11 Desember 2011

Teori Gerakan Kontinental


Teori Gerakan Kontinental

1. Lempeng Tektonik Teori
Lempeng tektonik adalah teori yang menjelaskan proses dinamis bumi tentang pembentukan jalur pegunungan, jalur vulkanik, gempa jalan, dan baskom sedimentasi di permukaan bumi yang disebabkan oleh gerakan piring.
Menurut teori ini kerak bumi (litosfer) dapat diasumsikan sebagai rakit yang sangat kuat dan relatif dingin yang mengapung di atas perapian astenosphere elastis dan sangat panas, atau dapat ditandingi ke pulau es yang mengapung di atas air laut. Ada dua jenis kerak bumi yaitu kerak samudera yang terdiri dari batuan dengan properti dasar dan sangat dasar properti, yang ditemukan di laut yang sangat dalam, dan kerak benua yang terdiri dari batuan asam dan lebih tebal dari kerak samudera. Kerak bumi mencakup semua permukaan bumi, tetapi efek dari adanya aliran panas yang mengalir di astenophere menyebabkan istirahat kerak bumi ini menjadi bagian lebih kecil yang disebut lempeng dari kerak bumi. Oleh karena itu, piring dapat terdiri dari kerak benua, kerak samudera atau keduanya. Bahwa aliran convension kekuatan sumber utama yang menyebabkan gerakan piring.

Dalam teori ini dijelaskan beberapa analisis antara lain adalah sebagai berikut:

1. Kehadiran formasi geologi antara pantai timur benua Amerika dengan pantai barat Eropa dan Afrika. Kondisi ini membuktikan bahwa formasi geologis di pantai barat Afrika adalah sama dengan pantai timur Amerika.
2. Kehadiran Pulau Greenland bergerak menjauh dengan kecepatan Eropa tanah 36 meter per tahun. Sementara itu Pulau Madagaskar bergerak menjauh Afrika Selatan sejauh 9 meter per tahun.

Menurut Alfred Wegener, benua yang ada di sekarang, sebelumnya terbentuk satu benua. Karena adanya gerakan benua besar di selatan ke barat atau utara, itu terjadi hal-hal berikut:

1. Lautan dan benua mengapung secara terpisah.
2. Samudra Atlantik lebih besar karena benua Amerika bergerak ke arah barat.
3. Kehadiran gempa besar di sepanjang kesalahan St Andreas, di dekat pantai barat Amerika Serikat. Pada 1929 Alfred Wegener meninggal pada salju di Greenland Pulau, ketika ia membuat penelitian untuk membuktikan kebenaran teorinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar