17 Mei 2011

BETERNAK UANG DARI TOYOTA KIJANG


Toyota Kijang adalah model kendaraan niaga dan keluarga buatan Toyota yang merupakan kendaraan paling populer untuk kelas MiniBus di Indonesia. Toyota Kijang hadir di Indonesia sejak tahun 1977 dan saat ini merupakan salah satu model yang diusung Toyota dan paling laku di negara tersebut. Kini mobil ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Indonesia.
Kesuksesan Toyota Kijang telah berdampak dengan munculnya mobil-mobil sejenis yang meniru konsep dari Toyota Kijang (terutama dari segi nama hewan), misalnya Isuzu Panther dan Mitsubishi Kuda. Selain di Indonesia, sebelum hadirnya generasi "Innova", Toyota Kijang juga dijual di Malaysia dengan nama "Unser".

Sejarah
Generasi I (1977-1980)
Toyota Kijang Generasi I
Sejarah Produksi
Peluncuran perdana dari Toyota Kijang generasi pertama adalah pada tahun 1977. Dimana saat itu terdapat keraguan dari para perancangnya, tentang apakah Kijang dapat diterima oleh pasar Indonesia. Keraguan tersebut disebabkan karena Mitsubishi Colt merupakan jenis kendaraan yang mendominasi pasar mobil mini bus pada saat itu. Generasi pertama Toyota Kijang menerapkan konsep pickup dengan bentuk kotak mendasar. Model ini sering dijuluki "Kijang Buaya" karena tutup kap mesinnya yang dapat dibuka sampai ke samping. Kijang generasi perdana ini diproduksi hingga pada tahun 1980.

Unit Produksi
Pada tahun pertama peluncurannya, total produksi Kijang generasi pertama hanya berjumlah 1.168 unit. Dimana tahun berikutnya, 1978, jumlahnya meningkat menjadi 4.624 unit. Jumlah produksi Kijang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kehadiran Kijang sebagai kendaraan multifungsi atau serbaguna yang mudah perawatannya membuat permintaan terus meningkat. Toyota Kijang lahir sebagai kendaraan dengan konsep Basic Utility Vehicle. Cocok sebagai kendaraan dengan konsep serba guna dan mudah untuk dirawat. Sejalan dengan peraturan pemerintah Indonesia untuk menerapkan konsep pembangunan ekonomi melalui pengembangan motorisasi dan otomotif di Indonesia, khususnya melalui konsep Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS).

Konsep Produksi
Mobil dengan kode produksi KF10 ini nyaris berbentuk mirip dengan kotak buah yang ditempeli dengan 4 buah roda dan jendela yang ditutupi dengan terpal pada sisi-sisi pinggirnya. Kijang Generasi I ini dikenal masyarakat sebagai Kijang Buaya karena model buka-tutup kap mesin depan pada hidung mobil (bonnet) yang mirip dengan mulut buaya apabila kap mesin depan sedang dibuka. Rancangan awal kendaraan ini sangatlah sederhana. Kijang ini memiliki pintu yang seolah-olah ditempelkan begitu saja dengan badannya dengan engsel pintu yang mirip engsel pintu rumah yang berbunyi mendecit bila dibuka.Terlebih lagi pada saat itu, pintu mobil tidak dilengkapi kunci apalagi alarm sebagai sistem keamanannya meski pada generasi selanjutnya yang sudah dimodifikasi, dilengkapi dengan kunci pintu serta engkol pintu yang masih mirip pintu rumah serta kaca pada pintu mobil.
Posisi pengemudi pada kijang ini terletak terlalu ketengah dengan tongkat perseneling untuk transmisi mesin yang sulit dijangkau. Mesin yang digunakan menggunakan mesin Toyota Corolla pada zamannya dengan tipe 3K berkapasitas 1200 cc dengan transmisi 4 percepatan. Selain keluar dengan tipe mobil bak terbuka (pick up), mobil kijang ini dimodifikasi menjadi mobil penumpang terutama dilakukan oleh perusahaan perusahaan karoseri mobil seperti halnya mobil mobil niaga pada masa itu dimana rancangan bodi tidak ditangani pabriknya langsung. Sebagai contoh, mobil ini digunakan sebagai mobil penumpang angkutan umum di kota Balikpapan pada tahun-tahun 1980-1986.

Generasi II (1981-1985)
Kijang Generasi II
Kijang KF20 Pick Up
Generasi II mulai dijual pada September 1981. Bentuk model ini tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya, namun memiliki beberapa perubahan yang di antaranya adalah peningkatan kapasitas silinder mesin menjadi 1.300 cc (naik 100 cc). Kapasitas ini kemudian dinaikkan lagi hingga 1.500 cc.

Sejarah Produksi
Mobil ini, walaupun disebut sebut memiliki banyak perubahan, bentuknya masih ada kesamaan dengan kijang buaya. Lampu mobil masih bulat di samping depan kanan-kiri dan gril masih sederhana dengan tulisan TOYOTA pada bagian depan. Garis pada bonnet juga masih simpel dan curam. Meski bukaan pada tutup kap mesin tidak lagi bukaan penuh hingga bagian tepi hidung mobil (bonnet) seperti halnya kijang sebelumnya.

Konsep Produksi
Mobil dengan kode rangka KF20 ini akrab sebagai Doyok (sebutan yang diambil dari sebuah serial kartun bertokoh Doyok pada harian Pos Kota) sehingga dikenal juga sebagai Kijang Doyok. Pintu lebih manis dengan dilengkapi kaca dengan engsel tidak lagi mirip engsel pintu rumah dan dilengkapi kunci pada tahun 1982. Dengan mesin 4K berkapasitas 1300 cc, transmisi masih 4 percepatan. Suspensi masih double wishbone dengan per daun pada bagian depan dan per daun under axle (dibawah gardan) pada bagian belakang mobil.
Perjalanan mobil ini juga diiringi perkembangan baru seperti halnya disempurnakannya transmisi dan diferential sekaligus menambah booster rem pada tahun 1983. Toyota juga dikenal dalam perencanaan produknya sampai 5 tahun berikutnya yang dapat dilihat melalui pengembangan mobil ini. Pada tahun 1984 mengadakan perubahan pada gril dan bumper, termasuk pemakaian lampu kotak.
Sampai tahun 1985, permintaan mobil ini tetap tinggi, sampai akhirnya Toyota melakukan perubahan pada mesin yang kemudian memakai tipe 5K dengan kapasitas 1500 cc namun irit dalam pemakaian.

Generasi III (1986-1996)
Kijang Generasi III
Pada tahun 1986 model generasi ketiga dilempar ke pasaran. Kijang generasi ini bentuknya lebih melengkung pada lekukannya sehingga tampak lebih modern. Model ini hingga saat ini masih banyak digunakan di jalanan di Indonesia meski tidak lagi diproduksi.
Pada generasi ini, konsep kijang sebagai kendaraan angkut mulai bergeser sebagai kendaraan penumpang sekalipun banyak Kijang generasi sebelumnya juga dimodifikasi sebagai kendaraan penumpang. Pada masa ini, bisa dikatakan sebagai generasi kejayaan Kijang sebagai mobil penumpang, terutama sebelum banyak mobil penumpang Built Up impor meramaikan pasar kendaraan di Indonesia serta puncak dominasi Toyota atas model-model kuat seperti Mitsubishi Colt L300 dan minibus tanpa bonnet lainnya seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Zebra dimana Kijang menjadi pilihan kuat konsumen saat itu. Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang pada generasi ini yakni tipe Kijang Super (1986-1996) dan Kijang Grand (1992-1996) dengan memiliki life cycle cukup panjang (hampir satu dekade) dibandingkan generasi lalu.
Desain mobil ini memiliki bentuk lebih manis dan halus dibandingkan generasi lalu yang kaku mirip kotak sabun. Teknologi full pressed body diperkenalkan untuk menekan penggunaan dempul dalam proses pembuatannya hingga 2-5 kg dempul per mobil. Mesin pada awal generasi ini masih memakai tipe 5K namun memiliki daya kuda (horse power) yang lebih tinggi yakni 63 hp dari sebelumnya 61 hp. Transmisi menggunakan 5 percepatan, yang sebelumnya memakai 4 percepatan. Sejak tahun 1992 terdapat penambahan variasi mesin yaitu tipe 7K berkapasitas 1800 cc.
Setelah Agustus 1992, Toyota memasuki generasi perbaikan bodi mobil yang disebut sebagai Toyota Original Body. Sebuah proses pembuatan bodi mobil dengan mesin press dan metode las titik. Sampai saat ini, bisa dikatakan satu-satunya Kijang yang bebas dempul.
Sementara untuk versi Grand terdapat berbagai perubahan khususnya pada lampu depan, gril dan penambahan double blower juga ditambahkan power steering pada kemudi yang meringankan pengemudi. Dan sampai saat ini, Kijang jenis ini (Super maupun Grand) masih banyak di pasaran konsumen dan masih dihargai mahal.
Selain Itu Kijang Generasi Ke Tiga Juga Menyediakan Banyak Rentang Varian Seperti:LX, LSX, LGX (untuk sasis panjang) SX, SSX, SGX (sasis pendek), khusus LX dan SX(Tipe Standar)transmisi menggunakan 4-speed dan menggunakan dasbor konvensional.

Generasi IV (1997-2004)
Kijang Generasi IV
Setelah sepuluh tahun bertahan dengan rancangan generasi ketiga, Kijang meluncurkan model berikutnya dengan perubahan pada eksterior dan interiornya yang lebih aerodinamis. Model ini akrab dipanggil "Kijang Kapsul".
Mulai generasi keempat kijang ini, dominasi Jepang semakin besar. Kalau sebelumnya Toyota Astra Motor memanfaatkan perakitan bodi mobil banyak menggunakan karoseri. Pada generasi ini sudah dikatakan menyiratkan mobil yang sesungguhnya. Desainnya membulat seperti kapsul dan lebih aerodinamis dan menjadi loncatan desain pada masanya. Pada kijang yang dikenal sebagai kijang baru ini, Toyota mengeluarkan dua tipe mesin yakni Mesin bensin 1800cc (tipe 7K) seperti generasi-generasi sebelumnya dan Mesin diesel 2500cc (tipe 2L) yang membuat persaingan dan kolaborasi dengan Isuzu Panther untuk mobil keluarga bermesin diesel yang saat itu mendominasi pasaran.
Pada Kijang versi tahun 1997-2000, mesin bensin menggunakan karburator, baru pada akhir tahun 2000 tersedia mesin bensin dengan sistem injeksi elektronik, Electronic Fuel Injection(EFI). Ada dua pilihan untuk mesin bensin EFI, yaitu 7K-E dengan kapasitas 1800cc bertenaga 80 hp dan 1RZ-E dengan kapasitas 2000 cc Yang Diambil Dari Toyota Hilux. Meskipun mesin 1RZ-E secara teknologi lebih canggih jika dibandingkan dengan mesin 7K-E, namun mesin bensin 2000cc ini kurang laku di pasaran indonesia karena (konsumsi) bahan bakarnya dinilai lebih boros dibandingkan dengan tipe 7K-E.
Dan terakhir pada generasi ini muncul New Kijang dengan mengubah desain lampu dan seatbelt (sabuk pengaman) pada jok penumpang bagian tengah. Selebihnya hampir sama dengan sebelumnya.
Selain Itu Pada Versi Kijang Kapsul Menyediakan Tambahan Varian Krista Dan Rangga. Krista Menggunakan Sasis Panjang Sedangkan Rangga Sasis Pendek

Generasi V (2004-saat ini)
Kijang Innova (2004-2008)
Kijang Innova facelift (2008-sekarang)
Lihat juga : Toyota Kijang Innova
Kijang kembali diperbaharui pada tahun 2004 dan dipasarkan dengan nama "Kijang Innova". Selain di Indonesia, model ini juga dipasarkan ke pasar luar negeri dengan nama "Innova" (tanpa "Kijang"). Model ini telah mengalami perubahan yang cukup drastis dibandingkan dengan model dari generasi sebelumnya. Jika pada awal konsep Kijang generasi pertama adalah Basic Utility Vehicles atau kendaraan kelas bawah, maka Kijang generasi V lebih dikategorikan sebagai kendaraan kelas menengah. Bentuk model fisiknya jauh lebih modern dan futuristik, terutama di bagian depan kendaraan, dimana tidak lagi menonjolkan bentuk lekukan tajam seperti pada model-model sebelumnya.

Konsep Produksi
Model ini dikeluarkan oleh Toyota Astra Motor pada akhir tahun 2004, yang dipasarkan dengan konsep mobil keluarga jenis MPV (Multi Purposes Vehicle) masa kini, dengan bentuk bodi yang lebih aerodinamis beserta kenyamanan setaraf dengan sedan mewah. Posisi pengendaraan lebih akurat, letak shift knob terjangkau dan panel instrumen yang lebih user friendly. Generasi ini menerapkan Mesin VVT-i 2000 cc dengan jenis 1TR-FE berkatup 16 DOHC dengan tenaga yang jauh lebih besar daripada Kijang generasi sebelumnya, yaitu sebesar 136 hp, menggantikan jenis K/RZ Dan L pada generasi sebelumnya. Kijang generasi ini dirancang dengan sistem Direct Ignition System (DIS) dan merupakan penerapan dari teknologi pedal gas tanpa kabel atau Throttle Control System-Inteligent dan dilengkapi oleh mesin membujur dengan penggerak roda belakang (Rear Wheel System).

Penyempurnaan Produksi
Menggunakan Suspensi Independen Double Wishbone dengan per keong pada bagian depan (Coil Spring) dan 4-link Lateral Rod Rigid Axle pada bagian belakangnya, Kijang generasi ini dapat meredam guncangan lebih nyaman. Chasis masih menggunakan Ladder Bar namun beban suspensi dapat didistribusikan secara merata keseluruh bagian badan mobil sehingga Body Roll dan tingkat Pitching semakin kecil atau sudut geometri suspensi lebih handal ketimbang kijang generasi sebelumnya karena titik jatuh suspensi yang lebih akurat berbanding antara panjang dan lebar mobil.
Penyempurnaan lain terdapat dibagian kemudi. Pengendara dapat lebih akurat mengarahkan kemudi disetiap tikungan. Stabilitas arah kemudi lebih handal karena menggunakan model Rack-and-Pinion dengan Engine Speed Sensing Power Steering sehingga mobil mudah dikendalikan dalam kecepatan 120 km/jam pada tikungan S maupun belokan memutar 270 derajat sekalipun. Kijang generasi ini mengusung dua jenis transmisi, baik yang menggunakan transmisi otomatis maupun transmisi manual. Beberapa teknologi pada Kijang Innova yang tidak ditemui pada generasi sebelumnya menurut klaim Toyota Astra Motor adalah:
Mesin dengan VVT-i
VVT-i atau Variable Timing Intelligent berupa controller yang dipasang dibagian chamshaft intake yang bertugas untuk mengatur Timing Chamshaft Intake dan menyesuaikan terhadap perubahan kondisi mesin. Berbagai sensor mesin lainnya (suhu, rem, gas, dan lain-lain) bertugas memberikan informasi kepada ECU (Engine Control unit) agar dapat melakukan pengukuran konsumsi jumlah bahan bakar dengan udara yang diperlukan Injector dan sesuai dengan tingkat kebutuhan dari proses tersebut. Dengan penerapan metode ini, dapat menghasilkan proses pembakaran yang relatif lebih efisien. Kondisi tersebut dimungkinkan karena proses konsumsi bahan bakar dikerjakan dengan lebih sempurna, sesuai dengan kebutuhan mesin, dan pada akhirnya menghasilkan sisa emisi gas buang yang lebih rendah.
Mesin Diesel D4D
D4D atau juga disebut Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection . Mesin ini menggunakan sistem injeksi Commonrail dimana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar (fuel filter) agar dapat menghasilkan kualitas bahan bakar solar dengan tingkat emisi gas buang yang sangat rendah. Bahan bakar ditekan pada jalur sebelum injektor Piezo dengan tekanan tinggi sebelum ECU memerintahkan untuk diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Sistem commonrail akan mengatur laju tekanan bakan bakar secara elektronik, baik dari sisi banyaknya maupun waktu penyemprotan bahan bakar. Bahan bakar disemprotkan melalui injektor berlubang 6 dengan diameter 0.14 mm. Pada mesin ini terdapat ECU 32 bit yang berfungsi sebagai sensor utama mesin. Keunggulan mesin ini adalah akselerasi & performa yang optimal, beserta tingkat getaran & suara mesin yang lebih halus yang dapat dihasilkan beserta dengan tingkatan jumlah emisi gas buang yang lebih rendah.
Anti Maling
Mobil ini dilengkapi dengan Theft Different System yang biasa disebut Engine Immobilizer System. Fitur ini mencegah mesin hidup apabila kode ID kunci tidak sesuai dengan yang terdapat di ECU. Sistem ini menggunakan Chip Transponder pada setiap anak kuncinya. Dimana coil yang dipasang pada setiap rumah kunci, amplifier dan Transfonder Key ECU, akan menolak menyalakan mesin apabila kode ID yang didapatkan tidak sesuai dengan kode ID yang terdapat pada kuncinya. Sebagai contoh apabila mobil dipaksa untuk dibuka dengan kunci palsu atau kunci T.
Single Belt
Penggunaan Single Belt mengurangi panjang dimensi mesin, bobot mesin, jumlah komponen dan beban kerja mesin dibandingkan dengan 3 belt (AC, power steering dan altenator) pada generasi sebelumnya.
Pedal Gas Elektronik
Sistem pedal gas (Electronics Throtle Control System ETCS-i) membuat generasi ini dilengkapi sensor pedal gas yang dapat mengubah setiap gerak magnetik menjadi sinyal elektrik untuk dikirim ke ECU, dimana ECU akan menghitung setiap pembukaan throttle valve lewat motor penggeraknya yang terletak di throttle body agar lebih optimal untuk setiap kondisi jalan.
Bila terjadi malfungsi pada salah satu sensor, ECU akan memerintahkan throttle body bekerja pada mode limp (minimal) agar mobil tetap bisa dijalankan.
Sensor Ultrasonic
Sensor ini digunakan untuk memudahkan pengedara saat parkir, sensor ini terletakkan pada bumper belakang yang akan memberikan peringatan kepada pengendara apabila mendekati benda atau rintangan dengan radius deteksi berjarak 150 cm dan tinggi antara 22-82 cm.

Total penjualan
Generasi I: 26.806 unit
Generasi II: 84.068 unit
Generasi III: 509.687 unit
Generasi IV: 429.674 unit

Ekspor
Kijang Generasi IV yang diluncurkan pada tahun 1997 diekspor secara utuh (completely built-up/CBU) ke Brunei Darussalam, Pasifik Selatan, Papua Nugini, dan Timor Timur, serta secara terurai (completely knocked-down/CKD) ke Afrika Selatan, Malaysia, Filipina, dan Taiwan. Nama-nama Kijang versi ini di luar negeri: Unser (Malaysia), Zace (Taiwan), Tamaraw Revo (Filipina), Qualis (India), dan Condor di Afrika Selatan.
Mesin dan Kijang CKD tersebut diekspor ke Filipina dan Vietnam. Mesin Kijang 7K CKD diekspor ke Jepang dan blok silinder 5K diekspor ke Jepang. Total nilai ekspor Toyota Kijang mencapai 715.000.000 dolar AS.
Kijang Innova diekspor ke Malaysia, Thailand, dan Brunei Darusallam dan direncanakan juga mencapai negara ASEAN lainnya, Timur Tengah dan Oseania.

Sejarah Mobil Toyota Kijang
Toyota Kijang adalah model kendaraan niaga dan keluarga buatan Toyota yang merupakan kendaraan paling populer untuk kelas MiniBus di Indonesia. Toyota Kijang hadir di Indonesia sejak tahun 1977 dan saat ini merupakan salah satu model yang diusung Toyota dan paling laku di negara tersebut. Kini mobil ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Indonesia.

Kesuksesan Toyota Kijang telah berdampak dengan munculnya mobil-mobil sejenis yang meniru konsep dari Toyota Kijang (terutama dari segi nama hewan), misalnya Isuzu Panther dan Mitsubishi Kuda. Selain di Indonesia, sebelum hadirnya generasi "Innova", Toyota Kijang juga dijual di Malaysia dengan nama "Unser".

Sejarah
Generasi I (1977-1980)
Sejarah Produksi
Toyota Kijang Generasi I
Peluncuran perdana dari Toyota Kijang generasi pertama adalah pada tahun 1977. Dimana saat itu terdapat keraguan dari para perancangnya, tentang apakah Kijang dapat diterima oleh pasar Indonesia. Keraguan tersebut disebabkan karena Mitsubishi Colt merupakan jenis kendaraan yang mendominasi pasar mobil mini bus pada saat itu. Generasi pertama Toyota Kijang menerapkan konsep pickup dengan bentuk kotak mendasar. Model ini sering dijuluki "Kijang Buaya" karena tutup kap mesinnya yang dapat dibuka sampai ke samping. Kijang generasi perdana ini diproduksi hingga pada tahun 1980.


Unit Produksi
Pada tahun pertama peluncurannya, total produksi Kijang generasi pertama hanya berjumlah 1.168 unit. Dimana tahun berikutnya, 1978, jumlahnya meningkat menjadi 4.624 unit. Jumlah produksi Kijang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kehadiran Kijang sebagai kendaraan multifungsi atau serbaguna yang mudah perawatannya membuat permintaan terus meningkat. Toyota Kijang lahir sebagai kendaraan dengan konsep Basic Utility Vehicle. Cocok sebagai kendaraan dengan konsep serba guna dan mudah untuk dirawat. Sejalan dengan peraturan pemerintah Indonesia untuk menerapkan konsep pembangunan ekonomi melalui pengembangan motorisasi dan otomotif di Indonesia, khususnya melalui konsep Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS).


Konsep Produksi
Mobil dengan kode produksi KF10 ini nyaris berbentuk mirip dengan kotak buah yang ditempeli dengan 4 buah roda dan jendela yang ditutupi dengan terpal pada sisi-sisi pinggirnya. Kijang Generasi I ini dikenal masyarakat sebagai Kijang Buaya karena model buka-tutup kap mesin depan pada hidung mobil (bonnet) yang mirip dengan mulut buaya apabila kap mesin depan sedang dibuka. Rancangan awal kendaraan ini sangatlah sederhana. Kijang ini memiliki pintu yang seolah-olah ditempelkan begitu saja dengan badannya dengan engsel pintu yang mirip engsel pintu rumah yang berbunyi mendecit bila dibuka.Terlebih lagi pada saat itu, pintu mobil tidak dilengkapi kunci apalagi alarm sebagai sistem keamanannya meski pada generasi selanjutnya yang sudah dimodifikasi, dilengkapi dengan kunci pintu serta engkol pintu yang masih mirip pintu rumah serta kaca pada pintu mobil.

Posisi pengemudi pada kijang ini terletak terlalu ketengah dengan tongkat perseneling untuk transmisi mesin yang sulit dijangkau. Mesin yang digunakan menggunakan mesin Toyota Corolla pada zamannya dengan tipe 3K berkapasitas 1200 cc dengan transmisi 4 percepatan. Selain keluar dengan tipe mobil bak terbuka (pick up), mobil kijang ini dimodifikasi menjadi mobil penumpang terutama dilakukan oleh perusahaan perusahaan karoseri mobil seperti halnya mobil mobil niaga pada masa itu dimana rancangan bodi tidak ditangani pabriknya langsung. Sebagai contoh, mobil ini digunakan sebagai mobil penumpang angkutan umum di kota Balikpapan pada tahun-tahun 1980-1986.


Generasi II (1981-1985)


Kijang KF20 Pick Up

Generasi II mulai dijual pada September 1981. Bentuk model ini tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya, namun memiliki beberapa perubahan yang di antaranya adalah peningkatan kapasitas silinder mesin menjadi 1.300 cc (naik 100 cc). Kapasitas ini kemudian dinaikkan lagi hingga 1.500 cc.


Sejarah Produksi

Mobil ini, walaupun disebut sebut memiliki banyak perubahan, bentuknya masih ada kesamaan dengan kijang buaya. Lampu mobil masih bulat di samping depan kanan-kiri dan gril masih sederhana dengan tulisan TOYOTA pada bagian depan. Garis pada bonnet juga masih simpel dan curam. Meski bukaan pada tutup kap mesin tidak lagi bukaan penuh hingga bagian tepi hidung mobil (bonnet) seperti halnya kijang sebelumnya.


Konsep Produksi

Mobil dengan kode rangka KF20 ini akrab sebagai Doyok (sebutan yang diambil dari sebuah serial kartun bertokoh Doyok pada harian Pos Kota) sehingga dikenal juga sebagai Kijang Doyok. Pintu lebih manis dengan dilengkapi kaca dengan engsel tidak lagi mirip engsel pintu rumah dan dilengkapi kunci pada tahun 1982. Dengan mesin 4K berkapasitas 1300 cc, transmisi masih 4 percepatan. Suspensi masih double wishbone dengan per daun pada bagian depan dan per daun under axle (dibawah gardan) pada bagian belakang mobil.

Perjalanan mobil ini juga diiringi perkembangan baru seperti halnya disempurnakannya transmisi dan diferential sekaligus menambah booster rem pada tahun 1983. Toyota juga dikenal dalam perencanaan produknya sampai 5 tahun berikutnya yang dapat dilihat melalui pengembangan mobil ini. Pada tahun 1984 mengadakan perubahan pada gril dan bumper, termasuk pemakaian lampu kotak.

Sampai tahun 1985, permintaan mobil ini tetap tinggi, sampai akhirnya Toyota melakukan perubahan pada mesin yang kemudian memakai tipe 5K dengan kapasitas 1500 cc namun irit dalam pemakaian.


Generasi III (1986-1996)




Kijang Generasi II



Kijang Generasi III

Pada tahun 1986 model generasi ketiga dilempar ke pasaran. Kijang generasi ini bentuknya lebih melengkung pada lekukannya sehingga tampak lebih modern. Model ini hingga saat ini masih banyak digunakan di jalanan di Indonesia meski tidak lagi diproduksi.

Pada generasi ini, konsep kijang sebagai kendaraan angkut mulai bergeser sebagai kendaraan penumpang sekalipun banyak Kijang generasi sebelumnya juga dimodifikasi sebagai kendaraan penumpang. Pada masa ini, bisa dikatakan sebagai generasi kejayaan Kijang sebagai mobil penumpang, terutama sebelum banyak mobil penumpang Built Up impor meramaikan pasar kendaraan di Indonesia serta puncak dominasi Toyota atas model-model kuat seperti Mitsubishi Colt L300 dan minibus tanpa bonnet lainnya seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Zebra dimana Kijang menjadi pilihan kuat konsumen saat itu. Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang pada generasi ini yakni tipe Kijang Super (1986-1992) dan Kijang Grand (1992-1996) dengan memiliki life cycle cukup panjang (hampir satu dekade) dibandingkan generasi lalu.

Desain mobil ini memiliki bentuk lebih manis dan halus dibandingkan generasi lalu yang kaku mirip kotak sabun. Teknologi full pressed body diperkenalkan untuk menekan penggunaan dempul dalam proses pembuatannya hingga 2-5 kg dempul per mobil. Mesin pada awal generasi ini masih memakai tipe 5K namun memiliki daya kuda (horse power) yang lebih tinggi yakni 63 hp dari sebelumnya 61 hp. Transmisi menggunakan 5 percepatan, yang sebelumnya memakai 4 percepatan. Sejak tahun 1992 terdapat penambahan variasi mesin yaitu tipe 7K berkapasitas 1800 cc.

Setelah Agustus 1992, Toyota memasuki generasi perbaikan bodi mobil yang disebut sebagai Toyota Original Body. Sebuah proses pembuatan bodi mobil dengan mesin press dan metode las titik. Sampai saat ini, bisa dikatakan satu-satunya Kijang yang bebas dempul.

Sementara untuk versi Grand terdapat berbagai perubahan khususnya pada lampu depan, gril dan penambahan double blower juga ditambahkan power steering pada kemudi yang meringankan pengemudi. Dan sampai saat ini, Kijang jenis ini (Super maupun Grand) masih banyak di pasaran konsumen dan masih dihargai mahal.

Selain Itu Kijang Generasi Ke Tiga Juga Menyediakan Banyak Rentang Varian Seperti:LX, LSX, LGX (untuk sasis panjang) SX, SSX, SGX (sasis pendek), khusus LX dan S Tipe Standar)transmisi menggunakan 4-speed dan menggunakan dasbor konvensional.


Generasi IV (1997-2004)


Kijang Generasi IV

Setelah sepuluh tahun bertahan dengan rancangan generasi ketiga, Kijang meluncurkan model berikutnya dengan perubahan pada eksterior dan interiornya yang lebih aerodinamis. Model ini akrab dipanggil "Kijang Kapsul".

Mulai generasi keempat kijang ini, dominasi Jepang semakin besar. Kalau sebelumnya Toyota Astra Motor memanfaatkan perakitan bodi mobil banyak menggunakan karoseri. Pada generasi ini sudah dikatakan menyiratkan mobil yang sesungguhnya. Desainnya membulat seperti kapsul dan lebih aerodinamis dan menjadi loncatan desain pada masanya. Pada kijang yang dikenal sebagai kijang baru ini, Toyota mengeluarkan dua tipe mesin yakni Mesin bensin 1800cc (tipe 7K) seperti generasi-generasi sebelumnya dan Mesin diesel 2500cc (tipe 2L) yang membuat persaingan dengan Isuzu Panther untuk mobil keluarga bermesin diesel yang saat itu mendominasi pasaran.

Pada Kijang versi tahun 1997-2000, mesin bensin menggunakan karburator, baru pada akhir tahun 2000 tersedia mesin bensin dengan sistem injeksi elektronik, Electronic Fuel Injection(EFI). Ada dua pilihan untuk mesin bensin EFI, yaitu 7K-E dengan kapasitas 1800cc bertenaga 80 hp dan 1RZ-E dengan kapasitas 2000 cc Yang Diambil Dari Toyota Hilux. Meskipun mesin 1RZ-E secara teknologi lebih canggih jika dibandingkan dengan mesin 7K-E, namun mesin bensin 2000cc ini kurang laku di pasaran indonesia karena (konsumsi) bahan bakarnya dinilai lebih boros dibandingkan dengan tipe 7K-E.

Dan terakhir pada generasi ini muncul New Kijang dengan merubah desain lampu dan seatbelt (sabuk pengaman) pada jok penumpang bagian tengah. Selebihnya hampir sama dengan sebelumnya.

Selain Itu Pada Versi Kijang Kapsul Menyediakan Tambahan Varian Krista Dan Rangga. Krista Menggunakan Sasis Panjang Sedangkan Rangga Sasis Pendek


Generasi V (2004-saat ini)


Kijang Innova (2004-2008)


Kijang Innova facelift (2008-sekarang)

Kijang kembali diperbaharui pada tahun 2004 dan dipasarkan dengan nama "Kijang Innova". Selain di Indonesia, model ini juga dipasarkan ke pasar luar negeri dengan nama "Innova" (tanpa "Kijang"). Model ini telah mengalami perubahan yang cukup drastis dibandingkan dengan model dari generasi sebelumnya. Jika pada awal konsep Kijang generasi pertama adalah Basic Utility Vehicles atau kendaraan kelas bawah, maka Kijang generasi V lebih dikategorikan sebagai kendaraan kelas menengah. Bentuk model fisiknya jauh lebih modern dan futuristik, terutama di bagian depan kendaraan, dimana tidak lagi menonjolkan bentuk lekukan tajam seperti pada model-model sebelumnya.

Konsep Produksi

Model ini dikeluarkan oleh Toyota Astra Motor pada akhir tahun 2004, yang dipasarkan dengan konsep mobil keluarga jenis MPV (Multi Purposes Vehicle) masa kini, dengan bentuk bodi yang lebih aerodinamis beserta kenyamanan setaraf dengan sedan mewah. Posisi pengendaraan lebih akurat, letak shift knob terjangkau dan panel instrumen yang lebih user friendly. Generasi ini menerapkan Mesin VVT-i 2000 cc dengan jenis 1TR-FE berkatup 16 DOHC dengan tenaga yang jauh lebih besar daripada Kijang generasi sebelumnya, yaitu sebesar 136 hp, menggantikan jenis K/RZ Dan L pada generasi sebelumnya. Kijang generasi ini dirancang dengan sistem Direct Ignition System (DIS) dan merupakan penerapan dari teknologi pedal gas tanpa kabel atau Throttle Control System-Inteligent dan dilengkapi oleh mesin membujur dengan penggerak roda belakang (Rear Wheel System).

KIJANG memang tiada duanya! Moto Toyota Kijang ini masih terasa masih pas walau sudah berjalan puluhan tahun. Mobil ini dinilai konsumen paling ideal untuk pasar Indonesia. Bisa dipakai kerja atau belanja, diajak mudik juga oke, karena sanggup membawa banyak penumpang. Bahkan membawa beban beban berat atau menerjang banjir, Kijang dapat melakoninya.

Angkatan Kijang Kapsul telah lahir sejak awal 1997 dan berakhir pada Juni 2004, ber-samaan dengan munculnya Kijang Innova. Varian generasi Kijang Kapsul ini cukup lengkap, mulai dari harga terendah sampai spesiflkasi paling mewah, dengan pilihan sasis panjang dan pendek. Belum lag! mesin yang punya tiga pilihan: 1.800 cc dan 2.000 cc bensin, serta 2.400 cc diesel.

Berdasarkan harganya varian Kijang Kapsul meliputi: SX, LX, SSX, LSX, SGX, LGX, dan Krista yang merupakan model termewah. Lengkapnya varian Kijang ini tentu memudahkan konsumen memilih model incaran sesuai angggaran yang tersedia. Namun tetap memiliki standar jelajah dan kekualan yang sama.

Semula lahirnya Kijang baru, Innova, dikuatirkan akan member! rasa sentimen pada pasar Kijang kapsul. Banyak kalangan kuatir akan terjadi koreksi harga yang cukup signiflkan di pasar mobkas. Jika Innova diterima pasar, harga Kijang kapsul yang selama ini terkenal kuat dan stabil, diprediksi akan goyah. Hasilnya, walau Innova diterima pasar, Kijang kapsul hanya sedikit mengalami koreksi harga. Malah, ada varian tertentu cenderung tetap stabil.

Toyota Kijang sebagai kendaraan terpopuler di negeri ini, memang memiliki plus-minus. Keunggulannya erletak pada kemudahan dalam hal perawatan lantaran masih mengusungmesin berteknologi 70-an. Juga dengan harga spare part-nya yang tergolong murah.Jaringan bengkel tcrdapat dimana-mana termasuk bengkel lidak resmi. Kelemahan Kijang, di samping merupakan incaran utama pencuri, mobil ini termasuk peminum bahan bakar.

Key History
1997-2000:
DI Januari 1997, Toyota Kijang Kapsul mulai diperkenalkan kepada publik sebagai penerus generasi Kijang Super. Keluaran pertama ini memiliki varian lebih lengkap dari generasi sebelumnya dengan tetap menggunakan mesin 7K berkapasitas 1.800 cc. Varian Kijang Kapsul yaitu SX, LX, SSX. LSX, SGX, LGX, Rangga, dan Krista. Mulai April 1997, Kijang Kapsul juga tersedia dengan pilihan bermesin diesel.

2000-2002:
SETELAH beredar selama lebih dari 3 tahun, mulai 2000, Toyota mulai menerapkan sistem injeksi elektronik sebagai pasokan bahan bakar di Kijang Kapsul. Meski begilu, masih ada varian SX dan LX yang tetap menggunakan karburator. Di tahun ini pula Toyota menambah pilihan mesin bensin berkapasitas 2.000 cc.

Perubahan fisik terjadi di eksterior dan interior. Meliputi lampu depan-belakang dan gril baru, bumper polyurethane yang lebih panjang, spion elek-trik, serta kaca belakang berukuran lebih besar. Di interior ada perubahan pada desain dasbor, konsol tengah, serta warna interior.

2002-2004:
DI 2002, kembali Kijang Kapsul mengalami facelift. Ubahan terjadi pada gril, lampu depan-belakang, bumper depan lebih panjang, serta interior beige untuk varian SGX, LGX dan Krista. Model ini merupakan angkatan terakhir Kijang Kapsul sebelumdigantikan oleh Kijang Innova.

COCOK BUAT ANGKUTAN LEBARAN
HAMPIR setiap tahun saat Lebaran tiba, Asih Dwi Suryanti, 32 tahun, selalu pusing untuk urusan mudik. Lebaran bukan lagi menyenangkan, maiah seringkali justru merepotkan.

"Tapi, itu dulu. Sejak ada Toyota Kijang di rumah, semua jadi beres. Kedua anakku nyaman tiduran di bangku tengah, sementara pembantu atau keponakan cukup enak duduk di bangku belakang," tutur pegawai negeri RS Tarakan Jakarta Pusat ini.

Menurut Asih, begitu iakerap dipanggil, alasan memilih Kijang Kapsul, karena sanggup rnemuat banyak penumpang. Tampilannya cukup menarik dan mesinnya cukup halus dan tidak rewel. Kalau ada kerusakan, paling fast moving yang memang waktunya perlu diganti. Harga komponennya murah dan bervariatif, tergantung kualitasnya.

Harga jual kembali Kijang Kapsul juga tetap stabil sampai sekarang, dan ketika hendak menjual kembali, prosesnya begitu mudah karena demand yang cukup tinggi terhadap mobil ini. Satu keluhanya hanya terdapat pada boros konsumsi bbm.
CHECK LIST
Mesin
ADA 4 pilihan mesin Kijang Kapsul, yaitu bensin 1.800 cc karburator, 1.800 cc EFI, 2.000 cc EFI dan diesel 2.400 cc. Semua mesin ini tergolong bandel, namun sayang hanya mesin dieselnya yang tak haus bahan bakar.

Varian LX menggunakan mesin 7K dengan pasokan bahan bakar karburator. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi tapet hidraulis di katup silinder bisa terganggu akibat oli mesin. Pastikan juga semua komponen pengapian mashi bagus agar mesin bisa bekerja dengan baik.

Bushing arm
DI samping beban yang ditopang cukup berat. Kijang Kapsul lebih mampu mengatasi medan berat sepperti lubang dan jalan rusak dibanding sedan. Hal ini membuat bushing arm yang terbuat dari karet gampang aus dan getas.

Per daun
PEMUATAN beban berlebih membuat suspensi bekerja lebih keras. Kerap terjadi, per daun Kijang Kapsul mengalami kegagalan fungsi akibat pengunaan yang berlebihan. Cirinya adalah bodi mobil yng miring ke salah satu sisi. Mengatasinya, lembar per yang bermasalah harus diganti.

Karet bodi
SELAIN bushing arm, komponen lain yang ada kemungkinan mengalami kerusakan adalah karet bodi. Selain retak, karet bodi juga bisa terkelupas. Sebaiknya segera diganti agar tampilannya lebih enak dilhiat mata dan mampu melakukan fungsi peredaman dengan baik.
Produk otomotif itu adalah Toyota Kijang yang dirilis pertama kali pada 9 Juni 1977.

Kijang adalah sebuah fenomena sekaligus legenda yang layak disimak perjalanan debutnya. Bagaimana sebenarnya kendaraan ini lahir dan bertahan hingga sekarang?

30 Tahun sudah umur kendaraan keluarga yang cikal bakalnya bermula dari respons Toyota terhadap dorongan pemerintah untuk mengembangkan kendaraan bermotor niaga sederhana (KBNS) di era tahun 70-an.

Saat itu, Toyota memosisikan Kijang sebagai kendaraan serbaguna dengan harga yang terjangkau untuk sebagian lapisan masyarakat. Dengan tampilan pikap, generasi pertamanya (1977-1980) Kijang menggunakan engine 3K 1.200 cc. Sama dengan yang digunakan sedan Corolla kala itu.

Agar dapat dilepas dengan harga terjangkau, desain Kijang ‘sulung’ sangat sederhana. Sebagian orang menyebutnya sebagai Kijang Buaya karena jika kap mesinnya dibuka mirip seperti binatang itu.

Generasi kedua yang lahir pada 1981, hadir dengan mesin yang lebih besar yaitu tipe 4K 1.300 cc. Bahkan pada 1986, kapasitasnya dinaikkan menjadi 1.500 cc dengan beberapa perubahan tampilan di bagian interior. Industri karoseri banyak berperan di era Kijang ‘Doyok’ ini.

Pada 1986, dirilis generasi ketiga yang ditandai dengan perubahan drastis pada bodi kendaraan yang sudah menggunakan teknologi yang disebut sebagai Toyota Original Body atau yang lebih populer dengan full pressed body. Pada masa ini (1986-1996), masyarakat mengenal Kijang Super dan Kijang Grand (1992-1996) dengan kualitas struktur bodi setara sedan dan bebas dempul.

Penyempurnaan

Penyempunaan teknologi bodi pada Kijang generasi ketiga ini membuat banyak industri karoseri mulai terpinggirkan. Tapi di sisi lain Toyota tak mau berhenti berinovasi. Mesin pun disempurnakan dengan dapur pacu menjadi 1.800 cc pada 1996 berikut adanya pilihan Kijang bodi panjang (long) dan yang pendek (short).

Pada 1997-2004, Kijang tampil tak lagi kotak, tapi sudah bulat. Orang menyebutnya sebagai Kijang Kapsul. Penyempurnaan pada mesin dan performa juga terus terjadi. Pada masa ini lahir Kijang bertransmisi otomatis dan Kijang diesel. Muncul juga varian mewah Krista dan varian sporti Rangga.
Penjualan Toyota Kijang 5 tahun terakhir (unit)
Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 2007 (s/d Apr)
Per tahun 64.894 74.258 63.710 82.950 38.992 10.759
Kumulatif 931.278 1.005.536 1.069.246 1.152.196 1.191.188 1.201.947

Ekspor Kijang (unit) *
Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006
Per tahun 180 145 2.000 5.422 5.187
Kumulatif 9.272 9.417 11.417 16.839 22.026

Sumber: PT Toyota Astra Motor (TAM)
*) Ekspor Kijang dimulai pada 1986

Waktu terus berjalan, Kijang terus bermetamorfosis. Pada awal milenium, mesin Kijang 1.800 cc sudah dilengkapi dengan sistem EFI (electronic fuel injection) disusul Kijang 2.000 cc EFI.

Generasi terkini adalah Kijang Innova yang lahir pada 2004 melalui rahim sebuah proyek global Toyota bernama IMV. Kijang pun berubah bentuk menjadi mobil berorientasi ekspor dengan mesin 1TR-FE berteknologi VVT-i didukung fitur dan teknologi canggih a.l. teknologi throttle by wire demi efisiensi bahan bakar, fasilitas pengereman ABS-EBD-BA.

Toyota sebenaranya mengekspor Kijang sejak 1986 dengan volume di bawah sekitar 200 unit per tahun. Namun, angka ini melonjak menjadi 2.000 unit pada awal lahirnya Kijang Innova pada 2004, terus meningkat menjadi 5.422 unit pada 2005, dan 5.187 unit pada tahun lalu.

Sayangnya, kelahiran Kijang Innova di pasar domestik pada 2004 menjadi awal ‘matinya’ merek Kijang di pasar ekspor. Pasalnya, Toyota tak lagi menggunakan nama Kijang untuk pasarnya di luar negeri. Cukup Innova.

Kata yang berdekatan dengan innovation dalam bahasa Inggris ini mungkin dianggap oleh Toyota lebih ‘mengglobal’ dibandingkan Kijang, nama lahir kendaraan yang membuat Toyota berjaya di negeri ini.

Kini kembali ke Tanah Air. Kijang sebenarnya bukanlah satu-satunya mobil Toyota yang melegenda. Keberadaan sedan Corolla juga tak kalah berjaya. Seandainya sedan ini bisa bicara, tentu dia akan menuntut perlakuan yang sama sebagai sesama produk yang lahir dari rahim Toyota. Perayaan hari ulang tahun secara besar-besaran seperti yang diterima Kijang di usianya ke-30, pada 9 Juni lalu.

Kontribusi

Hanya saja harus diakui, kontribusi Kijang terhadap penjualan Toyota memang lebih besar dengan total produksi telah mencapai 1,25 juta unit, di mana lebih dari 1,2 juta unit untuk pasar dalam negeri. Kijang pun layak mendapat reward.

Di tengah pasar yang sedang menggeliat saat ini, perayaan HUT sebuah kendaraan oleh Toyota bukanlah tanpa makna.

Kijang yang telah berhasil mencuri hati keluarga meninggalkan jejak kesuksesan yang ternyata diikuti oleh mereka yang datang belakangan. Kijang pun akhinya tak melaju sendirian.

Dalam konteks inilah, HUT ke-30 Kijang digelar untuk mempertahankan pamor agar tak redup digerogoti lawan.

Banyak pesaing yang muncul di pasar mobil domestik untuk menantang Kijang. Yang terhangat dan sedang jadi bahan pembicaraan adalah Nissan Grand Livina. Jauh sebelum kelahirannya, sejumlah kalangan menjulukinya sebagai ‘Kijang killer’ yang diperkirakan mampu memalingkan masyarakat dari Kijang.

Pada saat yang sama, makin banyak bermunculan model-model kendaraan yang mengusung fungsi sejenis dengan Kijang sebagai sebuah kendaran multiguna dengan kapasitas penumpang tujuh orang, mulai yang harganya hampir sama hingga model kendaraan yang dibanderol dengan harga lebih murah. Sebut saja seperti Suzuki APV, Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza.

Seiring dengan perbaikan dan penyempurnaan teknologinya, harga jual mobil Kijang baru selalu naik. Tak sedikit pecinta Kijang yang baru bisa bermimpi mengganti Kijang lamanya dengan Kijang yang lebih muda usia.

Ini menunjukkan adanya ketimpangan kenaikan daya beli masyarakat dengan kemajuan tekonologi dan laju inflasi yang mendorong harga mobil baru merangkak ke arah yang kian tinggi.

Pada tahun pertama kelahiran Kijang Innova pada 2004-yang harganya lebih mahal dibandingkan Kijang kapsul-penjualan Kijang generasi kelima ini sempat turun 14,2% dari 74.258 unit menjadi hanya 63.710 unit.

Penjualannya sempat melonjak 30,2% saat pasar otomotif booming pada 2005 meskipun akhirnya harus kembali rontok 53% pada tahun lalu menjadi hanya 38.992 unit.

Toyota boleh saja beralasan kondisi pasar mobil tahun lalu sedang buruk. Mobil murah atau mobil baru lainnya yang muncul sesudah Kijang dapat saja dianggap beda kelas dan segmen.

Pabrikan mobil nomor satu ini berhak percaya diri dengan jaringan purnajualnya yang demikian luas. Tapi, sesunggunya Kijang kini tak lagi sendirian.
Dan sebuah kegundahan pun tebersit dari sela-sela kemeriahan pesta di usia ke-30.
Akankah Kijang akan tetap lekat dan berada di hati ayah, ibu, kakek, nenek, teteh dan keluarga Indonesia?
SMA TASIKMALAYA
SMAM TASIKMALAYA

PRINSIP KERJA DAN PERBAIKAN REM
DISC BRAKE PADA TOYOTA KIJANG SERI KF 50
A. Landasan Teori
1. Pengertian Rem
Rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan. Peralatan ini sangat penting, karena memiliki fungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin keamanan bagi pengendara. Syarat rem yang baik adalah :
a. Dapat bekerja dengan baik dan cepat
b. Beban pada roda satu dengan roda yang lain pasti sama, maka daya pengereman harus sama atau gaya pengereman harus sebanding dengan beban yang diterima oleh masing-masing roda. Untuk memastikan daya pengereman sama kondisi piringan satu dengan piringan yang lain kehalusannya harus sama, kondisi kampas rem harus sama, jarak antara kampas rem dengan dremnya harus sama dengan cara penyetelan, kondisi ban baik tekanan atau kembangan harus sama.
c. Mempunyai daya tahan yang cukup.
d. Mudah disetel dan diperbaiki.
Kendaraan tidak dapat berhenti apabila pengereman hanya dilakukan dengan pengereman mesin, kendaraan cenderung bergerak sehingga kendaraan sulit untuk dihentikan, untuk kendaraan dapat berhenti di butuhkan rem. Rem bekerja disebabkan oleh adanya gaya gesek pad rem melawan sistem gerak putar piringan (disc).
2. Tipe Rem
Jenis rem yang sudah biasa digunakan dalam kendaraan berat maupun kendaraan ringan yaitu :
a. Menurut penggeraknya :
1). Rem hidrolik ; bekerja atau bergerak karena adanya fluida yang bergerak menurut Hukum pascal.
2). Rem mekanik ; gerakan pengereman disalurkan ke roda melalui komponen-komponen mekanis.
b. Menurut konstruksinya :
1). Rem tromol ; tenaga pengereman yang dihasilkan disalurkan ke tromol (tromol sebagai alat pengereman).
2). Rem piringan ; tenaga pengereman yang dihasilkan disalurkan ke cakram piringan (piringan sebagai alat pengereman).
c. Menurut media pengeremannya:
1). Rem dengan media pengereman roda.
2). Rem dengan media pengeraman gas buang.
d. Menurut cara pelayanannya :
1). Rem tangan ; digunakan untuk menahan kendaraan pada saat sedang parkir.
2). Rem kaki ; pengoprasiannya dengan kaki yang merupakan rem utama, digunakan untuk mengurangi kecepatan maupun menghentikan kendaraan.
3. Mekanisme Penggerak Hidraulik
Prinsip kerja rem hidraulik adalah menggunakan hukum pascal yaitu gaya penampang dari fluida akan menghasilkan tekanan yang akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar. Untuk melipat gandakan daya penekanan pedal digunakan boster rem sehingga daya pengereman yang dihasilkan lebih besar.
Rem hidraulik lebih terespon lebih cepat dibanding tipe lainnya, dan konstruksinya lebih sederhana. Dengan kelebihan tersebut rem hidraulik lebih banyak digunakan pada kendaraan penumpang dan truck ringan.
4. Disc Brake
Disc brake digunakan sebagai pengganti rem tromol, dimana pada dasarnya piringan cakram, terdiri dari cakram yang berputar dengan rotor dan bahan gesek yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara pad dan cakram.


1. Pads
2. Ring
3. Piston
4. Cylinder 4. Cylinder
5. Mounting
Gambar 1. Konstruksi Rem Piringan
a. Keuntungan Disc Brake
1) Tidak terdapat self energizing effect (pengaruh memberi tenaga sendiri) yang biasa terjadi pada rem tromol yaitu gaya memberikan kekuatan sendiri yang diakibatkan oleh terseretnya sepatu rem oleh tromol. Oleh karena itu perbedaan efek pengereman antara roda kiri dan kanan dapat dieliminir dan kemungkinan kecil terjadi roda menarik ke kiri atau ke kanan pada saat dilakukan pengereman.
2) Karena konstruksi yang sederhana maka pada kanvas rem (brake pad) mudah diganti.
3) Bila piringan terkena air, maka efek pengereman akan konstan karena air yang menempel pada piringan akan terlempar keluar akibat gaya sentrifugal.
4) Tidak menimbulkan bunyi karena piringannya terbuka atau hampir seluruhnya berhubungan dengan udara maka piringan dapat mentransfer panas dengan baik dan juga jarang terjadi gejala fiding (panas yang berlebihan) sehingga kemampuan pengereman menurun. Karena itu, efek pengereman yang dihasilkan stabil walaupun melakukan pengereman secara berulang-ulang pada kecepatan tinggi.
5) Berbeda dengan rem tromol maka ekspansi panas tidak dapat menyebabkan adanya perubahan dalam renggangnya seperti terdapat pada rem tromol, dimana kecenderungan kerenggangan akan bertambah.

b. Komponen Disc Brake
Pada umumnya komponen-komponen disc brake adalah sebagai berikut:
1) Booster Rem
Boster rem mempunyai membran yang kerjanya disebabkan karena adanya perbedaan antara tekanan dan kevakuman yang dihasilkan dari dalam intake manifold mesin.





`









Gambar 2. Komponen Boster Rem (Isuzu Training Center : 27)
Prinsip kerja boster rem menggunakan hukum bernoulli yaitu fluida dalam keadaan mengalir kontinu mempunyai energi tekanan, energi kinetik (kecepatan), dan energi potensial (kecepatan awal) sebagai berikut (Isuzu Training Center :16):
a) Ketika Pedal Rem Belum Ditekan










Gambar 3. Posisi Boster Ketika Pedal Rem Bebas
Air valve tertarik ke kanan oleh air valve return spring bertemu dengan control valve sehingga tertutup, dan udara luar tidak bisa masuk ke variable pressure chamber. Vacum valve terbuka menyebabkan terjadinya kevakuman pada constant dan variable pressure chamber. Piston terdorong ke kanan oleh pegas diapragma.



b) Ketika pedal rem ditekan









Gambar 4. Posisi Boster Ketika Pedal Rem Ditekan
Valve operating rod mendorong air valve dan control valve, menyebabkan vacum valve tertutup dan air valve terbuka. Hal ini menyebabkan udara luar masuk ke variable pressure chamber. Perbedaan tekanan antara variable dan constant pressure chamber menyebabkan piston bergerak ke kiri.
2) Master Rem
Master silinder dihubungkan dengan pedal rem dan membran untuk memperoleh daya pengereman yang besar dari langkah pedal minimum. Gaya penekan pedal rem akan dibuat menjadi tekanan fluida oleh piston dari master silinder. Cara kerja master silinder adalah apabila pedal ditekan , maka piston akan bergerak maju, akibatnya minyak rem akan mengalir ke tangki melalui saluran di depan master silinder. Dorongan piston akan menyebabkan tekanan minyak naik, sehingga mendorong katub inlet sampai menutup saluran ke tangki. Tekanan minyak rem yang ada dalam master silinder akan semakin besar dan akhirnya minyak menuju ke silinder roda melewati katup pengecek. Piston akan kembali ke posisi semula apabila pedal rem dibebaskan dengan bantuan pegas pengembali.













Tekanan ini dipindahkan melalui pipa rem dan bekerja pada sepatu atau pad rem untuk menghasilkan pengereman. Untuk memperbesar suatu gaya pengereman, maka diperlukan diameter silinder yang besar. Pada umumnya kendaraan menggunakan rem yang mempunyai daya pengereman yang berbeda antara rem belakang dan rem depan, dengan daya pengereman untuk roda depan harus lebih besar dari gaya pengereman roda belakang, Hal ini dikarenakan oleh pada saat terjadi pengereman beban kendaraan akan tertumpu pada roda depan maka kualitas rem depan harus lebih baik, dan jika rem belang kondisinya lebih kuat dari pada rem depan akan terjadi skat atau ban akan ngosek seperti ekor ikan. Maka untuk memperkuat daya pengereman roda depan silinder roda dibuat lebih besar. Besarnya gaya pengereman dapat diatur sesuai dengan perbandingan antara diameter master silinder dan silinder roda.
3) Pad Rem
Pad tersebut dari campuran metalic fiber (logam yamg bersifat lunak) dan sedikit serbuk besi. Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad. Dengan demikian dapat mempermudah dalam pengecekan keausan pad. Pada beberapa pad, penggunaan metalic plate dipasangkan pada sisi piston dari pad yang fungsinya untuk mencegah bunyi saat pengereman. Anti squel shim adalah plat penahan kanvas yang berfungsi untuk meredam getaran kanvas sehingga tidak menimbulkan bunyi. Anti squel shim1 terletak di sebelah kanan, dan Anti squel shim 2 terletak di sebelah kiri.














Gambar 6. Pad Rem
4) Disc (Piringan)
Pada umumnya cakram atau piringan terbuat dari besi tuang dan beri lubang-lubang yang fungsinya untuk ventilasi serta pendingin, dengan adanya ventilasi umur pad lebih panjang dan tahan lama.








Gambar 7. Disc (New Step 1, 1995 : 5 - 81)

5) Kaliper
Kaliper juga disebut dengan cylinder body, memegang piston-piston dan dilengkapi saluran saat minyak rem yang disalurkan ke silinder. Pada disc brake terdapat beberapa jenis kaliper yang diantaranya adalah :
a) Tipe Fixed Caliper (Duoble Piston), pada tipe ini piston ditempatkan pada dua sisi kaliper. Radiasi panas Fixed Caliper terbatas karena silinder rem berada pada cakram dan velg, menyebabkan sulit tercapainya pendinginan. Untuk itu membutuhkan penambahan komponen yang banyakguna mengatasi hal tersebut. Jenis Fixed Caliper ini sudah jarang digunakan.






Gambar 8. Kaliper jenis Fixed Caliper
b) Floating Caliper (Single Piston) pada tipe ini piston ditempatkan pada satu sisi kaliper, sistem kerjanya adalah tekanan hidrolis dari master silinder, kemudian mendorong piston dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram). Pada saat yang sama tekanan hidrolis menekan sisi pad sehingga menjepit cakram dan terjadilah usaha tenaga pengereman. Dalam tipe ini kemampuan pengeremannya dibangkitkan oleh kedua pad sehingga daya pengereman lebih baik. Tipe ini sering digunakan pada kendaraan penumpang saat ini.











Gambar 9. Kaliper Jenis floating caliper

c. Prinsip Kerja Disc Brake
Sistem rem piringan bekerja dengan adanya suatu gerak gaya gesek antara pad rem yang diam dengan piringan yang berputar. Pada kendaraan berjalan mesin berfungsi mengubah energi panas menjadi energi kinetik maka sebaliknya dari prinsip kerja rem yaitu mengubah energi kinetik menjadi energi panas dimana pada saat pengereman akan terjadi gesekan antar pad rem dengan piringan yang akan menghasilkan panas yang selanjutnya panas dilepas ke udara bebas.
Penggunaan rem selanjutnya berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan, maka akan timbul panas karena adanya gesekan antara pad rem dan cakram. Selama proses pengereman berlangsung, temperatur pad dan cakram akan naik sehingga akan menyebabkan cakram memuai. Cakram yang panas akan mengurangi daya pengereman.
Rem cakram mempunyai batas pembuatan pada bentuk dan ukurannya. Sehingga perlu tambahan tekanan hidrolik yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efesien. Komponen tersebut dinamakan boster rem. Boster rem mampu melipat gandakan daya penekanan pedal, waktu penekanan pedal lemah mampu diteruskan menjadi daya pengereman yang besar.
Piston seal (rubber) deforms as
Piston moves

Gambar 11. Cara Kerja Disc Brake Saat Piston Ditekan
(New Step 1, 1995 : 5 - 75)

Piston seal returns piston by
amount of its deformation

Gambar 12. Cara Kerja Disc Brake Saat Tekanan Dibebaskan
(New step 1, 1995 : 5 - 76)
d. Perawatan Disk Brake
Perawatan disc brake meliputi:
1) Pemeriksaan komponen disc brake
a) Ukur tebal lining pad
Gunakan penggaris, ukur lining pad
Tebal : 20 mm
Tebal minimum : 10 mm
Ganti pad bila tebal adalah minimum atau kurang, atau bila pad rem sudah mengeras atau ausnya tidak rata.
Gambar 13. Mengukur Tebal Lining Pad
b) Ukur tebal disc
mikrometer

Gambar 14. Mengukur Tebal Disc
Gunakan mikrometer, ukur lining disc
Tebal : 22 mm
Tebal minimum : 20,4 mm
Ganti disc bila tebal minimum atau kurang, bila piringan tidak rata atau aus, dan harus diratakan dengan mesin bubut atau ganti
c) Ukur run out disc
Gunakan dial indikator, ukur run out disc pada posisi 10 mm dari ujung luar. Run out disc maksimal 0,06 mm. Bila run out lebih besar dari maksimum, ganti disc atau bubut disc. Perlu diperhatikan sebelum mengukur run out, konfirmasikan bahwa gerak bebas bearing depan dalam spesifikasi.
Gambar 15. Mengukur Run Out Disc

2) Penggantian minyak rem
Pada perawatan berkala pada kilo meter tertentu minyak rem dapat diganti, minyak rem memiliki masa pakai tertentu yang harus diganti dengan yang baru, penggantian minyak rem kurang lebih untuk pemakaian 20.000 KM dan apabila masih cukup bagus tetapi dalam reservoir (pada master silinder) menunjukkan batas minimal atau kurang dari tanda F maka perlu untuk ditambah. Minyak rem yang digunakan tipe DOT 3. Minyak rem ada dua macam netral dan biasa. Untuk mobil-mobil saat ini biasanya menggunakan jenis netral karena dapat menghasilkan daya pengereman yang bagus.
3) Pemeriksaan pipa dan saluran minyak rem
Pemeriksa sistem rem dari kebocoran dan masuknya udara. Jika sistem rem diperbaiki atau ada udara di sistem rem, buanglah udara tersebut. Jika saluran rem kemasukan udara, keluarkan udara dengan jalan tekan pedal rem berulangkali kemudian kendorkan nepel buang udara dengan cara pedal rem masih ditekan. Ulangi sampai tidak ada lagi gelembung udara.

Gambar 16. Pembuangan Udara dari Saluran Rem
4) Pembersihan pada rem
Setiap kelipatan 10. 000 km pada kendaraan perlu ada pembersihan dan penyetelan rem (clean and adjusting) perlakuan pada disc brake adalah dengan membersihkan pad rem dan disc dengan jalan mengendorkan baut kaliper kemudian melepas pad rem dan diamplas, pada disc juga dilakukan pengamplasan apabila perlu dibersihkan dengan menggunakan tekanan udara kompresor. Pada pemasangan pad rem supaya diberi gemuk (fat) di bagian yang bergesekan dengan dudukan pad rem pada kaliper agar gerakan pad rem lancar. Kencangkan baut kaliper sesuai torsinya.

B. Pembahasan.
Trouble shooting adalah gangguan maupun kerusakan yang terjadi pada sistem kendaraan sekaligus juga cara perbaikannya. Cara yang paling mudah untuk menemukan trouble ialah dengan melihat dan mendengarkan langsung. Kerusakan pada sistem rem biasanya disebabkan karena kerusakan dari sistem lainnya. Gangguan yang dapat terjadi pada sistem rem adalah sebagai berikut :
1. Gangguan pada pipa dan sambungan
Sistem rem pada Toyota Kijang Seri KF 50 menggunakan sistem hidrolik, yaitu minyak rem sebagai perantara dalam kerja rem. Pipa yang tidak dalam keadaan baik atau terisi penuh oleh minyak rem akan menyebabkan kerja dari rem kurang efektif. Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada pipa antara lain :
a. Terjadi kebocoran pada pipa minyak rem, sehingga menyebabkan udara luar masuk kedalam pipa yang mengakibatkan tekanan hidrolisnya bekurang.
b. Tersumbatnya pipa-pipa saluran karena terdapat gelembung-gelembung udara dari pengereman secara terus-menerus akibat radiasi panas yang dihasilkan. Komponen dan kualitas minyak rem yang jelek dapat menyebabkan kotoran masuk ke saluran yang dibawa minyak rem sehingga mengganggu kelancaran aliran minyak.
c. Hubungan pipa kepada bagia-bagian yang berkepentingan bocor atau kendor akibat dari bersentuhan atau menggesek ke bagian-bagian yang bergerak, sehingga tekanannya berkurang.
2. Gangguan pada pedal
Gangguan pada pedal rem merupakan hal yang sering terjadi karena komponen dari pedal digerakkan secara mekanis, oleh karena itu diperlukan pengecekan jarak pedal rem, yaitu gerak bebas dari pedal sebelum gerakan yang terjadi pada piston master silinder. Jarak yang tidak cukup dapat menyebabkan rem tertahan dan kelebihan jarak akan menyebabkan posisi pedal rendah. Pedal rem haruslah diberikan sikap bebas kurang lebih 13 mm agar dapat dipastikan bahwa pesawat rem didalam roda pada keadaan bebas atau mengunci (Daryanto, 2002). Gangguan yang sering terjadi pada pedal rem antara lain meliputi :
a. Pedal rendah
Jarak cadangannya kecil atau menyentuh lantai dan daya: pengeremannya kurang bila pedal pada keadaan ditekan. Pedal yang rendah dapat disebabkan karena beberapa faktor , diantaranya :
1) Kiringnya atau kosongnya tempat minyak rem (reservoir)
Penurunan permukaan minyak rem pada reservoir disebabkan sistem rem terdapat kebocoran, kebocoran yang terjadi dapat menyebabkan tidak berfungsinya sistem rem dengan sempurna.
2) Run out piringan
Bagian sisi rem piringan yang tidak rata dapat menimbulkan celah pad besar sehingga rem dalam, hal ini disebabkan karena seringnya terjadi gesekan antara kanvas yang sudah aus dengan piringan.

3) Vapor lock (penyumbatan uap)
Penyumbatan uap diakibatkan dari pengereman secara terus-menerus sehingga terjadi panas yang berlebihan. Panas ini menyebabkan kenaikan temperatur sehingga minyak mendidih dan terbentuknya gerlembung-gelembung pada saluran minyak rem yang sama seperti udara dalam sistem.
4) Udara yang terperangkap
Sikuit hidrolis tidak boleh ada udara, karena udara dapat terkompresi sehingga tidak memindahkan tekanan dari master silinder ke silinder roda (wheel cyinder). Udara yang terperangkap menyebabkan pedal rendah sehingga diperlukan penekanan yang berulang-ulang.
b. Pedal keras tapi tidak efisien
Pedal keras tapi tidak efisien disebabkan karena beberapa hal, diantaranya:
1) Pad aus
Keausan pad menyebabkan minyak rem didalam reservoir akan berkurang banyak karena diameter piston besar. Langkah piston akan terhanbat dan terjadi slip antara piston dengan ring karet yang disebabkan karena langkah piston melampoi elastis, sehingga pedal keras tapi kerja rem tidak optimal.



2) Piston silinder atau kaliper macet
Piston silinder atau kaliper macet disebabkan karena cacat atau berkaratnya pada piston. Lubang kaliper yang tidak dalam keadaan baik atau cacat juga menyebabkan piston macet.
3. Gangguan pada silinder
Gangguan-gangguan pada silinder merupakan hal yang sangat penting untuk segera diketahui karena silinder merupakan komponen yang langsung berkaitan dengan kemampuan pengereman dan menyangkut keselamatan pengemudi. Gangguan pada silinder meliputi :
a. Rem membanting kesamping
Rem membanting kesamping disebabkan piston silinder macet, piston yang bekerja didalam silinder akan menimbulkan gesekan pada keduanya. Gesekan yang kecil lama-kelamaan akan menimbulkan perubahan permukaan bagian luar Piston dan bagian dalam silinder aus dan kotor. Kotoran akibat gesekan dan kotoran yang terbawa minyak rem menimbulkan macet pada piston silinder.
b. Rem terseret
Rem terseret disebabkan karena tidak ada kebebasan pada pedal hal ini menyababkan rem selalu bekerja akibat dari kanvas yang selalu mengesek pada disc. Tidak adanya kebebasan dikarenakan pegas pengembalinya lepas.
c. Rem meluncur (blong)
Permasalahan rem meluncur (blong) sering terjadi, yaitu rem tidak bekerja sesuai dengan fungsinya sehingga kendaraan tetap berjalan tanpa ada pengurangan kecepatan pada saat pengereman. Rem meluncur (blong) dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya :
1) Master silinder bocor
Pengetesan kebocoran master silinder dengan melepas sambungan pipa yang menuju ke silinder. Pengecekan kemampuan dari master silinder dengan jalan menutup lubang out put-nya, kemudian dilakukan penekanan pada pedal. Master silinder bocor, bila lubang out put-nya tidak ada tekananatau tekanan terlalu kecil.
2) Sambungan yang kendor antara pipa rem dengan master silinder ataupun silinder.
Sambungan antara pipa rem dengan silinder dan master silinder kendor sehingga minyak rem berkurang banyak. Minyak rem yang berkurang banyak mengakibatkan rem tidak bekerja sesuai dengan fungsinya karena tekanan hidrolis yang diberikan pada silinder kurang.
3) Kanvas atau pad rem terkena oli atau gemuk.
Kanvas atau pad yang terkena oli atau gemuk tidak dapat menahan putaran dari disc karena permukaannya yang licin. Kanvas atau pad yang terkena oli atau gemuk biasnya disebabkan oleh kebocoran yang terjadi pada seal silinder.
4) Bocor atau kendornya nepel buang udara (bleeder plug)
Nepel buangan udara yang seharusnya digunakan atau fungsinya untuk pembuangan udara yang terperangkap pada sistem, karena terjadi kenbocoran akan terjadi masuknya udara dalam sistem. Kebocoran pada nepel buangan angin akan mengakibatkan minyak rem cepet habis, sehingga pengereman yang dilakukan kurang optimal.
Cara mengatasi gangguan pada sistem rem Toyota Kijang seri KF 50 adalah sebagai berikut :
1. Gangguan pada pipa dan sambungan
a. Kebocoran pada pipa rem
Kebocoran kecil pada pipa rem bisa diatasi dengan memberi las titik pada lubang pipa yang sudah terdeteksi. Kebocoran dengan lubang yang besar tidak memungkinkan untuk dilakukan pengelasan karena akan semakin menambah besar lubang, jadi pipa perlu diganti dengan yang baru. Kebocoran akibat lekukan dan terpuntirnya pipa dapat diatasi dengan memotong bagian yang cacat dan disambung kembali pipa dengan uliran mur yang tidak menggigit atau dengan membuat pipa baru yang lengkap dari baja.
b. Penyumbatan pada pipa
Penyumbatan yang disebabkan karena kotoran akibat dari kualitas minyak rem yang jelek dan pipa yang berkarat dapat diatasi dengan melepas pipa dan membersihkan dengan menggunakan angin dari kompresor. Penyumbatan akibat adanya gelembung-gelembung udara dapat diatasi dengan menguras rem atau membuang udara yang terperangkap (bleeding)
c. Hubungan pipa kepada bagian-bagian yang berkepentingan bocor atau kendor
Kendornya hubungan pipa dengan bagian yang berkepentingan dapat diatasi dengan dengan mengencangkan sambungan setelah proses bleeding dilakukan. Proses bleeding sistem rem dengan cara :
1. Pastikan master silinder reservoir harus terisi minyak rem penuh sesuai spesifikasi, selama melakukan bleeding.
2. Melepaskan bleeder plug cup
3. Menginjak pedal rem beberapa kali kemudian tahan, kendorkan bleeder plug kira-kira ½ putaran.
4. Saat tekanan minyak rem keluar dari bleeder plug hampir habis, kencangkan kembali bleeder plug.
5. Mengulangi langkah 1 sampai 4 beberapa kali hingga gelembung atau udara yang terperangkap dalam sistem rem habis.
6. Menekan pedal rem dan kencangkan bleeder plug, ketika gelembung udara habis.
7. Memasang kembali bleeder plug cup.

2. Gangguan pada pedal
a. Pedal rendah
1. Kering atau kosongnya reservoir
Penurunan permukaan stsu keringnya reservoir akibat dari ausnya kanvas atau pad rem dapat diatasi dengan dengan mengganti kanvas atau pad dengan yang baru. Kebocoran pipa dapat diatasi dengan menambal atau mengganti pipa dengan yang baru. Karet utama harus diperiksa dari kemungkinan kebocoran, jika terdapat kebocoran maka ganti karet-karet termasuk selang. Pembuangan udara (bleeding) harus dilakukan setiap ada perbaikan ataupun penggantian komponen. Reservoir harus terisi lebih dari ¾ bagian untuk memudahkan pengawasan dan pengacekan terhadap kerusakan (Boentarto, 1990).
2. Run out piringan
Kebebasan hubungan bantalan roda atau bearing harus masih dalam batas spesfikasi sebelum dilakukan terhadap run out. Pengukuran run out dilakukan pada 10 mm dari lingkaran ujung piringan.
3. Vapor lock (penyumbatan uap)
Penyumbatan uap (vapor lock) harus segera diatasi agar efektifias rem menjadi normal. Solusi untuk mencegah terjadinya Vapor lock dengan jalan memindah persneling ke gigi yang rendah (pengereman mesin) dan menghindarkan pengereman terlalu keras secara berulang-ulang.


4. Udara yang terperangkap
Udara yang terperangkap dalam sistem rem harus segera dihilangkan karena selain menyebabkan pedal terasa rendah, juga menyebabkan kerja dari sistem rem tidak optimal. Udara yang terperangkap dapat dihilangkan dengan proses membuang udara (bleeding). Penyebab-penyebab adanya udara terperangkap pada sistem harus juga segera diatasi sebelum melakukan proses bleeding.
b. Pedal keras tapi tidak efisien
1. Pad aus
Pad harus tahan terhadap gesekan dan panas karena luas bidang gesk pad relatif terbatas. Pad yang sudah aus dan perlu diganti, maka indikator keausan menimbulkan bunyi untuk memperingatkan pengemudi. Pemeriksaan ketebalan pad rem dilakukan melalui lubang pemeriksaan pada silinder dan pad perlu diganti bila ketebalannya diluar dari spesifikasi.
2. Piston silinder atau kaliper macet.
Macet yang disebabkan berkaratnya piston dapat diperbaiki dengan menggosok bagian luar piston menggunakan kertas gosok (amplas halus). Perawatan yang baik harus dilakukan untuk menghasilkan diameter piston di bawah spesifikasi yang telah ditentukan karena jaraknya dalam lubang sangat tipis. Piston harus diganti jika pengukuran tidak dalam batas limit spesifikasi.

3. Gangguan pada silinder
a. Rem membanting kesamping
Rem membanting kesamping disebabkan karena piston silinder macet hal ini disebabkan karena akibat perubahan permukaan bagian luar piston dan bagian dalam silinder (berkarat) dapat diatasi dengan menggosokan kertas kering pada bagian yang berkarat.
b. Rem terseret
Rem terseret karena tidak ada kebebasan pada pedal karena pegas pembalik lepas dapat diatasi dengan memasang kembali pegas pembalik ke posisi semula. Pengukuran jarak pedal rem ke dinding lantai dengan menekan pedal beberapa kali kemudian pedal ditahan dalam pasisi ditekan dalam kondisi mesin hidup. Jarak bebas kurang lebih 90mm (Daryanto, 2002).
c. Rem meluncur (blong)
1. Master silinder bocor
Terjadinya kebocoran minyak rem dapat dilihat pada bagian ujung sebelah bawah master silinder. Master silinder tidak dapat dibongkar, jika terjadi kerusakan harus diganti satu set. Ganti seluruh komponen pada saat memperbaiki master silinder, lumasi bagian-bagian yang perlu dengan minyak rem dan dilakukan bleeding (buang udara) dari sistem rem.

2. Sambungan yang kendor antara pipa rem dengan master silinder ataupun silinder.
Sambungan pipa yang kendor harus dikencangkan agar minyak rem tidak tumpah. Kendornya sambungan juga mengakibatkat masuknya udara. Bleeding harus dilakukan jika salah satu sambungan antara master silinder dilepas maka bleeding harus dilakukan dari ke empat roda.
3. Kanvas atau pad terkena oli atau gemuk
Kanvas atau pad rem yang terkena oli atau gemuk biasanya disebabkan oleh kebocoran yang terjadi pada seal silinder. Gangguan tersebut tidak cukup diatasi dengan membersihkan kanvas atau pad, tetapi juga harus memperbaiki sumber penyebab kebocoran tersebut. Ganti kanvas atau pad jika perlu.
4. Bocor atau kendornya nepel buang udara (bleeder plug)
Bocor atau kendornya nepel buang udara (bleeder plug) dapat diperbaiki dengan mengencangkan atau menggantinya. Momen pengencangan 1,1 kg-m (Arismunandar, 1998). Bleeding harus dilakukan ketika mengendorkan atau mengganti bleeder plug.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar