11 Desember 2011

Sejarah Perkembangan Permukaan Bumi


Sejarah Perkembangan Permukaan Bumi
Bentuk permukaan bumi adalah berbagai dan masing-masing melewati proses perbedaan. Perbedaan proses antara lain dipengaruhi oleh kekuasaan dan waktu. Bumi adalah sebuah planet yang memiliki karakteristik tertentu, sehingga memungkinkan adanya kehidupan.
Bumi kita terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu bersama-sama dengan pembentukan satu sistem surya disebut keluarga surya. Salah satu teori yang disebut Nebula Hipotesis menceritakan cerita dalam 3 fase:

1. Matahari dan planet-planet lainnya masih dalam bentuk gas, sangat padat dan kabut besar.
2. Kabut berputar dan memutar kuat, di mana koagulasi terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. pada saat yang sama, bahan lain yang terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut planet, bergerak berputar matahari.
3. Mereka tumbuh lebih besar bahan dan terus melakukan gerakan secara teratur bergulir matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk komposisi dari keluarga Surya.



Bumi adalah salah satu anggota planet tata surya kita. Proses terjadinya bumi adalah sama dengan matahari. Karena volumenya lebih kecil dari matahari, proses pembentukannya lebih cepat. Dalam proses pembentukan bumi, hal itu terjadi pemisahan dasar pada massanya. Bagian inti bentuk berat yang disebut barisphere, sementara bagian yang lebih ringan bentuk kerak bumi atau litosfer sering disebut.

Dalam proses pendinginan yang mencapai 100 Celcius, hal itu terjadi kondensasi, kemudian terjadi hujan, setelah itu air hujan mengisi bagian bawah Bumi dan bentuk lapisan berair yang disebut hidrosfer. Selain litosfer dan hidrosfer, bumi ini juga diliput oleh lapisan udara atau atmosfer dan lapisan kehidupan yang disebut biosfer.

Di era karbon, benua bersatu membentuk benua besar yang disebut pangae yang dalam bahasa Yunani berarti "seluruh dunia". Sejak 1900, ahli geologi telah diketahui bahwa bagian luar kerak bumi mengapung di lapisan dalam yang lembut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar