25 September 2012

Pemodelan Spasial


Pemodelan Spasial
Penggunaan istilah model dapat digunakan dalam tiga pengertian yang berbeda maknanya. Bermakna sebagai sesuatu yang mewakili jika diartikan sebagai kata benda, bermakna sebagai hal yang ideal jika diartikan sebagai kata sifat dan bermakna untuk memeragakan diartikan sebagai kata kerja. Model dibuat karena adanya kompleksitas kenyataannya. Suatu model adalah gambaran penyederhanaan dari keadaan-keadaan yang sebenarnya (Hagget, 2001).
Model merupakan representasi dari realita. Tujuan dari pembuatan model adalah untuk membantu mengerti, menggambarkan, atau memprediksi bagaimana suatu fenomena bekerja di dunia nyata melalui penyederhanaan bentuk fenomena tersebut. Permodelan keruangan terdiri dari sekumpulan proses yang dilakukan pada data spasial untuk menghasilkan suatu informasi umumnya dalam bentuk peta. Sistim informasi geografis adalah perangkat (tool) yang paling popular untuk mengaplikasikan pemodelan area atau wilayah ini.
Secara umum model keruangan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu model yang bersifat statis (statics spatial model) dan yang bersifat dinamis (dynamics spatial model). Dalam pemodelan spasial terutama yang bersifat dimanis, selalu menggunakan data raster yang menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel yang membentuk grid (Krugman, 1992). Setiap piksel atau sel ini memiliki atribut tersendiri, termasuk koodinat yang unik. Entity spasial raster disimpan di dalam layer yang secara fungsionalitas direlasikan degan unsur-unsur petanya.
Model spasial dinamis memiliki tiga komponen utama, yaitu dimensi ruang, waktu dan proses dinamiknya, baik yang terkait dengan proses-proses dalam ilmu kebumian, ekologi, sosiologi maupun ekonomi. Pendekatan seluler automata (cellular automata) sering digunakan untuk aplikasi model spasial dinamik, baik pemodelan sistim alam maupun sistim manusia, misalnya model dinamik aliran air permukaan diatas tanah, pergerakan material erupsi gunung api dan penilaian wilayah bahaya erupsi, distribusi biomassa dan nutrient, pergerakan mamalia besar, pola pergerakan urban sprawl, dan ekspansi outlet perusahaan retail (Krugman, P. 1992).
Beberapa model spasial menggunakan sistim grid dan sebagian tidak menggunakan sistim grid. Contoh model spasial yang tidak menggunakan grid dan bersifat statis adalah model konsentris dan model sektoral.  Terrain model merupakan salah satu model spasial  yang menggunakan sistem grid, dengan input berupa heightmap yang memuat kedudukan titik yang diwakili oleh piksel (grid) dalam tiga dimensi pada koordinat kartesian.
Dalam pemodelan spasial dinamis, data yang digunakan sebagai input adalah data spasial yang selalu mengalami perkembangan dan berubah-ubah tergantung pada variabel yang digunakan, bukan variabel yang bersifat konstan atau statis (Krugman, 1992). Setiap variabel yang digunakan mempunyai interval tertentu serta setiap variabel juga mempunyai bobot yang nilainya bervariasi, yang penentuannya tergantung dari besarnya pengaruh dari variabel tersebut terhadap analisis yang dilakukan dalam sistim grid.
Sistem grid adalah layer geografi yang menampilan kenampakan objek dalam bentuk sel segi empat pada view. Setiap sel menyimpan informasi numerik yang mengekspresikan informasi geografis yang diwakili. Nilai pada suatu theme grid dapat berupa bilangan bulat (integer) atau tidak (floating). Theme grid yang menyimpan nilai integer dapat dihubungkan dengan tabel. Sel yang mempunyai nilai yang sama akan memiliki nilai atribut yang sama (Muehrcke, 1992)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar