringkat Orang Paling Berpengaruh di Era Informasi”.



Pada era sebelumnya, William Henry Gates II atau lebih dikenal sebagai Bill Gates tampil sebagai pebisnis muda yang mampu membangun bisnis raksasa di bidang informasi teknologi.

Pengalaman-pengalaman itu pula yang mungkin mengilhami beberapa pemuda untuk mulai masuk dunia bisnis dalam usia yang relatif muda.

Saat ini terdapat 8 enterprenur muda dengan sepak terjang yang harus diawasi terus. Ke delapan enterpreneur ini dianggap memiliki masa depan gemilang dengan gagasan bisnis yang ada di benak mereka.

Inilah 8 enterpreneur muda yang harus menarik perhatian dunia:

1. Lean Archer (15 Tahun)

Pemuda berusia 15 tahun ini membuktikan bahwa menjalankan bisnis skala kecil yang bisa meraih kesuksesan bisa dibuat layaknya tempat bermain anak-anak.

Leanna Archer memutuskan untuk menjadi pebisnis di bidang perawatan rambut ketika berusia 11 tahun.

“Idenya datang ketika saya menerima banyak sanjungan mengenai rambutku dan seketika itu saya sadar harus berterima kasih pada produk rumahan yang saya buat,” kata Archer. “Saya tidak akan kehilangan apa-apa karena saya pikir kalau ini tidak berhasil, perjalanan hidup saya masih panjang.”

Perusahaan yang didirikan Archer, Leanna’s Inc, membuat delapan produk organik, produk perawatan rambut, yang didalamnya termasuk tata rambut, krim rambut dan sampo.

Rahasia produknya merupakan resep turun menurun di keluarganya sejak lama dan dijamin bebas dari zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Tahun lalu, Leanna’s Inc mampu meraup pendapatan lebih dari US$100 ribu. Pebisnis cilik asal Long Island menargetkan pertumbuhan menjadi lebih dari US$300 ribu. Saat ini, perusahaan tengah berencana membangun kantor perwakilan di seluruh wilayah Amerika Serikat.

2. Robert Nay (14 Tahun)

Pada usia 14 tahun, permainan pertama yang dibuat Robert Nay, Bubble Ball, telah diunduh lebih dari 2 juta sejak dua pekan diluncurkan. Hal yang tidak terlalu buruk mengingat rata-rata permainan mobile hanya diunduh beberapa ribu kali.

Pada Januari lalu, Bubble Ball malah berhasil mengalahkan game mobile terbesar Anggry Birds sebagai permainan yang banyak diunduh dalam fasilitas Apple App store.

“Teman saya mengusulkan agar membuat permainan yang bisa digunakan di perangkat Apple. Saya berpikir ini hal yang menarik dan saya pun mencobanya,” kata Nay.

Tanpa latar belakang ilmu pengkodean dalam komputer, Nay pergi ke perpustakaan publik untuk mempelajari bagaimana membuat program permainan.

Satu bulan setelah membaca beberapa buku dan memproduksi lebih dari 4.000 kode-kode program, Bubble Ball berhasil dibuat. Total biaya untuk memproduksi permainan ini mencapai US$1.200 yang berasal dari sumbangan orangtua Nay untuk membeli komputer Machintos dan perangkat lunak berlisensi.

Program permainan Puzzle yang tersedia untuk Apple dan perangkat berbasis Android ini, kini sudah diunduh lebih dari tujuh juta kali.

Perusahaan pengembangan permainan yang sudah memasuki tahun ke delapan ini, Nay Games, saat ini sedang mengembangkan beberapa tambahan baru pada Bubble Ball seperti proyek program lainnya.

3. Mark Bao (18 Tahun)


Pada usia 18 tahun, Mark Bao yang merupakan warga New York dinobatkan sebagai enterpreneur teknologi dan philanthropi paling sukses. Pemuda belasan tahun ini telah menjual tiga perusahaan website dimana dua diantaranya dianggap memberikan keuntungan sangat besar.

Satu perusahaan web-nya telah memperoleh anggota lebih dari seperempat juta hanya dalam tiga minggu setelah diluncurkan. Bao juga kini telah mulai mendirikan yayasan non-profit.

Perusahaan lamanya yang seluruhnya dibiayai sendiri yaitu threewords.me, situs media sosial dimana anggotanya menggambarkan tiga kata mengenai kepribadian temannya, Atomplan, perangkat manajemen bisnis kecil, dan Facebook Idol, aplikasi layaknya American Idol.

“Saya selalau tertarik dengan teknologi dan bagaimana ini bisa membuat perubahan,” kata Bao. “Aksi enterpreneur menciptakan perubahan.”

Perusahaan yang kini dibangunnya, Supportbreeze, adalah perangkat layanan konsumen yang membantu pebisnis dalam mengelola permohonan. Layanan ini secara dramatis membantu mengurangi waktu dan penggunaan tenaga kerja.

4. Lizzie Marie Likness (11 Tahun)

Juru masak yang mampu memberikan insiprasi sejak berusia dua tahun ini, dianggap sedang dalam jalurnya untuk menjadi pengganti Rachel Ray, juru masak yang membawakan program memasak di televisi.

Suatu ketika, orangtua Lizzie pernah bertanya bagaimana caranya memperoleh uang. Seketika itu, Lizzie menjawab, “Saya menjual makanan rumahan yang sehat untuk pasar lokal.” Sejak saat itu, Lizzie dianggap sebagai pendiri dari Lizzie Marie Cuisine.

“Lizzie Marie Cuisine sangat unik karena saya mengajarkan anak-anak bagaimana memasak makanan sehat yang menyenankan dan bagaimana hidup sehat,” ujar Lizzie. “Perusahaan saya mengajarkan masyarakat, tidak hanya memakan yang sehat tetapi juga bagaimana hidup sehat.”

Beberapa tahun kemudian, pembicaraan mengenai resep originil dan kemampuan untuk memberdayakan kaum modal yang dimiliki Lizzie menjadi percakapan hangat penduduk lokal. Lizzie kemudian mendapat sejumlah undangan untuk memamerkan caranya memasak bersama sejumlah koki terkenal dalam sebuah acara.

Saat ini, Likness merupakan serial televisi paling diminati di WebMD Fit Channel dengan nama program Healthy Cooking with Lizzie. Dia juga baru saja menandatangani kontrak program terkenal TV terkenen dengan salah satu perusahaan di New York, DBG. Serta agen pemasaran digital global, Digitas.

5. Farrhad Acidwalla (17 tahun)

Dengan bermodal US$10 dari orangtuanya, Farrhad Acidwalla telah masuk dalam peringkat entrepreneur pada usia 13 tahun ketika memutuskan membangun komunitas online yang khusus menyasar aviasi dan aero-modeling. Beberapa bulan kemudian, dia memutuskan menjual komunitasnya tersebut kepada seorang penggemar senilai US$1.200.

Empat tahun kemudian, Acidwalla menempatkan US$400 pada Rockstah Media sebuah agen yang fokus pada bisnis branding, pemasaran, dan pengembangan web di Maharashtra, India.

“Di masa depan, kami berencana mendiversifikasi usaha dan memperluas skala bisnis dengan memproduksi program hiburan berbahasa Hindi,” kata Acidwalla. seraya mengungkapkan dirinya mempertahankan 42 pegawainya dengan menawarkan keuntungan kepemilikan saham.

6. Asya Gonzalez (14 tahun)

Asya lahir dari orangtua yang memang memiliki darah entrepreneur dan langkah itu pun ingin diikuti perempuan berusia 14 tahun ini.

“Saya menyadari bahwa keinginan saya adalah memperoleh kebebasan, menghasilkan uang dan peraturan sendiri. Kamu tidak bisa melakukan itu, semua hanya dengan menaiki jenjang perusahaan…kata Ayah saya,” ujar Asya.

Pada usia 13 tahun, Gonzalez meluncurkan Stinky Feet Gurlz, sebuah perusahaan yang mendesain, memasarkan, dan menjual t-shirt era 1940-an dan perlengkapannya.

Perusahaannya juga menyumbangkan uang dari setiap pakaian yang dijual ke She’s Worth It!, lembaga non profit yang dibangunnya dan dikhususkan pada perdagangan manusia dan perbudakan seks.

Asya menargetkan pendapatan perusahaan tahun depan bisa menembus US$20 ribu.

7. Brian Wong (20 tahun)

Dua tahun lalu dalam sebuah perjalanan panjang menggunakan pesawat, Brian Wong menyadari banyak penumpang pesawat merupakan penggila games mobile dan bisa menghabiskan berjam-jam untuk melakukan hal itu.

Beberapa waktu setelah itu, mantan pegawai Digg ini mulai menggelar penelitian pasar dan mulai memikirkan rencana untuk platform program games.

Dalam setahun setelah ide itu muncul, Wong telah mampu meraup US$4 juta untuk pendanaan perusahaannya yang bernama, Kiip.

“Saya selalu gatal dengan hal-hal berbau entrepreneur, namun yang paling membuat saya bersemangat adalah peluang untuk menciptakan ulang ruang baru,” kata Wong.

Kurang dari dua bulan, Kiip sudah dikenal sebagai jaringan pemberi hadiah mobile yang menawarkan penggila games hadiah sungguhan dari penghargaan virtual. Hadiah yang ditawarkan misalnya kupon untuk sebotol soda jika memperoleh nilai tertinggi atau menyelesaikan tingkatan tersulit.

Dengan akses lebih dari 15 juta penggila games dan klien, seperti Dr Pepper dan Sephora, entrepreneur muda asal San Fransisco ini berharap bisa menjadi pemimpin dalam bisnis periklanan bergerak.

8. Adam Horwitz (19 tahun)

Sejak usia 15 tahun, Adam Horwitz telah memiliki cita-cita entrepreneur-nya yaitu menciptakan perusahaan bernilai jutaan dolar AS ketika usianya sudah 21 tahun.

Tiga tahun berlalu dengan 30 usaha yang tidak sukses, Horwitz akhirnya bisa menghasilkan satu produk sukses bernama Mobile Monopoly. Pelatihan dengan sistem online ini mengajarkan masyarakat bagaimana cara menghasilkan uang menggunakan teknik pemasaran mobile dan mendatangkan keuntungan bagi Horwitz.

Dia lalu menambahkan beberapa pelatihan online lain, di mana setiap pelatihan menambah pendapatan dan akhirnya menghasilkan jutaan dolar AS ketika ulang tahunnya yang ke-18. Perusahaan Mobile Monopoly yang dibangunnya adalah platform pelatihan multimedia yang membantu pemilik bisnis.

“Saya senang bisa membangun sebuah bisnis dan memperhatikannya berkembang menjadi perusahaan besar,” kata Horwitz.

Usaha lain yang sedang dibangun adalah Yeptext, sebuah layanan pesan singkat yang bisa membuat perusahaan memikat pelanggan di lokasinya masing-masing menggunakan iklan menggunakan pesan singkat ke telepon genggamnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar