19 September 2012

METODE PENELITIAN GEOGRAFI


1. Perkembangan Pengetahuan, Ilmu dalam Konteksitas Metodologi Penelitian. 
a. Geografi sebagai pengetahuan dan sebagai ilmu 
Geografi sebagai pengetahuan adalah pengetahuan geografis yang dapat 
dimiliki oleh setiap orang tanpa melalui pendidikan formal melainkan diperoleh 
melalui pengalamannya. Pengetahuan geografi lebih menekankan pada 
pengetahuan tentang lokasi di muka bumi atau fenomena geografis baik 
fenomena alam maupun fenomena sosial yang terjadi di muka bumi. 
Geografi sebagai ilmu adalah sebagai suatu bidang kajian yang memiliki body of 
knowledge. Ilmu geografi hanya dapat diperoleh oleh orang yang dengan sengaja 
memiliki perhatian dan pengkajian secara ilmiah, baik langsung maupun tidak 
langsung.  
Kedudukan geografi pada institusi pendidikan terdiri atas dua bagian yakni: 
sebagai mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, dan sebagai 
bidang studi pada jurusan atau prodi geografi pada jenjang pendidikan tinggi. 
Penelitian merupakan penyelidikan dan pengujian yang kritis dan teliti guna 
menaggapi dan memachkan masalah (Kartini Kartono: 1983). 
Research as a scientific undertaking which, by means of logical and systematized 
methods, aims to discover new facts or verify old fact, and to analize their 
sequenes, relationship, causal explanations, and the natural laws which gover 
them (Donal Slesinger dan Mary Stevenson: 1993). 
Riset atau penelitian adalah aktivitas berfikir ilmiah yang dilakukan secara 
sistematis mengacu kepada kaidah-kaidah metodologi penelitian. Berfikir ilmiah 
adalah berfikir arif bijaksana yang menunjukkan keluasan pandangan dan 
mempunyai perspektif  yang dilandasi dengan pengujian yang sistematis dan 
terencana dengan pembuktian atas data factual dan verifikasi. Penelitian geografi yaitu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan langka-langkah 
secara sistematis untuk memecahkan suatu permasalahan geografi yang meliputi 
ruang sebagai suatu region sebagai objek penelitian. 
b. Perkembangan metodologi penelitian 
Rummel dalam bukunya: Introduction to Research Prosedures, mengemukakan 
empat tahapan dalam perkembangan metodologi penelitian, yaitu: :  
Period of trial and error 
Period of authority and tradition 
Period of speculation and argumentation 
Period of hypothetis and experimentation 
Perkembangan metodologi penelitian tersebut sejalan dengan kemampaun 
manusia dalam memecahkan permasalahan, baik terkait masalah sosial maupun 
masalah fisikal.  
Pada tahap terakhir, yaitu Period of hypothetis and experimentation merupakan 
kunci perkembangan ilmu selanjutnya yang berkembang saat ini. 
Strabo merupakan tokoh geografi pertama yang mengadakan penelitian secara 
ilmiah meskipun dilaksanakan masih secara sederhana. Namun telah 
menunjukkan adanya kegiatan pengumpulan data, yakni data demografi dan data 
alamiah negara Mesir, yang kemudian dibukukan dalam: Penduduk Mesir. 
2.  Hakikat Ilmu Dalam Konteksitas Penelitian Geografi 
Pengertian ilmu pengetahuan: 
Ilmu pengetaahuan atau sains secara sederhana diartikan sebagai akumulasi 
pengetahuan yang sistematis.  Sains sebagai suatu metode pendekatan terhadap keseluruhan dunia empiris untuk 
menemukan kebenaran yang sifatnya tentative (Nasution: 1982). 
Ilmu diperoleh dan berkembang melalui kegiatan ilmiah atau berfikir ilmiah. 
Menurut  J. Dewey kegiatan berfikir ilmiah atau berpikir rasional bijaksana adalah 
termasuk berfikir reflektif.  
Reflective thinking dilakukan melalui enam tahapan kegiatan yaitu:  
    (1) The felt need, dirasakan dan disadari adanya kebutuhan untuk memecahkan 
suatu masalah; 
 (2) The problem, menyadari makna penting suatu masalah dan berusaha untuk 
merumuskannya; 
  (3) The hypothesis, yaitu gagasan berdasarkan kajian teoritis untuk yang bersifat 
praduga yang masih memerlukan pembuktian untuk dijadikan sebagai konklusi 
akhir; 
 (4) Collecting data as evidence, mengumpulkan data, fakta, dan informasi untuk 
dijadikan sebagai bahan pembuktian melalui pengolahan data untuk menguji 
kebenaran hipotesis; dan  
 (5)  Concluding beliefe, mengambil kesimpulan berdasarkan hasil pembuktian 
(John Dewey: 1933). 
   (6)  The general values of the conclusion,  mengadakan imlikasi dengan atau 
terhadap peristiwa lain, baik yang terjadi pada masa kini maupun waktu yang 
akan dating (T.L. Kelley: 1972). 
Langkah-langkah penelitian geografi 
     (1) Pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang relevan dan 
dibutuhkan; 
     (2)  Evaluasi data untuk mendapatkan akurasinya dan objektivitasnya.  
     ( 3) Analisis data untuk memaknai data dan interpretasinya      (4)  Pengembangan teori dan prediksi  
Teknik Penelitian Geografi 
       (1) Studi kepustakaan, analisi peta, survey lapangan. 
      (2) Evaluasi  akurasi dan relevansi informasi, data, dan pemetaan kembali. 
      (3) Keterkaitan antar variable, tabulasi, kategorisasi, klasifikasi, pemetaan, uji 
statistic. 
      (4) Konstruksi model hasil studi dan prediksinya.  
Manusia menghadapi permasalahan hidup yang menuntut pemecahan. Permasalahah 
tersebut yang baru dirasakan bukan termasuk masalah, melainkan permasalahan 
yang sesungguhnya dirasakan penting untuk dipecahkan. 
Permasalahan yang diatasi dengan menggunakan prosedur berpikir reflektif inilah 
yang kemudian dilakukan oleh para peneliti. 
Dalam kegiatan penelitian tidak terkecuali penelitian geografi memiliki karakteristik 
berfikir reflektif sebagai suatu kegiatan ilmiah. 
Namun dalam pelaksanaannya, penelitian geografi memiliki karakteristik tersendiri 
sesuai dengan geografi sebagai ilmu yang memiliki body of knowlwdge, sehingga 
penelitian geografi akan berbeda dengan penelitian bidang studi yang lain. 
 Sikap ilmiah: 
 A scientific attitude was linked with an ardent curiosity, fertile imagination and 
love of experiment inquiry (John Dewey: 1933). 
A scientific attitude means the ability to raise significant questions and to 
formulate fruitfull hypothesis (Allyn Young: 1950).Hakikat ilmu sekurang-kurangnya memiliki : 
 Memiliki objek studi 
Terdapat ruang lingkup yang jelas 
 Mengembangkan metode tertentu 
 Memiliki asas dan konsep yang jelas 
 Adanya pengembangan teori 
Body of knowledge of geography study 
Ontologis: objek studi, ruang lingkup, konsep dan prinsip serta teori. 
     (1) Definisi geografi; aktualisasi  
     (2) Ruang lingkup:  
       (a) The distribution and relationship of mankind over the earth and the 
spatial aspects of human settlement and the use of the earth 
(b) The interrelationship between human society and the physical environment as 
part of the study of area differences. 
(c  ) The regional ftamework and the analysis of specific region. 
                        (Rhoad Murphey: 1966) 
            
     (3) Objek kajian: Ruang 
     (4) Kosep: 
            (a) G. Wipple:  
                    The earth as a planet 
                     Varied ways of living 
                     Varied natural region 
                     The significance of region to men 
                      The importance of location in understanding world affairs 
               (b)  H.J.J. warman: 
                      Rregion concept Life layer concept 
Man ecological dominant concept 
Globalism concept 
Spatial interaction concept 
Areal relation concept 
Areal likenesses concept 
Areal differences concept 
Areal uniquenesses concept 
Areal distritbution concept 
Relative location concept 
Comparative advantage concept 
Perpetual transformation concept 
Culturally defined resources concept 
Round earth on flat paper concept 
     (5) Prinsip atau asas: 
  Distibusi 
       Interaksi 
       Korologi spasial 
       Deskripsi 
b. Epistimologis: metode dan pendekatan yang digunakan bagi 
pengembangan studi geografi 
     (1) tiga pendekatan yang dikembangkan 
     (2) Analisis  
      (3) Metode riset geografi c. Aksiologis:  
     Peranan dan kedudukan geografi  dalam kehidupan manusia. 
Perencanaan wilayah, geografi pembangunan, geografi ekonomi, 
survey dan pemetaan, dll. 
3. Konsep Dasar Penelitian Geografi 
komponen-komponen yang harus terpenuhi dalam memahami dan memecahkan 
permasalahan melalui kegiatan penelitian. Unsur-unsur tersebut di antaranya 
adalah sebagai berikut:  
a. Judul dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang mengandung permasalahan 
dan memiliki minimal dua jenis variable (variable bebas dan terikat). 
b. Masalah yang hendak diteliti. 
c. Variable yang menunjukkan suatu konsep dengan atribut atau karakter yang 
dimilikinya sesuai dengan jenis penelitian. 
d. Anggapan dasar sebagai landasan jalinan kerangkan pikir tentang konsep atau 
topic permasalahan. 
e. Hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap permasalahan yang 
dikemukakan. 
f. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian untuk mengungkapkan 
permasalahan secara mendalam hingga ditemukan suatu konteksitas yang jelas. g. Populasi sebagai objek kajian secara keseluruhan. 
h. Sampel sebagai wakil dari objek yang diteliti yang dipandang dapat mewakili 
objek penelitian secara keseluruhan.  
i. Instrumen penelitian sebagai alat jarring data dan  informasi terkait dengan 
masalah yang diperuntukan bagi responden. 
j. Subyek penelitian yang dipandang sebagai pihak yang memiliki  objek 
penelitian atau disebut sumber data dan sample dalam penelitian kualitatif. 
k. Analisis sebagai kegiatan kajian terhadap data yang terkumpul. 
l. Kesimpulan sebagai intisari dari hasil penelitian terkait dengan masalah dan 
hasil analisisnya. 
m. Rekomendasi sebagai saran yang ditujuan kepada perorangan atau lembaga 
terkait dengan temuan penelitian. 
n. Daftar pustaka sebagai kumpulan bahan bacaan yang dicutat dengan susunan 
berdasarkan kaidah penulisannya. 
o. Lampiran sebagai perangkat bahan penunjang  laporan penelitian yang tidak 
dimasukan melainkan terdapat di bagia lain baik disatukan maupun terpisah 
dengan laporan hasil penelitian. 
p. Abstrak merupakan ringkasan penelitian yang meliputi hasil dan proses. 4. Permasalahan dalam kajian geografi  
Masalah adalah kesenjangan antara yang seharusnya (tataran teoritis dan konseptual) 
dengan yang sebenarnya (tataran empiris dan factual), atau gap antara dasein dengan 
dassolen.  
 A problem is a question that asks how variables are related (Haring, L.L. Lounsher: 
1975).  
 Kriteria masalah geografi: 
          (1) masalah menyatakan keterhubungan antar dua variable; 
          (2) Masalah dinyatakan dalam kalimat Tanya; dan 
          (3) Memungkinkan adanya ketersediaan data
Peta masalah
Keterkaitan antara variable bebas dengan variable terikat yang dijadikan sebagai 
landasan untuk merumuskan atau membuat kerangka piker. 
Sumber masalah 
Terdapat Empat Sumber masalah dalam kajian geografi
1. Hasil penelitian orang lain 
Calon peneliti dapat dengan mudah menemukan permasalahan yang 
direkomendasikan oleh peneliti. Namun demikian, keputusan ada di tangan 
calon peneliti untuk memilihnya sebagai topik permasalahan. 
2. Kepustakaan Sumber masalah ini menuntut kemampuan calon peneliti dalam memadukan 
antara kajian teoritis dengan empiris (secara tidak langsung/ dokumen atau 
sumber berita yang valid).  
3. Lapangan 
Sumber permasalahan berasal dari kenyataan di lapangan, baik melalui 
observasi maupun berdasarkan kemampuan calon peneliti menyikapi dan 
menangkapnya sebagai suatu permasalahan yang faktual.  
4.  Sajian data mentah, peta, dan grafik 
Merupakan dokumentasi yang memuat data hasil penelitian atau survey atau 
pencacahan yang memiliki atau mengandung permasalahan. Calon peneliti 
hendaknya memiliki kemampuan untuk mehubungkan antar data, sehingga 
mumudahkan dalam menentukan variabel penelitian (variabel bebas dan variabel 
terikat). 
Permasalahan penelitian harus memenuhi peryaratan: 
Menarik untuk diteliti (ilmiah) 
Penting untuk diteliti 
Memungkinkan ketersediaan data 
Memberi manfaat secara teoritis dan praksis 
Permasalahan harus memiliki konteksitas dengan judul penelitian, meskipun judul 
penelitian dapat dirumuskan kemudian. 
Permasalahan penelitian terdiri atas dua kategori, yalkni: 
Permasalahan umum, biasanya teruraikan dalam tara belakang masalah (bik secara 
teoritis maupun empiris). 
Permasalahan khusus, berupa permasalahan yang sudah terfokus dan akan diteliti Kedua kategori permasalahan tersebut harus saling mendukung, sehingga masalah 
betul-betul memiliki kerangka teoritis yang jelas dan masalah sesungguhnya terdapat 
di lapangan (lokasi penelitian). 
Rumusan Masalah penelitian dinyatakan dalam kaliamt tanya atau kalimat 
pernyataan. 
Namun demikian, banyak peneliti yang lebih menyaukai merumuskan permasalahan 
dalam bentuk kalimat tanya. 
Rumusan pertanyaan penelitian memiliki konsekuensi pada jenis penelitian. 
Jenis penelitian eksploratif 
Jenis penelitian dekriptif 
Jenis penelitian berhipotesis. 5. Metodologi Penelitian Geografi 
Pendekatan penelitian 
 Terdapat dua pendekatan dalam penelitian, yaitu:  
Pendekatan kualitatif 
          Pendekatan kuantitatif 
Karakteristik Dan Perbedaan 
Pendekatan Kualitatif Dengan Pendekatan Kuantitatif
Aspek Kualitatif Kuantitatif 
Disain Umum, fleksibel, emergent, 
on going proces 
Spesifik, jelas dan rinci, pegangan 
proses penelitian. 
Tujuan Pemahanan dan pemaknaan, 
kasuis, mengembangkan teori 
dan konsep, mengembangkan 
realitas. 
Mencari hubungan antar variable, 
menguji teori, mencari generalisasi 
Metode Kasus, dekriptif  Deskriptif, eksperimen 
Teknik 
penelitian 
Observasi, partisipatori, 
wawancara. 
Survei, eksperiment, observasi 
terstruktur, wawancara terstruktur. 
Instrumen 
penelitian 
Human instrument, buku 
catatan, dokumentasi. 
Angket, pedoman wawancara, tes, 
skala. 
Data Primer, natural setting, 
informasi, dokumen pribadi. 
Satuan angka 
Sumber data Subyek penelitian Populasi dan sample 
Analisis data Proses penelitian di lapangan, 
display data, reduksi data, 
kesimpulan dan verivikasi. 
Setelah penelitian lapangan, 
analisis statistic. Metode penelitian 
 Disaian dan pendekatan adalah model yang tergambarkan dalam kerangka piker 
Metode penelitian adalah prosedur untuk mengetahui sesuatu secara sistematis 
(Senns). 
Metode ilmiah adalah ekspresi cara berfikir melalui cara kerja yang sistematis 
sehingga hasilnya memenuhi syarat keilmiahan. 
Jenis-jenis metode penelitian: 
   Metode deskriptif 
   Metode eksperimen 
    Metode histories 
    Metode kasus 
Populasi dan Sampel 
Populasi (universe) adalah keseluruhan tentang obyek yang akan diteliti. 
Penelitian yang utuh adalah yang meneliti seluruh populasi. 
Sampel adalah wakil populasi yang memiliki karakteristik umum 
    Syarat sample penelitian: 
            (1) Memberikan gambaran umum tentang populasi (representative) 
            (2) Memberikan presisi tentang hasil penelitian 
            (3)  dapat dilaksanakan 
            (4) Memberi keterangan dengan biaya dan waktu relative       Cara penarikan sample: 
           (1) Random sampling 
                 (a)  Simple Random sampling 
                 (b) Systematic random sampling   
                 (c) Stratified random sampling 
                 (d) Simple cluster sampling 
                 (e) Stratified cluster sampling 
                 (f) Area sampling 
  
          (2) Non-Random sampling 
                (a) Purposive sampling 
                (b) Quota sampling 
          (3) Sequental sampling 
  
Teknik pengumpulan data 
Wawancara 
            (1) Syarat pewawancara     
      (2) Situasi wawancara 
      (3) Tempat wawancara 
Angket 
      (1) Cara penggunaan angket 
      (2) Persiapan tenaga lapangan 
      ( 3) Sifat angket 
Observasi 
     (1) Observasi objek fisis 
     (2) Observasi objek budaya 
      (3) Observasi proses Studi dokumentasi 
            (1) Buku 
            (2) Karya ilmiah (hasil penelitian) 
            (3) Dokumen 
            (4) Media masa 
 Instrumen penelitian 
   Pedoman wawancara 
           (1) Terbuka 
           (2) Terstruktur 
     Angket 
           (1) Terbuka 
           (2)  Semi terbuka 
           (3) Tertutup 
       Pedoman observasi 
           (1) Check list 
           (2) Terbuka 
           (3) Terstruktur 
           (4) Tertutup 
     
     Pedoman studi kokumentasi 
Teknik analisis data 
 Data kualitatif; 
    (1) Selama proses penelitian di lapanmgan: pengumpulan data, kesimpulan dan 
verifikasi     (2) Display data 
    (3) Reduksi data 
    (4) Kesimpulan dan verifikasi 
    Data kuantitatif 
         (1) kategorikal 
              (a) Tabulasi 
              (b) Tabel 
              (c) Analisis tabel 
              (d) Interpretadi data 
       (2) Bersambungan:  Analisis statistik 
6.  Penyusunan Proposal Penelitian Geografi 
Kerangka proposal penelitian 
     (1) Judul 
     (2) Latar belakang masalah 
     (3) Rumusan masalah 
     (4) Definisi operasional 
     (5) Tujuan penelitian 
     (6) Manfaat penelitian 
     (7) Tinjauan pustaka 
     (8)  Anggapan dasar 
     (9) Hipotesis 
     (10) Metodologi penelitian (Disain dan metode penelitian, populasi dan sample, 
teknik    dan instrument penelitian, analisis data)
     (11) Daftar pustaka        Judul penelitian: 
Mencerminkan adanya permasalahan 
Memiliki minimal dua variabel penelitian 
Mencerminkan subyek penelitian 
Mencerminkan jenis penelitian 
Menunjukkan lokasi penelitian 
Latar Belakang Masalah 
 Uraian tentang permasalahan umum, kerangka teoritas, data lokasi penelitian 
sehingga menunjukkan permasalahan yang akan diteliti betul-betul ada secara 
faktual di lokasi penelitian. 
Pentingnya masalah tersebut untuk diteliti.  
Kategorisasi: 
Menunjukkan masalah umum (isu global atau nasional atau regional, teoritis) 
Menunjukkan masalah khusus (data penunjang masalah di lapangan) 
Latar belakang masalah diakhiri dengan pernyataan permasalahan yang akan 
diteliti. Biasanya mengubah judul menjadi permasalahan. Meskipun 
permasalahan tersebut bukan menjadi fokus penelitian 
Masalah Penelitian 
Pembatasan terhadap permasalahan yang akan diteliti dengan cara menjabarkan 
masalah yang dikemukakan pada latar belakang masalah. 
Pembatasan masalah harus mengacu pada: 
Kerangka teoritis  
Kemungkinan ketersesiaan sumber data  
Kemampuan analisis data Definisi Operasional 
Menjabarkan variable ayang akan diteliti sehingga jelas indikatornya bagi setiap 
variable tersebut. 
Variabel mengacu pada permasalahan 
Tujuan Penelitian 
Kalimat tujuan penelitian diawali dengan kata untuk, selanjutnya mengacu pada 
masalah penelitian 
Manfaat Penelitian  
Kalimat manfaat penelitian diawali dengan kata dapat, selanjutnya mengacu 
pada masalah penelitian.  
Pada beberapa proposal terdapat dua manfaat penelitian yakni, manfaat secara 
teoritis dan manfaat secara praktis. 
Tinjauan Pustaka 
Kerangka teori dan konseptual (frame of reference)  bagi pengembangan 
variable, keterkaitan atau perbedaan, sehingga dapat memberikan gambaran alur 
pikir tentang hubungan antar variable dalam tataran konsep atau teori. 
Setiap variable yang akan diteliti harus memiliki acuan secara teoritis.  
Tinjauan pustaka akan menjadi landasan dalam penyusunan hipotesis. 
Anggapan Dasar 
Merupakan pernyataan atas dukungan terhadap keterkaitan antar variabel 
penelitian. 
Memiliki kebenaran yang sifatnya umum diterima oleh sebagain besar peneliti. 
Mengacu pada landasan teritis Hipotesis 
Jawaban sementara pada tataran teoritis yang perlu  uji hipotesisi berdasarkan 
kajian empiris. 
Sikap peneliti: 
Menerima jika terbukti; atau 
Menolak jika tidak terbukti; atau 
Mengganti jika tidak terbukti (dicantumkan pada laporan) 
        Kekuatan hipotesis   
Tersedia data tentang variable penelitian 
Tersedia data tentang hubungan antar variable penelitian 
Tersedia data tentang keterkaitan antar variable penelitian 
        Sifat penelitian berhipotesis 
Magnitude 
Defferences 
Relatianship 
       Jenis hipotesis 
(1) Hipotesis kerja (Ha) 
(2) Hipotesis nihil (Ho) 
Rumusan hipotesis: 
(3) Singkat dan jelas 
(4) Menunjukkan hubungan antar hal atau variable 
(5) Didukung teori atau konsep    
      
        
Metodologi penelitian  
Metode penelitian 
Populasi dan sample,  
Variabel penelitian 
Teknik    dan instrument penelitian 
Analisis data 
       Daftar pustaka 
Alfabetis: nama, tahun terbit, judul buku, tempat terbit dan penerbit. 
Jenis sumber pustaka; 
     (1) Jurnal 
     (2) Buku 
     (3) Luar jurnal dan buku (hasil penelitian, publikasi departemen, dokumen, 
makalah,  surat kabar 
     (4) Internet 7.  Pendekatan Dan Analisis Geografi 
Pendekatan geografi  
a. Pendekatan keruangan (spatial approach): 
    (1) Pendekatan topic 
    (2) Pendekatan aktivitas manusia 
    (3) Pendekatan regional 
b. Pendekatan ekoologi (ecological approach) 
c. Pendekatan histories (kronologi) 
d. Pendekatan system (system approach) 
Analisis Geografi 
Analisis Lokasi 
 a. Faktor lokasi:  
     Lokasi; tempat di oermukaan bumi memberi petunjuk terhadap sifat atau 
karakter gejala masalah yang dikaji. 
          (1) Lokasi absolute: Jaring-jaring garis khayal (letak astronomis) 
          (2)Lokasi relative: hubungan dengan wilayah lain 
Site dan situation: 
         (1) Site (situs) kondisi intern 
         (2) Situation: lokasi terhadap kawasan sekitar 
b. Makna lokasi: 
            The importance of location in understanding world affarirs.   c. Teori tempat yang sentral (central place theory) 
               (1) lokasi peripheral:  Lokasi yang terpencil, terisolir, pojok. 
               (2) Lokasi sentral : strategis, location resources, mendatangkan 
keuntungan, daerah pertumbuhan. 
               (3) Tempat yang sentral: partisipasi panduduk secara maksimum 
                (4)  W. Christaller & August Losch:
                        (a) Tempat yang sentral: titik simpul dari geometric heksagonal 
                        (b) Kategorisasi secara hierarki: 
                                 K = 3              Market optimazing case 
                                  K = 4            Traffic optimizing situation 
                                   K = 7           Administration optimizing situation 
 d. Teori lokasi industri: 
      (1) Lokasi industri: 
               Sumber bahan mentah 
                Pasar 
                Tenaga kerja 
                 Energi 
     (2) Biaya transfortasi minimum ( A. Weber) 
                  Biaya transfortasi = BTBM +  BTP 
                  BTBM = 0    Lokasi industri di daerah bahan mentah 
                  BTP = 0        Lokasi industri di daerah pemasaran 
     (3) Bobot lokasi dan indeks material  
                   Bobot lokasi lebih dari 2   lokasi industri di daerah bahan mentah 
                   Bobot lokasi = 2 lokasi industri di daerah pemasaran       (4) Menentukan lokasi industri 
                   Bobot lokasi 
                    Biaya transfortasi minimum 
        
        (5) Isotim : Lokasi-lokasi yang memiliki peluang yang sama untuk dijadikan 
lokasi industri berdasarkan biaya transfortasi minimum/ 
     
        (6) Isodapen: Garis yang menghubungkan semua titik yang melibatkan 
kenaikan biaya transfortasi yang sama besarnya, di  tas biaya 
transfortasi lokasi. 
                 (7) Aglomerasi: Lokasi industri yang ditentukan berdasarkan biaya 
transfortasi minimum dan sumber tenaga kerja.  
            
(8)   Segitiga aglomerasi:   Tenaga kerja 
                                                        Bahan mentah 
     Daerah pemasaran 
  
Analisis variansi 
          a. Pendekatan factor tunggal 
          b. Pendekatan factor majemuk 
     Analisis tetangga terdekat 
         a. P.J. Clark dan F.C. Evans: 
              (1) Cluster pattern 
              (2) Random pattern 
              (3) Dispersed pattern 
    
          b. R scale 
             (1) R = 0 – 0,7    pola bergerombol 
             (2) R = 0,7 – 1,4    pola tersebar tidak merata 
             (3) R = 1,4 – 2,1    pola tersebar merata 
Analisis interaksi dan difusi 
          a. Model ggrafitasi 
Interaksi kuruangan 
(1) Newton 
                 Jarak 
                 Penduduk 
                 Interaksi 
(2) Edward Ullman 
                 Regional complementarity 
                 Intervening opportunity 
                  Spatial transferability 
(3) David L. Huff 
                   Probability 
                   Attraction distance ratio 
                    
       b. Teori Grafik 
                 (1) Vertex 
                 (2) Edge 
                  (3) Circuit Network 
                  (4) Branching or tree network 
                   (5) Jaringan maksimum 8. Penyususnan Laporan Penelitian 
       Sistematika Laporan penelitian terdiri atas:  
Bagian pembukaan: 
Lembar judul penelitian (cover) yang berisi: judul penelitian, peneliti, nama sekolah, 
dan tahun. 
Lembar pengesahan yang berisi: judul penelitian, peneliti, lokasi penelitian, dan 
tanda tangan peneliti dan kepala sekolah. 
Abstrak berupa uraian singkat yang berisi esensi penelitian, yaitu: permasalah, 
tujuan, prosedur pelaksanaan, dan hasil penelitian. Abstrak ditulis satu spasi dan 
hanya satu lembar.  
Kata pengantar 
Daftar isi 
Daftar tabel 
Daftar gambar 
Daftar lampiran 
Bagian Isi: 
Bab I: Pendahuluan yang berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, 
definisi operasional, tujuan dan manfaat penelitian. 
Bab II: Kajian teori/Pustaka yabg berisi uraian teori terkait dan temuan 
penelitian yang relevan, pada bagian akhir dikemukakan anggapan dasar dan 
hipotesis. 
Bab III: Metodologi penelitian atau prosedur penelitian yang berisi tentang 
metode penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, teknik dan alat 
pengumpulan data, dan teknik analisis data.   
Bab IV: Hasil penelitian dan pembahasan yang berisi uraian secara empiris dan 
kaitannya denga teori yang digunakan. Bab V: Kesimpulan dan saran yang menyajikan simpulan yang diperoleh dari 
hasil analiisis dengan memperhatikan masalah dan tujuan penelitian. Saran 
berisi rekomendasi untuk penelitian lanjut dan untuk penerapan hasil penelitian.  
Bagian Pendukung:  
Daftar Pustaka yang ditulis dengan berpedoman pada tata cara penulisan yang 
berlaku dan memuat semua pustaka yang digunakan. 
Daftar lampiran diantaranya beriri lampiran instrumen, data penelitian, dan bukti 
lainnya. 
F. Metode Perkuliahan 
Metode ceramah 
Metode diskusi 
Metode tugas 
G. Media dan sumber belajar: 
    OHP dan LCD 
    Sumber materi perkuliahan sesuai yang dianjurkan 
H. Evaluasi: 
UTS, tugas,  dan UAS. 
     Bentuk soal pilihan ganda dan essai 
     Presentasi proposal Buku Sumber  
Arikunto, S., Suharjono, dan Supardi. 2000.  Manajemen Penelitian. Jakarta. Bumi 
Aksara. 
Bintarto, R. dan Surastopo,H. 1979. Metode Analisa Geografi. Jakarta. LP3S. 
Dixon, C. And Leach, B. 1977. Sampling Methods for  Geographycal Research. 
Norwich: Geo Abstract. 
Kartini Kartono. 1985. Pengantar Metodologi Research Sosial. Bandung. Alumni.  
Maleong, L. 1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta. Remaja Karya.  
Prabundu, Tika, M. 1997.  Metode Penelitian Geografi. Jakarta. Gramedia Pusaka 
Utama. 
Singarimbun, M. 1982. Metode Penelitian Survai. Jakarta. LP3ES  
Sumaatmadja, N. 1983. Studi Geografi Suatu Pendekatan Keruangan. Jakarta. Bumi 
Aksara. 
Surachmad, W. 1978. Dasar-Dasar Teknik Riset. Bandung. Tarsito


objek formal: keruangan, kelingkungan, dan komples kewilayahan
objek material: adalah geosfer yang terdiri dari atmosfer, litosfer, hidrosfer, antroposfer
  1. lokasi; astronomis, geografis,
  2. jarak: jarak sebenarnya, jarak dalam peta
  3. aksesibilitas/ keterjangkauan: bisa tidak di jangkau. Bagaimana dalam mengakses
  4. morfologi:
  5. pola: pola persebaran (mengggerombol, menyebar, dll)
  6. keterkaitan: antara satu tempat dengan yang lain
  7. differensiasi area: perbedaan
  8. nilai kegunaan: gunanya apa objeknya, manfaatnya
  9. interaksi/ interdependensi
  10. analisis geografi
alat analisis geografi
  1. peta: sesuai degan judulnya/ temanya. Namanya peta tematik
  2. citra: semuanya itu ada di situ
  3. sig: sistem informasi geografi
cara membaca peta:
  1. simbol. Dalam peta ada simbol berupa titik, garis, area
  2. menganalisis:
    - mebandingkan jarak , menghitung luasnya, menentukan lokasi tempat satu dengan tempat yang lain.
  3. Menginterpretai peta: perkembangan suatu desa yang dilihat dari sawahnya, sungainya, yang nantinya akan menentukan perkembangan suatu desa. Misalnya lagi sungai berkelok yang akan menyebab kan banjir.
Dalam geografi juga ada yang namanya analisis tetangga terdekat.
Misalnya di suartu wlayah itu ada bangunan-bangunan. Di cari jawaknya berapa. Pokoknya dari satu dengan yang lain di cari hubungannya. Tipe bangunan dan hubungannya kemudian dianalisis teng pola persebarannya. Misalnya pemukiman dengna pola menggerombol, menyebar, dll. Ini ada rumusnya.

Rumus persebaran pemukiman ( R ) misalnya;
(rumus)

R= (2akar p) Ec
N

r= jarak
p = jumlah N dibagi luas
N = jumlah titik

untuk mencari sigma r caranya menghitung semua jarak yang ada pada area yang dihitung.

Komponen yang ada dalam peta:
  • judul
  • skla
  • legenda/ keterangan
  • arah/ orientasi
  • garis tepi peta
  • sumber peta/ thn
  • pembuat peta
  • insert peta
  • koordinat peta (lintang dan bujur)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar