24 Juli 2010

Skala Peta?

Apakah Skala Peta?

Sebenarnya apa yang saya tulis ini bukanlah hal yang baru dalam bidang perpetaan. Seperti yang telah banyak diketahui khalayak, bahwa peta merupakan gambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi pada bidang datar yang diskalakan. Apa itu skala dan apa gunanya?. Pengertian skala secara sederhana adalah sebagai perbandingan antara obyek aslinya dengan tiruannya atau modelnya atau gambarannya. Kegunaannya adalah untuk membuat proporsi dari tiruan itu memiliki perbandingan yang sama dengan obyek aslinya. Jadi apakah skala peta itu?, skala peta secara sederhana pengertiannya adalah perbadingan antara ukuran dipeta dengan ukuran sebenarnya. Kemudian, apakah yang menggunakan skala ini hanya senimanpeta saja?. Tentu tidak.

Skala ini tidak hanya digunakan kalangan senimanpeta saja, tetapi juga dipergunakan oleh teman-teman yang menekuni bidang arsitektur, sipil, geodesi dan bidang teknik lainnya.Penerapan skala ini juga tidak hanya dipeta saja, tetapi yang saya tahu juga diterapkan pada beberapa jenis mainan anak. Saya jadi teringat kalau ternyata mobil-mobilan yang dilengkapi dengan remote control (RC) itu mencantumkan skala pada kotak pembungkusnya. Kalau pada mobil-mobilan RC yang sering saya pergunakan untuk refreshing diwaktu luang itu memiliki skala 1:24. Apa artinya?. Artinya adalah ukuran mobil-mobilan RC yang saya miliki itu 1/24 dari ukuran aselinya. Kebetulan mobil-mobilan RC milik saya itu bertipe SUV (Sport Utility Vehicle). Jadi kalau mobil-mobilan saya itu dalam ukuran sebenarnya kira-kira akan sebesar Mazda CX-9 atau Toyota Land Cruiser. Itu kalau skala diterapkan pada mobil-mobilan. Kemudian bagaimana kalau dipeta?.

Kalau anda mencermati sebuah peta yang dipublikasikan, dapat dipastikan ada informasi skala berupa angka (disebut skala numerik) atau skala batang/skala grafis/scale bar. Skala memang menjadi informasi standard yang keberadaannya sangat penting. Bila informasi skala pada peta tersebut berupa skala numerik, maka akan dituliskan dalam angka, misalnya 1: 25.000 (dibaca satu dibanding duapuluh lima ribu). Untuk skala batang biasanya digambarkan seperti yang ada pada tulisan saya sebelumnya disini .

Apakah makna dari skala 1:25.000 pada peta tersebut?. Makna dari skala tersebut adalah 1 centimeter (cm) jarak dipeta mewakili jarak 25.000 cm pada kondisi/keadaan sebenarnya. Berapa kilometer (km) jarak itu?. Perlu diingat bahwa 1 km = 1000 meter (m), kemudian 1 m = 100 cm. Jadi dengan mengikuti ketentuan tersebut, pada peta dengan skala 1:25.000, jarak 1 cm dipeta itu mewakili jarak 0,25 km atau mewakili jarak 250 m sebenarnya. Mudahkan memahaminya?.

Selanjutnya, ada pengalaman menarik berkaitan dengan skala yang sering saya jumpai bila memberikan pelatihan yang berkaitan dengan peta, seperti GPS dan GIS. Seringkali peserta pada awalnya salah pengertian mengenai skala ini. Khususnya untuk skala numerik atau skala angka. Seringkali besarnya angka membuat mereka salah memahami. Misalnya pada skala peta 1:12.500 dan skala peta skala 1:25.000. Pada obyek yang sama, pada skala berapa obyek itu digambarkan lebih besar dan lebih detil?. Kalau pengertian skala diatas telah dimengerti, tentu anda akan sepakat bahwa pada skala peta 1:12.500 akan memberikan gambaran obyek yang lebih detil. Mengapa?,karena perbandingan ukuran antara obyek sebenarnya dengan yang ada dipeta jauh lebih besar sehingga menghasilkan proporsi yang lebih besar pula bila obyek itu digambarkan. Hasilnya obyek tentu digambarkan dengan lebih detil dan rinci. Bagaimana? Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.
Pengertian atau definisi : Skala peta adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya dengan satuan atau tehnik tertentu.

1. Skala angka / skala pecahan
Contohnya seperti 1 : 1000 yang berarti 1 cm di peta sama dengan 1000 cm jarak aslinya di dunia nyata.
2. Skala Satuan
Misalnya seperti 1 inchi to 5 miles dengan arti 1 inch di peta adalah sama dengan 5 mil pada jarak sebenarnya.
3. Skala Garis
Skala garis menampilkan suatu garis dengan beberapa satuan jarak yang menyatakan suatu jarak pada tiap satuan jarak yang ada.
Cara Menentukan Skala Peta

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita menjumpai peta yang tidak ada skalanya, padahal mungkin kita membutuhkannya. Apabila Anda mengalami kejadian ini maka cara menentukan skala peta dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membandingkan dua jarak tempat di peta dengan jarak kedua tempat di lapangan
Contoh:
Jarak antara Jakarta dan Bekasi di lapangan 20 km (2.000.000 cm). Di peta jarak keduanya 50 cm. Tentukan skala petanya!
Jawab:
Skala peta tersebut = = 40.000
Sehingga skala petanya = 1 : 40.000. Membandingkan dengan peta lain yang luasnya sama dan telah diketahui skalanya.
Contoh:

- Ukur jarak 2 tempat yang diketahui dalam kedua peta itu.
Peta I = jarak A – B = 20 cm
Peta II = jarak A – B = 4 cm
- Pada peta I jarak A – B dilapangan:
= 2 x 50.000 cm = 100.000 cm
-
Pada peta I jarak AB
x cm
20 x
x
= 20x
= 20x cm
= 200.000 cm
= 10.000 cm
Jadi skala peta I = 1 : 10.000
Dari penyelesaian contoh soal tersebut dapat dibuat kesimpulan rumusan sebagai berikut:

J1 = Jarak yang sudah diketahui skalanya
J2 = Jarak yang belum diketahui skalanya
P1 = Penyebut skala peta yang sudah diketahui
P2 = Penyebut skala peta yang dicari Bila data-data soal di atas dimasukkan ke rumus diperoleh:

Jadi skala petanya = 1 : 10.000
2. Membandingkan kenampakan-kenampakan dalam peta yang sudah pasti ukurannya.
Contoh:
Dalam peta terdapat lapangan sepak bola panjang lapangan 100 meter = 10.000 cm. Jadi skala lapangan sepak bola tersebut 1 : 10.000
3. Menentukan dua titik di peta yang belum ada skalanya (peta x) misalnya titik A – B dengan arah Utara - Selatan.
Setelah itu menghitung jarak dua titik dan selisih derajat garis lintangnya.
Perlu Anda ingat bahwa jarak tiap 10 garis lintang = 111 km dan 10= 60 detik
Contoh:
Jarak A - B di peta x = 50 cm
Selisih garis lintangnya = 30 detik
Berapa skala peta x?
Penyelesaian:
30 detik
= x 111 km = 55,5 km = 5.550.000 cm
50 cm di peta x = 5.550.000 cm di lapangan
Skala di peta x = 50 : 5.550.000
Jadi skala peta = 1 : 1.110.000
4. Pada peta Topografi (peta Kontur) di Indonesia berlaku rumus:

CI (Contour Interval) adalah selisih ketinggian antara dua garis kontur yang dinyatakan dalam meter. Contour Interval sering disebut jarak antara garis kontur. Garis Kontur yaitu garis-garis pada peta yang menghubungkan titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama dari permukaan air laut.
Perhitungan CI misalnya:
Pada peta kontur Indonesia yang berskala 1 : 100.000, berapakah CI nya?
Jawab: CI = x 100.000 = 50 meter
Kembali ke contoh peta kontur yang belum ada skalanya!
Contoh:
Suatu peta kontur dengan Ci = 50 meter
Berapakah skala peta tersebut!
Jawab:
Ci =
50 m
50 =
x Penyebut skala
Jadi penyebut skala = 100.000, ini berarti skala peta kontur tersebut 1 : 100.000

Apabila Anda ingin mengukur jarak pada peta baik lurus atau berbelok-belok, lakukanlah hal-hal berikut:
a. Gunakan seutas benang yang agak besar (misal: benang kasur)
b. Berilah tanda pada peta di bagian yang diukur.
c. Ukurlah dengan benang yang sudah dipersiapkan.
d. Tekuklah benang mengikuti jarak obyek yang diukur, seperti jalan yang berbelok,benang juga harus ikut dibelokkan.
e. Jarak yang diukur pada peta misalnya 50 cm (antara kota A dengan kota B).
f. Sesuaikan dengan skala garis misalnya skala yang ada 1 : 50.000,
maka jarak antara kota A dan B dilapangan = 50 cm x 50.000 = 2.500.000 cm = 25 km.

1. Skala Peta
Pernahkah Anda menggunakan peta untuk menentukan jarak antara dua kota atau dua tempat? Setelah letak dua kota ditemukan, apa langkah selanjutnya?
Tentunya, Anda akan melihat skala peta, bukan?
Skala Peta merupakan komponen peta yang sangat penting karena dengan skala peta kita dapat mengetahui jarak antara dua tempat. Skala Peta adalah perbandingan antara jarak di peta dengan jarak sebenarnya dipermukaan bumi.
Contoh:
Pada peta tertulis skala 1 : 1.000.000 ini berarti tiap jarak 1 bagian di peta sama dengan jarak 1.000.000 bagian di muka bumi.
Jadi kalau di peta itu 1 bagian = 1 cm maka di muka bumi = 10 Km.
Ukuran jarak yang digunakan dalam peta yaitu cm, m, km, inci dan mil. Untuk Indonesia satuan yang umum dipakai cm, m, atau km.
Setiap peta hendaknya mencantumkan skalanya agar pembaca dapat menghitung dan memperkirakan perbesaran pada keadaan yang sebenarnya.
Skala Peta dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
1. Skala Angka/Skala Pecahan (Numerical Scale).
Skala ini sering disebut skala numeric yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk perbandingan angka.
Contoh:
Skala 1 : 100.000, skala 1 : 2.000.000 dan sebagainya Bila peta berskala 1 : 100.000 berarti tiap satuan panjang pada peta menggambarkan jarak yang sesungguhnya di lapangan/ di muka bumi sebenarnya 100.000 kali satu satuan panjang di peta. Bila satuan panjang menggunakan cm berarti tiap jarak 1 cm pada peta menggambarkan jarak 100.000 di lapangan.
Contoh negara yang menggunakan sistem skala angka ini adalah Indonesia dan Amerika Serikat. Untuk menentukan skala peta ini dapat dipakai rumus:
2. Skala Verbal yaitu skala yang dinyatakan dengan kalimat atau kata-kata.
Skala ini disebut juga skala inci dibanding mil yang dalam bahasa Inggris disebut “Inch Mile Scale”.
Contoh:
Skala dalam suatu peta dinyatakan dalam 1 inch to 5 miles, ini berarti jarak 1 inci di peta menggambarkan jarak 5 mil di lapangan atau jarak sebenarnya.
3. Skala Garis (Line Scale)/Skala Grafik (Graphical Scale) / Skala Batang (Bar Scale)/ Skala Jalan (Road Scale)
Untuk skala ini dinyatakan dalam bentuk garis lurus yang terbagi dalam beberapa bagian yang sama panjangnya.
Pada garis tersebut harus dicantumkan ukuran jarak yang sesungguhnya di lapangan, misalnya dalam meter, kilometer, feet atau mil.
Contoh:
a)
Dengan penyajian grafik tersebut maka dapat dibaca bahwa jarak antara dua angka di peta = 1 km di lapangan, jadi kalau antara 0 – 1, 1 – 2, 2 – 3, 3 – 4, 4 – 5 masing-masing = 1cm maka artinya 1 cm pada peta = 1 km di lapangan.
b)
Dari grafik tersebut dapat dibaca bahwa tiap jarak 1 inci pada peta sama dengan 2 mil di lapangan. Skala garis ini pada umumnya digunakan apabila suatu peta akan dikecilkan atau akan dibuat ukuran tertentu. Dengan memakai skala grafik/garis maka jarak dua tempat dapat langsung diukur dalam peta. Tidak jarang dalam satu peta dicantumkan skala angka dan juga skala garis.
Sampai disini apakah Anda dapat memahami? Selanjutnya, dalam pembahasan skala peta yang harus Anda ingat adalah semakin besar skalanya, akan semakin kecil kenampakkan wilayah yang digambarkan. Sebaliknya semakin kecil skalanya semakin luas areal kenampakkan permukaan bumi yang yang tergambar dalam peta.Untuk memahami skala termasuk besar atau kecil dapat dicontohkan sebagai berikut:
- Skala 1 : 50.000 lebih besar dari 1 : 100.000
- Skala 1 : 200.000 lebih besar dari 1 : 2.000.000
- Skala 1 : 250.000 lebih kecil dari 1 : 50.000


Menghitung Skala Peta
Pada sebuah peta di wilayah Asia atau peta-peta lain kita akan sering menemui ada 2 macam skala yang sering ditampilkan oleh pembuat, yaitu skala numerik dan skala garis. Mengapa harus ada 2 macam skala yang digambarkan?

Hal ini sebenarnya mengacu pada sifat yang berbeda dari kedua skala tersebut jika peta yang ada mengalami perubahan, misalnya diperbesar/diperkecil melalui media Scanning dan Fotokopi.

Perbedaan kedua skala tersebut adalah :

1. Skala numerik bersifat statis, jika sebuah peta diperbesar/diperkecil melalui fotokopi maka nilai skala yang tergambar tidak akan berubah. Sebagai contoh : jika sebuah peta skala numeriknya 1 : 20.000 diperbesar 4 kali dengan menggunakan mesin fotokopi, maka skala yang baru adalah 1 : 5.000 tetapi pada peta tersebut masih tergambar 1 : 20.000
2. Skala garis bersifat dinamis, jika sebuah peta diperbesar/diperkecil melalui fotokopi maka skala garis akan mengikuti perubahan pada peta tersebut. Sebagai contoh : jika sebuah peta diperbesar dengan fotokopi maka gambar skala garis akan mengikuti perbesaran peta tersebut.

Mengubah skala numerik ke skala garis

Skala numerik dapat kita buat menjadi skala garis dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Contoh :

Diketahui sebuah peta memiliki skala 1 : 25.000, jika akan dibuat skala garis yang mencerminkan jarak 4 km dilapangan maka berapa panjang skala garis yang akan tergambar?

Jawab :

0004 km

= ——————–

00025.000 cm

000400.000 cm

= ——————-

00025.000 cm

= 16 cm

Jadi skala garis yang tergambar adalah 16 cm.

=====================================================
Mengubah skala garis ke skala numerik

Pada peta yang telah mengalami perubahan ukuran karena telah difotokopi maka nilai pada skala numerik menjadi salah, maka untuk mengetahui skala numerik yang baru adalah dengan menggunakan rumus.

Sebagai contoh :

sebuah peta setelah difotokopi maka skala garisnya adalah seperti pada gambar berikut :

Sebelum diperbesar panjang skala garisnya adalah 4 cm, setelah diperbesar 2 kali maka panjang skala garisnya menjadi 8 cm. Berapa skala numerik yang baru?

00020 km

= —————

00008 cm

0002.000.000 cm

= ———————–

000 8 cm

= 250.000

Jadi skala numerik yang baru dari peta tersebut adalah 1 : 250.000

MENENTUKAN SKALA PETA

Dengan memperhitungkan selisih derajat lintang atau bujur

1o = 111,111 km dibulatkan menjadi 111 k

1o = 60' = 111 km

Ingat ! keliling bumi di khatulistiwa (equator) diketahui = 40.000 km = 3600

Misalnya :

- Letak lintang titik A pada 40o 22' BT

- Letak titik B pada 40o 20' BT

Jarak antara kedua titik tersebut 10 cm

Jadi skalanya adalah 40o 22' - 40o 20' = 2'

Padahal 1o = 60' = 111 km

2' = 2/60 x 111 km = 3,7 km

Berarti 10 cm di peta = 370.000 cm

Atau skala peta-nya adalah 1 : 37.000

Pengertian tentang skala Peta
Skala peta tidak hanya menunjukkan perbandingan jarak di peta dengan jarak di lapangan (misalnya untuk mengukur jarak di lapangan atau menghitung luas suatu areal), tetapi juga menunjukkan ketelitian geometris dan detail dari unsur dan informasi yang disajikan. Semakin besar skala peta, maka semakin teliti dan semakin detail unsur dan informasi yang disajikan; demikian pula sebaliknya

Beberapa contoh mengenai perbedaan skala peta:

* Pada peta berskala 1: 25.000, belokan dan lekukan dan lebar sungai, serta anak sungai sangat jelas tergambar. Tetapi, pada peta berskala 1:100.000, posisi belokan sungai tidak dapat disajikan secara teliti, lebar sungai tidak dapat digambarkan, serta sebagian anak sungai dihapus dari peta.

* Areal yang berukuran 10 cm x 10 cm pada peta berskala 1:50.000, akan mempunyai ukuran 5 cm x 5 cm pada peta berskala 1: 100.000, atau 1/4 dari ukuran semula. Dengan ruang sekecil ini, tidak dimungkinkan untuk menyajikan unsur-unsur dan informasi secara detail dan teliti.


Dalam penetapan skala pada pembuatan peta (khususnya peta tematik), perlu diperhatikan tujuan/kegunaannya (peta untuk perencanaan umum akan berbeda skalanya dengan peta untuk kegiatan operasional dilapangan), serta informasi yang akan ditampilkan (apabila informasi tidak dapat disajikan secara detail, misalnya hanya dapat membedakan wilayah berhutan dan tidak berhutan, maka tidak diperlukan peta yang berskala besar). Tergantung kepada penggunaanya. Di bidang kehutanan khususnya,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar