17 September 2012

KONSEP,PENDEKATAN,PRINSIP DAN ASPEK GEOGRAFI



LITHOSFER


Bumi mempunyai struktur lapisan mirip telur. Cangkang atau
kulit telur mewakili lapisan kulit atau kerak Bumi (crust), inilah bagian
dari litosfer. Putih telur mewakili lapisan selubung Bumi (mantle),
bagian ini sering disebut astenosfer. Paling dalam yaitu kuning telur
yang mewakili inti Bumi (core), bagian ini disebut barisfer.
Bagian paling dalam dari Bumi yang disebut inti Bumi (core) ini
mempunyai suhu lebih dari 3.000°C, tersusun oleh material nikel
besi. Inti bumi dibagi menjadi dua lapisan. Lapisan bagian inti luar
bersifat cair dan lapisan inti bagian dalam bersifat lebih padat
dibanding lapisan luar.

Ketebalan lapisan selubung Bumi yang berada di bawah
lapisan kerak Bumi mencapai kedalaman sampai 2.900 km.
Lapisan selubung dibagi menjadi lapisan atas dan lapisan
bawah. Lapisan atas bersifat lembek, bersuhu sangat panas
lebih dari 2.000°C, dan dapat mengalir pelan-pelan seperti
aspal jalan yang meleleh pada saat terik matahari di siang
hari. Lapisan selubung bagian bawah bersifat lebih padat
dan tegar akibat tekanan yang besar dari dalam Bumi. Batas
antara lapisan kerak Bumi dan lapisan selubung Bumi
(mantle) berhasil ditemukan oleh ilmuwan Kroasia,
Andrija Mohorovicic pada tahun 1909.

Ketebalan lapisan kerak Bumi sangat tipis bila
dibandingkan dengan ukuran Bumi sebenarnya. Ketebalan lapisan ini
5–7 km di dasar samudra dan 30–80 km di bawah daratan benua.
Begitu pula dengan batuan penyusunnya. Lapisan yang tersusun atas
logam silisium dan aluminium dikenal dengan lapisan sial dengan
ketebalan rata-rata 35 km, bersifat padat. Sementara itu, ada juga
lapisan yang mengandung silisium dan magnesium, dikenal dengan
lapisan sima. Ketebalan rata-rata lapisan ini berkisar 65 km.

Material Pembentuk Kerak Bumi

Kerak Bumi dapat dibedakan atas kerak benua dan kerak samudra.
Kerak benua selain lebih tebal juga lebih beragam dibanding kerak
samudra. Material pembentuk kerak benua pada lapisan atas berupa
batuan granit ringan, sedangkan lapisan bawah terbentuk dari material
batuan basal yang lebih rapat. Berdasarkan umur geologi, strata
atau lapisan-lapisan ini terbentuk dalam berbagai zaman dan melalui
berbagai proses. Batuan yang paling tua ditemukan pada zaman prekambrium.
Batuan yang lebih muda terbentuk pada zaman-zaman
ketika terjadi pembentukan pegunungan

Lapisan kerak samudra paling atas tersusun atas material sedimen
yang tebalnya mencapai 800 meter. Kerak samudra mengalami
pembaruan terus-menerus oleh kegiatan gunung api di sepanjang
celah-celah dasar laut. Celah-celah dasar laut yang memanjang ini
biasa disebut dengan pematang tengah samudra. Dilihat dari umur
geologisnya, lapisan ini termasuk muda dengan umur kurang dari
200 juta tahun bila dibandingkan kerak benua yang berumur sampai
3,8 miliar tahun.





Kerak benua menjulang lebih tinggi daripada kerak samudra. Hal
ini disebabkan kerak benua tersusun oleh material granit yang ringan
dan kerak samudra tersusun oleh batuan basal yang berat. Kerak benua
berada rata-rata 850 meter di atas permukaan laut, sedangkan kerak
samudra berada rata-rata 3.800 meter di bawah permukaan laut. Akibat
adanya gerusan oleh tenaga angin dan limpasan air hujan pada
permukaan kerak benua terbentuk hamparan pasir, debu, dan lumpur.
Material ini kemudian hanyut terbawa aliran air ke laut dan
membentuk lapisan sedimen di dasar samudra. Di bawah lapisan
batuan sedimen ini terdapat lapisan batuan basal yang berupa lava
bantal, retas vertikal, dan gabro berbutir kasar.

Manfaat Kerak Bumi

Kerak Bumi, lapisan terluar Bumi ini ternyata terdiri atas sekitar
3.000 mineral. Bisa kamu bayangkan apa saja mineral tersebut dan
manfaatnya? Mineral-mineral tersebut ditemukan dalam tiga jenis
batuan, yaitu batuan beku, endapan, dan malihan, atau terkadang
berupa longgokan mineral. Batuan dan mineral penyusun kerak ini
diperoleh dengan cara penambangan. Banyak batuan dan mineral
hanya ditemukan jauh di bawah permukaan Bumi. Tetapi, ada juga
beberapa yang ditemukan dekat permukaan Bumi.
a. Batuan Beku
Batuan ini terbentuk karena magma yang mendingin dan menjadi
keras. Batuan beku terjadi terutama di sepanjang tepi lempeng
dan pada daerah panas yang menghasilkan magma.
b. Batuan Endapan (Sedimen)
Batuan endapan berasal dari batuan beku yang muncul di
permukaan Bumi. Karena adanya tenaga angin dan air, batuan beku
dirombak menjadi material-material yang lebih kecil, kemudian
diendapkan di dasar samudra. Di samudra, lama-kelamaan
endapan tersebut memadat dan menjadi batuan endapan.
c. Batuan Malihan (Metamorf)
Batuan malihan terjadi karena adanya tekanan dan suhu yang
tinggi. Sehingga memampatkan dan meremukkan batuan yang
sudah ada sebelumnya, baik itu yang berupa batuan beku ataupun
batuan endapan.

Dengan adanya berbagai proses pembentukan jenis-jenis batuan
di atas, akan menghasilkan material-material yang bernilai ekonomis
tinggi. Tahukah kamu intan? Ya, intan merupakan batuan yang paling
keras dan sangat berharga. Batu intan terbentuk di dalam Bumi pada
kedalaman kurang lebih 150 km. Karena terletak pada lapisan yang
sangat dalam, maka karbon sebagai bahan pembentuk intan,
mendapatkan tekanan yang sangat kuat dan mendapat panas yang
sangat tinggi hingga 1.650°C. Dengan adanya tekanan yang kuat dan
panas yang tinggi inilah, karbon berubah menjadi kristal-kristal intan
yang sangat berharga.



Lain halnya dengan
minyak dan gas alam. Kedua
komoditas ekspor yang bernilai
ekonomis ini terbentuk
karena adanya sisa-sisa plankton,
ganggang, dan makhluk
lain yang mengendap di
lantai samudra, kemudian
tertutup oleh sedimensedimen
yang terangkut dan
terendapkan di samudra.
Sisa-sisa makhluk hidup ini lama-kelamaan melapuk dan menjadi
bahan bakar fosil serta gas alam yang dapat dimanfaatkan energinya.

Bumi terbentuk miliaran tahun lalu, tetapi permukaan Bumi telah banyak mengalami proses perkembangan dan perubahan sepanjang masa. Perubahan tersebut bersifat cepat maupun lambat. Penyebab perubahan tersebut adalah gaya dari dalam bumi (Endogen) dan tenaga dari luar Bumi (eksogen).

Bumi merupakan bagian dari sistem galaksi yang berada di jagat raya, yaitu galaksi Bimasakti. Tahukah kamu apa yang disebut dengan galaksi? Dalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, dimana anggotanya mempunyai gaya tarik-menarik (gravitasi). Bumi yang kita tempati hanya bagian kecil saja dari galaksi Bimasakti, yaitu bagian dari tata surya dengan matahari sebagai pusatnya.

Bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 5m di Observatorium Hale mungkin sampai kira-kira satu miliar galaksi. Galaksi-galaksi inilah pengisi jagat raya.

1. Teori Kabut Kant-Laplace


Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi.

Ingatkah kamu tentang teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796)? Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.

2. Teori Planetesimal



Seabad sesudah teori kabut tersebut, muncul Teori Planetesimal yang dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita.

Pada dasarnya, proses-proses teoritis terjadinya planet-planet dan bumi, dimulai daribenda berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena proses waktu dan perputaran (pusingan) cepat, maka terjadi pendinginan yang menyebabkan pemadatan (pada bagian luar). Adapaun tubuh Bumi bagian dalam masih bersuhu tinggi.


3. Teori Pasang Surut Gas


Teori Pasang Surut Gas ini dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kea rah bintang besar itu.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.

Sementara pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan penarikan matahari, maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet, sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet. peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet, seperti telah dibicarakan di atas.

4. Teori Bintang Kembar

Teori Bintang Kembar ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.

5. Teori Dentuman besar (Big Bang Theory)



Teori ini berdasarkan jenis asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai massa jenis sangat besar. Adanya reaksi inti menyebabkan amssa tersebut meledak hebat. Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat, menjauhi pusat ledakan. Karena adanya gravitasi, maka bintang yang paling kuat gravitasinya akan menjadi pusatnya.

Dari berbagai teori yang dikemukakan para ahli, kebanyakan ilmuwan mendukung teori dentuman besar. Menurut mereka, ledakan besar tersebut merupakan awal terbentuknya alam semesta.

Berdasarkan pengertian geografi yang telah di jelaskan sebelumnya menunjukkan bahwa yang dipelajari dalam geografi ternyata sangat luas. Oleh karena itu, perlu adanya batasan yang menjadi ruang lingkup bahasan geografi. Ruang lingkup bahasan geografi terdiri dari 3 bagian. yaitu sebagai berikut

Geografi Fisik

Geografi fisik menyangkut keadaan lingkungan alam di luar manusia seperti gejala-gejala alam di geosfer yang meliputi atmosfer. litosfer, hidrosfer, dan biosfer, Gejala-gejala alam tersebut berkaitan dengan bentuk, relief, iklim, dan segala sesuatu tentang bumi serta tentang proses-proses fisik yang terjadi darat, laut, dan udara yang berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia.

Geograli Sosial



Aspek lingkungan sosial meliputi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan aktivitas manusia di dalam ruang, yang mencakup aktivitas sebagai mahluk sosial yang harus berinteraksi dengan yang lainnya, aktivitas ekonomi untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya , dan budayanya yang mencerminkan perkembangan kemampuan manusia berupa hasil pemikiran manusia dalam bentuk karya cipta. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa geografi (geografi manusia) mempelajari dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan dampak lingkungan terhadap manusia,

Geografi Regional

Geografi regional mempelajari topik atau bahasan khususnya yang mencakup suatu daerah atau wilayah tertentu. Geografi regional merupakan bahasan yang menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun sosial.

Ketiga aspek tersebut dinamakan geosfer sebagai objek kajian geografi. Geosfer terdiri dari beberapa bagian yaitu: Litosfer, Hidrosfer,Atmoefer, Biosfer, dan Antroposfer yang kesemuanya saling berinteraksi dan saling terkait membentuk suatu sistem





Pada gambar di atas menunjukan bahwa Geosfer terdiri dari 5 bagian penting yang saling terkait dan berhubungan membentuk suatu sistem. karena ini merupakan suatu sistem yang saling terkait, maka jika ada ketidakseimbangan dari salah satu bagian, maka akan berpengaruh terhadap bagian lain atau menimbulkan gejala geosfer yang baru.

contoh : jika pada bagian Antroposfer aktivitas manusia mengekploitasi hutan secara besar-besaran dengan membuka hutan untuk pemukiman, kawasan industri, perkotaan, pertanian dll. maka kondisi ekosistem di biosfer akan terganggu, luas hutan berkurang, populasi flora dan fauna berkurang. dengan berkurangnya vegetasi maka proses pembentukan O2 dan penyerapan CO2 berkurang, sehingga akan berpengaruh terhadap kondisi Atmosfer. atmosfer yang fungsinya sebagai filter (menyerap, memantulkan, membiaskan, meneruskan) sinar matahari akan berubah. dan seterusnya .

Jika Bumi dilihat dari teori lingkungan hidup, maka permukaan bumi dapat dikelompokan menjadi 3 lingkungan yaitu:

1. Phisical Environment. Yaitu segala sesuatu yang ada dalam ruang yang berupa benda atau materi yang tidak hidup. Misalnya tanah, udara, air, bulan dll

2. Biological Environment. Yaitu segala sesuatu yang ada dalam ruang berupa mahluk hidup yang di dalamnya terdiri dari flora, fauna, manusia

3. Social Environment, yaitu segala aktivitas manusia atau tindakan manusia yang terbentuk karena adanya interaksi antar manusia, interaksi dengan flora fauna, dan interaksi dengan lingkungan fisik.




Jika dilihat dari ruang lingkup di atas jelaslah bahwa geografi merupakan ilmu yang sangat komplek yang harus didukung berbagai displin ilmu. Secara umum geografi dapat dikelompokkan dalam 2 bagian yaitu: geografi fisik dan geografi manusia


Geografi termasuk ilmu tua yang sudah berkembang dari jaman sebelum masehi. Sehingga dalam perkembangaanya mengalami spesifikasi yang melahirkan cabang-cabang ilmu lain. Oleh karena itu mempelajarai geografi berarti harus memahami ilmu-ilmu lain sebagai penunjangnya. Ilmu-ilmu tersebut yaitu:

1. Geologi yaitu ilmu yang memepelajari sejarah, komposisi, struktur bumi dan perkembangannya secara keseluruhan

2. Geofisika yaitu ilmu yang mempelajari sifat-sifat bumi dengan metode teknik fisika, seperti rambatan getaran gempa, gravitasi, medan magnet

3. Meteorologi yaitu ilmu yang mempelajari keadaan atau kondisi atmosfer, misalnya perubahan unsur-unsur cuaca (angin, kelembaban udara, awan, hujan dll)

4. Astronomi yaitu ilmu yang mempelajari benda-benda yang ada di dalam jagat raya, seperti matahari, planet, bintang dll

5. Biogeografi yaitu mempelajari tentang mahluk hidup (flora dan fauna) dengan sudut pandang keruangannya yaitu sebaran kaitannya dengan iklim dan cuaca yang mendukung.

6. Geomorfologi mempelajari sejarah perkembangan bentuk permukaan bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut.

7. Hidrologi mempelajari tentang air (sebarannya: danau, tanah, udara, laut, sungai, rawa dll) dan siklusnya

8. Oseanografi mempelajari kelautan berkiatan dengan kadar garam, pergerakan arus, morfologi, biota, pasangsurut dan lain-lain

9. Antropogeografi mempelajari tentang sebaran, suku, ras dilihat dari kontek geografinya

10. Geografi Regional mempelajari sutau wilayah atau kawasan tertentu dipermukaan bumi misalnya Geografi Asia Tenggara, Geografi Timur Tengah dll

11. Geografi politik yaitu mempelajari politik dari sudut pandang geografinya, seperti bentuk daratan, posisi, luas, lokasi dibandingkan dengan negara-negara lain

12. Geografi Sosial yaitu mempelajari manusia dalam kontek interaksinya dengan yang lain

13. Geografi Ekonomi yaitu mempelajari sebaran sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi untuk menunjang kehidupan manusia

Studi geografi pada dasarnya adalah mempelajari gejala-gejala geogafi yan terjadi dalam geosfer. Dalam geosfer sendiri terdapat manusia yang sebenarnya adalah objek dalam antroposfer. Berikut ini adalah konsep-konsep geografi yang dapat digunakan untuk menganalisis masalah geografi:

1. Lokasi
Merupakan kedudukan suatu objek terhadap objek lain di permukaan bumi. Lokasi terbagi menjadi 2 jenis yaitu: lokasi Absolut dan lokasi relatif. Lokasi Absolut yaitu lokasi yang didasarkan pada letak dan garis Astronomis. Sedangkan lokasi relatif yaitu lokasi yang didasarkan pada keadaan ruang geografis tertentu. Letak Absolut Kota Palembang dilihat garis astronomis pada peta. Sedangkan lokasi relatif Kota Palembang sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Ogan Ilir.

2. Jarak
Adalah ruang yang memisahkan antara dua objek. Jarak ada 2 jenis yaitu: Jarak Absolut dan Jarak Relatif.
Jarak absolut yaitu jarak yang sebenarnya berdasarkan pengukuran garis lurus di antara 2 lokasi. Jarak relatif yaitu Jarak yang pengukurannya dengan melihat berbagai faktor kondisi ruang, waktu. Satuan jarak dapat digunakan satuan geometris (meter) dan satuan waktu (jarak tempuh). Jarak dapat juga menentukan nilai suatu barang baik itu nilai ekonomis atau nilai penghargaan (value).Contoh: ada saat tertentu penghargaan atau penilaian suatu barang didasarkan dari jauh atau tidaknya barang tersebut didatangkan. karena semakin jauh barang tersebut didatangkan, maka biaya yang dibutuhkan semakin besar. Tapi di jaman yang semakin modern dan serba instan pengharagaan akan waktu sangat tinggi . Contohnya dalam pengiriman barang/paket

3. Keterjangkauan
Mudah atau sulitnya suatu lokasi untuk diakses. Tujuan dari aksesibiltitas adalah untuk mengetahui, memahami, menganalisis, dll suatu ruangan tertentu secara geografis, sehingga aksesibilitas tidak harus dijangkau secara fisik, tapi aksesibilitas untuk mendapatkan/menggali data-data suatu ruangan tertentu. Maka jarak, morfologi, kondisi sudah bukan lagi sebagai kendala untuk menjangkau atau mengakses suatu wilayah. Kendala-kendala yang sekarang ada adalah kendala dari aspek sosial, politis, budaya, aturan.

Contoh
Baduy Dalam secara morfologi tidak lagi menjadi kendala, tapi yang menjadi kendala adalah waktu, sosial, dan budaya.

Dengan jaringan networking yang sudah dibangun, kapan saja dan di mana saja kita dapat mengakses lokasi di permukaan bumi melalui telepon bisa berkomunikasi, melalui internet bisa transfer data, telekonferen dll. Sehingga sudah tidak ada lagi kendala dan batasannya yang ada Dunia tanpa tapal batas

4. Pola
Adalah tatanan geometris yang beraturan dalam ruang atau pola adalah kumpulan dari beberapa objek yang membentuk objek tertentu. Banyak faktor yang mempengaruhi bentuk pola

Contoh
Sebaran penduduk di daerah pantai, sungai, jalan akan membentuk pola linear sedangkan pada daerah yang memiliki sumber daya alam akan membentuk pola memusat.

5. Morfologi
Permukaan bumi memiliki bentuk yang sangat beragam karena adanya perubahan-perubahan yang terus terjadi. Perubahan Ini terjadi karena adanya aktivitas tenaga endogen dan eksogen. Tenaga endogen mengakibatkan adanya pengangkatan, pelipatan, patahan dll yang sifatnya konstruktif. Tenaga eksogen diakibatkan karena adanya pengaruh dari unsur-unsur cuaca yang menimbulkan erosi, pelapukan, transportasi.



6. Aglomerasi
Aglomerasi adalah pengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia. Pengelompokan ini dipengaruhi oleh banyak faktor.

Contoh:
Di kota-kota besar atau kota yang terbentuk karena migrasi, biasanya akan terbentuk pengelompokan-pengelompokan sebaran penduduk. Penamaan wilayah pengelompokan ini biasanya menggunakan nama asal, suku, ras penghuninya. Misalnya: Pecinan, Kampung Arab, Kampung Melayu, Manggarai, dll

Aglomerasi semacam ini terjadi karena adanya kesamaan sebagai pondasi untuk memudahkan komunikasi, melaksanakan aktivitas keagamaan, aktivitas sosial, toleransi, danaktivitas ekonomi.



7. Nilai kegunaan
Suatu barang dan wilayah memiliki nilai yang sangat relatif. Suatu barang akan memiliki nilai kegunaan yang berbeda jika berada pada wilayah yang beda. Setiap wilayah mempunyai nilai yang berbeda jika berada pada ruang yang beda.

Contoh:
Perahu merupakan sarana transportasi yang digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan, tapi akan memiliki nilai yang berbeda jika perahu tersebut berada di taman sebuah hotel atau restoran seafood yang sangat mewah.

Lahan 500 m2 di kawasan Menteng akan memiliki nilai yang berbeda jika dibandingkan dengan lahan 500 m2 di Wamena. 





8. Interaksi
nteraksi terjadi karena adanya kebutuhan untuk saling memenuhi, hal ini terjadi karena setiap wilayah memiliki perbedaan sumber daya alam. Disatu sisi ada yang berlebihan dan sisi lain terjadi kekurangan.

Contoh:
Pedesaan merupakan wilayah agraris dengan aktivitas penduduk sebagai petani di pertanian atau perkebunan yang menhasilkan produk alam siap konsumsi atau sebagai bahan baku, sedangkan perkotaan merupakan suatu wilayah yang memiliki perkembangan industri sebagai pengolah bahan baku menjadi barang jadi. Maka karena masing-masing memiliki karakteristik sehingga akan terjadi interaksi unntuk saling memenuhi



9. Diferensiasi Areal
Ada perbedaan fenomena yang terjadi di setiap wilayah, baik fenomena sosial maupun fenomena fisik 

10. Keterkaitan keruangan
Merupakan keterkaitan antara suatu fenomena dengan fenomena yang lain yang terjadi dalam ruang. 

Contoh:Jenis tanah akan mempengaruhi kesuburan tanah dan berpengaruh berikutnya terhadap hasil pertanian, berpengaruh pula terhadap pola pertanian dan seterusnya.

Prinsip-prinsip geografi merupakan dasar untuk menjelaskan, menguraikan, pengkajian, dan analisis berbagai fenomena geografi dalam ruang yang terjadi setiap hari. Sehingga ketika kita mengkaji fenomena dalam ruang maka ke 4 prinsip inii yang selalu menjiwainya. Prinsip-prinsip tersebut yaitu

1. Prinsip persebaran, yaitu menjelaskan bahwa geiala atau fenomena geografi yang terjadi di geosfer tersebar di permukaan bumi dan persebarannya tidak merata. Gejala geografi yang tersebar ini dapat berupa gejala fisik maupun gejala sosial. Gejala gejala fisik yang terjadi misalnya gejala perubahan-perubahan unsur cuaca di atmosfer, gempa bumi di litosfer, arus laut di hidrosfer dan lai-lain. Serta dapat pula sebaran gejala sosial yang terjadi oleh karena adanya aktivitas dan interaksi manusia, misalnya: kepadatan penduduk, aktivitas ekonomi, pertanian dll



2. Prinsip interelasi, yaitu adanya hubungan saling terkait antara fenomena satu dengan fenomena lain yang terjadi dalam ruang. Fenomena yang saling terkait ini dapat berupa fenomena fisik dan fenomena sosial

Contoh Interelasi Fenomena fisik dengan fenomena fisik = Gempa yang terjadi di dasar laut akan berinterelasi terjadinya Tsunami Interelasi fenomena fisik dengan fenomena sosial = banjir akan mengakibatkan aktivitas penduduk menjadi terganggu


3. Prinsip deskripsi. Bahwa fenomeena yang salingterkait yang terjadi di dalam ruang ini perlu dideskripsikan atau dijelaskan. Untuk menjelaskan fenomena yangterjadi dapat di deskripsikan dengan tabel, gambar, peta, grafik, diagram, bagan dll.

Contoh Persebaran penduduk dapat dideskripsikan dengan menggunakan peta. Siklus air yang terjadi di geosfer akan lebih mudah dipahami jika dideskripsikan dengan gambar


4. Prinsip korologi. yaitu pengkajian gejala atau fenomena geografi secara menyeluruh. Lebih jelasnya bahwa berdasarkan analisis terhadap fenomena yang terjadi di geosfer dengan dasar 3 prinsip utama yaitu persebaran, interelasi dan deskripsi maka suatu wilayah mempunyai karakteristik dan corak tertentu menggunakan gambar

Pendekatan geografi dapat diartikan sebagai suatu. metode atau cara (analisis) untuk memahami berbagai gejala dan fenomena geosfer. khususnya interaksi antara manusia terhadap lingkungannya . setiap disiplin ilmu memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu kejadian. Fenomena atau kejadian yang sama dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

Seorang ahli kedokteran melihat dari kontek kesehatan yaitu banjir akan mengakibatkan tingkat kesehatan penduduk akan menurun, ketersediaan air bersih akan berkurang, kebutuhan makanan tidak tercukupi, terkontaminasi air kotor sehingga akan tersebar penyakit, gatal-gatal, diare, mencret dll

Seorang ahli ekonomi maka akan melihat dari kontek aktivitas ekonominya, karena banjir, aktivitas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi terganggu, sementara harta benda mereka untuk memenuhi kebutuhan ekonomi juga rusak, sehingga berapa kerugiannya dan apa akibatnya dilihat secara ekonomi
Seorang ahli geografi melihat fenomena tersebut dilihat dari kontek keruangannya yaitu, lokasi banjirnya, sebaran banjirnya, penyebab dan akibatnya dll

Pendekatan (approach) yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam, yaitu analisis keruangan (spa­tial analysis), analisis ekologi (ecological analysis). danan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis). Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam geografi tidak membedakan antara elemen fisik dan nonfisik.

1. Pendekatan Keruangan.

Pendekatan keruangan adalah upaya dalam mengkaji rangkaian persamaan dari perbedaan fenomena geosfer dalam ruang. Di dalam pendekatan keruangan ini yang perlu diperhatikan adalah persebaran penggunaan ruang dan penyediaan ruang yang akan dimanfaatkan.

Contoh penggunaan pendekatan keruangan adalah perencanaan pernbukaan lahan untuk daerah permukiman yang baru. Maka yang harus diperhatikan adalah segala aspek yang berkorelasi terhadap wilayah yang akan digunakan tersebut. Contohnya adalah morfologi, ini kaitannya dengan banjir, longsor, air tanah. Hal itu diperlukan karena keadaan fisik lokasi dapat mempengaruhi tingkat adaptasi manusia yang akan menempatinya,

Pendekatan keruangan juga merupakan ciri khas yang membedakan ilmu geografi dengan lainnya. Pendekatan ini dapat di tinjau dari 3 aspek yaitu:

*
Analisis pendekatan topik yaitu menghubungkan suatu kejadian dengan dengan tema-tema utama dalam permasalahan tersebut. Contoh pemanasan glokal adalah suatu fenomena geografi yang terjadi di seluruh ruang, gejala tersebut diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan manusia yang menambah tingkat polutan dalam udara sehingga berpengaruh terhadap perubahan komposisi penyusun atmosfer. Berikut Ini adalah gambar aktivitas manusia yang mengakibatkan kerusakan ruang

*
Analisis dengan pendekatan aktivitas manusia yaitu mendeskripsikan aktivitas manusia dalam ruang. Kehidupan manusia dimanapun ruang dan tempatnya maka akan beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi ruang. Pada ruangan pantai maka aktivitas manusia sebagai nelayan, tambak udang, garam atau industri berat. Contoh gambar ini adalah aktivitas manusia sesuai dengan keruangannya 



*
Analisis pendekatan wilayah, yaitu bahwa persebaran fenomena geografi persebarannya tidak merata, sehingga setiap wilayah mwmiliki karakteristik, memiliki kelebihan dibandingkan dengan wilayah lain, sehingga pada wilayah yang berrbeda maka akan memiliki karakteristik yang berbeda pula. Berikut ini adalah gambar karakteristik wilayah




2. Pendekatan Ekologi

Pendekatan ekologi adalah upaya dalam mengkaji fenomena geosfer khususnya terhadap interaksi antara organisme hidup dan lingkungannya. termasuk dengan organisme hidup yang lain. Di dalam organisme hidup itu manusia merupakan satu komponen yang penting dalam proses interaksi, Oleh karena itu, muncul istilah ekologi manusia (hu­man ecology) yang mempelajari interaksi antar manusia serta antara manusia dan lingkungan. Aktivitas manusia dalam kaitannya dengan inetarksi dalm ruang terutama terhadap lingkungannya mengalami tahan-tahapan sebagai berikut

*
Tahapan yang sangat sederhana yaitu manusia tergantung terhadap alam (fisis Determinisme). Manusia belum memiliki kebudayaan yang cukup sehingga pemenuhan kebutuhan hidup manusia dipenuhi dari apa yang ada di alam dan lingkungannya (hanya sebagai pengguna alam). Sehingga pada saat alam tidak menyediakan kebutuhannya maka di akan pindah atau mungkin punah (kehidupan jaman purba)
*
Manusia dan alam saling mempengaruhi. Manusia memanfaatkan alam yang berlebihan dan tidak memperhatikan kemampuan alamnya, sehingga lingkungan alam rusak dan berakibat juga pengaruhnya terhadap manusia. Manusia sudah mampu mengurangi ketergantunggannya terhadap alam tapi manusia juga masih membutuhkan alam. 

Contohnya. Para petani zaman dulu dalam waktu setahun hanya mampu bercocok tanam hany sekali, karena kebutuhan pengairan hanya mengandalkan dari musim hujan (tadah hujan), sementara jumlah penduduk semakin bertambah, kebutuhan terhadap pangan juga bertambah, maka manusia berupaya bagaimana agar kebutuhan irigasi untuk pengairan pertanian bisa sepanjang musim dan tahun, maka dibuatlah bendungan. Kemudian dengan bioteknologi juga sudah ditemukan varietas pada yang bagus dengan usia dan masa panen cukup pendek.

*
Manusia menguasai alam. Dengan berkembangnya ilmu, kemampuan, dan budayanya, manusia dapat memanfaatkan alam sebesar-besarnya. Contohnya dibuatnya mesin-mesin mengekploitasi alam yang sebesar-besarnya. Jika alam sudah tidak mampu lagi maka mesin -mesin digunakan untuk memproduksi bahan-bahan sintetis yang tidak bisa di buat alam. 


3. Pendekatan komplek kewilayahan

Pendekatan komplek kewilayahan ini mengkaji bahwa fenomena geografi yang terjadi di setiap wilayah berbeda-beda, sehingga perbedaan ini membentuk karakteristik wilayah. Perbedaan inilah yang mengakibatkan adanya interaksi suatu wilayah dengan wilayah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. semakin tinggi perbedaannya maka interaksi dengan wilayah lainnya semakin tinggi

Seperti yang sudah di jelaskan pada ruang lingkup geografi bahwa geografi mempelajari fenomena atau gejala-gejala yang terjadi di Geosfer. Maka jelaslah bahwa apasih yang menjadi objek studi geografinya. Secara umum objek studi geografi di bagi menjadi dua bagian yaituÂ


Objek Material


Objek material yaitu segala sesuatu baik berupa materi atau berupa gejala geografi yang terjadi dalam ruang (geosfer) yang dipelajari oleh geografi. Karena ruang lingkupnya geosfer maka objek studi material ini berada di 5 bagian geosfer yaitu:

*
Litosfer. Lithos artinya batuan dan sphera artinya lapisan. Deskripsi lengkapnya adalah lapisan penyusun kulit bumi yang terluar dan terbentuk dari batuan. Objek material geografi pada lapisan ini adalah segala sesuatu materi atau gejala geografi yang terdapat atau terjadi pada lapisan ini.

contoh dalam bentuk materinya yaitu: batuan dengan berbagai jenisnya, gunung dengan tipe dan ketinggianya. Sedangkan  dalam bentuk fenomena dan gejala geografi misalnya gempa, pergerakan lempeng tektonik,

*
Hidrosfer. Adalah bagian dari geosfer dalam bentuk lapisan perairan yang tersebar di lautan, tanah, permukaan tanah, atmosfer (udara), maupun dalam bentuk padat, cair, gas

Contoh dalam bentuk materi yaitu air, salju, uap (gas) dan dalam bentuk gejala geografi yaitu: pasang surut, arus laut, pergerakan air tanah dan lain-lain

*
Atmosfer. Adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi

Contoh dalam bentuk materi: awan, udara beserta materi penyusunnya dan dalam bentuk gejala geografi yaitu: perubahan unsur-unsur cuaca


*
Biosfer. Lapisan kehidupan yang ada di gesofer selain dari manusia yaitu berupa flora dan fauna

Contoh materinya: flora dan fauna dan gejalanya: persebarannya, habitatnya (kondisi ruangan yang mendukungnya)

*
Anthroposfer. Adalah lapisan kehidupan manusia di dalam ruang.

Contohnya kehidupan biologisnya (kelahiran, kematian), kehidupan sosialnya, aktivitas ekonominya, budayanya dan lain-lain


Objek Formal


Yaitu sudut pandang dan cara berpikir terhadap objek material yang berupa materi atau gejala geografi yang ada di geosfer. Cara pandang dan cara berpikir ini dapat melalui pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan. (baca kembali pendekatan geografi)

1. Sejarah Perkembangan Geografi

Perkembangan ilmu Geografi seiring dengan interaksi manusia dengan lingkungannya. Pemenuhan kebutuhan mendorong manusia melakukan perjalanan yang akhirnya menambah pengetahuan mereka tentang aspek fisik, maupun sosial disekitarnya.

Pengetahuan dari hasil perjalanan tersebut diatas, kemudian disampaiakan melalui cerita-cerita. Pada periode selanjutnya cerita dari mereka yang melakukan perjalanan itu didokumentasikan dalam bentuk tulisan, shingga pada akhirnya menjadi dasar bagi geografi sebagai ilmu pengetahuan.

Geografi berasal dari Bahasa Yunani geos artinya bumi dan graphein artinya gambaran atau uraian, sehingga Geografi dapat diarikan sebagi gambaran/ uraian tentang bumi. Istilah gegrafi diperkenalkan pertama kali oleh Eratosthenes melalui bukunya Geographica.Atas jasanya tersebut Eratosthenes sering disebut sebagai Bapak Geografi.

Dalam perkembangan keilmuannya geografi terbagi pada dua periode :

a. Casualistis : periode ini ditandai dengan penggambaran muka bumi berdasarkan catatan cerita pengalaman perjalanan orang bepergian mengelilingi bumi yang menemukan fenomena tertentu.

b. Caualistis : periode ini ditandai dengan penggambaran muka bumi berdasarkan keterkaitan sebab-akibat antar fenomena dan antar wilayah.

Hingga saat ini studi geografi dibedakan menjadi 2, yaitu :

a. Geografi Sistematik (Geografi Ortodoks) yang meliputi :

- Geografi Fisik yang mempelajari gejala fisik permukaan bumi (tanah air dan udara) serta flora dan fauna.

Kerangka kerjanya ditunjang oleh geologi, geomorfologi, pedologi, meteorologi, klimatologi, oseanografi dan biogeografi.

- Geografi Manusia yang mempelajari tentang kependudukan, politik, ekonomi, sosial, maupun budaya.

Kerangka kerjanya ditunjang oleh demografi, geografi ekonomi, geografi sosial, geografi desa-kota, dan antropo-geografi.

- Geografi Regional yang mempelajari perwilayahan, baik fisik (zone iklim, flora, fauna dll.), maupun kultur (Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa Barat dll.)

- Geografi Teknik yang terdiri atas kartograf (lmu peta), penginderaan jauh, Sistem Informasi geografi dan geografi kuantitatif

b. Geografi Terpadu (Geografi Terintegrasi)

Merupakan kajian geografi dengan pendekatan terpadu, yakni integrasi elemen-elemen geografi sistematik (fisik dan manusia) dengan geografi regional (zona dan kultur)

2. Definisi Geografi

Ikatan Geografi Indonesia ( IGI ) dalam seminar dan Lokakarya Semarang (1988) : Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan susdut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan

3. Metode/ Pendekatan Geografi

4. Ruang Lingkup Geografi

Sebagai sebuah studi kebumian Geografi harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ; What (apa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa), dan How (bagaimana) tentang fenomena geosfer, sehingga karena luasnya ruang lingkup tersebut, maka Ruang lingkup Geografi dapat digolongkan kedalam 3 hal pokok Sebagi berikut :

a. Lokasi (tempat)

Memperhatikan persebaran fenomena geosfer dipermukaan bumi

b. Hubungan keruangan

Mempelajari hubungan manusia dengan alam, perubahan bentuk muka bumi dan interaksi sosial yang mempengaruhi bumi serta

c. Ciri-ciri regional

Mempelajari kerangka region-region (wilayah-wilayah) spesifik atau ciri khas yang menonjol

5. Objek Studi Geografi

Objek studi Geografi meliputi :

a. Objek Material adalah Geosfer meliputi :

- litosfer (lapisan kulit bumi) contoh : vulkanisme, tektonisme dll.

- hidrosfer (lapisan air) contoh : danau darat, laut dan artesis dll.

- atmosfer (lapisan udara) contoh : iklim, cuaca dll.

- biosfer (flora dan fauna) contoh : tropophyta, xerophyta dll

- antroposfer (aktifitas manusia ) contoh : kependudukan, desa, kota dll.

b. Objek Formal adalah Region

Region adalah bagian dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik, maupun sosial. Objek formal dapat disebut sebagai cara pandang atau berfikir terhadap objek material. Kajian inilah yangmelahirkan pembagian permukaan bumi menjadi beberapa wilayah/region atau zone-zone

Ciri dan Proses Pembentukan Tanah di Indonesia

Pada dasarnya, tanah berasal dari batuan atau zat organik lainnya yang mengalami pelapukan. Berubahnya batuan atau zat organik menjadi butir-butir tanah dikarenakan oleh beberapa faktor :
1. Pemanasan matahari pada siang hari dan pendinginan pada malam hari.
2. Batuan yang sudah retak, pelapukan dipercepat oleh air.
3. Akar tumbuh-tumbuhan dapat menerobos dan memecah batu-batuan sehingga hancur.
4. Binatang-binatang kecil seperti cacing tanah, rayap dan sebagainya yang membuat 
lubang dan mengeluarkan zat-zat yang dapat menghancurkan batuan.
5. Pemadatan dan tekanan pada sisa-sisa zat organik akan mempercepat terbentuknya 
tanah.

Berdasarkan bahan induk dan proses perubahan yang disebabkan oleh tenaga oksigen, tanah di Indonesia dibedakan menjadi beberapa jenis seperti berikut :

1. Tanah podzolik merah kuning, adalah tanah yang terjadi ari pelapukan batuan yang 
mengandung kwarsa pada iklim basah dengan curah hujan 2.500 – 3.500 mm/tahun. 
Jika terkena air mudah basah, tanah ini banyak terdapat di pegunungan.
2. Tanah organosol adalah tanah y terjadi dari bahan induk organik seperti gambut 
dan rumput rawa pada iklim basah dengan curah hujan lebih dari 2.500 mm/tahun.
3. Tanah oluvial adalah tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa melalui 
sungai-sungai. Tanah ini bersifat subur sehingga baik untuk pertanian dan 
bahan-bahan makanan.
4. Tanah kapur adalah tanah yang berasal dari batuan kapur yang umumnya terdapat di 
daerah pegunungan kapur berumur tua. Tanah ini tidak subur, tetapi masih dapat 
ditanami pohon jati.
5. Tanah vulkanis adalah yang berasal dari pelapukan batuan-batuan vulkanis baik 
dari lava atau batuan yang telah membeku (effusif) maupun dari abu vulkanis 
yang telah membeku (efflata).
6. Tanah pasir adalah tanah yang berasal dari batuan pasir yang telah melapuk. 
Tanah ini sangat miskin dan kadar air di dalamnya sangat sedikit.
7. Tanah humus (bunga tanah) adalah tanah yang terjadi dari tumbuh-tumbuhan yang 
telah membusuk. Tanah ini mengandung humus bersifat sangat subur dan umumnya 
berwarna hitam.
8. Tanah laterit adalah tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium, karena 
tua sekali, maka tanah ini sudah tidak subur lagi. Tanah ini berwarna merah muda 
sehingga disebut tanah merah.

Erosi Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan

Tanah adalah akumulasi tubuh-tubuh alam yang bebas dan menduduki sebagian besar lapisan atas permukaan bumi.
Peranan tanah bagi kehidupan manusia. Tanah berperan penting bagi kehidupan manusia disebabkan karena :
a. Digunakan untuk bertempat tinggal dan melakukan kegiatan 
b. Tempat tumbuhnya vegetasi yang sangat berguna bagi kepentingan hidup manusia 
c. Mengandung barang tambang atau bahan galian yang berguna bagi manusia

Erosi merusak kesuburan tanah
Adapun sebab-sebab erosi tanah karena beberapa hal berikut :
a. Tanah gundul atau tidak ada tanamannya
b. Tanah miring tidak dibuat teras-teras dan guludan sebagai penyangga air dan 
tanah yang larut
c. Tanah yang tidak dibuat tanggul pasangan sebagai penahan erosi
d. Tanah di kawasan hutan rusak karena pohon-pohon ditebang secara liar
e. Permukaan tanah yang berlumpur digunakan untuk pengembangan liar sehingga tanah 
atas semakin rusak

Keadaan tanah yang serasi bisa menjadi habitat tumbuh-tumbuhan, kalau perbandingan komponen-komponennya sebagai berikut : : mineral 45%, bahan organik 5%, air antara 20 – 30% dan udara tanah antara 20 – 30%.
Ikatan senyawa organik yang terdapat dalam tanah cukup banyak macamnya namun sedikit yang dapat menyebabkan terjadinya kombinasi-kombinasi warna tanah, antara lain oksida besi dan bahan organis. Adapun asal dari warna-warna itu adalah :
1. Kuning, berasal dari mineral limonit (2Fe2O33H3O)
2. Cokelat, berasal dari bahan-bahan organis asam yang lapuk sebagian
3. Putih, berasal dari mineral silika kuarsa (SiO2), kapur (CaCO3), kaolin, bauksit 
aluminium dan silikat, gypsum (CaCO42H2O)
4. Hitam, berasal dari bahan-bahan organis yang telah terurai dengan hebat dan 
biasanya ada hubungannya dengan unsur-unsur karbon (C), magnesium (Mg) serta 
belerang (S)
5. Merah, berasal dari mineral hematit (Fe2O3) atau turgit (2Fe2O3H2O)
6. Hijau, berasal dari oksida ferrous
7. Biru, berasal dari mineral lilianit

Dilihat dari segi kesuburannya, tanah dibedakan menjadi 4 yaitu :
1. Tanah muda, berciri unsur hara yang terkandung di dalamnya belum banyak sehingga 
belum subur.
2. Tanah dewasa, berciri unsur hara yang terkandung di dalamnya sangat banyak 
sehingga tanah ini sangat subur.
3. Tanah tua, berciri unsur hara yang terkandung di dalamnya sudah berkurang.
4. Tanah mati, berciri unsur hara yang terkandung di dalamnya sudah sangat sedikit 
bahkan hampir habis. Tanah ini sangat tidak subur.

Tanah memerlukan unsur-unsur untuk berubah dan berkembang. Unsur yang diperlukan tanah adalah : K, P, N, C, H, O, Na, Ca, S, Mg, Fe, Zn, B, Cu, dan Mn. Apabila salah satu unsur tersebut tidak ada, maka tanaman yang ada tidak sempurna atau tidak dapat tumbuh. Maka untuk melengkapi kekurangan bahan makanan dapat mempergunakan pupuk. 

Berdasarkan asal senyawanya ada 2 macam pupuk :
1. Pupuk alam (organik), yaitu pupuk yang dihasilkan dari sisa-sisa tanaman, hewan 
dan manusia seperti pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos. Pupuk ini 
dapat menyerap air hujan, memperbaiki daya pengikat air, mengurangi erosi dan 
untuk perkembangan akar atau biji.
2. Pupuk buatan (anorganik), yaitu pupuk yang dibuat oleh pabrik, yang terbagi 2 
jenis, pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Keuntungan pupuk pabrik adalah praktis, 
ringan, mudah larut dan cepat bereaksi.

Menjaga Kesuburan Tanah dan Usaha Mengurangi Erosi Tanah

Kesuburan tanah dapat dijaga dengan usaha-usaha sebagai berikut : 
1. Pemupukan
2. Sistem irigasi yang baik
3. Pada lereng-lereng gunung dibuat hutan-hutan cadangan
4. Menanami lereng-lereng yang telah gundul
5. Menyelenggarakan pertanian di daerah miring secara benar

Untuk mengurangi erosi tanah, maka diperlukan beberapa langkah berikut :
1. Terrasering
2. Contour farming
3. Pembuatan tanggul pasangan
4. Contour plowing
5. Contour strip cropping
6. Crop rotation
7. Reboisasi

Lahan atau tanah mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, perbedaan tersebut disebabkan oleh :
1. Tekstur tanah
2. Permeabilitas tanah
3. Solum tanah atau ketebalan
4. Kemiringan lereng
5. Tingkat erosi
6. Penyaluran air

Kelas Kemampuan Lahan 

Berdasarkan kelas kemampuannya, lahan dikelompokkan dalam 8 kelas. Lahan I sampai IV merupakan lahan yang sesuai bagi usaha pertanian, sedangkan lahan kelas V sampai VIII merupakan lahan yang tidak sesuai untuk usaha pertanian.

Secara lebih rinci, kelas-kelas kemampuan lahan dapat dideskripsikan yaitu :

Kelas I : Dengan ciri tanah datar, butiran tanah agak halus, mudah diolah, sangat 
responsif terhadap pemupukan atau memiliki sistem pengaliran air yang 
baik.
Kelas II : Dengan ciri lereng landai, butiran tanahnya halus sampai agak kasar, 
agak peka terhadap erosi dan sesuai untuk usaha pertanian.
Kelas III: Dengan ciri tanah terletak pada wilayah yang agak miring dengan sistem 
pengairan yang kurang baik dan sesuai untuk usaha pertanian.
Kelas IV : Dengan ciri tanah terletak pada wilayah yang miring sekitar 15 – 30% 
dengan sistem pengairan yang buruk tapi masih dapat dijadikan lahan 
pertanian.
Kelas V : Dengan ciri tanah terletak di wilayah yang datar atau agak cekung, 
seringkali tergenang air sehingga tingkat keasaman tanahnya tinggi, 
tidak cocok untuk lahan pertanian, tapi sesuai ditanami rumput.
Kelas VI : Dengan ciri ketebalan tanahnya tipis dan terletak di daerah yang agak 
curam dengan kemiringan sekitar 30% - 45%, mudah tererosi, sesuai untuk 
padang rumput.
Kelas VII: Dengan ciri terletak di wilayah yang sangat curam dengan kemiringan 
antara 45% - 65%, tanahnya sudah mengalami erosi berat, dan lebih sesuai 
ditanami tanaman keras/tahunan.
Kelas VIII:Dengan ciri terletak di daerah dengan kemiringan diatas 65%, butiran 
tanah kasar dan mudah lepas dari induknya, sangat rawan terhadap 
kerusakan.

Lahan Kritis dan Lahan Potensial

1. Lahan Kritis
Adalah lahan yang tidak produktif. Meskipun dikelola, produktivitasnya sangat rendah. Bahkan dapat terjadi jumlah produksi yang diterima jauh lebih sedikit daripada biaya pengelolaannya. Lahan ini bersifat tandus, gundul dan tidak dapat digunakan untuk pertanian.
Sebab-sebab dari lahan kritis antara lain :
a. Kekeringan
b. Genangan air yang terus menerus
c. Erosi tanah atau mass wasting
d. Pembekuan air
e. Pencemaran tanah
f. Masuknya material yang bertahan lama di tanah
g. Pengelolaan lahan yang kurang memperhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan 

2. Lahan Potensial
Adalah lahan yang belum dimanfaatkan atau belum diolah dan jika diolah akan mempunyai nilai ekonomi yang besar karena tingkat kesuburan yang tinggi dan mempunyai daya dukung terhadap kebutuhan manusia. Lahan potensial merupakan modal dasar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di daerah di luar Jawa banyak memiliki daerah produktif yang sangat potensial tetapi belum atau tidak dimanfaatkan sehingga daerah ini dikenal dengan daerah yang sedang tidur.

Geografi merupakan ilmu yang mendasarkan diri pada analisis interrelasi keruangan antargejala geografi pada suatu region/wilayah. Karakter terpenting yang harus dimiliki oleh suatu wilayah adalah adanya aspek fisik dan aspek sosial budaya. Sifat karakteristik sebagai keseluruhan wilayah geografi diabstraksikan sebagai suatu pengertian geografi yang dikenal dengan konsep wilayah. 

1 Pengertian Wilayah2 Jenis-Jenis Wilayah 2.1 Pewilayahan Secara Geografi2.2 Berdasarkan Ciri-Ciri Umum3 Materi lainnya mengenai Pengertian dan Konsep Wilayah4 Sumber Informasi 
Pengertian Wilayah 
Wilayah merupakan suatu unit dari geografi yang dibatasi oleh parameter tertentu dan bagian-bagiannya tergantung secara internal. Para ahli geografi memandang wilayah adalah tiap bagian yang ada di permukaan bumi, dengan wilayah yang paling luas adalah seluruh permukaan bumi. Dalam geografi wilayah permukaan bumi terlalu luas, maka wilayah tersebut dibagi menjadi bagianbagian tertentu.
Wilayah dibagi berdasarkan homogenitas tertentu yang membedakan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. Tujuan dari dibentuknya pewilayahan adalah untuk menyifatkan dan memberi arti terhadap bermacam-macam wilayah, serta untuk mengetahui adanya kemungkinan pengembangan suatu wilayah. 

Jenis-Jenis Wilayah 
Wilayah atau pewilayahan dalam geografi disebut juga geografi regional yaitu pengelompokan wilayah di permukaan bumi berdasarkan kriteria tertentu yang membedakan antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Dalam geografi dikenal tiga kriteria pewilayahan dengan ciri-ciri sebagai berikut, 

1.Pewilayahan berciri tunggal (single topic region), yaitu penetapan regional atau wilayah yang didasarkan pada salah satu aspek geografi. Contoh kemiringan lereng dapat menunjukkan ketampakan dari suatu daerah, apakah termasuk daerah yang datar, landai, atau terjal. Di sini lokasi suatu daerah hanya dilihat dari satu aspek geografi yaitu derajat kemiringan lereng. 
2.Pewilayahan berciri majemuk (multi topic region), yaitu penetapan wilayah yang didasarkan pada beberapa faktor geografi. Contoh penetapan wilayah berdasarkan iklim yaitu iklim tropik, subtropik, sedang, dan dingin. Di katakan berciri majemuk karena iklim terbentuk dari beberapa unsur seperti suhu, curah hujan, dan angin. 
3.Pewilayahan berciri keseluruhan (total region), yaitu penetapan wilayah yang didasarkan pada banyak faktor menyangkut lingkungan alam, lingkungan biotik, maupun manusia. 
Contoh ekosistem mangrove, dikatakan bercirikan keseluruhan karena melibatkan faktor alam, biotik, dan manusia di sekitarnya. 
Pewilayahan Secara Geografi 
1.Berdasarkan Pembagian Waktu 
Indonesia memiliki perbedaan waktu kurang lebih 3 jam antara Indonesia paling timur dan paling barat. Pembagian daerah waktu di Indonesia sejak 1 Januari 1988 adalah sebagai berikut. 

- Daerah Waktu Indonesia Barat (WIB). 
- Daerah Waktu Indonesia Tengah (WITA). 
- Daerah Waktu Indonesia Timur (WIT). 
2.Berdasarkan Bentuk Dasar Laut 
Berdasarkan pada bentuk dasar laut Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah yaitu sebagai berikut. 
- Paparan Sunda 
- Paparan Sahul 
- Dasar Laut Peralihan 
3.Berdasarkan Wilayah Pembangunan 
Wilayah Indonesia yang begitu luas dengan pulau-pulau yang sangat banyak merupakan salah satu hambatan dalam mengoordinasi pelaksanaan pembangunan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dibuatlah pembagian wilayah pembangunan dengan sistem koordinasi pada pusat wilayah pengembangan. Pembagian wilayah pembangunan dilaksanakan sejak Repelita II. Dasar yang digunakan dalam pembagian wilayah adalah adanya kegiatan di suatu provinsi yang mempunyai kaitan erat dengan kegiatan di provinsi lain. 
Pembagian wilayah pembangunan bertujuan untuk pemantapan dan pemusatan kegiatan pembangunan agar tercapai pembangunan yang serasi dan seimbang 
4.Berdasarkan Geologi (Rangkaian Pegunungan) 
Berdasarkan rangkaian pegunungan Indonesia dapat dikelompokkan dalam dua wilayah, yaitu: 
- Rangkaian Pegunungan Sirkum Mediterania 
- Rangkaian Pegunungan Sirkum Pasifik 
Berdasarkan Ciri-Ciri Umum 
Berdasarkan ciri-ciri umum wilayah dapat dibedakan sebagai berikut. 

1.Wilayah Homogen 
Wilayah homogen merupakan wilayah yang memiliki satu parameter dengan sifat atau ciri yang hampir sama. 
2.Wilayah Nodal 
Wilayah nodal merupakan wilayah yang secara fungsional memiliki sifat saling ketergantungan antara daerah pusat dengan daerah di sekitarnya. Besarnya ketergantungan antara pusat dan daerah dapat dilihat dari faktor produksi, penduduk, barang, dan jasa, maupun perhubungan di antara keduanya. 
3.Wilayah Perencanaan 
Wilayah perencanaan dapat diartikan sebagai wilayah yang menggambarkan kesatuan-kesatuan keputusan ekonomi. Wilayah perencanaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 
a. Masyarakat yang berada di wilayah perencanaan mempunyai kesadaran terhadap permasalahan yang dihadapi daerahnya. 
b. Memiliki kemampuan untuk merubah industri yang dilaksanakan sesuai dengan tenaga kerja yang tersedia. 
c. Menggunakan salah satu model perencanaan. 
d. Memiliki setidaknya satu pusat pertumbuhan. 
4.Wilayah Administrasi 
Wilayah administrasi merupakan wilayah yang mendasarkan pada kepentingan administrasi pemerintahan dengan batas yang telah ditentukan.

Suatu negara dikatakan berkembang atau maju salah satunya adalah dengan melihat pada keberhasilan pembangunan oleh negara yang bersangkutan. Apabila negara tersebut belum dapat mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan atau belum dapat menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah dilakukan. Sedangkan negara yang mampu menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah ditetapkan, sehingga sebagian besar tujuan pembangunan telah dapat terwujud baik yang bersifat fisik ataupun nonfisik maka negara tersebut dapat disebut negara maju.
Negara berkembang yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih maju dibandingkan negara lain yang setingkat, tetapi belum mencapai tingkat negara maju disebut negara industri baru (newly industrialized country/NICs). Dengan kata lain, negara industri baru sedang berkembang mencapai tingkat negara maju tetapi belum cukup untuk dikatakan sebagai negara maju.

INDIKATOR PENGGOLONGAN NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG

Dasar yang dijadikan penggolongan suatu negara dalam kategori negara maju atau berkembang dapat diketahui dari indikator-indikator dibawah ini :
a) Indikator kuantitatif (data yang dapat dihitung), yaitu :
1. Jumlah dan kepadan penduduk
2. Tingkat pertumbuhan penduduk
3. Angka beban tanggungan
4. Usia harapan hidup.
b) Indikator kualitatif (data yang hanya dapat dibandingkan)
1. Etos kerja dan pola pikir
2. Tingkat pendidikan
3. Mata pencaharian
4. Tingkat kesehatan
5. Pendapatan
6. Tingkat kesadaran hukum

CIRI- CIRI NEGARA BERKEMBANG

1. Memiliki berbagai masalah kependudukan :
• Laju pertumbuhan dan jumlah penduduk relatif tinggi
• Persebaran penduduk tidak merata
• Tingginya angka beban tanggungan
• Kualitas penduduk relatif rendah sehingga mengakibatkan tingkat produktivitas penduduk juga rendah.
• Angka kemiskinan dan pengangguran relatif tinggi
• Rendahnya pendapatan perkapita
2. Tingkat pendidikan masih rendah
3. Tingkat pendapatan masih rendah
4. Tingkat kesehatan
5. Produktivitas masyarakat didominasi barang-barang primer
6. Pemanfaatan sumber daya alam belum optimal
7. Ketergantungan terhadap negara maju
8. Kesadaran hukum, kesetaraan gender, dan penghormatan terhadap HAM relatif rendah

CIRI- CIRI NEGARA maju

1. Sumber daya alam dimanfaatkan secara optimal
2. Dapat mengatasi masalah kependudukan
3. Tingkat kualitas hidup masyarakat tinggi
4. Ekspor yang dilakukan adalah ekspor hasil industri dan jasa
5. Tercukupinya penyediaan fasilitas umum
6. Kesadaran hukum, kesetaraan gender, dan penghormatan terhadap HAM dijunjung tinggi
7. Tingkat pendidikan relatif tinggi
8. Tingkat pendapatan penduduk relatif tinggi
9. Tingkat kesehatan sudah baik

SUMBER : GEOGRAFI POJOKKUYA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar