17 September 2012

PLPG MATA PELAJARAN GEOGRAFI

 
POKOK-POKOK PIKIRAN UNTUK MASUKAN DRAF KISI-KISI
SOAL UJI TULIS PLPG MATA PELAJARAN GEOGRAFI
JENJANG SEKOLAH SMA DAN SEDERAJAT
A. Rasionalisasi :
1. Tujuan PLPG :
a) untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru peserta sertifikasi yang belum mencapai batas minimal skor lulusan pada penilaian portofolio;
b) untuk menentukan kelulusan peserta sertifikasi guru melalui uji tulis dan uji kinerja di akhir PLPG.
2. Peserta PLPG mata pelajaran geografi adalah guru geografi dengan pengalaman mengajar dalam jangka waktu tertentu.
3. Kurikulum sebagai acuan utama dalam pembelajaran, penerapannya perlu diupayakan sesuai dengan kaidah dan esensi Ilmu Geografi itu sendiri.
Jangan hendaknya pembelajaran geografi menambah beban peserta didik, tetapi seharusnya memberikan bekal kepada mereka. Bekal apa yang seharusnya mereka dapatkan? Bekal itu adalah spatial ability/spatial intelligence. Luarannya adalah peserta didik memahami ruang mukabumi dengan segala karakter dan warna wataknya, diterapkan dalam wujud memahami potensi ruang mukabumi, penggunaan ruang mukabumi, masalah ruang mukabumi, dan seterusnya.
4. Seperti diketahui obyek material geografi terbentang dari litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer sampai antroposfer. Kajian geografi terhadap obyek materialnya tersebut, harus selalu dilakukan dengan sudut pandang spasial. Artinya, kajian geografi selalu dari perspektif spasial.
Contohnya: kajian deskripsi, perbandingan, hubungan, aura, korelasi……………… dan seterusnya………….., hakikatnya adalah deskripsi spasial, perbandingan spasial, hubungan spasial, aura spasial,……………. dan seterusnya, apapun substansi ataupun objek material yang sedang dikaji.
5. Dalam ranah psikomotor, deskripsi spasial dikerjakan dengan menarik garis (deliniasi)– pemerian perwatakan objek material (karakter substansi, deskripsi fenomena) menjadi wilayah tematik (region geografik).
Seperti misalnya: wilayah litologi, wilayah kategori tanah, wilayah penggunaan tanah, wilayah suhu, wilayah curah hujan, wilayah air tanah, wilayah fauna, wilayah flora, wilayah kepadatan penduduk, wilayah harga tanah, wilayah konstituen partai, wilayah permukiman kumuh, wilayah serangan hama wereng, wilayah kekeringan, wilayah kedalaman genangan, wilayah potensi longsor, wilayah suku bangsa, wilayah penutur bahasa,dsb.
6. Wilayah tematik tersebut, adalah sebentuk persamaan objek mukabumi, sebentuk persamaan fenomena mukabumi, sebentuk persamaan potensi sosial mukabumi, sebentuk persamaan potensi fisikal mukabumi, sebentuk persamaan masalah sosial mukabumi, sebentuk persamaan masalah fisikal mukabumi, dan sekaligus membedakan dengan wilayah muka bumi yang lain (area similarities dan area differentiations).
Media utama pembelajaran geografi adalah peta.
Mengapa Peta?
Geografi menelaah objek studinya dalam kaitannya dengan posisinya di ruang muka bumi. Peta menunjukkan posisi absolut ( L,B dan X,Y) setiap obyek yang ditampilkan. Peta juga memperlihatkan posisi relatif obyek yang satu terhadap obyek lainnya. Bahkan unsur elevasi ( Z ) dapat diketahui dengan baik. Selain itu aspek metrik obyek, seperti bentuk, ukuran dipresentasikan bersamaan aspek semantiknya (atribut obyek, atribut fenomena), sejauh skalanya memungkinkan (mapable).
7. Dengan demikian penguasaan guru geografi terhadap sumber informasi mukabumi menjadi mutlak diperlukan. Sumber tersebut dapat berupa sumber primer, dengan pengamatan, observasi, pengukuran, pencacahan langsung terestrikal maupun dari sumber sekunder, termasuk menyadap informasi dari dokumen geospasial yang ada (map reading, map use).
8. Dokumen spasial itu ada dalam bentuk model mukabumi ikonik dan dalam bentuk model mukabumi simbolik.
9. Maka guru geografi harus pula menguasai esensi:
a. Peta umum berbagai skala (dengan syarat mutu standar) sebagai sumber data geospasial dan sebagai base map.
b. Peta geografi dengan base map standar dan sumber data tematik sahih dari sumber primer maupun sekunder.
c. Peta geografi sebagai media pembelajaran, baik berupa:
• Peta simbolik dengan desain simbol mengacu kepada jenjang peserta didik
• Peta Ikonik dari berbagai sumber citra Penginderaan Jauh dengan tampilan menarik
Penguasaan esensi peta? Harus,
Mengkonstrak peta geografi (map making)? Wajib,
Mendesain peta geografi untuk pembelajaran? Mutlak,
Implementasi peta untuk analisis spasial? Perlu,
Penguasaan SIG Terapan untuk semua pekerjaan tersebut? Sangat Perlu
10. SIG sebagai tools analisis buffer, analisis overlay, analisis jaringan (network analysis), analisis 3D, pembuatan model spasial (model builder), analisis sistem, analisis multi waktu, dapat dimanfaatkan untuk mempermudah sosialisasi konsep kepada peserta didik. Salah satu contohnya sebagai berikut:
Peta 1
Peta 1
Print out Peta Penggunaanlahan Digital yang diolah dengan SIG
Peta 2
Peta 2
Visualisasi hypsographical features dengan Hill Shading menggunakan 3D Analysis SIG
Peta (3)
Peta (3)
Visualisasi 3D Perspective Daerah Aliran Sungai menggunakan 3D Analysis SIG
Bagaimana visual effect-nya kepada peserta didik?
Di sekitar kita teknologi informasi (TI) dan TI Geospasial berkembang demikian pesat, demikian canggih. Akses ke sana dapat mudah, dapat murah, dapat free. Tidakkah guru geografi sepatutnya menggunakan kesempatan ini?
DAFTAR PUSTAKA
_____________. GEOGRAFI Perkembangannya di Indonesia dan Pelajaran Geografi di Sekolah Lanjutan. Pidato Pengukuhan Dalam Jabatan Guru Besar Luar Biasa Mata Pelajaran Geografi Pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Jakarta. 30 Maret 1988
Armstrong, Thomas. 1994. Multiple Intellegences in the Classroom. Virginia : Ass.for Supervision and Curriculum Development.
Association of American Geographers. Tanpa tahaun. Introducing spatial thinking skills across the curriculum.
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Geografi SMA/MA
Bednarz, SW., tnapa tahun. Thinking Spatially: Incorporating Geographic Information Science in Pre and Post Secondary Education.
Chislom, Michael. 1970. Geography and Economics. London : Bell & Sons Ltd.
Danoedoro, Projo (ed). 2004. Sains Informasi Geografis. Dari Perolehan dan Analisis Citra Hingga Pemetaan dan Pemodelan Spasial. Jogjakarta : Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh Fakultas Geografi UGM.
Gardner, Howard. 1999. Intelligence Reframed : Multiple Inteligences for the 21 Century. New York : Basic Book a Member of the Perseus Books Group.
James, Preston S & Clarence F.Jones (ed). 1967. American Geography Inventory & Prospect. Association of American Geographers.
Jan Kraak, Menno & Ferjan Ormeling. 2007. KARTOGRAFI. Visualisasi Data Geospasial. Jogjakarta : Gadjah Mada University Prees.
National Academy of Sciences, 2006. Learning to Think Spatially: GIS as Support System in the K-12 Curriculum.
Sandy, I Made. 1972. Esensi Geografi. Jakarta : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Pasti dan Alam Universitas Indonesia.
Seminar dan Lokakarya Peningkatan Kualitas Pengajaran Geografi. IKIP Semarang bekerja dengan IGI. Semarang 12-13 April 1988.
Thomas, RW & RJ Hugget. 1980. Modelling in Geography. New Jersey : Barnes & Noble Books.
Surakarta, 11 Maret 2010
Tim Prodi P. Geografi FKIP UNS,
Drs. Partoso Hadi, M.Si.
http://partosohadi.staffkip.uns.ac.id
e-mail: partosohadi@yahoo.com
Setya Nugraha, S.Si., M.Si.
Yasin Yusup, S.Si., M.Si.
http://inigeonews.blogspot.com
Gentur Adi Tjahyana, S.Si.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar