26 September 2012

INVESTASI EMAS


Meskipun memiliki berbagai macam keunggulan investasi, ternyata berinvestasi emas juga memiliki beberapa kekurangan atau resiko investasi emas.
Sebagai orang yang menyimpan emas, kita perlu mengetahui dan waspada akan hal-hal ini. Beberapa resiko menyimpan emas tersebut antara lain:
1. Bisa hilang atau dicuri
Emas dan properti memiliki nilai investasi yang hampir sama. Namun emas memiliki nilai liquiditas yang lebih tinggi. Artinya, setiap saat pemiliknya membutuhkan dana segar emas lebih mudah dicairkan alias lebih mudah dijual. Sedangkan properti harus mencari-cari pembeli terlebih dahulu. Keunggulan emas ini bisa menjadi pedang bermata dua. Karena mudah dijual, emas memiliki resiko untuk dicuri orang. Sedangkan properti memerlukan legalitas dari pemilik yang sah untuk bisa dijual. Dari sisi ini, properti memiliki nilai kemanan yang lebih tinggi.
2. Hasil Investasi Kurang besar
Dalam jangka pendek, fluktuasi harga emas bisa dikatakan kurang begitu besar. Memang di beberapa kejadian, emas mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi. Namun ini jarang terjadi. Sehingga jika kita berinvestasi dalam jangka pendek, kita mungkin tidak mendapatkan hasil investasi (return) yang maksimal.
Jika kita bersiap untuk berinvestasi emas, kita harus siap untuk mengantisipasi kedua resiko diatas. Untuk resiko hilang atau dicuri, kita bisa mengantisipasinya dengan menyewa SDB atau Safe Deposit Box yang disediakan bank. Karena kita dikenakan uang sewa/tahun kita juga harus mempertimbangkan jumlah emas yang kita investasikan juga harus besar. Kalau hanya sedikit,tentu malah rugi karena harus beresiko tombok uang sewa.
Untuk resiko yang kedua, yakni hasil investasi yang kurang besar, kita bisa menanggulanginya dengan berinvestasi dalam jangka panjang.  Dan untuk kaum muslim, kita juga harus mempertimbangkan zakat yang harus kita bayar dalam penyimpanan emas.
Jadi untuk menanggulangi kedua resiko investasi emas diatas adalah: dalam jumlah besar dan dalam jangka panjang.

Disamping banyak kelebihannya,  Investasi emas juga banyak kekurangannya.  Apa sih kekurangan Investasi emas jika dibandingkan dengan Investasi yang lain????
1.  Investasi Emas tidak menghasilkan Pasive Income. Jika kita Investasi di Deposito maka kita akan dapat bunga. Jika kita Investasi pada tanah atau Rumah kita bisa dapat Pasive Income dari pendapatan sewa. Namun Pada Investasi emas secara fisik kita tidak mendapatkan Pasive Income.
2. Investasi emas secara fisik rawan dari pencurian atau perampokan, kita kumpulin satu gram demi satu gram namun setelah banyak bisa saja dicuri orang dan habis.
3. Investasi emas tidak bisa dinikmati seketika, jika kita investasi pada Mobil, walaupun disewakan kita dapat menikmati untuk bepergian.
4. Investasi Emas kurang bermanfaat bagi orang lain, karena hanya disimpan. Jika kita Investasi pada angkutan umum maka akan bermanfaat pada orang lain seperti penumpang atau sopirnya.
5. Investasi emas Tidak cocok untuk Investasi jangka pendek.
Dan Masih banyak lagi kekurangan-kekurangan dari Investasi emas.


Saat inflasi terus meningkat, saat ekonomi tidak menentu, dan nilai tukar yang fluktuatif, baik karena inflasi maupun deflasi yang ekstrim sehingga membuat anda cemas dan selalu bertanya-tanya investasi apa yang tetap menarik dan terbaik di saat ekonomi seperti saat ini?
Emas mungkin dapat menjadi pilihan investasi, terutama sifatnya yang mudah diuangkan kembali jika sewaktu-waktu diperlukan. Meskipun ada yang mengatakan return investasi emas masih kurang menggairahkan dibandingkan investasi di property atau saham. Tetapi investasi di saham dan property memiliki risiko yang sangat tinggi, terutama jika anda tidak memahami karakter bisnis ini.
Investasi Jangka Pendek 
Berdasarkan kelebihan dan kekurangan investasi emas ini, maka banyak pelaku investor menyarankan untuk melakukan investasi emas dalam jangka pendek, paling-paling hanya dalam waktu satu tahun saja, atau dapat dijadikan sarana untuk menjaga nilai kekayaan kita agar tidak tergerus oleh inflasi, atau menurun nilainya,  karena jika nilai tukar mata uang kita melemah dari mata uang asing, seperti melemah terhadap dolar Amerika, maknanya juga dapat berarti nilai uang kita juga turun .  Namun ada  juga para investor yang percaya bahwa emas dapat dijadikan sarana investasi jangka panjang, dan terbukti sangat menguntungkan.
Emas tetap menarik dijadikan sarana investasi. Beberapa literatur mengungkapkan kelebihan berinvestasi di emas, baik dalam bentuk emas batangan, bentuk koin, maupun emas perhiasan, diantaranya adalah nilainya yang cenderung stabil, serta tidak memiliki efek inflasi. Selain itu, sudah menjadi rahasia umum bahwa harga emas setiap tahun selalu naik, dan jarang sekali kita mendengar harga emas turun. Tetapi hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara penyimpanan emas dan bagaimana mengelolanya sehingga dapat dijadikan sarana investasi yang aman dan menguntungkan setiap saat.
Emas yang sering dijadikan sarana investasi biasanya berbentuk  batangan, menyerupai lempengan emas persegi dengan kadar 22 karat (95%) atau 24 karat (99%). Namun ada juga yang berbentuk koin emas dan perhiasan. Emas dalam bentuk perhiasan tidak tepat dijadikan sarana investasi karena ada biaya pembuatan, tetapi pas dijadikan kekayaan yang nilainya terus meningkat setiap waktu terutama bagi para ibu-ibu.
Beberapa perusahaan seperti Perum Pegadaian, PT Aneka Tambang, dan beberapa perbankan syariah banyak yang menjual emas batangan ini sebagai sarana investasi.
Selain emas fisik sebagai sarana investasi, ada juga perusahaan yang menawarkan investasi tidak langsung dalam bentuk emas, seperti discretionary fund gold atau hedge fund gold, dan ada juga reksadana emas yang masuk ke saham-saham perusahaan produsen emas, bahkan ada pula manajer investasi yang menawarkan forward contract berbasis emas—-mirip dengan investasi difutures (derivatif) emas. Beberapa investor yang biasa bermain investasi emas juga menginformasikan adanya produk perbankan berbentuk tabungan emas untuk keperluan investasi jangka panjang.
Mudah Diuangkan, Mudah Dijadikan Modal Kembali
Bagi pewirausaha seperti anda, penting untuk menempatkan uang secara tepat, dengan menempatkannya dalam instrument investasi yang menguntungkan, dan mudah dicairkan saat diperlukan, misalnya saat anda memerlukan modal untuk usaha karena order bertambah atau volume pekerjaan meningkat karena ada pesanan dari pelanggan. Caranya membeli dan menguangkan emas-emas juga mudah. Anda tinggal membeli emas, baik dalam bentuk batangan maupun koin di unit-unit penjualan emas yang ada di gerai perbankan syariah atau Pegadaian Syariah, demikian juga saat anda menjualnya kembali. Emas batangan yang tersedia, mulai dalam bentuk batangan/lempengan 50 gram, 100 gram, hingga 200 gram dan 500 gram.
Saat membeli di gerai penjualan emas tersebut  selalu disertai dengan sertifikat (berupa kertas kecil berhologram) dan kuitansi, lalu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya ada kode seperti 9999 atau 24 karat, nomer seri dan berat logam dengan cetakan tenggelam, dan logo pembuatnya.
Emas Produk Investasi yang Menangkal Inflasi
Menurut buku Kemilau Investasi Emas, karangan Mohammad Ihsan Palaloi,  Tita Agustini dan Rudi Kurniawan terbitan Scince Research Foundation ada indicator-indikator penting dalam investasi di emas.
1.     Berdasarkan analisis yang dilakukan, selama ini harga emas selalu mengikuti naik turunnya mata uang dollar AS. Jika mata uang dollar AS naik terhadap rupiah maka harga emas juga cenderung meningkat.
2.     Meningkatnya inflasi akibat meningkatnya konsumsi masyarakat juga menyebabkan harga emas naik. Berapapun tingkat inflasi emas akan mengiktinya. Bahkan sejarah membuktikan bahwa harga emas akan selalu lebih tinggi dari nilai inflasi.
3.     Dalam situasi perekonomian yang belum stabil dan tidak menggembirakan, maka investasi emas merupakan peluang bagi anda bukan hanya untuk menciptakan capital gain, tetapi untuk solusi mempertahankan nilai .


Masih segar dalam ingatan saya beberapa waktu lalu betapa seringnya media dibombardir oleh artikel, iklan atau opini yang menyatakan bahwa investasi emas adalah jalan menuju kemakmuran dan kekayaan dengan cepat. Teknik investasi seperti berkebun emas melalui gadai emas (yang tidak lain adalah membeli emas dengan hutang) dikenalkan kepada masyarakat Indonesia yang rata-rata masih sangat awam dengan investasi seolah-olah teknik tersebut adalah resep jitu investasi emas.
Ketika semuanya bersorak-sorak kegirangan disaat harga emas naik dan jurus-jurus teknik berkebun emas sepertinya bekerja, disaat itu saya adalah salah satu yang skeptis dan terus memperingatkan kepada siapapun yang meminta saran investasi kepada saya bahwa tidak ada jalan super cepat menuju kaya, termasuk investasi emas. Ketika saat itu harga emas sepertinya terus mendaki banyak yang meminta saran kepada saya namun mengabaikan saran yang saya berikan agar berhati-hati. Ketika harga emas akhirnya benar-benar turun saya cukup sedih menyaksikan para orang yang bermimpi kaya dengan cepat melalui emas akhirnya harus kehilangan banyak uang.
Mungkin sampai disini pembaca artikel berkesan bahwa saya anti terhadap investasi emas. Namun anggapan bahwa saya tidak menyukai investasi emas adalah salah. Saya sendiri mempunyai investasi emas dan emas merupakan salah satu mata rantai dari strategi investasi saya dan sampai saat ini pun saya masih melakukan investasi emas. Yang tidak saya setuju adalah berinvestasi emas dengan jalan berhutang seperti halnya berkebun emas dengan jalan melakukan gadai emas. Hal tersebut jelas bukan investasi emas namun spekulasi emas yang menyerempet ke judi. Tidak ada pesan moral disini mengenai anti judi, namun tindakan berhutang untuk membeli emas dengan harapan agar harganya naik terus adalah tindakan seorang pemimpi.
Sebagi investor seseorang harusnya menyadari bahwa harga aset apapun akan berfluktuasi (termasuk emas) walaupun kecenderungan harga emas dalam jangka panjang akan naik mengikuti inflasi. Ketika anda membeli emas dengan hutang (seperti teknik berkebun emas), ketahuilah bahwa anda sebenarnya bertaruh bahwa harga emas akan naik dengan konstan dan investasi anda disaat itu akan sangat rentan terkena risiko fluktuasi jangka pendek. Ketika harga sedang mendatar atau bahkan turun seperti belakangan ini, anda tidak menikmati kenaikan harga emas namun tetap harus membayar bunga dari gadai emas anda.
Jadi bagaimana investasi emas dengan benar ? Belilah emas dengan jalan tunai semampu anda dan jangan pernah berhutang untuk membeli emas dengan tujuan investasi karena jika anda melakukan hal itu sebenarnya anda sedang berjudi dan bukan investasi. Perlakukan emas sebagai investasi jangka panjang dan perlindungan terhadap inflasi.
Jadi stop bermimpi kaya dengan cepat… dan mulailah investasi untuk jangka panjang…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar