18 September 2012

GEOGRAFI REGION INDONESIA

Sumber Informasi Pemetaan

Informasi yang berkaitan dengan wilayah, fisik dan lingkungan alam, sumber dan sejarah negara Indonesia disajikan dalam bentuk media cetak dan elektronik. Dalam bentuk cetak informasi tersebut dapat ditemukan pada leaflet, peta, buku, dan atlas. Dalam bentuk media elektronik informasi disajikan dalam bentuk multimedia dan web atlas.
Tema Atlas Nasional Indonesia
Atlas merupakan kumpulan peta dan narasi yang disusun secara sistematis sehingga membentuk kesatuan informasi keruangan tentang suatu wilayah. Atlas Nasional Indonesia menyajikan informasi keruangan yang berkaitan dengan sejarah, wilayah dan batas kedaulatan, sumberdaya, penduduk, budaya, fisik dan ekonomi yang ada di indonesia. Informasi tersebut dikelompokkan kedalam 20 tema yang diharapkan sudah mencerminkan kondisi fisik, sosial budaya dan sumberdaya Indonesia. Kedua puluh tema tersebut dikelompokkan ke dalam 3 tema besar yaitu Fisik dan Lingkungan Alam, Potensi dan Sumberdaya, dan Sejarah, Wilayah, Penduduk dan Budaya.
Tema-tema pada atlas nasional digambarkan pada setiap peta wilayah Indonesia dan pulau-pulau dengan penyajian data per provinsi. Informasi bersifat general disertai dengan narasi yang untuk melengkapi informasi yang tidak tertuang pada gambar. Data untuk keperluan pembuatan Atlas Nasional Indonesia dikumpulkan dari instansi Badan Meterologi dan Geoofisika, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Departemen Kelautan dan Perikanan, Badan Geologi, Badan Pusat Statistik, Departemen Pekerjaan Umum, Jawatan Hidro Oseanografi, Departemen kehutanan, Departemen Perhubungan, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Selain data, pembuatan Atlas nasional Indonesia juga menyertakan tim editor dari berbagai instansi, para ahli dan dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada dan Departemen Geografi Universitas Indonesia. Atlas Nasional Indonesia ini diharapkan menjadi rujukan informasi spasial yang bersifat nasional untuk kepentingan dalam dan luar negeri.
Fisik dan Lingkungan Alam Indonesia
       Atlas Nasional Indonesia tema Fisik dan Lingkungan Alam menyajikan informasi yang berkaitan erat dengan karakteristik fisik dan kondisi alam di wilayah Indonesia diantaranya adalah:
Wilayah Indonesia merupakan daerah pertemuan atau benturan tiga lempeng tektonik yaitu Eurasia , Hindia-Australia dan Pasifik. Benturan tersebut sudah terjadi sejak jutaan tahun yang lalu, yang mengakibatkan adanya pergerakan pulau dan struktur batuan yang beragam. Berbagai jenis dan umur batuan batuan yang bervariasi membuat wilayah Indonesia kaya dengan sumberdaya mineral baik logam, non logam dan energi.
Bentang geomorfologi Indonesia secara umum dapat dibedakan dalam kelompok bentuk lahan denudasional, volkanis, struktural, dan pengendapan. Berbagai bentuk bentang geomorfologi tersebut terjadi karena proses tekanan dan tarikan kulit bumi. Beberapa wilayah di Indonesia dapat dikelompokkan dalam kelompok bentuk lahan. Informasi persebaran bentuk lahan ditampilkan pada atlas ini.
Pengertian gunung api adalah gunung yang berbentuk kerucut dan mempunyai lubang kepundan sebagai tempat keluarnya magma ke permukaan bumi. Pada setiap area gunung api didirikan pos pengamatan gunung api untuk memantau kondisi gunung api aktif. Pemantauan ini dilakukan agar informasi tentang bahaya letusan gunmung api dapat segera disebar-luaskan melalui jaringan komunikasi.
Faktor-faktor yang menentukan Iklim diantaranya suhu, kelembaban udara, curah hujan dan keadaan angin. Suhu di suatu tempat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut dan jarak dari pantai. Semakin tinggi suatu tempat suhu rata-ratanya semakin rendah, demikian pula semakin jauh dari pantai suhu rata-ratanya semakin rendah. Kelembaban udara di Indonesia rata-rata relatif tinggi.
Wilayah NKRI tersususn dari ribuan pulau yang disatukan oleh laut. Laut bukan saja menjadi jalur transportasi dari satu pulau ke pulau lain atau satu negara ke negara lain tetapi laut juga menjadi tempat tersedianya sumberdaya. Beberapa jenis sumberdaya seperti ikan, mineral, minyak dan gas tersedia melimpah di laut yang ada di wilayah Indonesia.
Berdasarkan ketentuan Undang-undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan kita mengenal mengenai hutan dan klasifikasinya, sebagai berikut : Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Pemerintah menetapkan hutan berdasarkan fungsi pokok atas : hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi.
lahan basah didefinisikan sebagai daerah payau, gambut dan perairan alami maupun buatan, tetap maupun sementara dengan perairannya yang mengalir atau tergenang, tawar, agak asin maupun asin dan termasuk di dalamnya wilayah laut yang kedalamannya kurang dari 6 m pada waktu air surut paling rendah. Ekosistem lahan basah merupakan lingkungan/ ekosistem paling produktif di dunia.
Lahan Indonesia yang luas dimanfaatkan dan digunakan untuk berbagai kepentingan kehidupan masyarakat dan juga usaha pelesatrian lingkungan. Penggunaan lahan di Indoensia dapat dikelompokkan sebagai atas hutan lebat, hutan belukar, hutan produksi, permukiman, perkebunan, pertanian, pertambakan, dan sebagainya.
Selain mengandung potensi sumberdaya alam yang cukup berlimpah, Indonesia juga merupakan wilayah rawan bencana. Bencana gempabumi, banjir, longsor, bahaya gunung api, tsunami dan lain sebagainya merupakan beberapa bencana yang terjadi di Indonesia. Beberapa jenis bencana gempa bumi, tsunami, letusan gunung api merupakan bencana almiah yang memang sulit dikendalikan manusia.


Potensi dan Sumberdaya Indonesia
       Atlas Nasional Indonesia tema Fisik dan Lingkungan Alam menyajikan informasi yang berkaitan erat dengan karakteristik fisik dan kondisi alam di wilayah Indonesia diantaranya adalah:
Wilayah NKRI tersususn dari ribuan pulau yang disatukan oleh laut. Laut bukan saja menjadi jalur transportasi dari satu pulau ke pulau lain atau satu negara ke negara lain tetapi laut juga menjadi tempat tersedianya sumberdaya. Beberapa jenis sumberdaya seperti ikan, mineral, minyak dan gas tersedia melimpah di laut yang ada di wilayah Indonesia.
Wilayah Indonesia merupakan daerah pertemuan atau benturan tiga lempeng tektonik yaitu Eurasia , Hindia-Australia dan Pasifik. Benturan tersebut sudah terjadi sejak jutaan tahun yang lalu, yang mengakibatkan adanya pergerakan pulau dan struktur batuan yang beragam. Berbagai jenis dan umur batuan batuan yang bervariasi membuat wilayah Indonesia kaya dengan sumberdaya mineral baik logam, non logam dan energi.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air disebutkan bahwa Satuan Wilayah Sungai (SWS) adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 km2.
Kekhasan beberapa flora dan fauna pada dasarnya juga merupakan kebanggaan nasional, dan harus dimanfaatkan sebagai pendorong upaya perlindungan, pelestarian serta pemanfaatan secara berkelanjutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka peningkatan perlindungan dan upaya pelestarian fauna dan flora yang khas tersebut, serta untuk lebih menumbuhkembangkan kepedulian rasa cinta dan kebanggaan nasional terhadap kekayaan flora fauna
Wilayah Indonesia yang luas dan terletak pada posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan karakteristik geografis berupa kepulauan dan laut sangat memerlukan prasarana dan sarana transportasi untuk semua moda.Ribuan pulau yang tersebar di berbagai posisi, luas daratan pulau, kondisi medan dan cuaca, persebaran dan kepadatan penduduk, aktivitas kehidupan penduduk merupakan faktor-faktor penting yang menyebabkan peranan transportasi menjadi sangat vital di wilayah Republik Indonesia.
Bangsa Indonesia patut bersyukur dengan keindahan alam, seni dan budaya yang sangat beragam dan unik tersebar di 33 provinsi di tanah air.Keindahan alamnya bukan hanya di darat namun juga di bawah laut sehingga taman-taman laut yang dimiliki Indonesia dijuluki "surga" oleh para penyelam dunia. Semua keindahan tersebut dapat dinikmati dengan tersedianya informasi yang mampu mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata ke pelosok negeri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar